Kehidupan Lili dan Steve setelah menikah.
Steve yang ternyata mempunyai saudara kembar. Stefan Liu.
Yang meninggal ketika masih berusia 8 tahun.
Karena sebuah racun yang di berikan oleh Lili. Bagaimana Steve akan menjalani kehidupan nya dengan Lili.
Simak kisah ini.
Buat kalian yang ingin tahu bagaimana pertemuan Steve dan Lili.
Kalian bisa mampir di CINTA MANIS CEO part 1. Yang disana juga langsung di sambung dengan part 2. Novel ini hanya mempermudah readers untuk membedakan part 1 dan part 2. Thank you.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Yuniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Maafkan Lili... Lili benar-benar tidak tahu jika permen itu beracun. "
"Ayah berhak membenci Lili. Jika ayah ingin menghukum Lili. Hukum Lili ayah...!"
Ucap Lili mendongak melihat Yohan. Tak sengaja air matanya jatuh membasah pipi.
Yohan terus memandangi Lili. Dengan perasaan yang tak tega. Dan kemudian melihat ke arah Exel.
"Lili... Lihatlah... Exel tersenyum...!" Ucap Yohan menunjuk ke arah Exel.
Exel tersenyum membuat orang yang melihatnya gemas. Sembari memainkan jemari mungilnya
"Tidak ada yang perlu di salahkan. Lili.... Stefan mungkin juga tidak mengalahkan mu. Stefan anak yang baik. Bahkan lebih baik dari Steve. Dia memiliki hati yang sangat lembut dan pemaaf."
"Lili.... sekarang... jangan mengungkit hal ini. Seperti dirimu yang bisa memaafkan orang lain. Ayah juga seharusnya seperti itu."
Yohan melihat ke arah Lili dan menepuk pundaknya.
"Ayah bahkan tak lebih baik dari mu. Ayah pernah menyakiti hati Stela. Dengan mencintai orang lain. Bahkan sangat ironis. Cyntia bukan orang yang baik. Mungkin kesalahan ayah. Tidak bisa di maafkan. Hingga mempunyai anak dari wanita lain."
"Lili... Ayah sangat berterima kasih padamu. Berkat kamu. Ayah bisa bercermin. Dan ayah bisa menghapus keburukan dalam diri ayah.. Kamu adalah wanita yang hebat. "
Yohan menepuk kembali pundak Lili. Lili semakin menangis dan meletakkan kepalanya di atas paha Yohan.
Steve kemudian datang menghampiri mereka. Mengenakan kaos dan celana pendek. Gagah dan tampan.
"Lili....." Panggil Steve.
Lili kemudian bangun dari posisinya. Dan menghadap Steve sembari menghapus air matanya.
"Iya Steve...." Jawab Lili dengan lembut.
"Aku ingin mengajak mu makan malam. Mandilah dan aku akan menunggumu." Ucap Steve.
"Baiklah..." Ucap Lili sembari mencium Exel dan berpamitan dengan Yohan kemudian pergi.
Steve kemudian duduk di sebelah Yohan.
Sembari melihat ke arah Exel.
"Apa yang akan kau lakukan ?" Ucap Yohan.
"Aku mempunyai rencana ku sendiri ayah..." Jawab Steve.
Steve dan Yohan sebenarnya sudah tau siapa dalang di balik semua ini. Dan menyerahkan Steve untuk menyelesaikan semua kasus.
"Berhati- hati dalam bertindak. " Ucap Yohan
Malam Hari.
Steve dan Lili sudah mengenakan pakaian yang mewah. Lili begitu anggun dan cantik dengan gaun nya yang berwarna biru muda. Rambut nya terurai panjang. Begitu cantik.
Steve yang tak kalah tampan. Ia mengenakan setelan jas lengkap. Sangat gagah dan mempesona.
Mereka kemudian berjalan menuju restoran yang sudah pesan oleh Steve.
Lili masih dengan perasaan gugup.
"Apakah yang sedang kau pikirkan... ?" Tanya Steve. Dan mendekati Lili.
"Eh.... Steve.... aku.. aku hanya tak percaya. Kau memaafkan ku semudah ini.. Steve... Apakah kau benar-benar memaafkan ku ?" Ucap Lili.
Ia masih tak percaya dengan situasi dan kondisi yang ia alami saat ini.
"Bagaimana mungkin aku membencimu. Aku tidak bisa dan tidak mungkin. " Jawab Steve.
Sembari menyentuh dagu Lili.
"Steve... terimakasih... terimakasih kau masih menerimaku..." Ucap Lili.
Steve kemudian tersenyum dan mencium bibirnya. Karena sudah menjadi hal yang biasa, Mereka melakukannya tanpa canggung dengan Reno yang mengemudikan mobil. Reno terus fokus pada kemudinya.
"Aku akan menghilangkan rasa kekhawatiran yang ada dalam dirimu Lili." Batin Steve. dan masih mencium bibir mungil Lili.
Cafe Rose
Tak butuh waktu lama. Mereka tiba ditempat yang dituju.
"Tuan Steve... kami sudah menyediakan tempat yang anda pesan." Ucap pelayan cafe. Sembari membantu mengarahkan Steve dan Lili.
Dan mereka duduk berhadapan. Ditemani 3 lilin yang menyala. Menambah kesan romantis suasana makan malam mereka.
"Tuan... Nona Dona sudah datang." Ucap Reno melalui pesawat telponnya.
"Biarkan dia masuk..." Jawab Steve.
"Steve... kau mendapatkan panggilan dari siapa.. ?" Tanya Lili yang melihat Steve baru saja menutup telponnya.
TEMAN-TEMAN APA YA SEBENARNYA RENCANA STEVE. SIMAK TERUS NOVEL INI. JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA. MAKASIH
ijin promo 😀
jgn lupa mampir di novel dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🎉🎉🎉
kisah cinta beda agama 🍦🍦🍦
jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍦🍦🍦
langsung cek yuk
CINTA YANG MENYELAMATKAN.
Kalian akan dibawa didalam romantis nya kehidupan percintaan. Yang membuat emosi mu bercampur aduk. Marah , Kesal , benci bahkan Bahagia.
Semoga kalian suka.
Jangan lupa mampir di novelku dengan judul "The garden of lies", jangan lupa jejak juga ya!!
senja yang kelam,jangan lupa like n rate di tiap episodenya,,trima kasih sebelumnya