Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang Perasaan
Di dalam kelas Beyza di penuhi sorakan siswa-siswi yang berada di dalamnya. Saat ini mereka sedang berunding bersama wali kelasnya mengenai tugas pelaksana upacara yang akan mereka laksanakan pada hari Senin depan.
Sesuai peraturan sekolahnya, setiap hari Senin pelaksana upacara akan dilaksanakan setiap kelas secara berurutan, karena Senin lalu yang menjadi pelaksana upacara adalah kelas X IPA 2, Senin ini tugas kelas Beyza (X IPA 3).
"Jadi fix ya semuanya, sesuai tugas kalian yang telah ibu bacakan semoga kalian bisa menjalankannya dengan baik. bagi yang belum kebagian menjadi pelaksana upacara jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan selanjutnya, jadi di kelas ini semua orang harus merasakan menjadi pelaksana upacara, agar kalian memiliki pengalaman." Ujar Bu wali kelas, yang di balas dengan semangat oleh para siswa-siswi.
"Oke, mungkin itu saja yang perlu Ibu sampaikan, Sebelum saya keluar apa ada yang ingin ditanyakan?"
Riyan mengangkat tangannya bertanya" Latihannya kapan Bu?"
" Sebentar sore, karena upacara akan di laksanakan 2 hari lagi, jadi besok pagi kalian harus datang lagi ke sekolah guna memantapkan latihan kalian sore ini"
"Iya Bu" jawab mereka serempak.
"Saya akhiri pertemuan ini dengan ucapan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" ucap wali kelas sebelum meninggalkan kelas Beyza.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" jawab mereka serempak.
***
Farzan dan ketiga sahabatnya sekarang berada di dalam ruang osis, mereka memilih memainkan game di dalam ruang osis agar tidak ada suara bising yang mengganggu aktivitas mereka.
" Lo ngapa dah Zan gue lihat dari tadi gak semangat banget, dikit-dikit mati, gak biasanya" komentar Farel ketika melihat lawan mereka bisa membunuh Farzan dengan mudah.
" Kalian main aja, gue lagi gak mood"
" Lo gak mau cerita nih?" tawar Afnan
" Gak" jawab farzan sambil memejamkan matanya.
Afnan,Rafli dan farel menatap farzan sekilas, gak mau ambil pusing mereka melanjutkan permainannya.
Farzan menghela napas lelah, ia mengotak-atik ponselnya.
Afnan yang mendengar helaan napas dari mulut farzan menatap farzan "Kayaknya masalah Lo besar banget ya zan"
Farzan mengedikkan bahu tak tahu.
"Menurut Dokter Ho, saat bertemu dengan orang yang disuka,"
Farzan buru-buru mematikan ponselnya ketika mbak google mengeluarkan suaranya.
Tak
Afnan, farel dan Rafli menatap farzan menganga tak percaya . Farzan yang merasakan tatapan lain dari teman-temannya meninggalkan ruang osis dengan tergesa-gesa.
"PONSEL GUE" teriak Rafli ketika kesadarannya kembali dan melihat ponsel nya jatuh mengenaskan di atas lantai.
Afnan tersenyum samar, ia berdiri dari duduknya meninggalkan Rafli yang berteriak histeris dan farel yang menertawakan Rafli.
"Afnan tungguin woi" panggil Farel ketika.
" Teman kampret!" kesal rafli.
Farzan memilih kembali ke dalam kelas guna menghindari teman-temannya, walaupun ia tau cara ini gak akan berhasil.
"FARZAN"
Anj*r maki farzan dalam hati ketika mendengar teriakkan teman-temannya, ia menenggelamkan kepalanya dalam lipatan tangannya.
"Farzan Lo benaran gak mau cerita, kami mau jadi pendengar terbaik 24 jam tanpa di tagih biaya" tutur Rafli dengan alis yang di naik turunkan.
"Gak" jawab farzan ketus tanpa mengubah posisinya.
" Atas nama Farzan Justin Gilbert agar segera ke ruang guru sekarang, sekali lagi atas nama Farzan Justin Gilbert agar segera ke ruang guru sekarang" suara nyaring speaker berbunyi.
Farzan menegakkan kepalanya, ia menatap teman-temannya yang masih menatap ke arahnya dengan pandangan... ahh sudahlah.
"Kayaknya gue lagi suka seseorang deh bro" ucap Afnan dengan tampang serius
" Tapi gue bingung, gue benaran suka apa nggak" lanjutnya
Farzan terus berjalan tanpa menghiraukan ejekkan teman-temannya.
Kringg
" Kantin yuk" ajak Raya kepada Beyza yang terlihat masih menyalin tulisan di papan.
" Duluah gih, gue belum selesai" ucap beyza tanpa menengok ke arah raya.
" Nanti Lo gak datang lagi!" ucap raya dengan kesal.
" Duluan aja Ra, kalau sudah selesai gue nyusul deh, janji"
" Oke gue tunggu, kalau Lo lama gue seret Lo
" ucap Raya dengan mata melotot dan tampang menyeramkan, tetapi bukannya membuat beyza takut malah ngakak.
