NovelToon NovelToon
MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:16.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Kisah seorang gadis bernama Rubby, yang bernasib nahas karena harus menelan pil pahit dalam kehidupannya. Calon suaminya meninggal tepat tiga hari sebelum akad karena kecelakaan, dan ia dicap sebagai wanita pembawa sial di kampungnya.

Dengan berbekal ijazah perawat dan dukungan dari kedua orang tuanya, akhirnya Rubby memutuskan untuk pergi dan merantau ke kota.

Beruntungnya, saat di kota, Rubby langsung mendapat pekerjaan menjadi seorang perawat pribadi dari Nyonya Diana, Istri dari Aledra Pratama. Seorang pengusaha sukses, mapan, dan tampan. Diana istrinya mengidap leukimia stadium tiga, dan sudah pasrah terhadap nasibnya.

Beberapa bulan bekerja, Rubby dan Diana semakin akrab, dan seperti saudara kandung. Hingga entah mendapat pemikiran dari mana, Diana meminta Rubby untuk menikah dengan suaminya, dan memberikan Aledra keturunan.

Mampukah mereka hidup harmonis dengan kehidupan poligami yang mereka jalani?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menanti restu

Pov Author.

"Dee, itu benar-benar kamu?" Tanya Edra.

"Iya Mas kenapa?"

"Kamu kenapa tiba-tiba bisa sekuat itu, padahal tadi dari rumah sakit aja harus dipapah?"

"Wanita memang sperti itu Mas, bisa menjadi begitu kuat melebihi kekuatan asli nya, jika Ia berusaha melindungi sesuatu, atau saat orang yang Ia sayangi tersakiti. Begitu lah saat saku ingin melindungi Rubby." Ucap Diana yang kembali duduk dan lemah.

"Kak, makasih." Ucap Rubby.

"Jadi bagaimana Mas? kapan Orang tua Rubby datang?" Tanya diana pada edra.

"Dari kampung Rubby kemari itu jauh, kasiham jika Dodi yang menjemputnya harus bolak balik, jadi besok siang mereka sampai kemari." Jawab Edra.

"Oke... Yaudah aku mau istirahat dulu. By bantu kakak ke kamar ya, mas kalau mau kekantor ya nggapapa berangkat aja."

"Oke, Aku kekantor bentar ya ada rapat dadakan soalnya. By, jaga Diana baik-baik." Pesan Edra seraya meninggalkan rumahnya.

Rubby menggandeng Diana masuk kekamar dan membaringkan nya di ranjang.

"By..."

"Iya Kak kenapa?"

"By ikhlas kan?"

"Insya allah ikhlas Kak, tinggal nunggu keputusan Bapak sama Ibu. "

"Baik lah, Kakak tenang jika seprti itu. Yaudah, kakak istirahat dulu ya By. Kamu juga istirahat, kakak tahu kamu lelah."

"Iya kak, By pamit kekamar ya, kalau ada apa-apa Kakak panggil aja."

"Iya."

Pov Rubby.

Aku kembali kekamar dan meninggalkan Kak dee sendirian.

Ku ambil Foto bang bagas dan ku peluk erat  didekapanku. Terasa belum ikhlas aku melupakan nya dan menikah dengan orang lain, apalagi orang itu belum ku kenal apalagi ku cintai.

"Bang, Abang jangan marah ya, By nikah sama Pak erdra demi kesehatan Kak diana bukan karna ingin melupakan abang. Maafin By ya Bang."

Tak terasa aku tertidur lelap dengan masih memeluk Foto itu dan memimpi kan Bang Bagas dalam tidurku.

Aku berdiri di danau tempat biasa Aku dan bang bagas bertemu saat masih pacaran dulu. Bang bagas duduk dipinggiran danau dan menatap indahnya hamparan air dengan bayangan matahari yang mulai tenggelam.

"Assalamualaikum Bang." sapaku.

"Waalaikum salam By." Jawab nya dengan mengarahkan pandangan nya padaku.

Wajahnya begitu bersih tanpa noda sedikitpun, tak seperti terakhir kali kali bertemu saat wajahnya penuh luka dan darah.

"By, bagaimana kabarmu?"

"By sehat Bang, Abang bagaimana?"

"Seperti yang By lihat, Abang baik saja. By, sudah waktu nya untuk By melupakan Abang agar By bisa bahagia menjalani kehidupan By sendiri."

"Tapi Bang..."

"Abang tahu itu berat By, tapi By punya kehidupan By sendiri. Jangan buat  diri By terpenjara dalam kenangan bersama Abang By."

"By akan berusaha Bang, meskipun itu butuh waktu yang lama. By akan mencoba demi Abang."

"Iya By, By baik-baik ya jangan sedih lagi mikirin Abang, Abang baik aja kok."

Aku mengangguk dan tubuhnya perlahan memudar dari pandangan ku. 

Perlahan ku buka mata ku agar tak terjebak dalam dunia mimpi yang indah itu. Tak terasa air mata ku meengalir, ku rasakan hati ku begitu pedih dan jantung ku terasa sakit.

" Astaghfirullah. Udah mau malem, lama banget tidurnya." Gumam ku.

Ku seka air mata yang mengalir itu dan ku ambil air wudhu. Segera ku gelar sajaddah ku dan shalat dengan mendo'akan Bang bagas di dalam nya.

