NovelToon NovelToon
Tolong Kami

Tolong Kami

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Misteri / Horor / Supernatural
Popularitas:50.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dosy irwa

Sukma hilang hutan dan gunung yang terletak di Sumatra bagian selatan Lampung.
Gunung dan hutan yang meninggalkan seribu tanda tanya


Konon masih banyak warga dan masyarakat yang mengharapkan kepulangan sanak saudaranya, yang telah lama menghilang bertahun-tahun di dalam hutan tersebut.


Sukma hilang yang terkenal akan cerita mistisnya, seakan tidak hilang tergerus oleh perkembangan zaman.


Hingga sampai saat ini masih banyak warga dan masyarakat yang mempercayai mitos-mitos gunung dan hutan tersebut, bahwa siapapun yang hilang atau tersesat di dalamnya , tidak akan pernah bisa kembali untuk pulang .


Kisah ini menceritakan beberapa muda-mudi yang hilang di telan kegaiban hutan Sumatra tersebut .


Apakah mereka semua bisa keluar dari hutan yang mengerikan itu ???


Tetap ikuti ceritanya !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dosy irwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Perlawanan

"Boy gua takut " ucap Dewo dengan tatapan mata yang masih terlihat linglung.

"Iya Wo, sekarang ayok bangun" jawab Boy dengan mengangkat tubuh Dewo untuk segera berdiri.

Dewo yang terguncang perlahan mulai berdiri kembali, dengan dibantu Boy yang terus memapah tubuhnya untuk menjauhi tiga pendaki tersebut.

Malam itu, sungguh kejadian yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka berdua sebelumnya, hal yang mereka anggap tabu, kini nyata langsung menyentuh mereka.

Mereka berdua berjalan saling memapah satu sama lain, di bawah iringan angin yang menyeruak kencang menghempas dahan-dahan pohong hingga terdengar begitu gaduh, mereka berdua hanya bisa terus berjalan tanpa tahu kemana arah tujuan.

"Boy kita istrahat sebentar, sepertinya kita sudah jauh" ucap Dewo sambil menghela nafas panjang.

"Ia gua juga cape, gak kuat lagi" jawab Boy dengan terengah-engah.

Mereka berdua terduduk lemas di atas tanah yang beralaskan rumput liar, hati meka terus berdebar-debar, seakan selalu di awasi oleh mata-mata yang menyala tajam dari balik kegelapan.

Belum juga mereka tuntas mengatur nafasnya, terdengar suara jeritan wanita yang sangat mengerikan, meraung-raung terdengar begitu amat memilukan, yang tak lama diikuti oleh suara gemerisik rumput dan ilalang yang saling bergesekan serta ranting patah yang terinjak oleh sesuatu yang melewatinya.

Tampak sekelebat bayangan hitam melesat cepat dari balik kegelapan. Dewo yang menyadari akan sesuatu yang sedang menuju ke arah mereka, kemudian mengambil sebatang kayu dan memasang posisi seakan siap untuk melawan.

"Boy gua udah gak kuat, lo mending pergi duluan, persetan dengan mereka" tegas Dewo dengan sebatang kayu di tangannya menunjukkan siap untuk melawan.

Boy yang mendengar ucapan Dewo, tak sampai hati untuk meninggalkan temannya sendiri. Boy meraba-raba sekitarnya dan mengambil sebongkah batu. Dengan kuat, Boy menggenggam batu tersebut sebagai tanda ia akan ikut melawan bayangan hitam tersebut bersama Dewo.

"Sama gua juga udah gak kuat, ayok kita lawan" jawab Boy sambil menyipitkan matanya yang terus mengawasi kelebatan hitam tersebut.

Mereka berdua berdiri berdampingan dengan menggenggam erat batu dan kayu di tangannya. Dengan hati yang berdebar-debar, mereka sudah siap dengan apa yang akan muncul di hadapan mereka berdua.

