Rasya gadis 20 tahun bekerja di perusahaan CEO tampan yang membuat hati rasya itu bergetar sejak awal pertemuan.
Abian Pratama adalah nama dari CEO perusahaan itu dia adalah anak dari fadhil Pratama. Dia penerus dari perusahaan itu karena papahnya sudah meninggal dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cillomillo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali bekerja dan profesional
Pagi ini dimana semua kembali bekerja dan menyelesaikan pekerjaan nya itu.
Seperti biasa Rasya yang tak lupa membawa bekal karena takut hal yang kemarin terulang kembali dan membuat masalah baru sekaligus merepotkan banyak orang.
Rasya berangkat kali ini sangat pagi. karena ia menghawatirkan terlambat dan telat absen, walaupun jam absen dia di tambah tapi sekiranya dia hanyalah karyawan yang memang harus mengikuti jam kerja ada pada kantornya itu.
Tidak ada spesial bagi dia semua karyawan harus tetap profesional dan taat aturan kantor. Bukan hanya sekolah yang harus seperti ini, tetapi.. kantor pun punya aturan tersendiri dan memang harus lebih ketat lagi.
Setelah berpamitan seperti biasa Rasya kini menaiki motor biasanya dan langsung pergi ke kantornya. cuaca yang sangat cerah membuat dia semakin semangat dan memulai berkerja kembali.
Tanpa pikir panjang dan lama setidaknya Rasya kini sudah berada di jalan dan melihat bahwa pagi ini memang cukup ramai.
"(Jam segini saja sudah hampir penuh, apalagi aku berangkat seperti kemarin. Untuk mamah sudah sembuh jadi aku tidak terlalu khawatir)." Ucap hati Rasya.
Tiba Tiba Rasya kepikiran atas perjanjian yang itu terhadap Abian yang besok akan bertemu mamahnya.
karena bengong tapi dengan fokus menyetir tiba tiba ada mobil yang di depan dan terbentur oleh ban motor Rasya dan Rasya pun kini terkejut.
" Ya ampun Rasya kamu kenapa sih buat masalah mulu!." Ucap dirinya sendiri sambil berhentikan motornya itu di pinggir lalu melihat mobil itu.
"Maaf Maaf mas saya tidak sengaja, saya tadi.. "Mencoba menjelaskan.
"Tidak mba seharusnya saya yang meminta maaf dan ini memang salah saya." balas cowok itu.
"Mobilnya sedikit lecet mas. Tapi bakal saya akan ganti rugi Bagaimana mas?." Ucap Rasya.
"Ini ada kartu nama saya Mas boleh hubungi saya dan kirim alamat rumah mas nanti saya ke sana dan membawa uang ganti rugi itu." penjelasan Rasya.
"Oh gitu mba baiklah terimakasih banyak nanti saya hubungi." Balas cowok itu.
"ini Ada uang ganti sementara apabila tidak cukup saya bakal kasih lagi pokonya mas kasih tau alamat rumahnya. kalau gitu saya permisi dan mohon maaf yah mas." Perkataan Rasya yang kini sibuk melanjutkan untuk perjalanan nya itu.
goresan mobil itu tidak banyak hanya saja terbentur ban. jadi, mungkin tidak perlu memakan banyak biaya perbaikan mobil.
Uang yang Rasya kasih bernilai cukup banyak dan mungkin cukuplah untuk memperbaiki mobil yang di tabrak nya itu.
"Baru juga mau mulai jangan merepotkan orang dan buat masalah tapi malah ceroboh lagi." kata Rasya sambil gas motornya itu.
10 menit perjalanan dari kejadian itu Akhirnya Rasya sampai dan hari ini hari keberuntungan bagi Rasya dalam memasuki kantor karena jam menunjukan tidak ada keterlambatan terhadap dirinya malahan dia punya waktu senggang selama 30 menit.
Rasya langsung naik lift dan pergi ke loket absen lalu menerima uang makan itu, perasaan Rasya kini campur aduk, karena baru tadi dia merugikan orang tapi hari ini ia selamat dari kata keterlambatan dan rasa lelah karena terburu-buru yang membuat dia harus menghela nafas panjang.
