Kaylee Ririn Queen Victory Smith, yang biasa dipanggil Ririn adalah anak kedua dari keluarga Smith. Awal hidupnya tenang tapi tak berlangsung lama, hidupnya kacau karena kedatangan anak perempuan yang diangkat oleh orang tua tanpa memberitau dirinya. Semenjak saat itu, Ririn menjadi perempuan yang sangat dingin dengan keluarganya.
Ririn juga merupakan Leader dari Mafia Black Tauruz untuk menggantikan kakeknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
^^^Gue juga punya masalah!^^^
^^^Gue tidak punya waktu membicarakan masalah orang lain!^^^
^^^_Kaylee Ririn_ ^^^
Happy Reading guys
"Udah lepas dong an"ucap ririn sedikit risih karna di lihat oleh anggota Black Tauruz yang lain.
"Gak mauu"ucap nandra sambil memperat pelukannya.
"Ihhh ririn mau pulang tauk"ucap ririn dengan kesal.
"Yaudah dehh"ucap nandra sambil melepaskan pelukannya.
"Yaudah aku pulang dulu ya, byee andra!!!"ucap ririn sambil berlari kecil.
"Iya hati hati dijalan"ucap nandra berteriak.
"Iya. Kalian semua, Ririn pulang duluan ya,soalnya udah jam 9 malam. Byee all!!!" Ucap ririn berteriak.
"Iya Queen hati hati!!!"ucapnya serempak. Ririn yang mendengar itu pun tersenyum.
...******...
Ririn pun sudah sampai dirumah. Riri yang mau membuka pintu tapi gak jadi karna terdengar tawaan dari mereka dan itu tanpa ririn.
Ririn pun membuka pintu tanpa mengucapkan salam dan ririn hanya membuat muka datar. Mereka yang mendengar derapan kaki ririn pun berhenti ketawa.
"Kenapa berhenti ketawa?"tanya ririn dengan santai.
"Baru pulang anak sialan?"tanya rani dengan sinis.
"Ya"ucap ririn dengan singkat.
"Dari mana aja kamu, jam segini baru pulang"tanya vano dengan dingin.
"Kemana aja terserah saya"ucap ririn dengan dingin.
"Palingan dia main di club pa, ma"ucap tasya menatap ririn dengan sinis.
"Wah udah sembuh ya? Gimana enak gak? Haha apa? Gue ke club?"tanya ririn dengan ketawa hambar sambil mengejek.
"BENERAN APA YANG DIOMONGIN TASYA?!!"bentak papa.
"No"ucap ririn dengan santai.
"Alah boong dia pa"ucap tasya sekali lagi.
"KAMU YA!!! UDAH JADI JALANG YA?!!! SAYA GAK SUDI PUNYA ANAK YANG GAK PUNYA HARGA DIRI!!" ucap mama berteriak. Gue yang mendengar ucapan mama hanya menahan tangis.
"K-kk-kenapa kalian menuduhku? Apa salahku selama ini?"ucap gue berbata bata.
"KARNA YANG UCAPAN TASYA ITU BENER!!! KAMU PULANG MALAM MAU JADI JALANG YA?!!!"bentak gani.
"Hiks hiks aku bukan cewek murahan ma,pa,kak hiks hiks"ucap ririn sambil menangis. Dia gak bisa menahannya semuanya sendiri.
"JANGAN CENGENG KAMU!!!" bentak vano.
"KAMU CONTOHIN TASYA!!! UDAH CANTIK,BAIK,SOPAN!! GAK KAYAK KAMU!! KAMU JELEK,DAN GAK TAU SOPAN SANTUN!!!"bentak rani.
"Iya aku jelek dan gak punya sopan santun. Tapi aku jelek dari bibit kalian! Pantesan aku jadi jelek karna orang tua ku yang kayak iblis dan gak punya sopan santun juga ke anak nya sendiri. Kalo aku laporin ke temen bisnis kalian gimana ya? Gimana reaksinya ya haha"ucap ririn sambil tertawa hambar.
"DASAR ANAK SIALAN!!!! JANGAN SEMENA MENA!!! KAMU HANYA BOCAH YANG GAK TAU DIRI!!!"teriak vano.
