NovelToon NovelToon
Cinta Di 2 Hati

Cinta Di 2 Hati

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:353.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Sebulan pernikahan sirinya, Jingga harus berhadapan dengan kenyataan baru yang menyakitkan. Aris, suami yang dicintainya menikah resmi dengan perempuan lain.

Menjadi yang pertama tapi serasa yang kedua. Pada akhirnya Jingga menyerah. Perceraian dengan Aris pun tak terelakkan.

Di saat bersamaan Rangga yang merupakan sahabat Aris juga bercerai dengan istrinya. Kesamaan kisah membuat mereka Rangga dan Jingga semakin dekat.

Aris kembali datang dengan kepastian dan perjuangan yang lebih nyata. Membuat Jingga goyah. Kembali pada cinta lama atau memulai cinta yang baru ?

Persahabatan Aris dan Rangga pun di pertanyakan.

Di hati manakah cinta Jingga akan berlabuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih peduli

Rangga sudah bersiap di depan rumah Jingga ketika sebuah mobil BMW 4 series cope warna hitam glossy datang lengkap dengan drivernya.

" Selamat pagi bu Jingga, saya Dina . Saya driver khusus yang ditugaskan pak Aris untuk mengantar kemanapun ibu pergi " jelas perempuan berpenampilan seperti laki - laki itu. Badannya tegap, rambutnya cepak rapi dengan baju safari driver.

" Ohhh... Din, pagi ini kamu langsung tunggu saya di kafe saja ya. Saya sudah terlanjur ada janji sama mas Rangga soalnya, pasti mas Aris sudah ngasih tahu juga kan alamat kafe saya di mana ?" tanya Jingga dengan sopan.

" Siap bu " jawab Dina, sikapnya terlalu formal.

Setelah mobil kiriman Aris menghilangbdari pandangan, Rangga dan Jingga pun berangkat ke tujuan yang sudah mereka sepakati kemarin.

" Loh mas, itu kantor mas Rangga sudah kelewatan, kok malah terus. Ini sih kita ke kafe " ucap Jingga heran.

" Memang ke kafe ngga, driverku sudah siap menjemput di sana. Masak iya aku ngebiarin kamu nyetir. Bisa digampar Aris aku ntar "ucap Rangga.

" Owh ya mas, terimakasih kiriman belanjaannya kemarin. Bermanfaat banget, bahkan aku belum beli susu hamil sama sekali " ucap Jingga tulus.

" Sama - sama Ngga. Sudah aku duga, kamu nggak mungkin sempet kepikiran ke sana. Sabar ya Ngga, semoga kamu bisa melalui dengan baik " ucap Rangga.

" Mau nggak mau harus sabar mas. Harus dihadapi dan dijalani. Tidak ada pilihan untuk saat ini. Kecewa berkali - kali pada orang yang sama justru akan membuat kita terbiasa. Sebuah hubungan yang rutin dengan permintaan maaf dan memaafkan, lambat laun membuat kita menjadi kebal dan mati rasa. Penyesalan serasa hanya ceremonial, perhatian terasa hanya sebatas kompensasi dari ketidakberdayaan " ucap Jingga, tatapannya menerawang.

" Kamu menerima dipoligami ? " tanya Rangga, penasaran.

" Bagaimana aku bisa menolak kalau itu sudah terjadi. Bahkan kedudukanku di depan masyarakat dan hukumpun kalah. Bisa jadi mereka justru menempatkan posisiku sebagai orang ketiga, Sakit ? iya. Kecewa ? sangat. Tapi masih cinta " ucap Jingga, baru kali ini Jingga berbicara gamblang dengan orang lain.

Rangga melihat ke kanan dan ke kiri dengan hati - hati untuk memarkirkan mobil Jingga. Mobilnya pun ternyata sudah ada di sana bersama driver kantornya.

" Aku langsung saja ya Ngga " pamit Rangga sambil menutup kembali pintu mobil.

" Mas nggak sarapan dulu ? " tanya Jingga.

Rangga melirik jam tangannya, setengah jam lagi dia ada meeting penting.

" Lain kali Ngga, sebenermya belum sarapan. Tapi aku ada meeting pagi ini. Jadi ntar sekalian makan siang saja. Ke kantor dulu ya " pamit Rangga.