Setelah shalat, kembali ku datangi Kak diana kekamarnya untuk memberi nya obat.

" Assalamualaikum Kak."

"Waalaikum salam By. Udah waktu nya minum obat ya?" Tanya nya padaku.

"He'eh Kak, By siapkan dulu ya obatnya."

"Iya By, Kakak mandi dulu ya sebentar."

"Iya Kak..."

Tak lama kemudian, Kak diana keluar dari kamar mandi dengan rambut dililitkan ke handuknya. Perlahan Ia buka handuk tersebut dan terlihat beberapa helai rambutnya mulai rontok.

"By..."

"Iya kak, kenapa?"

Ku hampiri Ia dan Ia pun memperlihatkan isi dalam handuknya.

"Bentar lagi saya botak By, ini efek dari kemo ya?"

"Iya kak, memang efek kemo seperti itu dikarenakan pengaruh obat yang kuat." Jawabku.

"By, kalau sehari begini sebulan aja udah bisa botak By."

"Sabar ya Kak, nanti kita cari rambut palsu. By yang pilihkan." Bujuk ku.

"Iya deh, mau gimana lagi. Sedih pun percuma, Kakak hanya harus menerima takdir sekarang."

"Yaudah Kakak minum obat nya sekarang." Aku memberikan beberapa butir obat padanya dan membantu nya minum.

"By kenapa?"

"Kenapa gimana kak?"

"By abis nangis ?"

"Hah... Anu tadi ketiduran terus mimpiin Abang, eeh bangun nya kok nangis."

"Almarhum calon suami mu?"

"Iya Kak, tapi yaudah ngga usah dibahas. Cuma mimpi kok."

"Baiklah, makasih lagi ya By... Eh iya, Kak punya sesuatu buat kamu."

"Apa Kak?" Tanya ku.

Kak diana membuka laci lemarinya dan mengambil sebuah kalung berlian yang begitu indah.

"Ini kado pernikahan dari Kakak buat kamu, terima ya."

"Tapi ini kan mahal sekali Kak, By ngga pantes nerima nya. Lagian By juga uda punya kalung."

"By, tak perduli seberapa mahal ini. Yang Kakak ingin sekarang adalah kamu memakainya dan kalung itu yang kamu pakai, bukan nya tak cantik. Tapi itu justru akan membuat kamu terjebak dalam kenangan itu selamanya."

"By belum siap melepasnya Kak."

"Lepaskan saat kamu siap. dan kalung yang Kakak beri ini, kamu bawa dan simpan. Pakai suatu saat kamu inginkan."

"Iya Kak, By pamit dulu."

Segera aku keluar dari kamarnya dan kembali ke kamarku. Ku ambi Gawai ku dan mengecek isi nya.

"Hah... Bapak nelpon, ada apa ya?" 

Segera ku pencet nomornya dan ku telpon kembali.

"Hallo, assalamualaikum Pak."

"Waalaikum salam By. Apa-apaan ini By?"

"Pak, Maaf By tidak bisa menjelaskannya ditelepon."

"Lalu, haruskah Bapak ikut dengan orang-orang ini?"

"Iya Pak, maaf sudah buat bapak bingung. Tapi By mohon untuk kali ini, Bapak turuti By ya Pak."

"Baik lah... Kalau begitu, besok pagi Bapak dan Ibu beserta Bang Halim. Akan kesana."

"Iya pak, terimakasih."

Aku menutup telepon ku, dan tak sabar menanti hari esok saat Bapak, Ibu dan Bang Halim datang, untuk menikahkan ku.

1
Normida Naibaho
Biasanya kembar mirip🤣🤣
Nuryati Yati
jadilah dirimu sndiri By takutnya mlh Edra benci sama kamu
Nuryati Yati
ni psti pengalaman pribadi ya kak ngeden smbil minum cendol dawet seger😆
Nuryati Yati
berarti salah sasaran harusnya Dee yg celaka
Nuryati Yati
mungkin msih bnyk yg kamu g tau Edra
Nuryati Yati
nah loh Mirna kamu ketahuan
Maliq kumbara
Kan digambarkan sederhana
Lilik Mudrikah
masak edra itu pengusaha konglomerat kok mobilnya cuma Terios ?
Titin Syahir
Luar biasa
Ina Karlina
dasar ibu ibu jilid..lah kalau Rubby anak 4 GG a jadi masalah orang perusahaan nya banyak ngapain harus kawatir..ya memang banyak anak itu banyak rezeki
Ina Karlina
Esra bahkan bisa makin terpuruk setelah tau apa yang terjadi pada mamah dan papanya karena ulah Mirna yg terobsesi jadi orang kaya
Ina Karlina
ibu Mirna bener bener perempuan licik dengan tegaknya dia membunuh orang 2 yang dia benci
Ina Karlina
oww ternyata edra di bohongin selama ini ohhh sungguh keterlaluan demi menguasai harta ..
Ina Karlina
aku sependapat dengan Dee.. tujuan Mirna ya memang Harta Endra biar jatuh ke tangannya
Ina Karlina
aku curiga jangan jangan obatnya bukan untuk menyembuhkan malah bikin ngedrop seperti nya itu kerjasama ibu Mirna deh
Rina Maya
Kecewa
Rina Maya
Buruk
Vien Habib
Luar biasa
Rita Nurleni
Lumayan
Rita Nurleni
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!