NovelToon NovelToon
Batal Calon Kakak Ipar

Batal Calon Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:453.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Marmaningrum

Arisha Shanika gadis berusia 22 tahun. Ia baru lulus kuliah dan melamar pekerjaan pada sebuah perusahaan. Nasib baik sedang berpihak padanya, karena ia langsung diterima di Kavin Cruise Ship Training.

Namun, ketika ia mulai bekerja sang pemilik perusahaan tiba-tiba menyeretnya dalam masalah hingga tidak ada pilihan lain selain menikah dengannya.

Kavindra Pramudya pria dewasa berusia 35 tahun itu menganggap Arisha adalah calon istrinya yang menghilang, hingga ia memaksanya untuk menikah.
Namun, ternyata gadis itu adalah kekasih dari adiknya bernama Davanka Pramudya.


"Aku bahkan tak mengenalmu."
_Arisha Shanika_


"Kamu adalah milikku dari dulu hingga sekarang."
_Kavindra Pramudya_


"Aku minta maaf karena telah menyiakanmu."
_Davanka Pramudya_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Marmaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Baru

Riri baru saja sampai ke rumah, setelah seharian bekerja. Gadis itu membantingkan tubuhnya ke sofa ruang tamu.

"Uh … lelah sekali hari ini. Untung besok weekend."

"Kak Riri! Udah pulang ya?" Tiba-tiba Sera berteriak sambil berlari menghampiri sang kakak. Bahkan gadis itu menubruk sang kakak di sofa, hingga Riri mengaduh kesakitan.

"Apa sih, Dek? Kakak masih cape tahu," gerutu Riri dengan membenarkan posisi duduknya.

"Kakak udah janji besok mau ngajak Sera jalan lo," ungkap gadis itu dengan mata berbinar.

Riri mengerutkan dahinya. "Lah kapan?" Riri WWF ppura-pura lupa dengan janjinya untuk menggoda sang adik yang masih saja manja pada dirinya.

"Iih … Kak Riri mah gitu," rajuk Sera dengan mengerucutkan bibirnya. Riri hanya terkekeh geli melihat tingkah adiknya itu.

"Hei, dengerin ya orang baru datang bukannya disiapin minuman kek, makanan kek, atau nggak pijitin. Ini malah dipalak, Kakak masih cape, Dek." Riri kembali merebahkan tubuhnya di sofa.

Sera tergelak mendengar ucapan sang kakak. "Iya juga ya, Sera lupa. Oke deh Kak Riri mau apa, minum apa makan?" tawar Sera dengan semangat.

"Minum aja deh, Kakak haus banget. Oya mama sama papa ke mana kok sepi?"

"Lagi keluar sebentar katanya, tapi dari tadi belum pulang juga," jawab Sera sambil beranjak. Riri hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan adiknya pergi ke dapur.

Baru saja gadis itu memejamkan netranya sebentar, tiba-tiba terdengar suara orang yang mau beli.

"Beliiii!"

"Iya sebentar," jawab Riri dengan malas ia pun beranjak. Gadis yang masih memakai setelan kerjanya itu, masuk ke dalam toko dan melayani pembeli yang ternyata anak-anak.

"Kak, aku mau permen karet," pinta gadis kecil berambut kuncir dua itu. Riri dengan senang melayani gadis itu sambil menunjukkan beberapa jenis permen yang ia mau.

"Aku mau yang jadi balonnya gede," jawab gadis itu dengan melingkarkan kedua tangannya di udara.

Riri pun memberikan apa yang gadis kecil itu mau.

"Makasih, Kak Riri," ucap gadis itu sambil tersenyum senang, lalu berlalu pergi.

Sementara itu di tempat lain.

Adel tampak duduk di salah satu resto yang lumayan terkenal di kotanya. Dia seperti menunggu seseorang.

Tak berapa lama pria jangkung menghampirinya dengan menggunakan topi hitam dan masker.

"Pak Kav--" ucapannya dijeda oleh pria itu dengan menempelkan satu telunjuknya di bibir yang tertutup masker lalu pria itu mengangguk.

Adel pun ikut mengangguk dan mempersilakan duduk pada pria itu. "Kenapa sih Pak?"

"Tidak apa-apa, saya hanya ingin terlihat seperti di film-film action," jawabnya yang membuat Adel berdecak.

