Rio adalah siswa berbakat yang belajar di Akademi Guardian yang bertujuan melawan serangan Alien. Semenjak kotanya dihancurkan ia berusaha merebutnya kembali, bersama rekan-rekannya mereka menemukan fakta tersembunyi yang tidak banyak diketahui orang lain. Soal seseorang dari luar angkasa termasuk planet yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15 : Guardian Putih
Kami berdua dibawa ke sebuah ruangan rahasia di bawah tanah yang ada di belakang rumah, di sana memilki area yang luas terlebih terdapat Guardian yang menarik perhatianku, Guardian itu tampak rusak parah dan kulihat beberapa bagiannya pun telah hilang.
"Ini?"
Isabel mendorong kursi roda ibunya beberapa langkah ke depanku lalu berbalik menatapku.
"Aku ingin kau memperbaikinya. Tentu saja aku akan memberikan imbalan besar."
Aku mengalihkan pandangan di antara Guardian dan mereka berdua selagi memikirkannya, Guardian itu berwarna putih.. sepertinya aku tidak berada di posisi untuk menolak.
"Aku bisa melakukannya tapi di sini tidak memiliki cukup alat memadai... bisakah Anda membawanya ke akademi?"
"Itu mudah, lagipula unit ini akan kuberikan pada Isabel."
"Ibu."
Aku mengangguk mengiyakan, tadinya aku ingin segera pergi dari sini namun Mayor Lisda menahanku untuk tetap tinggal terlebih Isabel juga ingin menunjukkan sesuatu padaku, pada akhirnya aku diminta untuk menginap di sini.
Di dapur yang cukup elegan dimana peralatannya tampak bersinar aku duduk di meja sementara Isabel sedang memaksa di depanku, aku sempat mendengar bahwa Isabel belakangan ini belajar memasak dari pelayan di rumah ini.
Aku ingin menanyakan alasannya, akan tetapi segera kuurungkan.
Isabel mengenakan celemek yang terlihat imut dengan motif hati yang mana membuat kesan pada dirinya sendiri berbeda... yang ingin kulakukan hanya ingin segera pergi dari sini alasannya karena beberapa pelayan bersembunyi di balik pintu selagi menatap ke arahku.
Aku tidak akan menculik nona kalian.
Isabel meletakkan semua makanan yang telah dibuatnya, ada sup kentang, daging iga bakar, omelet, salad serta beberapa makanan yang kukira bukan berasal dari negara ini.
"Silahkan."
"Terima kasih.. aku akan langsung mencobanya."
Ketika aku memasukannya ke dalam mulutku itu benar-benar terasa enak, kuah kaldu sup kentang serta dagingnya sangat memuaskan.
"Enak... ini enak."
"Benarkah?"
"Iya, kau juga ikut makan."
"Yah.... kalau begitu aku juga akan makan."
Para pelayan yang menonton mulai memotret kami dengan kamera yang mereka pegang, aku menatap dengan pandangan bermasalah.
"Apa pelayanmu seperti itu semua?"
"Tak perlu dihiraukan."
Meski dia bilang begitu tetap saja apa yang mereka lakukan cukup mengganggu.
Keesokan paginya aku dan Isabel kembali ke akademi Guardian, gosip-gosip tentangku mulai menyebar luas. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa aku dan Isabel telah menikah atau sebagainya, aku memilih mengabaikannya untuk sekarang.
Aku melihat Nakamura sedang berbicara dengan beberapa orang dari kelas lain, saat aku tahu apa yang sedang dibicarakannya aku mencekik lehernya.
"Jadi kau biang keladinya."
"Haha aku cuma bercanda."
"Bercanda apanya... bagaimana jika Isabel di tuduh hamil atau sebagainya."
Aku melirik ke arah Isabel dan ia hanya berdiri dengan wajah memerah hingga aku tergagap.
"A-apa yang terjadi padanya? Dia terlihat aneh," Nakamura hanya menghembuskan nafas panjang.
Pada jam istirahat aku mencoba mampir ke bengkel dimana Bos Ferdy segera menghampiriku bersama asisten Nia.
"Kalian berdua terlihat senang?" kataku.
"Baru saja kami mendapatkan suntikan dana yang besar berkatmu," balas Nia kemudian Bos Ferdy melanjutkan.
"Kau dapat kiriman di sana, apa yang harus kami perbuat?"
Aku mengalihkan pandangan ke arah Guardian yang sebelumnya kulihat di kediaman Isabel telah berada di sini.
"Mari kita lihat... kupikir aku akan mengurangi bentuk tubuhnya agar lebih cepat dan fleksibel.. lalu kutambahkan beberapa senjata pelengkap serta jet terbangnya."
"Okay.. kalian dengar? Cepat kerjakan atau bayaran kalian kupotong," teriak Bos Ferdy ke arah pekerjanya.
like diri sendiri ✔️
😂😂
cepet banget perasaan baru baca sejam
catet²