NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jangan lupa memberi like...

Season 2 Takdir Cinta Millaerin.
Mega dan Eki.

Mega membuat komik tentang perjalanan hidupnya, ia adalah pemain protagonisnya.

Tapi sebuah komik lain muncul dan tenyata komik itu kisah tentangnya, tapi ia malah menjadi pemain antagonisnya?

Bagaimana ini?
Reputasinya jadi tercoreng!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Tut... Tut... Tut....

Eki tertegun di tempatnya. Apa yang sudah ia lakukan?

Dengan langkah gontai Eki berjalan ke kamar Mega dan melihat gadis itu terbaring dengan lelap.

Bekas-bekas kekasarannya masih tertinggal di leher dan tangan Mega.

"Maaf, sayang,, maafkan aku!" Ucapnya memegangi tangan Mega.

Ia berpikir sangat lama hingga akhirnya memilih sebuah keputusan.

"Sayang tunggu aku. Tunggu aku." Katanya menciumi kening gadis itu.

"Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat." Katanya terus menciumi gadis itu.

Tiba-tiba ia melihat perut Mega. Dengan tangan dinginnya Eki meraba perut rata itu. 'Bayi apakah dia ada di sana?' pikirnya.

Eki menguatkan dirinya dan kembali menatap Mega. "Tunggu aku sayang." Katanya.

Ia kemudian keluar dari kamar Mega dan kembali ke ibu kota.

Ia langsung tiba di rumah orang tuanya. Dan seperti yang ia harapkan, Ayah dan Ibunya sedang menunggunya dengan marah.

"Kau!!! Anak berandal!" Morano langsung memukul putranya.

Sebuah tamparan Keras membuat Astri begitu terkejut.

"Suami! Apa yang kau lakukan?!" Astri langsung berjalan di tengah kedua orang itu.

"Jangan membelanya! Aku sudah susah payah membuatnya masuk ke perusahaan dan menjadikannya memimpin perusahaan!

Tapi karena seorang perempuan tak berguna, ia merelakan posisi itu dengan mudah!

Sekarang apa kau pikir masih mudah untuk mengembalikanmu ke perusahaan?" Morano sangat marah.

"Aku akan pamit untuk pergi." Kata Eki langsung berlutut. "Ijinkan aku meninggalkan kota ini!" Katanya.

"Sayang!!" Astri langsung duduk memeluk anaknya.

"Tidak! Tidak boleh! Jangan katakan itu pada Ibu. Kau adalah satu-satunya anak Ibu!

Tidak mungkin kau meninggalkan Ibu, Ibu akan mati kalau kau pergi!" Astri menangis keras.

"Sudahlah! Biarkan saja dia pergi! Tak ada gunanya memelihara seorang putra yang tak berguna.

Lebih baik memelihara anjing yang patuh dari pada anak sepertinya!" Kata Morano dengan kesal.

"Tidak! Tidak!!! Aku tidak akan membiarkan anakku pergi jauh! Tidak bisa!" Astri begitu shock hingga penyakitnya langsung kambuh. Ia tersungkur di lantai, sambil memegang jantungnya yang kesakitan.

"Ibu! Ibu!!" Eki berusaha mengangkat Ibunya, tapi Morano langsung datang dan mendorongnya menyingkir.

Morano membawa Astri ke dalam kamar dan memberikan obat pada istrinya.

Setelah memastikan Astri tidur dengan tenang, Morano keluar dan mendapati Eki sedang berdiri di pintu kamar.

"Untuk apa kau di sini?! Pergi dari sini!" Bentak Morano dengan marah.

"Aku akan menunggu Ibu." Kata Eki berjalan ke arah sofa dan duduk dengan tenang.

Morano menggertakan giginya melihat kelakuan putranya.

Mereka bersusah payah mencarikan calon istri terbaik untuk Eki, tapi pria itu malah memilih gadis tak berguna.

Keluarga Lorenza adalah pemilik farmasi yang membuat obat untuk Astri. Kalau pertunangan itu sampai di batalkan, maka obat yang diperlukan Astri tak akan mereka dapatkan lagi.

Saat itu tiba, maka yang mereka tunggu hanyalah waktu yang akan menjemput istrinya.

Ia sudah melakukan segala cara untuk mengetahui kandungan obat yang dikonsumsi istrinya, tapi tak ada satu pun yang bisa mengetahuinya.

Itulah sebabnya ia ingin mengamankan kehidupan istrinya dengan menikahkan putranya dengan putri keluarga Lorenza, tapi putranya itu sama sekali tak mengerti.

Setelah menunggu selama 1 jam lebih, akhirnya Astri sadar juga.

"Sayang, bagaimana keadaanmu?" Tanya Morano dengan cemas.

"Di mana putra kita?" Tanya Astri dengan suara lemas.

"Tidak usah mencarinya. Biarkan dia pergi bersama gadis itu!" Kata Morano menggenggam erat tangan Astri.

"Tidak, suruh dia masuk. Aku akan mengingatkannya untuk terakhir kalinya." Kata Astri.

Morano menghela nafasnya, bagaimana mungkin ia menolak keinginan istrinya? Apa lagi dalam situasi sepeti ini.

"Baiklah," jawab Morano lalu ia keluar dari kamar Astri menemui Eki yang masih duduk di sofa.

"Ibumu mencarimu." Kata Morano pada Eki.

Eki tidak membuang lebih banyak waktu dan segera berdiri untuk pergi ke kamar ibunya.

"Ibu," katanya pada Astri yang masih terbaring di tempat tidur.

