NovelToon NovelToon
Mami Kecil

Mami Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Nikahmuda
Popularitas:165.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Aniska

Zia, gadis cantik paling populer di sekolah terpaksa harus menikah dengan Reynan, teman sekolahnya karena sebuah insiden.
Mereka harus terpaksa terpisah karena dendam masa lalu antar kedua keluarganya.

Lima tahun menghilang dan meninggalkan Reynand, Zia kembali bersama seorang anak lelaki yang sangat tampan.
Mereka bertemu kembali dan hampir bersama. Namun lagi-lagi sebuah kejadian terpaksa memisahkan mereka lagi.

Bagaimana akhirnya? Akankah mereka bersama atau justru takdir berkata lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Aniska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gue akan tanggung jawab

Seminggu berlalu sejak Zia menggunakan alat itu, namun ia masih ragu untuk menyampaikan pada Reynand. Ia takut Reynand tak akan mempercayainya. Tapi ia juga takut menanggung beban itu sendiri.

Sementara hampir semua orang curiga dengan perubahan sikapnya. Ia yang semakin hari semakin ingin selalu nempel pada Reynand hingga indera penciumannya yang juga sangat sensitif.

Hubungannya dengan Mita semakin renggang. Karena Mita sendiri yang sering menghindar dari Zia. Sebenarnya, Zia sendiri tetap bersikap biasa saja. Namun Mita yang semakin berubah dan sedikit aneh sikapnya terhadap Zia.

Sedangkan bi Surti tetap bungkam berpura-pura tidak tahu. Mita juga sudah jarang bahkan hampir tidak sama sekali menghubungi bi Surti. Entah ada rencana apa lagi gadis itu.

*

*

*

Minggu ini adalah jadwal murid kelas XII untuk try out sebelum melaksanakan ujian yang tinggal satu setengah bulan lagi. Zia semakin ragu untuk mengatakan pada Reynand. Ia takut hal itu akan mengganggunya. Jadi Zia memutuskan akan mengatakannya pada Reynand seminggu lagi setelah try outnya berakhir.

Pagi itu, Zia yang tengah bersiap memakai seragamnya harus drama mual-mual dulu. Ia hanya memuntahkan cairan bening karena memang belum masuk apapun ke dalam perutnya.

Zia merasa sangat lemas namun ia tetap harus ke sekolah karena tidak mau sampai ketinggalan try out. Untuk sedikit mengurangi rasa lemasnya, ia sarapan yang lumayan banyak. Kali ini ia sarapan nasi goreng buatan bibi dan tumben tidak mual-mual. Padahal biasanya hanya memcium aromanya saja ia sudah lari kalang kabut untuk menghindar.

Setelah selesai sarapan, ia hendak berangkat. Namun rasa malas untuk menyetir sendiri tiba-tiba menghampirinya. Ia juga nggak berminat untuk memesan ojek atau taksi online.

Ia tak ingin seperti kejadian beberapa hari yang lalu ketika naik ojek. Ia sangat merasa kebauan dengan si abang ojek sampai-sampai ia muntah dan mengenai baju abangnya. Zia merasa sangat malu dengan kejadian itu.

Kemudiam terlintas di benaknya bahwa ia sangat ingin dijemput Reynand lalu mereka berangkat bersama dengan Zia memeluk Reynand dari belakang.

Bodo amat jika ia akan terlihat sangat murahan di mata Reynand, yang penting sekarang adalah keinginannya harus terwujud.

Akhirnya ia beranikan diri untuk menelepon Reynand.

"Halo Rey", ucap Zia ketika panggilan terhubung.

"Halo, tumben banget lo nelpon gue pagi-pagi gini. Kangen ya?", goda Reynand pada Zia yang menurutnya akhir-akhir ini semakin menggemaskan.

"Iya..eh eng enggak kok siapa bilang gue kangen. Gue cuma pengen dijemput sama lo", ucap Zia tak ingin jujur.

"Lah emang mobil lo kemana, pakek segala minta gue yang jemput?", tanya Reynand heran karena biasanya yang namanya Zia ini tak ingin dianggap merepotkan orang lain.

"Ya nggak apa-apa sih mobil gue tapi badan gue kayaknya lagi kurang enak deh. Lagian cuma jemput doang, kan bisa sebagai ucapan terima kasih lo ke gue karena sering ngajarin lo", elak Zia agak sedikit jaim dan pamrih. Padahal hanya biar Reynand nggak curiga aja sih.

"Ya udah iya gue jalan, pamrih banget lo jadi orang", gerutu Reynand lalu memutuskan sambungan teleponnya.

