NovelToon NovelToon
KALARA

KALARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Contest / Spiritual / Cinta pada Pandangan Pertama / Akademi Sihir / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:201.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: LilleMoone

"Dua jiwa bersimpul merah.
Tujuh kehidupan dan tujuh kematian.
Bencana, hanya dapat dihentikan oleh sang pengelana."

Dari tiupan angin yang mengumandangkan laguan dari sang takdir, dari tempat terdalam dimana kegelapan terlelap, sepasang tangan yang terikat benang mera menggenggam sepetak cahaya. Dari tempat paling tidak terduga, sang pengelana akan datang untuk membawa sang cahaya, dan bersama melampaui batas dari keabadian sang takdir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LilleMoone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14 | Mutiara Roh Air

Gwenny nampak gelisah. Ia duduk berseberangan dengan Deren sembari menanti kedatangan Kalara. Jemarinya yang sedikit berisi bergerak gelisah diatas meja kayu yang cukup usang. Sudah seminggu berlalu sejak hari pertama mereka mengambil misi dan Kalara belum sekalipun kembali untuk sekedar beristirahat.

"Ugh! Dimana Kala?" gumam Gwenny.

Disisi lain, Deren juga nampak cemas. Ia merasa sedikit bersalah tak cukup baik menghentikan tindakan Kalara yang ingin mengambil misi yang sangat berbahaya itu. Sekarang Kalara belum kembali, pikiran Deren menuju kemungkinan terburuk. Apakah Kalara terbunuh? Atau terluka parah dan mati perlahan?

Deren sungguh cemas.

Ia membuka bibirnya. "Nona, sebenarnya ad—"

Ucapan Deren terpotong oleh sapaan Kalara yang tiba-tiba duduk diantara mereka. "Sedang apa?"

"Kala!" pekik Gwenny saat melihat Kalara duduk disampingnya.

Kalara memasang senyuman cerah. Penampilannya rapih. Tak lagi menggunakan gaun yang ternoda darah. Kini, Kalara mengenakan dress setengah paha berwarna merah muda. Tanpa lengan dan berkerah tinggi setengah leher dan dilengkapi dengan syal semi transparan berwarna merah sampai lutut. Di pergelangan tangannya, masing-masing melingkar gelang perak berukiran indah. Ia mengenakan set pakaian yang ia simpan di cincin dimensinya.

Deren menunjuk Kalara. "Nona! Nona selamat?!"

"Eh?" beo Gwenny.

Kalara terkekeh pelan kemudian mengeluarkan inti hati yang didapatkannya. Gwenny dan Deren terpana melihat inti hati yang begitu bulat dan mengkilap. Benar-benar berkualitas tinggi!

Deren menerima inti hati itu. "Ini! Ini luar biasa! Ini inti hati ini sangat berkualitas. Darimana nona mendapatkannya?"

"Salah satu misi." Jawab Kalara membuat Deren mengangakan mulutnya.

"Apa?!" kaget Deren.

"Bagaimana dengan misi yang lainnya?" tanya Deren kemudian.

Kalara kembali mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensinya. Sebuah benda berbentuk bundar seukuran inti hati berwarna putih kebiruan yang memancarkan cahaya samar yang hangat. Deren dan Gwenny kembali terpana. Dengan cepat menyadari apa itu, Deren terlonjak.

"Mutiara roh air tingkat atas!"

Gwenny yang tak mengetahuinya menolehkan kepalanya dan bertanya pada Deren. "Apa itu?"

"Mutiara Roh Air adalah salah satu dari barang yang paling langka dan diminati didunia penyihir. Mutiara ini menyimpan energi sihir yang kuat dan digunakan sebagai bahan utama senjata sihir. Entah itu pedang, tombak atau apapun itu." Jelas Deren.

Gwenny berbinar. "Wow! Darimana kamu mendapatkannya Kala?"

Kalara tersenyum kecil. "Seorang teman memberikannya padaku."

Kalara mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Sejak mendengar namanya, gadis roh itu mendapatkan kembali kesadarannya. Meminta maaf padanya dan menceritakan bahwa dirinya adalah gadis roh yang sama. Aletica adalah putri dari Raja dan Ratu suku roh dari Laut Bening. Secara teknis, ia adalah seorang putri. Dan selepas orangtuanya meninggal, ia justru jatuh cinta pada manusia saat ia hampir menyerah dalam hidupnya.

Namun perjalanan cintanya sama sekali tidak mudah. Statusnya yang adalah roh air dan kekasihnya yang adalah manusia membuat jurang besar dan dalam diantara keduanya.

Manusia belum mengerti sihir pada ribuan tahun yang lalu saat kerajaan dipimpin pria bernama Estare. Sementara orang-orang mulai tahu sihir, ketika masa pemerintahan Ratu Quillia. Lima ratus tahun yang lalu. Ketika itu manusia menganggap sihir dan segala yang berhubungan dengannya sebagai iblis. Faktanya, Roh, binatang sihir, bayangan dan iblis sangat-sangat berbeda. Mereka bukan jenis yang sama.