" Iya mas Rangga. Hati - hati " Jingga tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Jingga melangkahkan kakinya menuju dapur kafenya. Mengambil beberapa bahan lalu memasaknya sendiri dengan cepat. Jingga membaginya menjadi dua kotak. Lalu menyuruh pegawainya seperti biasa mengantarkan makanan itu.

Setelah pegawai yang dia suruh kembali terlihat di kafe, Jingga mengambil ponselnya.

...Selesai meeting cepet dimakan ya mas. Terimakasih untuk semuanya...

Pesan langsung diterima dan dibaca oleh Rangga. Dia tersenyum, pertama kali dalam hidupnya bahkan di usia pernikahannya yang menginjak dua tahun. Inilah kali pertama Rangga makan bekal dari seorang istri, tapi sayang bukan istrinya sendiri. Istrinya orang, istri sahabatnya sendiri.

Di kantor, Aris langsung menyantap makan pagi yang dikirimkan Jingga. Meskipun Jingga sangat acuh saat bertemu dengannya, Jingga tetap menyiapkan yang Aris minta dengan baik.

Aris membaca salinan tentang asal usul perusahaannya. Berkali - kali Aris membaca, tapi tidak ada satupun silsilah keluarga yang menyandang nama Gunawan ataupun Hartono seperti nama belakang maminya. Padahal turun temurun di file tersebut banyak sekali terdapat nama belakang Malino.

Andy tidak memberikan informasi lain lagi selain file tersebut. Untuk Irma pun, Andy hanya mengatakan bahwa umur Irma lebih tua dua jam darinya. Sungguh tidak membantu sama sekali. Pura - pura baik pada Irma adalah jalan satu - satunya. Baik yang tidak berlebihan, karena Aris tidak mau terjebak dalam permainannya sendiri.

Jam makan siang Rangga, Evan dan Aris janjian makan siang di kafe Jingga. Setelah ketiganya sampai, Aris meninggalkan kedua sahabatnya dulu untuk menemui Jingga.

" Sayang " sapa Aris begitu masuk ke ruangan Jingga.

Jingga hanya melihat Aris sepintas, lalu kembali menyibukkan diri di depan laptop. Aris menutup laptop Jingga.

" Mas !!! " ucap jingga setengah menbentak karena kesal.

Aris tidak peduli dengan kekesalan Jingga, Aris malah semakin mendekati Jingga yang kini sedang berdiri mengambil air minum di kulkas kecil yang ada di ruangannya. Aris berhasil memeluk tubuh Jingga.

" Diam, jangan bergerak sedikitpun atau aku akan meminta lebih dari ini " bisik Aris.

Jingga menuruti saja kemauan Aris karena enggan berdebat lagi sekarang.

" Mas kangen sama kamu sayang, mas tidak meminta lebih. Mas sadar mas masih bselum pantas. Mas tidak mau kamu berfikir mas hanya datang saat membutuhkan kepuasan batin. Begini saja bagi mas sudah cukup " bisik Aris.

" Baguslah kalau mas mengerti " ucap Jingga datar.

Aris tersenyum getir, memiliki tapi tak sepenuhnya memiliki.

" Semoga urusan mas cepat selesai. Doakan mas " bisik Aris lagi.

Jingga tidak menjawab. Jingga bingung harus mendoakan Aris apa. Jingga merasa jahat jika harus berharap Aris bercerai dengan istri barunya. Bagaimapun pernikahan itu tidak main - main. Sadar atau tidak, tetap Aris yang salah. Saat dia memutuskan mau menikah, secara tidak langsung dosa perempuan itu juga sudah menjadi tanggung jawabnya. Aris bisa mengatakan dia terpaksa dan tidak ada cinta. Tapi hukum agama berjalan. Ada hak dan kewajiban yang otomatis jatuh saat ikrar akad diucapkan.

" Mas mau makan kan ? aku siapin " Jingga buru - buru melepaskan pelukan Aris.

" Aku bisa memesan di waitres, aku bersama Rangga dan Evan " ucap Aris.

" Tidak perlu memesan. Aku akan mengantar makanan kalian " ucap Jingga sedikit memaksa.

