NovelToon NovelToon
DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Balas Dendam / Pembunuhan / Chicklit / Tamat
Popularitas:166.8k
Nilai: 5
Nama Author: miftakhi rizqina khusna

Di kamar, Lova melihat Rani yang sedang sibuk dengan laptopnya sampai-sampai tidak sadar jika Lova sudah berada di sampingnya.
Cekrek.....( Suara iPhone Lova saat mengambil gambar dari laptop Rani)
Mendengar itu Rani terkejut dan langsung mencoba merebut iPhone milik Lova.

"Berikan kepadaku, jangan ganggu aku atau aku akan..." Rani belum menyelesaikan ucapannya
"Akan apa? Kami mau membunuh aku seperti kamu membunuh Mr. Agus dan Mr. Reza? Kamu itu sikopat, kamu itu..." Lova belum menyelesaikan ucapannya
"Aku apa? Aku sikopat?, Kalau aku sikopat kamu yang pertama akan aku bunuh, karena kamu orang yang paling sering menggangguku di sini" bentak Rani
"Lalu untuk apa kamu membunuh Mr.Agus dan Mr. Reza?" Tanya Lova dengan nada marah
"Aku akan mengatakan maksudku membunuh mereka jika kamu mau menjadi rekanku" Rani mengulurkan tangannya
"Lelucon apa ini? Aku tidak perlu menjadi rekanmu hanya untuk mencari maksudmu membunuh mereka, aku tinggal melaporkan semua ini kepada polisi" ucap Lova percaya diri
"Kamu kira aku mudah membuka mulutku? Meskipun polisi menyiksaku seperti apapun, bahkan sampai aku mati aku tidak akan membuka mulutku. Lagipula jika kamu melaporkanku ke polisi, aku bisa dengan mudah membalik kasus itu yang awalnya aku yang jadi terduga dan aku akan membuat kamu menjadi tersangka" Rani mencoba meyakinkan Lova

Lova mengingat di setiap kejadian bahwa Rani mempunyai materi untuk dengan mudah menyeretnya ke penjara. Dengan berat hati Lova menjabat tangan Rani sebagai tanda persetujuannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miftakhi rizqina khusna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menjadi Lova

Dor... Pak Candra menembakkan pelurunya kearah kaki kiri Lova sehingga membuat Lova meringis kesakitan. Melihat itu Rani menjadi khawatir dan langsung berlari ke arah Lova untuk melindunginya. Namun pak Candra sudah terlanjur yakin jika Lova adalah Rani kemudian pak Candra memerintahkan anak buahnya untuk memisahkan mereka berdua.

"Lova, dia adalah Lova dan akulah yang bernama Rani" teriak Rani sambil melepaskan diri dari ke empat anak buahnya pak Candra. Namun pak Candra tidak memperdulikan hal itu, pak Candra berjalan kearah Lova yang dia anggap Rani kemudian dengan sengaja menginjak bekas tembakan yang di luncurkan ke kaki kiri Lova sehingga membuat Lova semakin berteriak kesakitan. Melihat itu Rani hanya merengek dan terus mengatakan jika dialah Rani yang sebenarnya. Sedangkan pak Candra benar benar tidak memperdulikan hal itu.

"Apakah ini sakit?" Pak Candra masih menginjak bekas tembakan di kaki Lova sambil tersenyum menikmati rasa sakit yang di rasakan Lova.

"Hentikan itu, dia bukan Rani" teriak Rani sambil menangis kesegukan. Mendengar rengekan Rani itu pak Candra menjadi merasa terganggu.

"Sebenarnya aku sangat menikmati suasana ini, namun aku harus mengakhiri ini" ucap pak Candra sambil mengarahkan tembakannya kearah kaki kanan Lova kemudian kedua tangan Lova dan yang terakhir tepat di perut Lova. sehingga pak Candra dapat menikmati kematian Lova yang dia anggap Rani dengan perlahan dan menyakitkan.

