agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sadar
wajah aunty sisi memerah karna menahan kesal, anak nakal "tidak bisakah kalian menunggu aunty", sudahlah aunty tunda marahnya cepat bantu kami bawa bunda" ucap agam datar
"is anak ini" gerutu sisi, pak tolong bantu sahabat saya, mari kita bawa ke mobil. seorang polisi mengangkat lea dan membawanya ke mobil.
bunda bangun
lea bangun...
bun...anak-anak mengguncang tubuh bundanya yang diletakkan dipangkuan sisi, "aunty kenapa bunda masih belum bangun" sisi bingung harus menjawab apa, tenanglah sebentar lagi kita sampai, mudah-mudahan bunda kalian sebentar lagi sadar ya". sisi mencoba menenangkan anak-anak itu.
sampai dirumah sakit lea langsung dilarikan ke UGD, mereka menunggu dengan raut cemas, kenapa lama sekali aunty, apa saja kerja dokter itu aunty, ini sudah satu jam tapi kenapa dokter itu belum keluar" agler mondar mandir panik karna belum ada kabar tentang bundanya.
sisi menatap agler tajam, "duduk sayang, sebentar lagi pasti dokter keluar, "kak kenapa diam saja", agam hanya menatap kembarannya dengan tatapan acuh tak acuh sejujurnya dia juga tak mengerti.
cklek
pintu terbuka dokterpun keluar, "bagaimana dok apa sahabat saya baik-baik saja, "demamnya sudah turun" tenanglah dia hanya shock sepertinya dia mengalami trauma" dokter menerangkan.
sebentar lagi mungkin ibu lea akan sadar, kalau begitu saya permisi, setelah ibu lea dipindahkan ke ruang rawat kalian bisa menjenguknya, "silahkan dok" merekapun duduk kembali menunggu lea di pindahkan keruang rawat.
lea telah dipindahkan keruang rawat, sisi dan sikembar telah berada di ruang perawatan lea, "agam agler kalian istirahatlah biar aunty yang menjaga bunda kalian hm, sisi tau mereka masih mencemaskan bundanya, tapi anak-anak itu perlu istirahat, "mereka hanya menatap sisi dan kemudisn menggangguk.
satu jam kemudian terdengar suara leguhan dari atas ranjang pasien pertanda lea sadar dari pingsannya, "lea kamu sadar" sisi senang lea sudah sadar dan menatap sahabatnya yang masih mengerjab ngerjabkan matanya.
"aku dimana", ini dirumah sakit lea, jangan khawatir kamu sudah aman, sisi antusias meyakinkan.
air mata lea membasahi pipinya "lea kenapa" sisi bertanya karna melihat lea menangis dalam diam, "dimana kedua putraku si" lea megabaikan pertanyaan sisi
"lihatlah mereka tidur di sofa, mereka begitu mencemaskanmu, kami tak menunggumu hingga tengah malam tapi kamu tak kunjubg pulang, jadi kami putuskan mencarimu, d tengah jalan kami melihat mobilmu, tapi kamu tak ada lea, kami yakin sesuatu yang buruk terjadi padamu,, lain kali jangan ernah lagi pulang malam lea" sisi bicara panjang lebar karna rasa khawatirnya.
lea tersenyum pada sahabatnya "terima kasih" hanya itu kata yang bisa lea ucapkan.
is aku tak butuh rasa terima kasihmu, aku mau dan keponakanku baik baik selalu, itu lebih dari cukup, sungut sisi.
ck iya iya bawel "sekarang aku baik-baik saja" lea bicara acuh tak acuh
agam terusik tidurnya karna suara aunty sisi, dia duduk dan melihat bundanya yang telah sadar, berjalan menghampiri sang bunda dalam diam, bundanya merentangkan tangannya pertanda meminta pelukan dari putranya, mata abu abu itu berkaca- kaca, seakan menahan air yang akan tumpah, hidungnya memerah, dia naik keatas ranjang perawatan bundanya dipeluknya bundanya, jangan pernah menghilang lagi bun, aku takut akan kehilanganmu, "dielusnya punggung bergetar putra pertamanya itu, pundak lea basah dia yakin putranya sedang menangis.