NovelToon NovelToon
Wedding Disaster

Wedding Disaster

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:237.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arthi Aurora

Menikah merupakan suatu hal yang berbahagia bagi siapapun, tapi tidak berlaku bagi Azura Kalingga. Karena pernah batal menikah membuat Azura berpikir jika pernikahan itu suatu malapetaka.

Sekali gagal, membuat Azura berprinsip tidak akan menikah seumur hidupnya. Sampai akhirnya dia terjebak bersama pria di masa kecilnya.

"Menikahlah denganku!! maka hanya kebahagiaan yang akan kau rasakan."

"Maaf aku tidak berminat!!" ucap Azura cuek.

Apakah Tristan Marvino mampu mengubah pandangan Azura tentang pernikahan?

Yuk ikuti kisah selengkapnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arthi Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan masa kecil

Hai author menyapa👐maaf atas keterlambatan updatenya karena setiap mau menghadapi lebaran banyak sekali yang harus di kerjain(tugas emak2)😅puasa sehari lagi ya gaes...yeayy akhirnya kita akan menghadapi hari kemenangan👏👏author mau ngucapin selamat hari raya idul fitri buat para riders, silent riders dan author terhebat yang merayakannya💐

🍂🍂🍂

Azura memegang dadanya yang terasa sesak jika teringat satu sosok di masa kecilnya. Bertahun-tahun Azura selalu menunggu berharap teman di masa kecilnya kembali. Ketika umurnya menginjak usia empat belas tahun taman tempat pertemuan Azura dan Tristan berubah menjadi pusat perbelanjaan. Sejak saat itu Azura bertekad untuk melupakan Tristan dan menghapus nama Tristan dari ingatannya, karena selama tujuh tahun menunggu Tristan tak kunjung kembali.

Tahun demi tahun berganti dengan cepat, Azura akhirnya bisa melupakan Tristan dan menjalani hari-harinya dengan ceria. Sampai akhirnya Denis masuk kedalam kehidupannya dan memporak-porandakan hatinya. Empat tahun setelah penghianatan Denis, satu sosok di masa kecilnya sering hadir di mimpi Azura dan itu membuat Azura kembali mengingat sosok Tristan di masa kecilnya.

Azura menggenggam kalung pemberian dari Tristan dengan erat. Perasaannya kini entah kenapa berdebar sangat cepat begitu mengingat kembali sosok Tristan. Apalagi tadi tanpa sengaja dia malah melewati pusat perbelanjaan yang dulu adalah sebuah taman bermain tempat dia bertemu dengan Tristan.

"Kenapa aku kembali mengingat dia setelah sekian lama melupakannya dan kenapa perasaan ku berdebar cepat saat tadi melewati tempat itu? Apa kini dia sudah kembali?" gumam Azura pelan sambil menatap kalung pemberian dari Tristan.

"Kamu janji akan cepat kembali setelah matamu sembuh, tapi kenapa kamu mengingkarinya Tristan? Aku kecewa sama kamu!!" Azura melempar kembali kalung tersebut kedalam laci meja dan kemudian menguncinya. Baginya haram untuk mengingat kembali sesuatu di masa lalunya entah itu tentang Denis atau teman masa kecilnya yang sudah pergi jauh.

Azura lalu beranjak dari duduknya memilih masuk ke kamar mandi untuk menenangkan hati dan pikirannya dengan berendam di dalam bathube.

Selang satu jam Azura baru selesai melaksanakan ritual mandinya. Terdengar suara pintu kamar yang di ketuk dari luar.

"Sayang ini mamah!"

"Masuk mah..!"

Terlihat mamah Theolla masuk dan menghampiri Azura yang baru selesai mandi.

"Kamu baru selesai mandi sayang?"

"Iya mah." jawab Azura sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.

"Papah sama Alvero udah nungguin kamu untuk makan malam."

"Iya mah bentar lagi aku nyusul."

"Ya udah mamah tunggu di bawah ya sayang, jangan lama-lama!"

"Iya mah."

Setelah itu mamah Theolla berlalu dari kamar Azura.

🍂🍂🍂

Malam semakin larut sebagian para penghuni alam semesta ini sudah terlelap ke alam mimpi. Namun di sebuah rumah seorang pria muda masih terjaga dari tidurnya. Dia duduk bersila diatas tempat tidurnya dengan mata fokus pada laptop yang masih menyala. Nampak beberapa file masih berserakan setelah dia selesai mempelajarinya.

Sesekali Tristan menguap merasakan kantuk yang menyerangnya. Namun dia masih harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda saat di kantor.

