Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Dalam Luka ( Bab 15)
Velicia mengangguk pelan menjawab pertanyaan Arnold. Dia merasa sangat aneh dengan pertanyaan Arnold, dua bulan lagi Arnold akan menikah dengan wanita yang sangat di cintainya yaitu Viona, dan semua rasa yang ada di hati Velicia pun kini tak ada artinya lagi. Apakah dia masih mencintai Arnold atau tidak.
“ Ya...aku masih mencintaimu...” jawab Velicia.
Di saat itu Velicia memiliki banyak pilihan, namun di saat itu Velicia pun memilih Arnod karena dia mencintai Arnold.
Arnold tersenyum bahagia, dia menggenggam erat tangan Velicia lalu mengecup punggung tangan Velicia.
“ Aku juga mencintaimu Velicia Arista...” ucapnya dengan tulus.
Velicia pun terbang melayang merasakan kebahagiaan yang kini menyelimuti dirinya. Namun dia masih ragu dengan ucapan yang baru saja di dengarnya dari mulut Arnold. Dia mengernyitkan dahinya mencoba sadar dengan harapan-harapan palsu nantinya.
Arnold melakukan hal itu karena dia ingin berakting dengan sebaiknya untuk membahagiakan Velicia. Melihat Ekspressi Velicia yang berubah-ubah membuat Arnold gemas dengan tingkah Velicia sehingga dia merasa ketagihan dengan wajah yang menggemaskan itu.
Dia kembali memeluk tubuh Velicia. “Lalu sejak kapan kau mulai jatuh hati padaku???” tanya Arnold menautkan alisnya meminta jawaban Velicia.
Velicia pun tak dapat berkutik, dia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia di hatinya. Wajahnya berubag merah merona karena malu.
“ Aku menyukaimu sejak dulu...” ucap Velicia menjawab pertanyaan dari Arnold.
Arnold tersenyum mendengar jawabn Velicia.
“ Sudah malam...kita tidur yuk...” ajak Arnold.
Velicia mengangguk lal mereka pun melangkah menuju kamar Velicia, Di kamar Arnold merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran big size itu. Dan menepuk kasur tepat di sampingnya memberikan isyarat pada Velicia untuk ikut berbaring di sampingnya.
Arnold melingkarkan tangannya di pinggang Velicia lalu memeluk tubuh yang kini semakin kecil karena sakit yang di derita Velicia. Tak berapa lama mereka saling menatap akhirnya mereka pun tertidur dengan pulasnya. Velicia merasa sangat nyenyak tidurnya karena mendapatkan kehangatan dari orang yang sangat di cintainya.
Pukul 04.00 subuh.
Velicia terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya lalu mengerjapkan matanya tak percaya karena saat pertama kali membuka mata dia mendapati wajah tampan milik suaminya. Dia menyusuri setiap senti wajah tampan itu membuat hatinya menghangat. Velicia berusaha melepaskan tangan Arnold yang melingkar di pinggangnya, dia hendak turun dari ranjang.
Secara pelan-pelan akhirnya Velicia pun berhasil melepaskan diri dari lingkaran tangan Arnold. Dia tak ingin Arnold terbangun karena ulahnya.
Velicia bangun dan beranjak menuju bathrom untuk membersihkan tubuhnya. Arnold terbangun saat mendengar langkah Velicia. Dia tersenyum lalu bangun dan duduk bersandar di atas ranjang iu menunggu Velicia selesai membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Velicia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, Arnold menatap Velicia yang baru saja keluar dari bathroom dengan tatapan yang sulit di artikan. Lalu dia pun turun melangkah menghampiri Velicia. Arnold melangkah ke belakang Velicia lalu melingkarkan tangannya di pinggang Velicia.
Wajah Velicia kini memanas sehingga berubah warna semerah tomat, rasa bahagia yang menyelimuti hatinya.
“ Maukah kau ikut denganku...?” bisik Arnold di telinga Velicia.
“ Kemana??” tanya Velicia penasaran.
“ Ke suatu tempat yang menyenangkan...” jawab Arnold dengan senyuman yang menawan.
Velicia membalikkan tubuhnya menghadap Arnold dia memandang wajah tampan Arnold, lalu dia mengangguk menyetujui ajakan Arnold.
“ Ya sudah kalau begitu aku akan bersiap-siap dulu...” ucap Arnold lalu dia pun melangkah masuk ke dalam bathroom untuk membersihkan dirinya.
Selagi Arnold membersihkan dirinya, Velicia pun mengenakan pakaiannya lalu dia keluar dari kamarnya melangkah menuju dapur untuk memasakkan sarapan untuk Arnold. Walaupun di Villaitu Velicia masih memiliki pembantu tapi kali ini dia ingin memasak sendiri untuk Arnold.
Arnold yang barusaja keluar dari bathroom tak mendapati Velicia berada di kamar, dia pun langsung keluar dari kamar lalu melangkah juga ke dapur karena dia yakin bahwa saat ini Velicia pasti berada di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.
Saat Arnold masuk ke ruang makan, hidangan untuk sarapan telah terhidang di atas meja makan.
