Nayla seorang putri dari pengusaha kaya raya yang cantik,pintar dan baik hati yang harus menerima perjodohan dengan seorang pria dari keluarga pengusaha sukses teman ayah nya.
Tapi di lain sisi,Nayla sudah mempunya kekasih yang sangat dia cintai dan sangat mencintainya.
lalu apa yang akan Nayla lakukan?haruskah dia menerima perjodohan ini dan melupakan kekasih yang selama ini dia cintai?akankah hati nya terbuka untuk calon suami nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KISAH CINTA YANG TERKUBUR
Nayla tertidur setelah puas meracau. Kevin menemaninya sampai dia tertidur.
" Nayla sudah tidur, nak? " Tanya Ibu nya yang tiba - tiba masuk kamar.
" Ya, bu."
" Terimakasih ya, Kevin. Kamu sudah ada di sisi Nayla. "
Kevin tersenyum.
" Itu sudah kewajibanku sebagai suami Nayla. "
Ibu Nayla berkaca - kaca, dia sangat bersyukur Nayla ada di tangan yang tepat.
" oh iya, bu. Aku titip Nayla disini. Karena aku harus bertemu klien penting. "
" Ya tentu saja. " Ibu Nayla langsung menyetujui.
" Nanti sore aku jemput dia kembali. "
Kevin pergi setelah berpamitan.
Ibu Nayla duduk di samping Nayla. Lagi - lagi air mata nya keluar tanpa bisa dia tahan ketika dia melihat wajah anaknya.
semua kejadian tiba - tiba ini membuatnya sangat sedih dan kehilangan suami yang dia cintai.
Tapi kejadian ini pun akan lebih berat dan lebih menyakitkan untuk Nayla.
" Bagaimana kau akan menerima semua nya nanti, sayang? " Ibunya mengelus rambut Nayla.
" Kasihan kau, nak. "
Ibu Nayla memeluknya dengan penuh kasih sayang.
****
" Nona Nayla baik - baik saja? " tanya sekretaris Zein yang berdiri di samping Kevin.
Mereka sedang berada di kantor dan di ruangan Kevin.
" Nayla sepertinya sangat terpukul dengan kejadian ini. Dia masih syok. " Jelas Kevin.
" saya sudah pergi ke kantor polisi untuk memberi keterangan mewakili anda. "
" Ya, bagus. Aku malas kalau harus ke kantor polisi. "
" oh iya tuan, Klien utama kita akan datang setengah jam lagi"
" ya baiklah. "
Diruang rapat, semua sudah berkumpul termasuk klien utama dari luar negri.
Sekertarus Zein menjelaskan projek mereka, produk mereka, keuntungan mereka.
Setelah selesai, mereka pun saling berdiskusi tentang keinginan masing - masing.
" Mr. Kevin, can i apply to be a model of our product?" Tanya Mr. John.
" Of course, I will appreciate it." Jawab Kevin.
" what if our model later is jeanny?"
Kevin terkejut mendengar nama itu.
" Sorry? "
" yes jeanny. She's a famous model now "
Mr. John memberikan sebuah file berwarna merah ke hadapan Kevin.
Ragu Kevin membukanya, dia melihat ke arah sekertaris Zein dan perlahan membuka file tersebut.
sebuah foto wanita cantik setengah badan yang berfose tersenyum manis dan mengedipkan satu matanya.
Kevin mengenal wajah itu.
****
" Apa anda keberatan dengan modelnya? " Tanya sekertaris Zein yang duduk di kursi tempat para tamu di dalam ruangan Kevin.
Kevin menghela nafas panjang.
"Entahlah, kak. Rasanya aku sudah tidak ingin melihatnya lagi. " Kata Kevin.
" Tapi kita harus profesional kan? "
" yah kau benar, kak. " Kevin terdiam dengan tatapan kosong.
" Rasanya seperti sakit hati ini masih belum sembuh" gumamnya.
Terbayang kembali di mata nya kisah tiga tahun yang lalu.
Saat itu dia masih kuliah di luar negeri. Dia menjalin hubungan dengan gadis cantik dan mereka berhubungan jarak jauh .
Kevin mengenal jeanny karena mereka dulu di sekolah yang sama dan mereka pacaran sejak masih SMA.
hubungan mereka sangat baik, mereka saling mencintai dan menyayangi.
sampai suatu ketika, Kevin harus pergi untuk belajar ke luar negeri dan mereka terpaksa harus berhubungan jarak jauh.
Jeanny tak keberatan, karena mereka sudah berjanji saat Kevin kembali mereka akan menikah.