Beberapa menit menunggu, akhirnya Reynand datang juga. Wajah Zia nampak sangat berbinar melihat wajah tampan yang tak lain adalah ayah dari bayi yang sedang ia kandung.

Segera Zia naik ke belakang Reynand? lalu memeluknya. Saat Reynand menoleh seakan bertanya ngapain meluk, Zia langsung mengatakan bahwa ia sedikit takut jika tidak berpegangan. Padahal itu adalah bawaan bayi yang ingin selalu dekat dengan ayahnya.

Sementara Reynand sendiri sebenarnya senang. Ia merasa tenang dan nyaman saat Zia memeluknya seperti itu.

Sesampainya di sekolah, Reynand langsung memarkirkan motornya. Zia masih setia menunggunya untuk masuk ke dalam kelas. Meski saat ini banyak siswa yang mulai bergosip tentang hubungan keduanya, baik Zia maupun Reynand tak ambil pusing.

Bagi mereka yang terpenting sekarang adalah menyelesaikan pendidikan SMA dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi untuk menggapai mimpi.

Sementara Mita yang mulai nggak suka dengan kedekatan sepupunya dengan anak orang yang telah melukai perasaan mamanya mulai menunjukkan tatapan sinisnya pada Zia. Zia yang merasa nggak ada salah apa-apa, ingin menanyakan tentang perubahan sikapnya itu kepada Mita. Tapi Mita seolah selalu menghindar.

Akhirnya Zia tak mau memusingkannya lagi. Mungkin ada sesuatu yang belum saatnya ia tahu.

Bel tanda masuk telah berbunyi. Semua murid kelas XII yang akan melaksanakan latihan ujian pun memasuki ruangannya masing-masing.

......********......

Seminggu sudah terlewati. Ragu-ragu Zia ingin jujur pada Reynand. Sangat berat jika ia harus melewati ini sendiri. Mereka harus menemukan jalan keluar untuk masalah ini.

Sejak pulang sekolah tadi, Zia hanya mondar mandir di dalam kamar. Ia bingung harus memulai dari mana untuk mengatakan pada Reynand.

Zia harus memastikan kembali bahwa hasil tes itu memang garis dua. Ia pergi ke apotek untuk membeli beberapa alat dengan merk berbeda.

Sesampainya di rumah, Zia langsung ke kamar mandi dan melakukan pengecekan kembali. Berharap jika hasil tes minggu kemari adalah salah. Beberapa saat menunggu, hasilnya pun terlihat.

"Masih sama", gumamnya.

"Gue harus apa, gimana kalau mami sama papi tau? Mereka pasti marah banget sama gue", cicitnya lagi sambil air mata telah membasahi pipinya.

Sedangkan Reynand yang tengah menikmati secangkir coklat panas di depan televisi, merasa ada debaran dalam dadanya. Tidak seperti biasanya, kali ini debaran itu bertambah saat ia mengingat wajah menggemaskan Zia.

Bahkan tanpa terasa, ia mulai senyum-senyum sendiri. Maminya yang kebetulan lewat di depannya heran, kenapa putra kesayangannya itu melamun sambil tersenyum sampai tidak menyadari keberadaannya.

"Doooorrrr!!!!!!"

"Eh eh eh, ah mami ngagetin tau nggak", gerutu Reynand karena kaget.

"Habisnya kamu nglamun, senyum-senyum sendiri padahal acara tv juga nggak ada yang lucu", sahut mami Marinka.

"Nggak kok mi, lagi keinget sesuatu yang lucu aja", jawab Reynand tak ingin jujur.

"Sejak kapan kamu suka coklat, biasanya paling jijik?", tanya maminya yang sangat hafal dengan kesukaan anaknya itu.

"Nggak tau mi, lagi pengen banget minum coklat", jawab Reynand sambil menyeruput minumannya.

"Ngidam? Hahaha ada-ada aja sih mi", Reynand tertawa menanggapi ucapan maminya.

"Malah ketawa lagi, ya udah mami mau jalan, mau arisan sama temen-temen mami", pamit mami Marinka sambil berjalan ke arah pintu.

Sesaat setelah maminya pergi, Reynand sedikit mencerna ucapan maminya. Akhir-akhir ini, ia sering berkelakuan aneh, begitu pun Zia.

Reynand bersiap akan menelepon seseorang. Namun belum juga memencet nomornya, sudah ada panggilan masuk dari orang yang ingin ia hubungi.

"Rey, gue pengen mau ngomong sesuatu. Kita ketemu di cafe lo", ucap orang di seberang telepon.

"Oke, gue jalan sekarang", jawab Reynand langsung menyetujui karena tadinya ia juga akan mengajak orang itu ketemuan.