Bayangan hitam itu terlihat terus mendekat dan semakin mendekat. Dewo dan Boy bergegas langsung mengangkat senjata yang mereka gengam, siap melawan apa saja yang akan muncul dari balik kegelapan tersebut.

"Ayok Boy!!" Ajak Dewo menatap ke arah Boy seraya menganggukkan kepala mengisyaratkan tanda siap untuk maju menyerang.

Dengan berteriak sekuat tenaga, mereka berlari menuju kelebatan hitam yang juga sedang melesat ke arah mereka.

"AAAGGGGHHHHHHH!!!!!" Teriak mereka sambil mengacungkan senjata berlari ke arah kelebatan hitam tersebut .....

Di waktu dan tempat yang lain ...

Wawan yang tersadar akan dirinya, segera berusaha melarikan diri dari cengkeraman Wanita kebaya merah itu.

Sayang, begitu kuat cengkeraman dari wanita tersebut, hanya dengan satu tangan saja dia mampu menyeret tubuh wawan.

“Kamu mau kemana? Kamu di sini aja sampai mati!!?” ucap wanita kebaya merah tersebut sambil tertawa cekikikan.

Mendengar ucapan sosok hantu wanita tersebut, Wawan tak kuasa menahan rasa takut yang begitu luar biasa, sejadi-jadi nya Wawan meronta-ronta mencoba melepasakn cengkraman yang memegang kuat tangannya.

Tak ayal Wawan yang sedang berusaha melepaskan cengkraman dari wanita tersebut, langsung di cekik hingga terjatuh menyentuh tanah, begitu kuat cekikan wanita itu hingga wajah Wawan seketika berubah merah padam, terlihat urat-urat pada kening nya menonjol keluar menandakan betapa kuat cengkraman yang ada di batang lehernya.

Wawan yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa hanya terdengar mendengus seperti suara hewan yang sedang di gorok lehernya. Suaranya mengorok-ngorok dengan mata yang hampir terbalik.

Wawan yang sudah hampir mati kehabisan nafas, mencoba menggapai apa saja yang bisa ia gapai, tangan nya terus merambah tanah mencari-cari apa saja yang bisa ia dapatkan.

CRAKKKK!!!!!!!

Wawan menancapkan sebatang kayu ke arah leher wanita tersebut. Tancapan kayu itu melepaskan cengkraman tangan wanita kebaya merah yang ada di batang leher Wawan, seketika sosok wanita itu meronta-ronta begitu kesakitan, dia menjerit-jerit dengan kucuran darah yang begitu deras mengalir dari lehernya.

Tersadar adanya kesempatan melarikan diri, Wawan langsung merayap menjauhi sosok wanita yang sedang meronta-ronta kesakitan di atas tanah tersebut.

Jeritan wanita kebaya merah itu terdengar sangat mengerikan dan memilukan, nyaring meraung-raung hingga menggema ke seluruh penjuru hutan.

Wawan yang merayap langsung berdiri dan lari terus menerabas gelapnya hutan, semak belukar dan ilalang tidak jadi penghalang lajunya untuk menyelamatkan diri.

Sesekali Wawan melihat ke arah di mana wanita bekebaya itu sedang meronta-ronta kesakitan, memastikan bahwa wanita kebaya itu sudah tidak lagi mengejar dirinya.

Dari kegelapan Wawan menyelinap dan terus berlari, sial nya Wawan. tanpa di duga-duga tetlihat sosok-sosok hitam muncul dari kegelapan tepat berada di hadapannya.

Wawan yang tidak siap akan kemunculan sosok-sosok tersebut, mencoba menghindari dengan menggerakkan tubuhnya ke arah yang lain. Sayang, Wawan langsung terjatuh terpelanting menghantam tanah.

BRAKKKKK....

Tubuh Wawan terpelanting terjatuh dengan posisi wajah menghadap tanah, dengan sigap Wawan langsung membalikan tubuhnya. Terlihat oleh Wawan, sosok itu seakan ingin menghujamkan sesuatu ke arah nya. Dengan mencoba bertahan, Wawan menghalau kan kedua tangan nya.