Di sisi lain Rani yang melihat hal itu merasa bahwa dirinya lah yang tertembak karena kemiripan wajah mereka. Seketika tubuh Rani melemas dan langsung jatuh kelantai sambil terus melihat kearah Lova yang terbaring tak berdaya. Lova yang mengetahui jika Rani terus melihat kearahnya kembali memandang Rani sambil tersenyum kearah Rani seperti janji yang pernah dia katakan kepada Rani jika akan tersenyum untukmu menenangkan hati Rani bahkan jika dirinya sedang merasakan sakit. Rani yang melihat senyum manis Lova tanpa sadar air mata mengalir deras dan beberapa menit kemudian Rani pingsan.

Satu Minggu kemudian Di sebuah ruangan yang terlihat tidak asing baginya Rani membuka matanya. Rani melihat sekeliling ruangan yang tampak sepi. Saat Rani mencoba bangkit, Rani baru sadar jika tangannya tertancap jarum infus sehingga menghambat pergerakannya, hal itu membuat Rani sadar jika dia ada di rumah sakit.

Rani merasa sangat bingung dengan keadaannya sekarang, Rani benar benar tidak mengingat kejadian apapun yang menimpanya. bahkan kejadian meninggalnya ibu Keysa, orang yang melahirkan. Rani benar benar tidak mengingat apa pun seakan pikirannya sudah di riset.

Rani duduk di ranjangnya dan melihat ada sebuah buket bunga tulip di atas meja setelah ranjangnya. Rani mengambil buket itu dan mencium bau bunga tulip itu, saat mencium bau bunga tulip itu Rani melihat sebuh kertas yang ada di dalam bunga itu. Rani membuka kertas itu yang ternyata adalah kertas surat kemudian Rani pun membacanya.

"Untuk Lova putriku yang tercinta. Bangunlah sayang, ayah merindukan kamu, kalau kamu mau bangun ayah akan segera datang menjemput dan membawamu pulang. Ayah Candra" baca Lova dalam hati. Membaca itu Rani mencoba mengingat sesuatu namun kepalanya malah terasa sakit dan usaha itu gagal

Tak lama kemudian ada seorang pria paru baya yang tiba-tiba masuk kedalam kamar pasien miliknya. Dari wajah pria itu tersenyum manis kearah Rani dan membawa buket bunga tulip yang lebih besar dari yang di bawa Rani.

"Sayang akhirnya kamu sadar juga, aku membawakan bunga ini untuk kamu" pak Candra merangkul Rani.

"Maaf bapak siapa ya? Dan apakah bapak tau siapa saya?" Tanya Rani bingung

"Ada apa dengan kamu? Kamu adalah Lova, putri tunggal ku" ucap pak Candra bingung dan kemudian menyadari bahwa rani yang dia anggap sebagai Lova itu telah hilang sebagian ingatannya.

" ayah?" Ucap Rani menyentuh wajah pria paru baya itu. Pak Candra menggenggam tangan halus Rani yang menyentuh pipinya.

Setelah itu pak Candra membawa Rani kerumahnya dan menunjukkan kamar Lova dengan harapan jika wanita yang di kira putrinya itu dapat mengingat sesuatu. Namun karena yang di bawa pak Candra itu adalah Rani dan bukanlah Lova sehingga Rani tidak mengingat apapun.

"Ya udah ayah pergi kerja dulu ya, nanti kalau kamu ingin apa apa bilang saja sama pelayan disini" ucap pak Candra mengelus puncak kepala Rani

"Iya ayah" jawab Rani menurut

"Ini untuk kamu, nanti kalau ingin telpon ayah nomernya sudah ada di sana" pak Candra memberikan handphone limited editionnya

" Iya ayah. Makasih" Rani mencium tangan sedikit keriput milik pak Candra, kemudian pak Candra membalas dengan mencium kening Rani dan langsung pergi untuk bekerja.