"Aku bocah? Besok kita liat aja tuan. Bagaimana anda bisa menyebut saya sebagai bocah"ucap ririn sambil menuju kamarnya.
"Haha rasain kamu rin,aku bakal buat kamu dibenci oleh keluargamu sendiri"ucap tasya dalam hati. Gue yang mendengar pun tersenyum miring.
"Kita liat saja nanti tasya"batin ririn.
Drttt drtttt
"Halo"
"Maaf miss besok ada meeting"
"Ok, jam berapa?"
"Jam 10.00 miss"
"Oke"
Tutt
...KRINGGGGGGGGG...
..."...
Ck udah jam set 6 aja"decak ririn sambil melangkah ke kamar mandi. Ririn terpaksa bangun karna mau sekolah. Ririn turun dari tangga. Semuanya melihat ke arahnya tapi ririn hanya melihatnya dengan datar.
"Pagi bik"sapa ririn saat melihat bibik menata mekanan di meja makan.
"Pagi juga non"ucap bibik.
"Ririn ke sekolah dulu ya bik, bibik jangan lupa makan da jaga kesehatannya, byee bik"ucap ririn panjang lebar sambil salim ke bibik. Semua yang melihat ririn hanya terdiam.
"Iya non"ucap bibik seadanya.
...*****...
"PAGIII SEMUA KAKAK KU!!!"teriak ririn saat sudah sampai di kelas.
"Pagi juga dek"ucap mereka serempak.
"Wihh serempak,paduan suara ya?"tanya ririn sambil terkekeh.
"ENGGAK!!!"ucap mereka serempak lagi.
"Hahaha iyaiya dah"ucap ririn sambil ketawa.
Kringgggg
Suara bel istirahat berbunyi. Semua merapikan bukunya dan berlomba lomba pergi ke kantin.
"YEYY ISTIRAHATTT"teriak ririn dengan girang. Padahal masih ada guru dan guru yang melihat kelakuan ririn hanya geleng geleng doang.
"Ayokk nanda kita ke kantin"ucap ririn sambil menarik tangan nanda.
"Iya sabar napa sihh"jawab nanda.
"Hehe maaf, soalnya ririn laper bangett".
Pass di tengah lapangan ada yang mencegah mereka berdua. Ririn menatapnya dengan bingung.
"Emm rin, nihh aku kasih coklat buat kamu"ucap seorang kakel cowok.
"Beneran buat ririn kak?!"tanya ririn antusias.
"Iya beneran ririn"ucapnya sambil mengacak rambut ririn.
"Aiss jangan di acak dongg" kesal ririn.
"Iyaiya maaf, sini kakak benerin lagi"ucap nya sambil benerin rambut ririn.
"Nama kakak siapa? Kok tau aku suka coklat?"tanya ririn sambil memakan coklatnya. Dia senang karna ada yang memberikannya coklat. Kalau udah ada yang gratis kenapa enggak? Prinsip ririn begini, menerima sesuatu dari orang yang gak dikenal bukan murahan tapi mau menghargai.
"Nama kakak Anathan Alger Grefa, panggil aja nathan, dari kelas XII IPA 2"ucap nathan memperkenalkan diri.
"Ouhh boleh aku panggil kak atha?"tanya ririn.
"Boleh kok untuk kamu doang" jawab nathan.
"Makasih kak".
Mereka gak sadar jadi bahan sorotan. Ririn gak nyadar ada menahan emosi dari tadi.
"NAN NAN!!!"panggil raka dengan panik.
"Apaan sihh"jawab nandra dengan kesal.
"ITU QUEEN LU ADA DI TENGAH LAPANGAN BERSAMA RIVAL LU"teriak raka yang membuat gue langsung berdiri "APAAA?!!!!"kejutnya sambil berjalan ke luar dan melihat ke bawah dan benar saja ada rival nandra bersama ririn. Gue yang memanas lihat itu pun mendekati ririn.
"KAYLEE!!!"panggil nandra dengan tegas.
Ririn menoleh "Ehh ada kak andra, kenapa?"tanya ririn.
"Ikut andra sekarang juga"ucap nandra sambil menarik tangan ririn.
"Ehh ehh mau kemana kak?"tanya ririn sambil menahan tangan nandra.