"AAAAAAA!!!! ....." ( Teriak Wawan sambil menghalau kan kedua tangan nya di depan wajah )

"Wawan ??"

Terdengar suara yang sangat dia kenal. Dengan perlahan Wawan membuka kedua mata nya untuk mengitip sosok yang ada di depan nya.

"Dewo ? Boy ?" Sahut Wawan kaget.

"Wo ini bukan Wawan, hajar aja" tukas Boy yang sudah siap melemparkan batu ke arah Wawan.

Dewo yang sedikit ragu akan tuduhan Boy, segera menahan laju tangan Boy yang sudah hampir melepaskan lemparannya.

"Boy jangan terburu-buru" pungkas Dewo sambil menahan laju tangan dari Boy.

Dengan tendangan kecil Dewo menyepak-nyepak kaki Wawan yang masih terguling di tanah.

"Wo?? Boy ??" Sekali lagi Wawan memangil nama mereka.

"Lo beneran Wawan ??" Tanya Dewo penasaran.

"Ia gua Wawan, aduhhh" Wawan menjawab sambil meringis kesakitan.

"Wo lo bener masih yakin kalo dia Wawan?" Boy kembali menanyakan ke Dewo, seraya tidak percaya karena hal yang telah menimpa mereka.

"Gua juga masih percaya gak percaya Boy" jawab Dewo yang juga masih ragu sambil menatap pasat ke arah Wawan.

“Lo berdua ngomong apa sih??” jawab Wawan sambil mendudukan tubuhnya.

“Dodi, Asma dan Fira mana?” lanjut Wawan bertanya.

Dewo dan Boy yang mendengar pertanyaan dari Wawan langsung saling tatap, bingung antara masih percaya tidak percaya.

"Kenapa bengong?? Bantu gua berdiri" pinta Wawan sambil menjulurkan tangannya.

Dewo dan Boy yang masih merasa ragu sekaligus takut, saling dorong untuk menentukan siapa yang mau membantu menarik tangan Wawan untuk berdiri.

Wawan yang melihat bingung akhirnya berdiri dengan sendirinya, sambil menghempas-hempaskan kotoran dari celana dan bajunya.

"Lo bener Wawan ?? " Tanya Boy lagi, masih tidak percaya.

"Lah yang lo liat siapa ?? Setan apa ?" Tukas Wawan sambil memeriksa luka di sikutnya.

"Dodi, Asma dan Fira mana ??" Tanya Dewo.

"Gua juga gak tau, yang gua inget, gua terkahir buang air kecil, sadar-sadar gua lagi di cekik sama setan" ucap Wawan kembali, sambil bergidik merinding mengingat kejadian yang dia alami.

“Terus kok lo bisa lolos?” tanya Dewo dengan tatapan curiga.

"Gua tusuk lehernya, sampai akhirnya dia ngelpasin cekikan nya, yang bikin gua ngilu waktu dia jerit, ampun suara nya ngeri banget" jawab Wawan sambil menggoyangkan tubuh nya seolah merinding.

Mendengar penjelasan dari Wawan, Boy dan Dewo saling memandang satu sama lain, segera menyadari suara raungan wanita yang mereka dengar sewaktu beristirahat, berasal dari jeritan wanita yang Wawan sedang ceritakan.

“Kenapa? Kok lo malah pada pandang-pandangan gitu?” tanya Wawan bingung.

"Coba baca dua kalimat syahadat" celetuk Boy.

"Apaan sih pak Min, lu udah kaga waras apa?" balas Wawan dengan meledek kesal.

"Wo dia tau nama bapak gua" bisik Boy kepada Dewo dengan ekor mata yang masih melirik ke arah Wawan.

"Bisa jadi dia Wawan yang asli" jawab Dewo kembali dengan berbisik pelan.