" Baiklah, terserah kamu " kata Aris.

Jingga meninggalkan Aris di ruangannya. Aris menarik nafas dalam. Tidak mudah menahan hasrat kelaki - lakiannya saat bersama Jingga, tapi Aris harus bersungguh - sungguh membuktikan kalau dia tidak sekedar membutuhkan Jingga untuk itu.

Aris, Rangga dan Evan sudah berbincang hangat seperti biasa. Evan tidak terlalu sinis sekarang. Meskipun kadang masih dengan tiba - tiba menyerang Aris dengan sindiran pedas.

" Silahkan di makan mas " ucap Jingga sambil meletakkan tiga piring dan tiga mangkok menu yang sama di atas meja. Menu itu favorite Aris dan Evan. Entahlah kalau Rangga suka apa tidak. Sop iga, perkedel dan krupuk emping dengan sedikit sambal kecap.

" Terimakasih sayang " ucap Aris.

" Makasih Ngga " ucap Evan

Sementara Rangga masih fokus dengan pesan masuk yang baru saja diterimanya. mata Rangga tiba - tiba terasa memanas, tidak sadar dia meremas gelas yang sedang dia pegang dengan kuat. Gelas itu pecah, airnya tumpah membasahi paha dan serpihan gelas melukai tangannya. Darah segar mengalir.

" Astaga mas Rangga ! " pekik Jingga, segera menyambar gelas di tangan Rangga.

1
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Shifa Burhan
ini lah lucunya wanita mereka lebih menjaga perasaan pria lain dari pada perasaan suaminya
mereka merasa bersalah pada pria lain tapi sama sekali tidak merasa bersalah pasa suaminya
dan lucu sikap kayak gini dibenarkan oleh novel ini

coba author bayangkan suaki author merasa bersalah pada wanita lain tapi tidak peduli dengan perasaan author yang tidak suka dan cemburu???

saran sebelum mengatang cerita banyak pada diri author dulu itu baik atau tidak
lihat juga dari sudut pandang lain, sudut pandang pemeran utama pria jangan hanya karena author wanita author hanya lihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

coba author menila sesuatu pake penilaian dari diri author baik tidak yang dilakukan jingga hanya karena rasa bersalah dan menjaga perasaan pria lain dia mengabaikan perasaan cemas, sakit hati karena cemburu suaminya sendiri
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
tadinya pen baca dan no coment alias silent disini... tp kok rasanya pen nimpuk pala aris pe benjol yah..!!!!
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Sambil nungguin UPnya sebelah mak mampir dimari. Bagus ceritanya.. mau baca dan silent ya..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ilove novel² D😘😘😘😘
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
kalau evan naksir jingga, jangan cemburu ya ris.. km yg kasih dia kesempatan 🙈
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
awal yg menarik💗
Nadisya
selamat author yg selalu bisa mengacaukan perasaan setiap membaca cerita nya... keren 👍👍👍
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kuberi rating
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
@D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐ novel ini yang mau dibikin dubbing?
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Iya, kak Ismi. semoga kakak berkenan mengisi suaranya. 😍
total 1 replies
Diii
suka alurnya...meski sad ending tapi banyak pesan mendalam
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kaka. ini novel kedua. masih banyak typo dan acak adul penulisan. Belum sempat diperbaiki. terimakasih sudah membaca
total 1 replies
Diii
love you deh mas Rangga...the best
Diii
aku nangis bukan karena warungku sepi....tapi aku mewek baca novel mu Thor😭😭
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Dan aku nangis karena kak Dii baca karya satu ke karya yang lain.. makasih, kak. aku terharu
total 1 replies
Diii
yang kuat ya mas Rangga.....masih akuuu
Diii
aduh jingga kasih waktu istirahat dong ...tower kalo bekerja tanpa henti kasihan
Diii
wkwkwk....wah towernya berulah lagi
Diii
😂😂😂jingga ...aduh jadi bikin ga konsen
Diii
waktunya mewek oiii
Diii
dilema ya....mana ada mantan serasa teman...atau teman serasa pacar..atau temannya mantan tapi rasa pacar
ainatul hasanah
akta lahir anakmu bagaimana jingga ?!!!
Gak ada surat nikah juga... kasihan anakmu nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!