"Diam lee!"ucap nandra sedikit membentak. Ririn hanya pasrah di tarik oleh nandra.
"Duduk"perintah nandra.
"Kakak kenapa sihh?"tanya ririn dengan bingung.
Greb
"Jangan dekat sama nathan, kakak gak suka"ucap nandra yang membuat ririn mengerutkan dahinya.
"Dia baik kak"ucap ririn sambil membalas pelukan gue.
"Dia gak baik. Pokokknya jangan deketin dia"ucap nandra merengek sambil memperat pelukan.
"Yaudah iyaiya"ucap ririn sambil mengelus punggung nandra. Ririn seperti orang bodoh yang mengikuti ucapan nandra. Dia tidak mau menyakiti hati orang terdekatnya.
"Makasih"ucap nandra dengan lembut.
"Iya"balas ririn dengan singkat.
"Miss you"ucap nandra berbisik di telinganya ririn.
"Miss you too"balas ririn.
"Andraaa laperrr"sambung ririn sambil melepaskan pelukan.
"Ehh ada yang laper ternyata"ejek nandra sambil nyubit hidungnya ririn.
"Aisss, ayo ke kantin"jengkel ririn.
"Yaudah ayok"ucap gue sambil menarik tangannya tapi dianya gak bergerak dan gue menengok ke belakang.
"Gendongggg"rengeknya dengan manja.
"Astaga, sini kakak gendong"ucap nandra terkekeh sambil merentangkan tangan.
Happ
"Kamu kok berat sihh?"tanya nandea sambil jalan.
"Iya kayak dosa lu!"ucap ririn dengan kesal.
Nandra mendelik "Dosa nandra atau dosa ririn yang banyak?"tanyanya yang membuat ririn kesal.
"Andra ihhhh, jalan aja!"ucap ririn sambil mengerucutkan bibirnya.
"Haha iyaiya."ucap nandra sambil terkekeh. Mereka gak nyadar jadi sorotan karna di tengah lapangan.
"Wah wahh couple bangett anjirr"
"Si ririn manja juga ya"
"Iya tuhhh cabe kek gitu"
"Diem lu cewek cabe, dia adek gue"
"Cihh"
Ririn dan nandra hanya cuek saja dan sampai dikantin mereka jadi sorotan.
"Apa hubungannya ririn dan nandra? Dan kenapa hati gue merasa sakit?"ucap dika didalam hati.
"Ehh sudah sampai ya"ucap ririn sambil turun dari gendongan Nandra.
"Iya baru aja kok"ucap nandra dengan lembut.
"QUEEN"teriak seorang cowok sambil melambaikan tangannya ke arah nandra dan ririn.
Ririn yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh dan ternyata itu dwi anggota Black Tauruz. Ririn pun mendekati meja itu dan langsung duduk di kursi kosong.
"Kalian murid baru ya?"tanya ririn dengan polos.
"Iya kita murid baru"ucap raffa dengan bangga.
"Ouhh"jawab ririn dengan polos.
"Aaa Queen dwi kangen am queen"ucap dwi sambil memeluk ririn dari samping.
"Huee ririn juga kangen sama kak dwi"jawab ririn sambil membalas pelukan dwi. Mereka semua melihat ke arah ririn dan dwi.
"Ehem"dehem nandra.
"Ehh ada bos"cengir dwi sambil melepas pelukannya.
"Pesen makanan sono, mie ayam sama es teh samain semuanya"suruh nandra.
"Siap bos"ucap dwi sambil hormat. Dwi pun memesan makanan dan minuman dan langsung menarik si revan.
"Elahhh lu main narik narik gue aja"ucap revan dengan kesal.
"Bantuin begok"jawab dwi sambil menoyor kepala revan. Nandra pun duduk disamping ririn dan langsung mengangkat ririn dan menaruhnya dipangkuan nya truss memeluknya dengan erat.
"Kenapa?"tanya ririn dengan lembut.
"Gpp kok"jawab nandra.
"Ada masalah? Sakit?"tanya ririn yang mencoba tidak marah.
"Enggak juga"jawab nandra.
"Yaudah dehh,kalo ada masalah bilang ya"ucap ririn sambil mengelus rambut nandra dengan lembut.
maaf ya thor ..
buat motivasi biar jadi lebih baik laik