Karena menganggap Aletica sebagai iblis, mereka membunuhnya dengan menggunakan kelemahannya. Api yang menyala-nyala. Membuatnya harus mengalami kematian. Sayangnya, kematian itu tidaklah lama. Ketika ia terlahir kembali dengan jiwanya yang terjebak didanau Urial. Namun, kesadarannya seakan terpecah. Ia tak bisa mengendalikan dirinya. Ketika ia ingin marah, ia akan mengamuk. Dan ketika ia ingin sedih, ia bahkan seperti orang putus asa. Lama kelamaan ia kehilangan ingatannya. Kehilangan jati dirinya sendiri setelah ratusan tahun terjebak disana.

Ketika Aletica melihat ketulusan Kalara, hati terdalamnya tersentuh. Ia mengingat siapa dirinya dan kehilangan kebenciannya pada manusia. Karena tak selamanya manusia itu jahat. Dan tak selamanya juga ia akan terjebak dan kehilangan jati dirinya sendiri. Hari itu Aletica sadar dan kembali bersikap selayaknya dirinya. Mengobrol banyak hal pada Kalara selama empat hari lamanya. Melakukan banyak hal bersama dan menikmati waktu yang cukup singkat itu sebelum Aletica akan kembali kekerajaan Roh Air dan mengambil haknya sebagai seorang pemimpin.

Diakhir pertemuan, Aletica menyerahkan mutiara roh miliknya pada Kalara. Mutiara roh itu adalah inti kekuatannya. Selama mutiara roh itu ada, maka Aletica akan tetap memiliki kekuatannya. Dan ia memberikan itu pada Kalara sebagai tanda terima kasih. Dan mengatakan pada Kalara bahwa dirinya dan suku roh air akan selalu siap membantu Kalara kapanpun dan dimanapun itu ketika Kalara menunjukkan mutiara roh itu.

Deren menatap tak percaya. "Siapa teman itu sampai rela memberikan barang berharga seperti ini? Apakah nona akan menjualnya. Nona bisa mendapatkan jutaan koin emas untuk ini."

Kalara lagi-lagi terkekeh pelan dan menggeleng. "Tidak, ini juga berharga untukku. Ini dari temanku."

"Sayang sekali. Tapi baiklah, nona hanya akan menjual inti hati ini?" tanya Deren membuat Kalara mengangguk.

Pria itu nampak merogoh sesuatu dari laci dan memberikannya pada Kalara. Sebuah kantung uang dimensi. "50.000 koin emas, tidak kurang."

"Terima kasih, paman!" riang Kalara sembari menerima kantung itu.

Deren menatap Kalara dan membatin, "Kurasa kekuatannya sangat tinggi. Hah, anak yang luar biasa. Semoga apapun tujuanmu tercapai."

"50.000 koin emas? Kala, misi apa yang kamu ambil?" tnya Gwenny begitu terheran melihat jumlah uang yang didapatkan oleh Kalara.

Kalara tersenyum kecil. "Ma—Maafkan aku. Aku mengambil misi tanpa level. Tapi tidak apa, buktinya aku bisa menyelesaikannya meskipun aku tak bisa menjual mutiara roh ini. Tapi uang ini kita bagi dua, sembari menunggu memulihkan diri untuk mengumpulkan lagi. Tiga minggu lagi kita akan berangkat kan? Ayolah, jangan marah, ya? Aku akan membelikanmu kue bulan."

Dan Gwenny kehilangan kata-katanya mendengar perkataan Kalara.

...🌙...

Tiga minggu berlalu dengan cepat. Tanpa terasa, tiga minggu pula telah dilewati Kalara dan Gwenny. Kini, mereka berdua telah menginjakkan kaki di Kota Forspel, tempat dimana Celestial Academy berada. Kota yang ramai dan padat. Beberapa penyihir nampak menggunakan kekuatan mereka untuk membantu penduduk biasa. Mengangkat pohon tumbang dengan sihir angin, menggali lubang dengan elemen tanah, memadamkan api dengan elemen air dan menyembuhkan orang sakit dengan elemen penyembuhan.

Semua terlihat mudah dan tenang.

Kalara dan Gwenny menatap sekelilingnya kagum. Banyak penyihir muda yang berlalu lalang dan nampak membeli barang dibeberapa toko. Mereka sepertinya adalah pendaftar Celestial Academy. Tak lama mereka bersama-sama menuju bangunan yang berdiri ditengah kota. Bangunan itu terlihat seperti kuil tanpa dinding dan hanya menyisakan pilar. Dengan pilar berjumlah genap ditangah bangunan dan memancarkan cahaya remang.

Itu adalah sebuah portal. Hal yang diciptakan oleh penyihir khusus, Penyihir Perak. Yakni penyihir yang memiliki kemampuan teleportasi dan menciptakan ruang dimensi dibenda aksesoris.