"Nak,"

"Ya Bu, aku di sini." Ucap Eki.

"Dengarkan Ibu. Kau harus menikah dengan Ellen dan meninggalkan gadis itu.

Kalau tidak, ini mungkin jadi yang terakhir kalinya kau melihat Ibu." Katanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi Bu? Mengapa kita harus tunduk pada keluarga Lorenza?" Tanya Eki yang memang tidak tahu soal obat yang dikonsumsi Ibunya.

"Tidak ada, tapi demi Ibu, kau harus melakukannya. Kalau tidak, jangan berharap apa pun lagi pada Ibu." Kata Astri lalu memejamkan matanya "Keluarlah."

Eki memandangi ibunya yang sudah tidak mau berbicara dengannya.

Antara Ibu dan gadisnya, tak ada yang bisa ia pilih, karena kedua orang itu sama-sama penting dalam hidupnya.

Akhirnya Eki memutuskan untuk meninggalkan rumah dan kembali ke apartemen miliknya.

Ia juga menyuruh Teo untuk menemuinya di sana.

"Apa yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Teo.

"Selidiki hubungan Ibuku dan keluarga Lorenza."

Baik Tuan."Jawab Teo.

"Juga, jangan lengah menjaga Mega." Tambah Eki.

"Baik Tuan."

"Kau boleh pergi sekarang." Kata Eki.

Malam itu dilalui Eki dengan rasa tidak nyaman. Tentu saja karena tidak bisa tidur, selain itu, ia juga cemas memikirkan kondisi Mega.

'Apa dia baik-baik saja ya?' pikirnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Teo sudah datang dan menemui Eki.

"Bagaimana?" Tanya Eki pada pria yang sudah memiliki kantung mata itu.

Jelas saja itu terjadi karena pria itu telah begadang untuk mencari informasi mengenai hubungan keluarga Lorenza dengan Astri.

"Saya sudah menyelidikinya, perusahaan farmasi milik keluarga Lorenza memproduksi obat yang merupakan obat utama yang dikonsumsi oleh nyonya besar.

Sayangnya, obat itu tidak diperjualbelikan secara bebas, dan nyonya besar sudah mendapat obat itu secara gratis sejak ia masih muda.

Kalau saja keluarga Lorenza tersinggung dengan beberapa hal dari nyonya besar, maka kemungkinan keluarga Lorenzo akan menggunakan obat langka itu sebagai ancaman pada Nyonya Besar."

Eki mengepal tangannya mendengar penjelasan Teo.

Jelas saja ia tidak akan bisa menemukan komponen obat itu, karena keluarga Lorenza sudah menyembunyikannya sejak lama.

"Kau boleh pergi." Kata Eki pada Teo.

Setelah lama berpikir Eki memutuskan untuk pergi menemui ibunya.

Ketika ia tiba, di sana juga ada Ellen yang sedang berbincang dengan ibunya.

"Kau sudah pulang," kata Astri langsung menyambut anaknya.

Eki langsung duduk bersama kedua wanita itu.

"Aku menerima pertunangannya. Tapi untuk menikah, aku tidak akan melakukannya dalam waktu dekat." Kata Eki tanpa basa-basi.

"Benarkah?" Ellen dan Astri serempak bertanya.

"Hmm," jawab Eki dengan wajah datarnya.

"Sayang, makasih sudah mendengar Ibu. Kalian berdua memang pasangan yang serasi."

"Makasih Tante. Aku tahu Eki pasti akan memilih yang terbaik." Kata Ellen dengan wajah sumringahnya.

"Bagus, kalau begitu semua sudah berjalan normal lagi. Oya, kalian sebaiknya menghabiskan lebih banyak waktu bersama." Astri memberi ide.

Ellen langsung tersenyum "Yup, tapi itu terserah pada Eki saja." Kata Ellen.

"Ada film baru hari ini." Kata Eki membuat dua wanita itu terkejut.

"Ya benar, kalian harus pergi menonton di bioskop!" Kata Astri.

"Apa kita pergi sekarang?" Tanya Ellen pada Eki.

"Ayo," ucap Eki mengulurkan tangannya dan menggandeng gadis itu.

"Kami pergi dulu Tante." Kata Ellen dengan senang.

"Baik, hati-hati!" Astri setengah berteriak pada dua orang itu.

1
mommy lala
keren sukses selalu...
Dev
ortu yg egois gk sih.. kasian Eki.nya,,org kepercayaannya jg diusir..
Sevira
gila ibu na eki ibu plaing egois asli, dia cuma mikirin diri sendiri ga mikirin anaknya
Nuraishah❤💚
terbaik!!!👍👍👍
puding_laici97
malu
lintang
thor ko tumben sich masalah"a g dibhas tuntas soal ellen,,andi dan erina
Bunga
gak jadi pulang....
Bunga
kejamnya bapakny
Bunga
itu saja???? me.nagnya apa lgi yang kau harapakn???
Bunga
wkwkwkwkkwkwk
Bunga
tapi semua permepuan lengen lelaki kaya...?!?
Bunga
omg... kasihannya dirimu...
Bunga
iya.. gak ada hidup yang berjaln mulus. bahkan jalan tol kadnag macet......
Bunga
jangan keras kepala bu
Bunga
karakter jahat di dunia dongeng bertanbah lagi... penyihir ellen
Bunga
hahahahah kadal dikadalin
Bunga
kebelet pengen punya bayi nih
Bunga
oppssszzz
Bunga
akan lebih nyenyak kalau kau memelukku
Bunga
o astaga..............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!