Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Kelas 11 IPS 1 berkumpul di lapangan karena mata pelajaran olahraga, sudah lebih sepuluh menit mereka menunggu guru olahraga tapi tidak datang datang. Para cewek yang hanya lima ekor berkumpul merumpi kecuali Sabrina yang memang pendiam hanya mendengarkan saja sedangkan para cowok sudah lari larian tidak jelas yang di dalangi Baim dan Zain.
" woi... malu sedikit kenapa? " teriak Hanin pada Zain dan Baim yang menari nari tidak jelas.
" sudahlah Nin, mereka mah urat malunya sudah hilang "
" mau ke mana? " Kevin bertanya saat melihat Afkar beranjak.
" panggil pak Yudi "
" ngak usahlah " timpal budi yang memang duduk di samping Kevin menimpali
" kita bakal kena semprot, lo mau? " Afkar menghela nafas " do'a saja beliau tidak masuk "
" woah.. Papa... " Budi dan Kevin menggeleng bersamaan.
" bangunin noh si Alvin "
" ngak berani gue, lo.tau si Alvin kan?" Budi berseru, " suruh Hanin "
" ck "Afkar berdecak " Nin, bangunin Alvin "
" bangunin sendiri, capek gue " tolak Hanin, Afkar menatapnya membuatnya berdecak " fine "
Hanin berdiri dari duduknya, entahlah setelah melihat Afkar mengamuk beberapa malam lalu di pesta membuat Hanin tidak berniat membuat cowok itu marah.
Hanin berjalan ke arah Alvin menepuk lengan Alvin.
" woi bangun " Hanin menepuk keras lengan Alvin " woi bangun... lo mau kena amuk Afkar? bangun woi "
" berisik " Alvin menepis tangan Hanin dan menepuk bahunya
" lo mah belum pernah liat Afkar ngamuk sih " gumam Hanin " Bangun njir... woi "
" biarin sih " Sasya berucap dari tempatnya.
" ya sudahlah kalau Afkar ngamuk juga bukan ke gue " Hanin sekali lagi menepuk lengan Alvin membuat Alvin meringis.
" ck "
Alvin berdecak tapi menurut bangun, dia juga sudah malas mendengar omelan Afkar cukup tadi pagi saja saat dia terlambat.
" akhirnya bangun juga lo " ucap Hanin, Alvin hanya meliriknya dia berdiri dan ikut bergabung dengan anak cowok lainnya.
Hanin berlari kecil ke arah ruang osis dimana ada Afkar.
" misi " Hanin mengetuk pimtu
" Afkar... lo dicariin " seru salah satu dari mereka membuat Hanin berdecak.
" sudah selesai latihannya " tanya Afkar yang berjalan ke arahnya
" gue bolos, masih lama ngak sih? gue mau tidur " Afkar menghela nafas panjang, gadis di depannya memang tidak ada harapan sama sekali.
" sebentar lagi " Jawab Afkar " lo mau naik taksi saja? "
".ck, gue tunggu di parkiran. " Hanin memperbaiki letak ranselnya berbalik pulang.
Afkar bernafas lega begitu rapatnya selesai diliriknya jam tangannya sudah satu jam dan bisa bisa saja Hanin mengamuk padanya.
" Af " Afkar menoleh ke arah Sisil yang tiba tiba memanggilnya
" kami akan makan makan di McD lo ikutkan? " tanya Sisil
" gue ngak bisa, sorry "
" lah kenapa Af? " Aldo bertanya
" gue ada janji " jawab Afkar memakai ranselnya
" cewek lo? " Aldi menatapnya dengan tatapan menyipit mengintrogasi, Afkar tidak menjawab tapi kedua ujung bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman tipis. " wah... bener "
" duluan ya.."
Afkar berlari ke parkiran dimana Hanin bilang mau menunggunya. Afkar mengernyitkan keningnya begitu sampai parkiran dia tidak melihat Hanin.
" Mas Afkar." Seorang satpam menghampirinya " nyariin neng Hanin? ".
"iya pak, bapak liat pulang? "
" Neng Hanin ada di pos satpam " jawab Satpam " katanya Mas Afkar jemput di sana. "
Afkar mengikuti satpam menuju post satpam, setibanya dia disana Afkar hanya bisa menggelengkan kepala melihat Hanin yang duduk sambil tidur kepalanya dia sandarkan di tembok, untung dia memakai celana olahraga.
" Nin..." Afkar menepuk pelan pipi Hanin " Hanin... ayo pulang "
" hmn.... " Hanin menepis tangan Afkar dia malah memperbaiki posisi agar nyaman
" Nin.. gue cuma bawa motor Nin, kalau lo tidur bahaya " Afkar kembali menepuk pelan pipi Hanin " nanti di rumah ya lanjut tidurnya " ucap Afkar, tapi Hanin sudah terlanjur nyaman tidur seperti itu.
" anu Mas, telfob orang tuanya saja biar neng Haninnya di jemput " saran satpam.
Afkar menghela nafas panjang sebelum memposisikan dirinya duduk di samping Hanin, menarik kepala gadis itu agar bersandar di bahunya tangannya yang mengambil hp di sakunya dan menelfon seseorang.
" Maaf pak, bisa kami numpang sampai jemputan datang? " tanya Afkar
" iya Mas. " jawab si Satpam " anu Mas, saya permisi mau menutup gerbang belakang "
" iya, makasih Pak "
sambil menunggu salah Bima datang mengantar mobil Afkar memainkan ponselnya sesekalo memperbaiki posisinya agar leher Hanin tidak kram kalau bangun
" kebo banget sih ni anak " gerutu Afkar mencolek colek pipi Hanin. " Hah...... mereka berbeda sekali "
" gue sama mantan lo? " Afkar kaget dia menoleh ke samping dan mendapati Hanin menatapnya dengan mata mengantuk dia belum memindahkan kepalanya dari bahu Afkar.
" kapan lo bangun? " Hanin tidak menjawab dan kembali memejamkan matanya memperbaiki posisi tidurnya " woi.. "
" berisik. gue ngantuk nyet "
" bahu gue pegal, lo berat "
" bodo amat, siapa suru puya bahu sandarable banget "
" lo pikir gue ban- " Hanin mengangkat tangannya menutup mulut Afkar
" cot. gue ngantuk " gumam Hanin.
Afkar melepas tangan Hanin kemudian menghela nafas panjang dia kembali melirik Hanin yang bersandar padanya seperti tidak berniat bangun dalam waktu beberapa menit ke depan.
Tak lama Bima menelfonnya dan mengatakan dia sudah ada di depan gerbang. Afkar kembali membangunkan Hanin tapi bukannya bangun Hanin malah mengulurkan tangannya minta di gendong karena malas menyerangnya, hampir saja Afkar marah tapi ya sudahlah... tidak ada yang salah menggendong gadis yang notabenya istri sendiri
" makanan yang lama makan kemana semua? lo ringan banget "
" bacot, lo harus syukur gue ngak berat " jawab Hanin
" ngak sadar apa gue ngehina dia " gumam Afkar pelan sambil tersenyum.
tbc
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
kangen sama karya baru nya mak 😂