Di kamar Rani yang masih hilang ingatan, dan masih meyakini jika dia adalah Lova dia memandangi rak buku yang cukup besar milik Lova. Mata Rani tiba tiba Tertuju pada sebuah buku harian milik Lova, Rani melihat itu menjadi penasaran dan mengambil kemudian membaca buku itu. Di dalam buku itu menceritakan secuil kisah hidup Lova

Aku Lova Candra lestari, putri kesayangan keluarga Candra karena akulah satu-satunya penerus keluarga Candra. Pada saat usiaku 10 tahun aku melihat teman-temanku yang setiap pagi di siapkan sarapan oleh ibunya. Aku iri dengan mereka semua. Suatu hari setelah pulang dari sekolah aku di jemput oleh pak Aryo, supir kepercayaan ayahku yang sudah aku anggap seperti ayah keduaku.

Sesampainya di rumah aku langsung berlari kearah ayahku kemudian ayahku langsung memeluk, menggendong dan mencium ku dengan bibir manisnya.

"Ayah, ayah Lova ingin makan di suapi ayah" minta Lova memohon dengan nada ala anak kecil

"Iya, Ayuk kita makan" ucap pak Candra dan menggendong Lova menuju meja makan. Pak Candra dengan telaten menyuapi makan Lova, setelah beberapa suapan Lova bertanya kepada ayahnya itu

"Ayah, teman-temanku setiap sarapan pagi selalu di suapi sama ibunya, aku juga ingin di suapi ibu, ibuku kemana ayah?"tanya Lova dengan polosnya. Mendengar itu pak Candra menjadi diam seribu bahasa.

"Ayah, jawab ayah, ibu kemana?" Lova terus merengek menanyakan kemana ibunya.

"Ibu, sudah pergi jauh nak, dan ibu tidak akan bisa kembali lagi" ucap pak Candra yang bingung mau menjawab apa

"Ayo Lova sekarang makan lagi ya" pak Candra menunjukkan sesendok makanan

"Tidak mau. Aku mau ibu" ucap Lova cemberut. Melihat itu pak Candra yang sudah bingung mau apa lagi memberi kode kepada pengasuh Lova untuk mencoba membuat Lova tidak menanyakan ibunya lagi.

.

.

.

jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏

1
Anonim
Gabisa nama cewenya ganti menjadi hana?
Syifana Nurrahma Kusumasticha
keren
Hana Al Azhar
lanjuut thooorrr aku suka ceritamu🥰
Sahril Banon
ktanys hacker tpi ko bego
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
😍
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
gusss
Aydin
kok diulang
Alya Yuni
Kasian ibumu dan pamanmu
Ayahmu sendri yg membunuh ibumu
Michaaa Dimitrics
Great job author! Will you make sequel of your story? Please let me know and follow your socmed or email so I will not miss it😁
Saipul Paull
thor bukanya new york itu amerika yha . koq jd inggris
Nasril Yasin
mantap
Alanna Th
aq g zuka brmimpi buruk, aq jg g suka film atau baca crita yg trnyata hanyalh mimpi. uuuh, sdh baca sjauh ini . . . 😖😖😖
Alanna Th
aduh, thooor, aq senang krn lova msh hidup; dan mereka brtukar k identitas yg sbnrnya. ksh pljrn tak trlupakn tuh ayah kalian! 😀😘😍❤️😀💙
Alanna Th
iya, thor, lova gmn? kq tega y seorg ayah mmisahkn putri kmbrny, ll bunuh bundanya n 1 putri mrk. smoga pnysln seumur hdp mmbyngi pk candra. dan rani sembuh dr amnesianya
Nasril Yasin
mntap
AYU DANI
mampir aku thor mdh" an aku suka y ama critanya
Nurhalimah Al Dwii Pratama
prangsan rani gajarin lova dah kok hebatan lova ya
Nurhalimah Al Dwii Pratama
lebih kuat ya si weni smoga gda korban lg ya....rani kok gx banyak blajar bela diri byar tambah kuat soalnya weni kuat bgtt
Nurhalimah Al Dwii Pratama
dimas dan rey kok malah ga sih tau si kan udh gaggap si rani adek huftt
Nurhalimah Al Dwii Pratama
org suruhan kah bukan ank surya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!