NovelToon NovelToon
Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Dosen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

Novel pertama, mohon maaf jika masih acak adul 🙏
( Dalam tahap Revisi )
Tatkala seorang ayah telah menyerah mendidik anak perempuan satu satunya yang susah diatur, ia memilih memasukkan anaknya ke sebuah sekolah "Boarding School" Mungkin itu adalah cara terbaik untuk Nuri, sang anak.

Siapa yang menduga, ternyata salah satu guru adalah seorang yang ia kenal di masa kecilnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Bermuka Dua

Nuri merasa tak enak hati terhadap Haris, sebab ia lupa untuk memberi tahu bahwa dirinya tak bisa menyusul ke kantin.

Terlihat dari raut kecewa dari wajah Haris. Walupun lelaki itu mengatakan tidak apa apa namun Nuri tahu bahwa Haris menyembunyikan rasa kecewa terhadapnya.

Begitu juga dengan Ratna dan Galih kedua gadis itu tak henti hentinya mengoceh meluapkan rasa kecewanya terhadap Nuri dan Tika.

“Bilang kek kalau bawa bekal, kita udah nungguin sampe berkarat taunya kalian udah makan disini” Ratna masih terus menggerutu.

“Maaf.” Hanya satu kata yang sedari tadi Nuri ucapkan untuk menjawab berbagai pertanyaan.

“Berarti kamu masih ada hutang sama aku Nur.” Haris menanggap janji adalah hutang.

Dengan penuh rasa penyesalan Nuri mengiyakan ucapan Haris.

Setelah sampai di asrama Galih dan Ratna masih dalam mode ngambek. Berkali kali Tika mengajak berbicara namun keduanya tetap saja diam.

Nuri yang sedari pulang sekolah belum juga terlihat di asrama membuat Tika khawatir. Kedua sahabatnya melihat raut ke khawatiran di wajah Tika tak tega jika terus berpura pura marah.

“Udah jangan sedih.” Tika terbelalak saat merasakan pelukan hangat dari kedua sahabatnya.

“Kita hanya ingin ngerjain kalian,” jujur Galih.

“Ih, dasar.” Dengan wajah sebal Tika melepaskan pelukan dari kedua sahabatnya membuat Ratna dan Galih tertawa.

“Eh mana Nuri?” tanya Galih.

Tika pun baru menyadari bahwa sepulang sekolah ia tak melihat Nuri keluar dari gedung sekolahan. Ia segera mencari ponselnya dan menelepon, namun tak ada jawaban dari Nuri. Tika memutuskan mengirim pesan, menanyakan dimana dirinya. Tika sangat khawatir sebab Nuri masih dalam tahap pemulihan.

Sementara itu Nuri yang kini berada di sebuah tempat foto copyan merasa sangat bosan. Hampir setengah jam ia menunggu, namun juga belum siap.

Tadi saat ia akan pulang tiba tiba Azam meminta tolong untuk menfoto copykan beberapa lembar soal untuk ulangan besok pagi.

Nuri tak bisa menolak saat netranya melihat selembar uang berwarna merah di atas kertas tersebut.

Nuri yang lupa jika ia membawa ponsel, dengan girang ia segera membuka layar ponselnya. Beberapa panggilan dari Tika dan beberapa pesan masuk termasuk pesan dari Tika.

Nuri merutuki dirinya sendiri mengapa bisa sampai lupa ia tak memberi tahu sahabatnya. Nuri segera membalas pesan dari Tika agar dia tak khawatir.

Terlihat lagi ada sebuah pesan dari Mr Agung.

Kalau nyebrang jalan lihat kanan dan kiri. Hati hati di jalan.

“Cih, emang aku anak kecil? Gak usah di kasih tahu pun aku sudah tau,” gerutunya.

Hampir satu jam penantian Nuri kini dirinya telah siap untuk mengayuh sepeda. Entah berapa puluh kertas foto copyan yang berada dalam tas gendongnya. Jika karena bukan Iming iming uang seratus ribu Nuri enggan menuruti perintah Azam.

Azam memang pandai merayu adiknya, ia tahu Nuri akan nurut asal ada uang jalan plus uang jajan.

Saat berjalan menuju dapur Nuri berpapasan dengan Syifa “Mbak Nur, gak usah deh nyari perhatian dari pak Azam, mbak Nur itu bukan tipenya pak Azam. Ngaji aja masih belepotan”

Nuri yang tengah meneguk minum pun tersedak. Jika ia tak mengingat dimana dirinya sekarang sudah di pastikan Nuri akan segera melucuti jilbab dan menjambak rambut gadis yang berada di sampingnya.

Kali ini Nuri menarik nafas panjang “Pak Azam aja gak keberatan, kenapa kamu malah sewot?”

“Karena pak Azam itu calon imamnya Syifa, setelah lulus Syifa pastikan kalau pak Azam akan melamar Syifa.” Dengan bangga dan percaya diri Syifa meninggalkan Nuri yang masih mengelap jilbabnya karena semburan air minumnya tadi.

Dalam hati Nuri memaki gadis itu. Gadis yang awalnya ia kira adalah gadis polos dan baik hati namun nyatanya hanya seorang gadis bermuka dua.

Ogah banget kamu jadi kakak iparku. Kamu itu sama sekali bukan wanita tipenya mas Azam. Bisa ku pastikan mas Azam gak bakalan melirikmu.

1
Rutinah Tinah
lanjutkan
yani suko
lhooo katanya Nuri sedang datang bulan
gimana sih thor
yani suko
menjadi istriku
yani suko
gak tahan
yani suko
khan terpisah utara dan selatan
Nuris Wahyuni
mangkanya pakai peredam suara dong pak bos🤣🤣🤣🤣
Nuris Wahyuni
kok baru tau ada pantai 3 warna dimalang ,malang nya mana sendang biru??
Nuris Wahyuni: waduh terakhir kali ke sendang biru th 2000 kk pas LG kuliah main rmh kwn 🤭😄
total 3 replies
HARTIN MARLIN
lanjut lagi thor
HARTIN MARLIN
tetap semangat 💪💪 thor
Nur Fadhila
jauh thor dari rumahku.....
rumahku di pulau sumatera.
pantai disini memang tak sebagus disana tapi ada danau Toba yg gak kalah exotic 😊😊😊
👑🇷‌🇦‌🇹‌🇺‌ ᵗʸᵖᵒ: jauh juga ya ☺️ othor pernahnya cuma ke Sibolga, pas ikut mudik pak suami hihi 🤭
total 1 replies
HARTIN MARLIN
ya allah Nur yang di lamar kok aku yang dek dek nya ya
HARTIN MARLIN
benar kan kata aku Nur mau di lamar
HARTIN MARLIN
itu ulang tahun kamu Nur sekalian lamaran Agung
HARTIN MARLIN
sepertinya Agung cemburu tu
HARTIN MARLIN
jelas khawatir Nuri kan adiknya
HARTIN MARLIN
ambil aja Nur biasiswa itu
HARTIN MARLIN
🤔🤔🤔
HARTIN MARLIN
menyimak dulu
HARTIN MARLIN
Assalamualaikum hai 🖐🖐 salam kenal dari ku
Soleha Nayrin
o l ll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!