Portal itu adalah pintu masuk yang menghubungkan dunia luar dengan Celestial Academy. Celestial Academy sebenarnya ada disebuah tempat terpencil dan dikelilingi barrier seluas sepuluh kilometer yang menyembunyikan keberadaan sekolah sihir itu.

"Wahh! Sangat ramai!" gumam Kalara.

Gwenny menarik Kalara menuju portal yang dikelilingi banyak orang yang juga tengah mendaftar. "Gwen, lebih baik kita menunggu saja. Lebih baik kita duduk-duduk dulu, nanti baru kembali sebelum sore."

Gwenny menganggukkan kepalanya. "Benar juga."

"Kamu akan pergi? Aku akan duduk dibawah pohon itu saja. Aku terlalu lelah untuk berjalan-jalan. Tapi aku tahu kamu mau berkeliling kan?"

Pertanyaan Gwenny membuat Kalara tertawa. "Gwen sangat mengenalku. Aku pergi sebentar ya. Jangan kemana-mana, aku akan membawakanmu sate~"

"Baik-baik. Jangan pergi jauh-jauh, kalau kamu tersesat, aku yang kerepotan." Peringat Gwenny dengan candaan.

Kalara tersenyum. "Iya!"

Langkah kaki Kalara membawanya menyusuri jalanan yang ramai. Orang-orang berlalu lalang dengan kegiatan dan tujuan masing-masing. Kalara sendiri tak lepas menyunggingkan senyuman diwajah ayunya. Memuatnya menjadi perhatian karena wajah cantiknya.

Ditengah acara mengagumi kota, ia tak sengaja menabrak seseorang. Membuatnya mendongak dan mendapati seseorang berdiri dihadapannya.

"Ah!" kaget Kalara.

1
Siti Nurhasanah
kak kapan up lagi?
nata Nata
seru
nata Nata
thor lanjutt thor
Citra Lestari
cepet dong lanjutin😭
fatimah annur
jangan terlalu lama ya kak, takut lupa alurnya 😅
Akun Mati: Siap kak /Scream//Good//Good/
total 1 replies
semoga novelnya disambung lagi ya author. novel mu hebat di tunggu lanjutan ya oke👍👍
Akun Mati: Siap kakak, makasih banyak udah mampir bacaa
total 1 replies
nata Nata
yahh digantunff
Akun Mati: Hehe, maapkeun yaaa kak🙇‍♀🙇‍♀
total 1 replies
bakar cumi👀
download noveltoon demi bisa baca cerita ini , sumpah bagus bgtt cerita kknya 😭
Akun Mati: Makasihh kak
total 1 replies
Azzkha Rizzkia
Bagus banget sumpah GK sabar nunggu kelanjutannya
Akun Mati: Hehe, sabar ya kak
total 1 replies
Yun _
waduuuuuh ngeri amaay
Yun _
yuhuuu kesini habis dri wp kemarin bru tamatkan 🤭
Akun Mati: Halo kak, selamat datang di LBK versi Noveltoon, eaa.. Doain biar bisa cepet² lanjutin LBK ya kak. Makasih udah mampir/Determined//Applaud/
total 1 replies
Alea Tiarani
/Drool/
Ai Maswah
Luar biasa
Akun Mati: /Kiss//Kiss/ makasii kak
total 1 replies
Hana
lanjut
Akun Mati: /Determined/ siap kak!
total 1 replies
Fajar Hasanah
sumpah keren bnget kak, bikin penasaran
gak ketebak
Akun Mati: Makasii kak /Applaud/
total 1 replies
rrasha
di tunggu vol 2 nya kakk
Akun Mati: Siap kak, Januari yaaa, jangan lupa/Hey/
total 1 replies
Syafirilia Ardiantoko
aku gk ngerti kak, ini asal usulnya ilo ya kak? kok banyak tokoh tambahan kak? maaf aku kurang paham
Syafirilia Ardiantoko: Okee makasii kak
semangat yaaa🤗
total 2 replies
Syafirilia Ardiantoko
tidak perlu dipertanyakan aplg diragukan, ini sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat baguussssss
Akun Mati: 😭😭😭 Makasii banyak kak, terlope-lope akuuu
total 1 replies
Syafirilia Ardiantoko
Rela ngehapus Capcut demi download lagi noveltoon biar bisa baca lanjutannya yg di wp😭😭, dan gak nyeselll😭😭😭❤️
Akun Mati: Halo kakak, met datang lagii di Nopeltoon ≥3≤
Makasii banget udah bela-belain hapus aplikasi lain buat baca nopel aku, hehe! Aku bakal lebih semangat buat nulis lagii
total 1 replies
Fajar Hasanah
kk kapan lanjut lagi
Akun Mati: Baru aku tulis kak, ada kemungkinan awal Januari nanti yaa, makasii udah mampirr
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!