Beyza kembali melanjutkan aktivitasnya sampai selesai. Ia memejamkan matanya sebentar dan menyenderkan punggungnya di kursi untuk mengembalikan energi dalam tubuhnya.
"Beyza"
Beyza membuka matanya ketika mendengar suara seseorang yang memanggil namanya.
"Kak reivan" kaget Beyza menatap Reivan di depan pintu kelasnya
" Lo gak ke kantin?" Tanya Reivan
" Baru mau ke kantin" jawab Beyza sambil memasukkan bukunya kedalam tas dan menghampiri kakak kelasnya.
" Barengan aja gimana" ajak Reivan
" Yaudah "
Mereka berdua berjalan melewati koridor, ada beberapa pasang mata yang menatap ke arah mereka dengan pandangan kesal.
Gue jalan bareng kak reivan aja gini, apalagi jalan bareng ketos wuihh langsung koma pasti ,monolog Beyza membatin.
Beyza menggeleng-gelengkan kepalanya. Halu mbak mana ada sejarahnya Lo jalan bareng ketos gini, lanjutnya membatin .
Kok kesannya gue pengen jalan bareng ketos ya, kelihatannya Beyza belum selesai membatin.
" Beyza" panggil Reivan dengan tangan yang di lambai-lambaikan tepat di depan wajah beyza.
" Astagfirullah, kapan nyampenya?" Tanya Beyza celingak-celinguk.
"Gue panggil dari tadi gak nyahut, pas bersuara pertanyaannya horor za" ucap Reivan bergidik ngeri.
Beyza tersenyum kikuk,"Maafin Beyza ya udah ngacangin kak Reivan"
Reivan menggelengkan kepalanya" Gak apa-apa kok, yuk masuk keburu jam istirahat selesai" ajaknya dan di angguki Beyza.
"BEYZA"
Beyza mengedarkan pandangannya saat mendengar suara toa milik temannya.
" Kak Reivan mau gabung bareng teman-teman Beyza gak?" ajak Beyza.
" Emang gak apa-apa?" Tanya Reivan.
" Gak apa-apa, yuk kak. Tenang aja teman-teman Beyza walaupun gesrek tapi seru kok" jelas Beyza di setiap langkahnya menuju tempat teman-temannya berada.
" Eh bro" sapa Reivan dengan senyum yang mengembang.
Beyza menatap Reivan heran, yang benar saja masa teman-teman gue dipanggil bro,batin Beyza.
" Hai"
Beyza menoleh dengan cepat pada saat mendengar suara laki-laki, matanya langsung melotot ketika melihat sekelompok laki-laki tetapi ada satu laki-laki yang membuat beyza ingin menghilang dari kantin.
Matanya sempat bertemu tetapi langsung di putuskan oleh farzan. Astaghfirullah, kenapa gue gak lihat kalo ada dia sih, batin beyza merutuki dirinya.
" Duduk za" beritahu Reivan yang melihat beyza masih tetap berdiri.
"Eh iya" ucap Beyza kikuk
" Lo mau pesan apa za?" Tanya Reivan
" Bakso kak" jawab Beyza yang langsung di angguki oleh reivan.
" pak, baksonya dua" teriak Reivan yang langsung di acungi jempol oleh penjual bakso.
Farzan sedari tadi mencuri pandang ke arah Beyza, rasa kesalnya langsung hilang saat melihat Beyza fokus memakan makanannya, sangat gemas, pikirnya. Sebenarnya farzan sudah selesai makan, tetapi ia ingin memastikan sesuatu.
"Natapnya biasa aja bro" bisik Rafli yang duduk lebih dekat dengan farzan.
Farzan mengedikkan bahunya gak peduli.
Kringg
"Balik yuk" ajak Beyza kepada teman-temannya yang langsung serentak berdiri dari duduknya.
"Kita duluan ya kak" pamit beyza.
" Hati-hati neng" ucap Rafli dengan nada yang di imut-imutkan.
" Gue duluan " pamit Reivan yang di angguki mereka sedangkan Farzan hanya menatapnya datar.
" Muka Lo gak enak banget dilihat zan, tepat banget pada saat reivan dan beyza datang tadi" ucap Rafli menerawang di sela-sela mereka berjalan ke arah kelasnya.
"hooh" sahut Farel.
" Lo suka sama Beyza?" Tanya Afnan yang tak tahan menahan senyumnya.
Farzan mengedikkan bahu.
Farzan masih bingung dengan perasaanya sendiri. Ia terpikir jika perasaannya hanya karena ia mengagumi Beyza yang memiliki daya tarik yang kuat.
Namun ia malah merasa sesak di hatinya ketika melihat Beyza jalan bersama cowok lain. Ada rasa tidak senang dan tidak rela yang tidak bisa ia deskripsikan dengan jelas.
" Cepat cari tau perasaan Lo sama dia gimana dan jangan lupa dengan masa lalu lo, kalo Lo masih bimbang mending gak usah maju.Tapi kalau Lo udah yakin mending langsung di tembak aja, cewek itu butuh kepastian bro, jangan sampai Lo nyesal karena keduluan orang lain" petuah Afnan.
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