"Alhamdulillah akhirnya Rasya tidak terlambat dan membuat Pak Abian kecewa." Ucap Rasya yang tidak sadar menyebutkan nama Abian di depan Orangnya.
"Ehem yakin tidak membuat saya kecewa?." kata Abian.
"Eh Pak Maaf, maksudnya saya tidak lagi merepotkan Bapak dan tenang Pak saya sudah merubah kembali jam masuk kantor." Balas panik Rasya.
Abian pun hanya tertawa mendengar penjelasan yang panik dari raut wajahnya Rasya itu.
"Tidak apa apa, Tidak masalah dan sekarang kembali lah ke ruangan mu Rasya." Sambung Abian.
"Baik Pak terimakasih banyak kalau begitu saya permisi Pak." Jawab Rasya sambil menundukkan setengah badan lalu kembali pergi ke ruangannya.
Abian yang kini pagi pagi sudah ada meeting bersama teman kantor nya dalam perusahaan teman dan sudah ada janji dengan perusahaan terkait perkembangan bisnis yang akan dicapai nya melalui kerjasama tim. jadi,
pagi ini Abian tidak banyak waktu bicara dan bertemu Rasya pada saat tadi bertemu di depan loket absen tanpa sadar bahwa besok adalah hari dimana mereka harus akting sementara di depan Mamahnya Abian.
Untungnya Mamah Rasya mengetahui ini semua dan Rasya menceritakan soal ini. jadi tidak ada masalah dalam kesepakatan mereka besok hanya perlu akting yang membuat Mamah Abian percaya.
kembali ke Rasya.
Ketika sudah sampai ruangannya itu Rasya langsung menyapa teman teman ruangannya itu seperti biasa. Dan sudah menjadi rutinitas dalam memasuki ruangan karena itu sebagai rasa hormat atas dirinya kepada teman yang lebih tua.
Walaupun mereka akrab tapi akrab akrabnya mereka harus ada rasa sopan santun dan tanggung jawab.
Rasya kembali menyelesaikan pekerjaan yang ada beberapa file di meja nya itu. Rasya langsung mengeluarkan laptop nya dan mengetik beberapa tugas dirinya.
Septi yang kini merasa bahwa Rasya ada perubahan dalam dirinya septi coba menanyakan soal kepada danil.
"Danil hari ini Rasya rajin yah terus lebih deket sama tuan CEO hebat yah Rasya gue jadi iri deh." Ucap septi.
"Iya nih septi bagus deh kalau gitu tapi memang kayanya dia lagi deket yah.., gue sih setuju parah lagipula Rasya cantik dan manis sama seperti Pak Abian ganteng dan baik hati." Balas Danil.
"Nah iya bener banget gue juga setuju parah Cocok, gua do'ain biar jadian deh." Jawab Septi.
"Kalian kenapa ko liatin aku senyum senyum gitu?.." Tanya bingung Rasya.
" 😂 engga kok Rasya kita cuman liat kamu aja hari ini kamu nampak cantik Rasya." Kata Septi.
"Ih jangan gitu ah Rasya jadi malu, ya udah kalian jangan liatin Rasya kaya gitu nanti Rasya salah tingkah." Ucap Rasya.
"Gapapa diliatin kita, asal jangan di liatin pak CEO Abian yah Septi." Canda Danil sambil mengangkat Alis satunya.
Rasya yang kini menjadi nambah malu lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. Septi dan Danil pun langsung bekerja kembali dan menyelesaikan tugas pekerjaan setelah selesai mereka langsung mengirim data nya kepada Pak dony. Tak lupa Pak Dony mengecek kembali untuk dikoreksi terkait pekerjaan yang telah mereka kirim. Pak dony nanti akan mengirim file dan dokumennya ke Asisten Pak Abian.
Rasya yang hari ini tidak banyak bicara dan banyak tingkah selama di ruangannya.
mungkin hanya berbicara hal hal yang penting saja. entah kenapa tapi hari ini, hari dimana Rasya merasa sedang tidak mood untuk terlalu banyak bicara atau Rasya merasa grogi jadi membuat dia semakin banyak diam di hari ini.
mari saling mendukung 😊
mari sling mendkung.
sebelumnya terimakasih banyak sudah mampir