Setelah di rasa pekerjaannya selesai Tristan lalu merapihkan semuanya dan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya mulai berkelana mengingat satu sosok di masa kecilnya. Meskipun Tristan tidak mengenali wajah Azura tapi dia ingat betul bagaimana gadis kecilnya itu memberi kebahagiaan bagi Tristan.

"Tan..Tristan...coba kamu lihat badut itu sungguh lucu." suara Azura kecil menggema di telinga Tristan ketika ada badut yang tengah ngamen mengelilingi taman.

Tristan kecil hanya tersenyum dan memandang hampa kedepan.

"Kamu lupa Ra aku gak bisa melihat?"

Azura kecil yang polos itu pun langsung menutup mulutnya karena salah bicara pada Tristan "maaf Tan aku gak bermaksud."

"Gak papa Ra..apa kamu bisa ceritain ke aku gimana bentuk badut itu?"

"Tentu saja aku akan ceritain, badut itu bentuknya lucu mukanya di poles warna warni, perutnya buncit, rambutnya pake wig dia menghibur orang-orang yang sedang bersedih badut juga biasanya hadir di pesta-pesta ulang tahun. Terus biasanya badut juga keliling di taman buat ngamen."

"Apa suatu saat aku bisa melihat badut?"

"Kamu harus yakin Tan suatu saat kamu akan bisa melihat. Aku akan berdoa memohon sama yang di atas agar kamu bisa sembuh."

"Makasih ya Ra kamu udah kasih semangat ke aku juga kamu mau doain aku."

"Iya Tan kita kan teman, jadi sesama teman itu harus saling mendoakan."

"Kamu mau kan berteman dengan aku hingga kita dewasa nanti?"

"Tentu saja Tan, kita kan best friend forever." seru Azura girang.

"Kamu tahu kata-kata itu darimana Ra?anak kecil ngomongnya kayak orang gede." Tristan terkekeh mendengar ucapan Azura.

"Tahu dari televisi..aku kan suka nonton sinetron anak ABG." aku Azura membuat Tristan tergelak kencang.

"Kok malah ketawa sih Tristan?" Azura bersidekap dengan bibir cemberut.

"Anak segede kamu tuh harusnya nonton kartun doraemon kalau nggak chibi maruko chan itu cocok buat kamu bukan nonton sinetron."

"Bosen Tristan."

Tristan tersenyum jika kembali mengingat percakapannya dengan Azura di masa kecil.

"Dimana kamu Ra? Mungkin sekarang kamu sudah berubah jadi gadis yang cantik. Harus dengan cara apa agar aku bisa menemukanmu?" gumam Tristan. Tiba-tiba Tristan mengingat wajah gadis yang di temuinya tadi sore di taman. Gadis yang sudah menimpuknya dengan sebuah kaleng. Dia bergidik ngeri begitu bayangan gadis cupu itu berkeliaran di pikirannya.

"Kenapa jadi cewek cupu itu yang gue ingat? apa gak ada gadis lain yang lebih cakep dari dia yang bisa gue bayangin."

Tristan lalu menutup wajahnya dengan bantal guna menghilangkan bayang-bayang gadis cupu itu.

bersambung...

🍂🍂🍂

...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit💞dukungan kalian sangat berharga bagi author terima kasih🙏😍...

1
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😊
Rahma Lia
Luar biasa
Nurul Syahriani
Tristan nih gak tegas bgt jadi laki
yuliyuli
anggara kyak nama suami raisa apa jangn2 tristan anaknya raisa
Asih
tristan mah ngelunjak,, udah dpt maaf,, bisa temenan lg,, eh minta lebih. . . 😆
Asih
ini mbaknya kenzo si Ara mana thor. .???
Senajudifa
salken dr kutukan cinta dn mr.playboy thor sdh kumasukan dlm favoritku jika punya waktu kubaca lg
Senajudifa
mudahan mereka cpt ketemu
Senajudifa
kok suka terlambat trs azura
Senajudifa
bagus ceritax thor
Maya●●●
udah aku masukin fav ya kak.
semangattt
Maya●●●
halo kak salam kenal. aku mampir nih di karya kakak.
mampir juga di karyaku ya kak😊
Nay⚘
jejak
Dapat salam dari "Dear Sarah"
Nay⚘
sembgtt
Yanti Sofianti
tuuuuh bnr kan... sisil jodohnya arga yg lagi OTW 🥰
Yanti Sofianti
suami sisil selingkuh, cerai... trus sisil jd nya sama arga😁
Yanti Sofianti
apakah sisil jodohnya arga yg tertunda😁
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
thor
keren
semangat
Nanda Lelo
lollipop naon 😁
Nanda Lelo
gak kembar y??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!