Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Annabella yang tidak punya pilihan lain lagi dengan terpaksa menggantikan Angel sahabat dekatnya yang kabur di saat hari pernikahan Angel dan Arseen. Bella yang awalnya diam-diam menaruh hati kepada Arseen. Namun, Bella mengalah demi Angel sahabatnya.
Gimana nasib Bella kala dirinya menjadi Istri Pengganti untuk Arseen demi Angel sahabatnya. Laki-laki yang sama sekali tidak mencintainya. Laki-laki yang begitu sangat mencintai Angel.
Di saat Angel kembali, Bella malah menawarkan Arseen untuk menikahi Angel tanpa harus bercerai dengannya. Bella rela di madu.
Di saat hati Bella mulai kosong dan rapuh, karena Arseen selalu mengutamakan Angel di bandingkan dirinya. Hadirlah sosok Arysa yang mengisi hari-hari Bella.
Apakah Arsella itu Arseen dan Bella atau Arsya dan Bella 😁
Hanya di Arsella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ARSELLA (15)
"Apakah aku harus menjawabnya?" tanya Arseen yang kini menggenggam tangan Angel.
Angel mengangguk. Arseen tersenyum simpul, "Aku sudah 2x menyentuhnya sayang. Tapi tanpa ada rasa. Hanya sekedar nafsu. Pertama, saat dalam keadaan mabuk. Aku mengira Bella itu adalah kamu sayang. Kedua, Bella menggodaku," jelas Arseen.
"Dasar murahan," kesal Angel.
"Sudah sayang. Bella emang pandai merayu," kata Arseen.
"Iya sayang. Aku menyesal sudah menghadirkan Bella di kehidupan kamu. Gara-gara Dokter sialan itu, aku jadi kabur di hari pernikahan kita," ucap Angel kesal.
"Sudahlah semuanya sudah terjadi," kata Arseen seraya mengkecup bibir ranum Angel dengan lembut dan dalam. Angel membalas ciuman itu tanpa sungkan. Sebab, Angel dan Arseen sudah sering melakukan ciuman itu.
Di kantor, sesekali Bella melirik ke jam yang melingkar di tangannya. Sudah pukul 8 pagi, Arseen belum datang juga.
"Pak Arseen lupa apa? Kalau hari ini ada meeting," gerutu Bella.
Tak lama kemudian Arseen datang dengan wajah datarnya. Pagi ini penampilan Arseen begitu gagah dan terlihat sangat tampan hingga membuat Bella terksemima melihatnya.
"Pagi Pak," sapa Bella seperti biasa. Tiap Arseen datang. Bella selalu menyambut mengucapkan selamat pagi. Seperti biasa, Arseen hanya balas dengan senyum yang tidak tulus. Arseen berjalan melewati Bella.
Huft
Bella membuang nafas kasar. Bella kembali duduk di tempat kerjanya.
Di rumah Angel, Amara di kejutkan dengan alasan Angel yang waktu itu pergi di saat hari pernikahan. Dan menyurub Bella untuk menggantikannya. Amara kembali di kejutkan dengan perkataan Angel yang akan menikah dengan Arseen.
"Nak, kamu jangan egois. Kamu sudah menghancurkan hidup Bella," kata Mama Amara.
"Mah, wanita yang Arseen cintai itu Angel. Lagi pula, Bella mau kok di madu," kata Angel dengan meninggikan suaranya.
"Terserah kamu Angel. Mama tidak habis pikir. Kau sama sekali tidak memperdulikan persaan Bella sahabatmu," lirih Mama Amara yang sudah sangat menyayangi Bella seperti anak kandungnya sendiri.
"Ya sudah, mama mau ke kamar dulu," kata Mama Amara. Entah kenapa mama Amara tidak terlalu senang dengan kedatangan Angel. Apa lagi, Angel akan menikah dengan Arseen, otomatis akan menjadi duri dalam pernikahan Arseen dan Bella.
Arseen terus tersenyum licik. Bagaimana tidak, dirinya sebentar lagi akan memiliki 2 istri. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Arseen terus tersenyum seara memainkan bolt point nya.
"Bella cantik! Angel lebih cantik. Angel yang lebih pantas di tonjolkan di depan publik kalau dia adalah istriku. Sedangkan Bella hanya jadi istri bayangan saja. Secantik apapun Bella, sepintar apapun Bella, sedikit pun aku tidak punya rasa. Hanya rasa kasian dan nafsu saja. Kalau saja aku belum menyentuhnya, sudah aku talak dia," gumam Arseen.
"Tapi, lumayan sih. Enak juga punya istri dua. Nanti, kalau Angel lagi ada halangan kan aku bisa meminta Bella untuk melayaniku," desis Arseen dengan seringai liciknya.
1 Minggu kemudian~
Arseen dan Angel sudah menikah secara siri dan kini Arseen dan Angel lagi menginap di sebuah Hotel. Malam ini adalam malam pertama untuk Arseen dan Angel.
Tanpa Angel sadari kalau dirinya sedang datang tamu bulanan. Padahal, Arseen sudah sangat bersemangat ingin menghujam dan untuk kedua kalinya Arseen akan menembus mahkota yang masih terkunci rapat-rapat.
Bella malam ini tampak murung. Jam 8 malam, Bella masih keluyuran di luar rumah. Bella duduk termenung di sebuah taman kota. Rasa takutnya hilang seketika. Bella kini merasa sangat sedih dan merasa cemburu.
"Ini adalah malam pertama untuk suami dan maduku," lirih Bella. Air matanya mulai menitik.
Entah dari mana datangnya, Arsya tiba-tiba saja muncul dan duduk di sebelah Bella.
"Jangan menangis. Air matamu itu akan memudarkan aura kacantikan kamu," tutur Arsya. Jari-jemarinya menghapus puir-puir air mata yang terus menitik.
Bella tercengang. "Kau?"
"Iya aku? Kenapa?" tanya Arsya. Tangannya masih menyentuh wajah Bella.
"Kenapa kau seperti jelangkung," seloroh Bella.
"Datang tak di jemput, pulang tak di antar. Gitu ya? Oh jadi nanti kau mau mengantarku pulang?" seloroh Arsya.
Bella langsung menaikan bibirnya ke atas.
Sementara di dalam kamar hotel, Arseen malam ini sangat kecewa. Padahal Arseen sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Kenapa kau tidak bilang?" kesal Arseen.
"Maaf sayang. Aku juga lupa dan gatau," jawab Angel.
"Sudahlah, aku pulang saja."
"Jangan sayang," rengek Angel yang menahan Arseen agar tidak pergi .