Setiap liburan Kevin selalu berusaha untuk pulang dan menemui Jeanny.
Hingga hari yang ditunggu pun tiba.
Kevin lulis kuliah dan kembali dari luar negeri. dia sangat senang karena bisa bertemu dengan jeanny tanpa harus terhalang lagi.
Dari bandara , Kevin tidak langsung ke rumahnya malah langsung pergi ke tempat Jeanny.
Walaupun sekertaris Zein melarangnya karena waktu itu sekertaris Zein yang menjemput nya di bandara, tapi Kevin tetap pergi ke tempat Jeanny.
Hingga akhirnya dia sampai dan apa yang dia dapatkan.
Pintu rumah Jeanny tidak terkunci. Kevin langsung masuk tanpa memikirkan apapun karena Jeanny tinggal sendiri.
Dia mencari - cari Jeanny tapi tak ada jawaban. Dia tau jeanny ada dirumah karena pintu tak terkunci.
Kevin langsung ke atas menuju kamar Jeanny dan membuka pintu kamar untuk memberi kejutan Jeanny.
Tapi justru dia lah yang terkejut.
Dia melihat Jeanny dengan seorang pria sedang melalukan adegan panas di tempat tidur. Mereka tak memakai sehelai pakaian pun.
Mereka terkejut karena tiba - tiba seseorang membuka pintu!
Mata jeanny terbelalak melihat siapa yang ada di depan pintu.
" Kevin! "
Jeanny bangun, mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan keluar mengejar Kevin.
Kevin pergi dengan wajah memerah.
" Kevin tunggu!! " Teriak Jeanny sambil mengejar Kevin yang berjalan cepat.
" Kevin, dengarkan aku dulu! " Jeanny berhasil memegang tangan kevin dan menahannya.
Kevin menepis tangan Jeanny.
" Apa lagi yang harus aku dengarkan, hah? "Kevin benar - benar di selimuti kemarahan.
" Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri apa yang sudah kau lakukan, DAN AKU MASIH HARUS MENDENGARKANMU??!!!! " Kevin berteriak.
" Aku tau aku salah, maafkan aku." Jeanny berusaha menjelaskan.
" Tapi tolong dengarkan aku sekali saja. " Jeanny benar - benar memohon.
Kevin diam. Dia memberikan kesempatan untuk Jeanny.
" Aku sungguh berniat menunggumu, tapi ternyata aku tidak bisa hidup tanpa seseorang di dekat ku! " Jeanny mulai berkaca - kaca.
" Dan dia yang selalu ada bersamaku selama ini, dia yang selalu menemaniku."
" Aku minta maaf, Kevin. Aku jatuh cinta padanya. "
Kevin terkejut mendengar penjelasan Jeanny.
Kevin mendengus.
" Aku seperti orang bodoh yang berlari kesini untuk bertemu orang yang setia menungguku. " Suara Kevin sedikit bergetar.
" Tapi apa yang aku dapat? pengkhianatan!! "
" Aku tau aku salah. Tapi aku juga tidak sepenuhnya salah karena aku butuh seseorang di dekatku. "
" aku tidak bisa lama - lama berjauhan dengan orang yang aku cintai. " Jeanny membela diri.
" Lalu kenapa.... Kau bilang akan menunggu ku? " Kevin menunjuk Jeanny sambil menahan amarahnya.
" Aku minta maaf, aku benar - benar minta maaf. "
Kevin berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis di hadapan Jeanny walaupun saat itu hatinya benar - benar hancur.
" Aku akan pergi jauh dengan Dia. Aku minta maaf. "
Kevin pergi tanpa mendengarkan permintaan Jeanny. Dia berbalik dan berjalan dengan airmata yang sudah tak bisa dia tahan lagi.
Dia pergi tanpa sekallipun menengok ke arah Jeanny.
Dia bertekad mengubur semua kisah nya dalam - dalam.
Dia sempat drop karena kejadian ini.
Kevin tidak keluar kamar selama beberapa hari dan tidak bicara dengan siapapun hingga akhirnya sekertaris Zein lah yang bisa mengembalikan kepecayaan dirinya lagi hingga saat ini.
" Semua kisah itu, sudah ku kubur dalam - dalam, kak. " katanya sambil memejamkan mata.
" Kau sudah melakukan nya dengan baik selama ini. Dan aku yakin kau bisa melakukanya lebih baik lagi. " sekertaris Zein yang selalu memberikan semangat.
" Kau benar, Kak. Aku pasti bisa melakukan semuanya. "
" Kau harus bisa karena sekarang kau punya Nona Nayla. "
Ya, Nayla.
si naylnya jg plin plan😏😏