Irenia callista seorang gadis cantik berusia 22 tahun yang dikhianati kekasihnya memutuskan untuk pergi keluar negeri untuk melupakan mantan Tunangannya.
Nia pergi ke China dan bertemu seorang lelaki tampan bernama Zicco enzele Licyo berusia 24 tahun yang sudah terbaring koma selama 1 tahun, Nia yang tak sengaja
menyentuh laki-laki itu dan sebuah krajaiban terjadi.
Apakah mereka memiliki hubungan atau kah hanya kebetulan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadar
Nia perlahan berdiri dari duduk nya, dia mengarahkan bibirnya pada bibir Zicco perlahan tanpa melepaska. genggaman tangan nya pada Zicco.
Satu kecupan mendaran di bibir Zicco, Nia yang masih terpejam merasakan adanya balasan dari bibir orang yang dia cium, mata Nia yang awalnya terpejam kini sudah terbuka dengan sempurna. sekali lagi dia terkejut setengah mati saat orang dia cium tersadar dari koma nya.
Seketika Nia mundur karna rasa terkejutnya, dia masih tak percaya dengan apa yang dia lihat, orang yang baru dia temui dua kali kini terbangun dari komanya karna sebuah ciuman darinya, tapi tanpa di pungiri oleh Nia ada rasa bahagia ketika melihat orang dengan wajah yang sangat tampan itu membuka matanya.
Meyleen yang melihat putra nya membuka mata langsung memeluk putra nya yang masih terbaring tanpa kata. Tak hanya Meyleen semua orang yang ada di ruangan itu sangat terkejut dengan apa yang terjadi sekarang. mereka seakan tak percara dengan keadaan sekarang.
"Maaf Tuan, Nyonya, kami akan memeriksa keadaan pasien, kalian bisa menunggu di luar dulu" Ucap perawat tersebut.
Meyleen yang awalnya tak mau keluar dan melepaskan pelukannya dari putra nya itu akhirnya keluar juga karna di paksa suaminya.
"Ayo kita tunggu di luar dulu" Ajak nya sembari menarik tangan istrinya dengan lembut.
begitu juga dengan Nia yang masih terkejut, kaki nya yang seakan tak sanggup berjalan akhirnya di titah Mack
Meyleen yang melihat Nia saat sudah di luar Ruangan langsung memeluk Nia, Nia pun membalas pelukan seorang Ibu yang sedang bahagia itu.
"Makasi Sayang, kalau gakada kamu kami gak tau kapan Zicco bisa sadar dari komanya" Ucap Meyleen yang sedang memeluk Nia.
"Mungkin ini jawaban dari doa-doa Tante selama ini" Jawab Nia yang memeluk Meyleen semakin dalam.
"Tuhan apa ini nyata, kenapa bisa? apa hubungan nya dia sama ku?" tanya Nia dalam hati.
"Ayo Tan kita duduk" Ajak Nia yang masih berada di pelukan Meyleen.
"Iya sayang ayo kita duduk dulu, kasian Nia kamu peluk kayak gitu dari tadi itu" Sambung Alberen membenarkan lerkataan Nia.
Nia dan Meyleen akhirnya duduk di bangku yang ada di luar Ruangan itu dan Mack kemudian duduk di sebelah Nia.
"Thanks Ni" Ucap nya tanpa memandang Nia.
"Pak... saya haus" Ucap Nia pada Mack.
Mack yang mendengar ucapan Nia langsung berjalan menuju lantai bawah untuk membeli minum.
Setelah menunggu tak berapa lama Dokter Li pun akhirnya keluar dari Ruangan itu.
"Bagaimana keadan Putra saya Dok?" Tanya Meyleen langsung setelah melihat Dokter Li.
"Zicco sudah keluar dari koma nya, tapi kami akan segera mengambil tindakan oprasi, karna kalau tidak sel kangkernya akan semakin menyebar" Jelas Dokter Li pada Meyleen.
"Lakukan yang terbaik untuk putra kami Dok" Ucap Alberen.
"Untuk orang yang akan mendonorkan darah nya sudah ada Tuan?" Tanya Seorang perawat yang mendampingi Dokter Li.
"Kami akan segera menyiap kan nya Dok!" Jawab Alberen.
"Apa kami bisa melihat keadaan Putra kami Dok?" Tanya Meyleen.
"Sudah bisa di lihat tapi jangan memaksa nya untuk berbicra karna dia butuh waktu" Jelas Dokter Li.
"Trimakasih Dok" Ucap Meyleen dan Alberen bersamaan.
"Kalau begitu saya permisi dulu, selanjut nya kimi akan terus memantau kondisinya" Pamit Dokter Li pada Semua orang.
Kemudian Dokter Li pergi untuk mempersiap kan oprasi yang akan di jalankan Zicco.
Nia yang masih duduk agak jauh dari mereka tak mendengar percakapan antara mereka, Dia masih Syok hingga tak terlalu memperdulikan keadaan sekitarnya.
"Nia apa golongan darah mu?" Tanya Alberen yang sudah berdiri di hadapan Nia.
" Ha..Rh-null pak" Jawabnya Nia sedikit terkejut.
"Nia... bisa kami minta tolong sekali lagi pada mu?" Tanya Alberen lagi.
"Hmm... Tolong apa pak?" tanya Nia bingung.
"Menjadi pendonor darah untuk Zicco, saya mohon Nia, Saya akan membayar brapapun kamu Minta" Ucap Alberen dengan nada memohon.
Nia yang sangat fobia dengan darah hanya terdiam meminta permintaan Presdir nya itu, Mendengar kata darah saja bisa membuat nya mual apa lagi harus mendonorkan darah nya bisa-bisa Dia pingsan.
Entah apa yang membuat nya fobia dengan darah, pernah dulu saat dia masih kuliah dia di minta untuk donor darah karna keadaan darurat, saat jarum baru di masukan Nia tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri cukup lama.
"Saya mohon Nia" Ucap Meyleen menambahkan karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari Nia.
"Beri saya waktu sebentar" Ucap Nia lalu langsung meninggal kan mereka semua.
Zicco pemilik golongan darah yang sama dengan Nia yaitu Rh-null yang kerap disebut juga dengan "Golden Blood". Jenis darah ini hanya di miliki beberapa orang saja di dunia.
Nia sedari awal di rekrut perusahaan hanya karna golongan darah nya sama dengan zicco.
***flashback***
Beberapa bulan yang lalu Dokter menemukan sel kangker pada tubuh Zicco dan Dokter menyaran kan untuk mempersiap kan pendonor saat Zicco akan di oprasi nantinya karna Rumah sakit tak mempunyai stok darah golongan Rh-null yang memang benar-benar langka.
Akhirnya untuk menemukan pendonor tanpa harus di ketahui public perusahaan membuka lowongan kerja bahkan menerima karyawan dari seluruh penjuruh dunia.
Tak di sangka Nia mendaftar dan kebetulan golongan darahnya sama, alhasil peeusahaan merekrut Nia karna memiliki golongan darah yang sama.
*Flashback off*
.
.
.
BERSAMBUNG...
.
.
jangan lupa tinggal kan like, komentar dan jadikan Favorit yaa... trimakasih :)
Jadi pengen tidur lagi
"little princess and childish mafia"
"little princess and childish mafia"
daya imaginasi kita untuk cover ternyata sama 🤭🤭