"Ish Pak Kavin ini lucu," ucap Adel sambil terkekeh.

"Langsung saja ya, kamu besok ajak Arisha ke resto Almahera, saya tunggu di sana." Pria itu menjelaskan rencananya.

Adel mengangguk. "Lah mau diajak makan doang, Pak? Kirain kaya di film-film dibawa ke hotel gitu."

Kavindra berdecak kesal. "Saya tak sebejat itu ya, pokoknya ada yang mau saya tunjukkan ke dia," jelasnya dengan yakin.

Gadis ini tidak tahu saja bahwa kami bahkan pernah satu kamar, tapi aku tak berani berbuat lebih selain menggodanya saja, pikir Kavindra.

Adel kembali tergelak. "Oke deh demi bonus aku jabanin, Pak. Yang penting nggak berbuat kriminal aja. Sekarang saya ditraktir makan nggak nih?"

Kavindra terkekeh lalu mengangguk sambil memberikan buku menu pada gadis di hadapannya. Namun, saat Adel bertanya tentang makanan apa yang pria di hadapannya itu inginkan. Kavindra menolak dengan halus, setelah memberikan beberapa lembar uang gambar dua bapak berwarna merah, ia pamit pulang.

Kavindra tidak langsung pulang ke rumah, tetapi ia menemui Raka di apartemennya. Pria itu akan memberi tahu sesuatu pada dirinya tentang sebuah fakta.

"Apa sih yang mau diomongin Raka?" gumamnya tanpa melepas pandangannya ke arah jalan di depannya.

"Semoga kejutanku besok berjalan lancar."

Tak berapa lama pria itu sudah samaoi di gedung bertingkat yang salah satunya dihuni oleh sahabatnya. Kavindra masuk ke bangunan itu dan menuju lift untuk sampai ke lantai 9. Pria itu hanya sendirian di dalam ruangan sempit itu. Ia ingin segera sampai ke tempat sahabatnya. Lift pun berdenting dan pintunya terbuka. Pria tinggi itu pun berjalan ke luar dengan langkah lebarnya untuk menuju apartemen Raka.

Kavindra yang memilik kartu akses, bisa langsung memasuki apartemen itu tanpa menunggu sang pemilik membukakan pintu. Namun, suasana hening.

"Raka? Lo ada di rumah kan?" Kavindra berkata sedikit berteriak memanggil sahabatnya.

"Iya, berisik banget sih lo." Tiba-tiba Raka keluar dari kamarnya dengan menggosok rambut basahnya menggunakan handuk kecil.

Kavindra tergelak saat melihat sahabatnya yang baru selesai mandi tampak menggerutu. "Sana pake baju dulu, ntar dikira gue ngapa-ngapain lo, lagi."

"Amit-amit!" Raka setengah berlari kembali masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya. Bahkan Kavindra masih terdengar tertawa lepas di luar. "Siyalan," gerutu Raka.

Pria itu pun kemudian memakai kaos abu-abu dan celana pendek selutut berwarna hitam.

Wajahnya terlihat lebih fresh.

Setelah selesai, ia pun kembali ke luar menemui sahabatnya. Tak lupa ia juga membawa amplop cokelat pudar di tangannya. Saat melihat sahabatnya sedang duduk di sofa besarnya dengan menumpangkan kakinya, Raka langsung melempar amplop cokelat pudar itu.

"Apa ini?" Kavindra mengerutkan dahinya heran.

"Lihat saja!" titah Raka lalu membanting tubuhnya di sofa yang sama.

Kavindra pun mulai membuka tali yang terlilit di kancing amplop itu, tapi tiba-tiba suara bel berbunyi. "Siapa?"

Raka hanya mengangkat bahunya, lalu beranjak dari sofa untuk melihat siapa yang datang.

Saat pintu terbuka tampak pria berjaket hijau dengan kantong kresek di tangannya.

"Maaf, dengan Pak Raka? Ini titipan dari bu Olivia," jelas pria itu.

Raka sempat mengerutkan keningnya saat melihat pria itu, karena seingatnya ia tak memesan makanan, tapi senyumnya mengembang saat mendengar siap pengirimnya.

"Oh iya, terima kasih, Pak." Raka mengambil kantong kresek itu, lalu pria itu pun pamit.