"Demi Allah gua Wawan, lo berdua kenapa si" sela Wawan merasa makin kesal.

"Udah!! Ini gak ada abis nya klo kita saling tuduh, sebaik nya kita cari jalan keluar dari hutan ini" pungkas Dewo mengakhiri perdebatan tersebut.

Setelah perdebatan itu mereka bertiga melanjutkan perjalananya mencari jalan keluar dari hutan tersebut, Boy dan Dewo yang masih ragu-ragu menyuruh Wawan berjalan terlebih dahulu, di iringi Boy dan Dewo yang mengikuti dari belakang.

"Liat ada perkampungan" ucap Wawan yang berada di depan dengan tiba-tiba.

Dewo dan Boy yang kaget langsung maju membuktikan apa yang di katakan oleh Wawan.

Terlihat pendaran- pendaran cahaya yang berkedap-kedip dari kejauhan, cahaya-cahaya lampu yang menyala terang memberikan harapan baru kepada mereka bertiga.

"Ayok Boy, Wan" ajak Dewo sambil berlari tak sabar menyambangi perkampungan tersebut.

1
雅那
akhir nya yang di tunggu-tunggu. sehat-sehat author.
Isnaaja
gak bisa di klik kak,,
Dosy irwa: nama Chanel nya Dosy Irwa
😍😍
total 1 replies
Agustina Suryani
di tungguin lama malah tamat🙄
Agustina Suryani: baiklaaah
total 2 replies
Tety Novianty
sayang ya, udah bagus ngga lanjut
Putrii Marfuah
turut berduka kak, semoga keluarga diberi kesabaran dan kekuatan
Dosy irwa: terima kasih ka ❤️
total 1 replies
Al Vi a
semoga segera d temukan KK-nya..
Al Vi a: innalilahi wainnailaihi Raji'un.. semoga di tempatkan d tempat terindah di sisi Allah SWT. Aamiinn.. 🙏🙏
total 2 replies
Al Vi a
lanjuuttt Thor.. ngebuutt dong biar CPT selesai biar jelas ini ujungnya kemana..
shanti rahayu
tetap semangat ya thor. ikut berbela sungkawa ats meninggalnya kk nya thor. tetap menunggu kok
Dosy irwa: terima kasih ka atas support nya ❤️
total 1 replies
mott_
Pantas sekian lama menunggu gk ada ternyata..


Turut berduka kak, semoga almarhum diterima disisi yg Maha kuasa, kakak & keluarga senantiasa diberikan keluasan hati serta kesabaran menerima takdir


Semangat kak ✊ lekas kembali melanjutkan cerita aku menunggu 😊
mott_: Sama" kak, semangat ✊
total 2 replies
Herni Wati
ttp ditunggu up nya🙏🙏🙏
Herni Wati
turut berduka thor,,,
semangat ya
Dosy irwa: terima kasih suport nya ❤️❤️
total 1 replies
💎hart👑
turut berdukacita ya Thor... tetap semangat and stay strong
Dosy irwa: siap, terima kasih bnyk support nya ya ❤️
total 1 replies
Isnaaja
turut berbela sungkawa...
tetap semangat ya kak💪💪
Dosy irwa: siap, truma kasih bnyk support nya ya ❤️
total 1 replies
Elisnawati Madua
turut berdukacita ya Thor
Dosy irwa: ia makasih ya ka 😊
total 1 replies
Lina Sandi
semangat thor...turut berbela sungkawa..
Dosy irwa: ia ka makasih ya ka ❤️
total 1 replies
Andriani
turut berdukacita ya thooor....
Dosy irwa: ia ka makasih ya ka ❤️
total 1 replies
Andriani
semangat terus ya thooor....
Andriani
jangan mati lah Fira dan asma.... tetap bersatu . harus bisa kembali lagi ke alam nyata.
Andriani
aihh ....
🐝Honey~money🤑
semangattt kak☺️☺️🤗🤗🤗
Dosy irwa: ia ka makasih ya ka ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!