Orang itu adalah Zia, gadis yang tengah mengganggu pikirannya.

Beberapa menit perjalanan, Zia dan juga Reynand telah sampai di depan cafe. Mereka turun lalu masuk bersama. Reynand mengajak Zia duduk tapi gadis itu menolak.

"Bisa nggak kita ngobrolnya di dalam ruangan lo? Soalnya ini penting banget", ucap Zia menolak duduk di kursi tamu yang sedang banyak pengunjung.

"Emang ada apa sih?", tanya Rey penasaran.

"Udah ayo ke ruangan lo aja, gue ceritain di sana", jawab Zia sambil menarik tangan Reynand.

Sampai di dalam ruangannya, Reynand mendudukkam diri di sofa lalu disusul Zia duduk di sebelahnya. Zia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah paper bag kecil. Ia menyerahkan barang itu kepada Reynand.

"Apa ini?", tanya Reynand.

"Buka aja", sahut Zia singkat.

Reynand membukanya lalu mengeluarkan isinya. Ia terkejut dengan benda-benda kecil yang ia yakini adalah testpack.

"Zi, ini punya siapa?", tanya Reynand mengambil salah satunya.

"P punya gue, semua sama Rey. Garis dua", jawab Zia mulai mengeluarkan air matanya.

"Lo hamil?", tanya Reynand sambil memegang bahu Zia yang lalu dijawab anggukan.

Zia mengangkat wajahnya lalu menatap Reynand.

"Gue harus gimana Rey? Gue takut", cicit Zia yang mulai terisak.

"Lo jangan nangis, kita hadapi ini bareng-bareng", sahut Reynand menenangkan Zia.

"Gimana sama masa depan kita, cita-cita kita Rey? Gimana sama orang tua kita kalau sampai mereka tau? Orang tua gue pasti marah banget", Zia makin terisak membayangkan reaksi mami papinya.

"Sama Zia, gue juga berpikir kayak gitu. Tapi kita nggak bisa ngegugurin kandungan lo, terlalu beresiko", ucap Reynand.

"Terus gimana? Gue masih pengen sekolah, bentar lagi ujian".

"Kita akan selesaikan sekolah kita kok tanpa ada yang tau, seenggaknya sampai lulus. Setelah itu, gue akan tanggung jawab", ucap Reynand mantap sambil menatap mata Zia yang juga sedang menatapnya.

Haiii para readers, maaf ya kalau part **ini kayak kurang gimana gitu. Soalnya nggak tau kenapa tiba-tiba buntu aja. Kasih dukungan terus ya biar makin semangat dan makin banyak ide😍

...Like, komen aja juga udah seneng, apalagi kalau dikasih hadiah. Vote juga makasih banget😘** ...

...HAPPY READING...

1
Rinto Mamonto
tadi doni sekqrang bagas mana yg bener thor
Rinto Mamonto
crtanya bgus hanya ada yang ilang kok ngak di ceritain pas pertemuan keluarga viba dan rey saat di reatoran bertepatan ortunya rey ketemu zean
azkiya jeon🐰🐇
haii Thor...👋👋
Marnie Marsin
Lanjut
Lastri Gete
mita
Qomariyah Kom
lanjut thor
Lili Suryani Yahya
sapa yaaaa
mott_
Ohh ternyata, haishhh tp ngapa jd copet dah..
mott_
Wahh wahh rahasia apa yg tersimpan..
Lili Suryani Yahya
Siapa yaaaa
mott_
Wahh ada rahasia apa nih.. Kok hmmm..
Lili Suryani Yahya
kembarannya Reynand
Lili Suryani Yahya
bibit unggul bngettt
Lili Suryani Yahya
Jngan2 anak kembaran Papinya Zean kali yaaaa
Lili Suryani Yahya
Jngan sampai lagi ada pengganggu deeehh, malas jadinya pisahnya z lumayan lama kaaaannn
Rina Bita
semangat up thoorr🤗

2 likes mendarat dariSAHABAT TAK KASAT MATA😍
mott_
Nah kek nya papa naura yg onoh tuh gk mungkin rey.. Kl iya rey masa gk knal? Setidaknya kan.. Tapi ya pokoknya harus yg onoh papa naura 😁😁
Ambar Arum Sari: betul setuju banget,,, pasti bapaknya yang onoh🤭🤭🤭
total 1 replies
Dwi Cimut
apa yang nabrak rey itu papa naura y????
mott_
Lho k-kok? Huuuh terkejut aku, semoga bukan deh..
lian asheeva
jangan ada masalah lagi ya thor😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!