"Pacar gue emang pengertian," gumamnya lalu kembali ke sofa. Namun, baru saja Raka akan menawarkan makanan yang baru saja ia dapat. Tampak Kavindra sedang mere*mas benda di tangannya dengan kuat. Wajahnya memerah, rahangnya mengetat bahkan urat-urat di lehernya juga terlihat jelas bahwa ia sedang sangat marah.

"Sorry, Vin, tapi itulah faktanya." Raka berucap lirih melihat keadaan sahabatnya.

Kavindra menutup matanya erat, ia juga menengadahkan kepalanya untuk menahan buliran bening di netranya. Ternyata sakitnya melebihi saat ia dikhianati kekasihnya.

"Apa salah gue, Ka? Padahal gue sayang banget sama dia," ucapnya tersekat di tenggorokan, dadanya terasa sesak menahan amarah yang bergolak di hatinya.

"Lo nggak salah, yang salah mereka berdua." Raka mencoba menghibur sahabatnya.

"Oya satu lagi, gue tahu siapa pacar Arisha," imbuh Raka.

"Siapa?"

Bersambung….

Happy Reading 😘

Monmaaf ya aku beberapa hari ini nggak bisa up tepat waktu. Anak-anak aku masih belum sehat, jadi aku fokus ke mereka dulu.

Jan lupa jempolnya ya biar aku semangat buat terus berkarya di sini.

1
Dewi Kadimen
Luar biasa
Sulaiman Efendy
SIAPA LAGI NI BETINA, BKNKH CMA KIANDRA SATU2NYA WANITA MASALALU KAVIN
Sulaiman Efendy
ENAK BANGET LO, UDH TUBUH LO DINIKMATI DAVA,, TRUS DINIKMATI MNTAN SUAMI LO, LO MSH INGIN MNGHARAPKN KAVIN, INDAH BANGET IDUP LOO.
Sulaiman Efendy
TPI TUBUH LO UDH LO BRIKAN KE DAVA... MNGPA MSH MNGHARAPKN KAVIN, KN LO CMA ANGGAP KAVIN SEBAGAI ABANG... HRSNYA YG LO KEJAR SKRG SI DAVA....
Sulaiman Efendy
LO ISTRI SAH, JGN TAKUT DGN PELAKOR, LAWAN TU PELAKOR MURAHAN....
Sulaiman Efendy
MUNCUL2, LO MLH INGIN GANGGU KAVIN,, HRSNYA LO TMUI DAVA..
Sulaiman Efendy
LO CARI TU KIANDRA YG TELAH LO RUSAK...
Sulaiman Efendy
SEMOGA TU KIANDRA GK MUNCUL LGI DI KHIDUPAN KAVIN... BILA PERLU UDH MATI AZA.. KLO MAU MUNCUL. DAVAN YG HRS LO TEROR..
Sulaiman Efendy
KEJADIAN DLU KRN ULAH ANAK LO SI DAVAN ALIFA. .. SDHLH MNUSUK ABANGNYA DRI BELAKANG, TU CALON ISTRI ABANG NYA JUGA DI ZINAHIN..
Sulaiman Efendy
DO'A SI PAPA KYKNYA TERKABUL KLO PUTRINYA DILAMAR PMILIK PRUSAHAAN .
Sulaiman Efendy
SKRG GILIRAN, LO REBUR RIRI DRI DAVAN...
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA RAKA BEBERKN JUGA FAKTA 2 TH YG LALU..
Sulaiman Efendy
DAVAN JUGA PACAR SI ARISHA
Sulaiman Efendy
Luar biasa
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
CEWEK CANTIK KAV. .
Sulaiman Efendy
SUATU SAAT PSTI KETAUAN & TRBONGKAR.. SERAPAT APAPUN BANGKAI LO SIMPAN, PSTI AKN TRCIUM JUGA BAU BUSUKNYA
Sulaiman Efendy
KLO LO TAU SALAH SATU ADIK LO ADALAH PENGHIANAT, APA LO MSH MNYAYANGINYA...
Sulaiman Efendy
TEENYATA,SI DAVA YG MNUSUK ABANGNYA DARI BLAKANG DGN MNGGODA CLON KK IPARNYA, DN SIALNYA SI KIANDRA TRGODA, DN SELINGKUH HINGGA BRZINAH..
Sulaiman Efendy
JGN2 HILANGNYA KIANDRA, CALON ISTRI ABANGNYA ULAH SI DAVA NI...
Irma Wati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!