“ Wow...pasti lezat...” puji Arnold.
Velicia tersipu malu mendengar pujian Arnold.
“ Yukk kita sarapan dulu...” ajak Velicia.
Arnold mengangguk, Velicia mengambilkan makanan untuk Arnold lalu mereka menyantap sarapan pagi dengan bahagia.
Setelah selesai sarapan, mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke tempat yang telah di rencanakan oleh Arnold. Arnold akan membawa Velicia ke sebuah kota kecil tempat Ibu Arnold tinggal selama ini.
Arnold membukakan pintu mobil untuk Velicia, dengan senang hati Velicia pun masuk ke dalam mobil lalu dia pun mengitari mobil masuk ke dalam mobil di pintu kemudi. Setelah itu Arnold pun melajukan mobilnya meninggalkan Villa menuju sebuah kota kecil yang lumayan jauh jaraknya dari kota.
Sepanjang jalan mereka tak banyak berbicara, Arnold memutar mp3 untuk memecah keheningan di antara mereka. Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke kota tempat ibu Arnold tinggal.
Arnold memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah besar namun terkesan sederhana dengan adanya tanaman yang sangat indah di pekarangannya. Arnold turun dari dalam mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Velicia. Dia pun turun dari mobil.
“ Kita dimana??” tanya Velicia penasaran.
Arnold hanya diam lalu menggenggam tangan Velicia dan mengajak Velicia untuk masuk ke dalam rumah nan asri itu.
Tok...tok...tok... ( Arnold mengetuk pintu )
Tak berapa lama seorang wanita yang telah berumur namun masih terlihat sangat cantik membuka pintu rumah sederhana itu. Dia menyambut Arnold dan Velicia dengan senyum ramah.
“ Arnold...” lirih wanita itu bahagia saat melihat putranya datang mengunjunginya.
“ Mama...” ucap Arnold lalu dia memeluk tubuh wanita yang di panggilnya mama itu.
Mama Arnold pun mengurai pelukannya setelah melepaskan rasa rindunya pada putranya. Dia menatap bingung pada Velicia.
“ Ma...kenalkan...ini Velicia....” ujar Arnold memperkenalkan Velicia pada mamanya. Velicia langsung mengulurkan tangannya.
“ Veli tante...” lirih Velicia memperkenalkan dirinya. Mama Arnold menyambut tangan Velicia lalu meraih tubuh Velicia ke pelukkannya. Velicia pun membalas pelukkan hangat itu.
“ Yukk masuk...” ajak mama Arnold pada putranya dan Velicia.
Mama Arnold adalah wanita yang lemah lembut dan baik hati, dia menyambut kedatangan Velicia dengan senang hati. Dia mengajak Arnold untuk masuk dan duduk di ruang tamu.
“Mama apa kabar?” tanya Arnold pada mamanya memulai obrolan di antara mereka.
“ Mama baik sayang...” jawab mama Arnold lalu mereka pun asyik mengobrol melepas Rindu hingga akhirnya mama Arnod memberitahukan kedatangan Andreas yang baru saja mengunjunginya.
“ Andreas datang kesini ma?” tanya Arnold memperjelas.
“ iya...” jawab mama Arnold megangguk
Velicia baru saja tahu bahwa Arnold memiliki seorang ibu dan kini juga dia dapat mengetahui bahwa Arnold memiliki seorang kakak yang bernama Andreas.
Setelah asyik mengobrol di ruang tamu, mama Arnold mengajak Arnold unuk makan malam karena hari sudah mulai gelap, sehingga mereka pun pindah ke ruang makan. Di rumah ini ada seekor anjing besar yang menemani mama Arnold.
Di saat makan, Veilcia memandangi wajah mama Arnold, seketika dia teringat dengan kedua orang tuanya. Velicia merasa iri dpada Arnold yang masih memiliki kedua orang tua. Sedangkan dia telah kehilangan kedua orang tuanya semenjak berumur empat belas tahun.
Setelah selesai makan, Arnold mengajak Velicia untuk masuk ke dalam kamarnya lalu mereka pun menghabiskan malam dengan menonton, bermain serta megobrol. Setelah itu mereka pun bersiap-siapuntuk tidur, sebelum tidur mereka membersihkan dirinya, Velicia dengan ragu untuk membersihkan make up di wajahnya.
“ jika ragu,,,tak usah di hapus... “ ujar Arnold lalu dia pun berbaring di ranjang setelah dia seesai mandi dan mencuci kakinya dengan air hangat.
Lalu mereka pun tertidur dengan lelap sambil berpelukkan, hari-hari mereka lewati dengan bahagia, hingga suatu ketika ponsel Arnold berdering panggilan dari Viona.
“ Arnold aku merindukanmu....” lirihnya putus asa saat Arnold mengangkat panggilannya. Arnold hanya diam dan mematikan panggilan itu. Lalu dia pun keluar dari kamar.
Velicia hanya terpaku pasrah memandang punggung Arnold yang melangkah keluar kamar, rupanya semua yang di berikan Arnold padanya beberapa hari ini hanyalah sebuah kepalsuan.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