NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Mencari Sovia

...[Beri like dan komen]...

"Mira?" ucap wanita itu terkejut melihat seseorang yang mirip dengan Mira.

Sovia yang mendengarnya, ia juga ikut terkejut karena wanita di depannya menyebut nama aslinya.

"Kamu kenal dia?" Tunjuk Nenek tadi kepada Sovia.

"Nek. Dia mirip temanku dulu." jawab wanita itu mendekati Nenek suaminya yang baru saja tiba dari Desa.

"Temanmu?" Nenek itu mengangkat alisnya.

"Ya Nek. Nama temanku tuh Mira. Dia mirip Mira. cuma matanya saja yang berbeda." jelas Wanita itu melihat Sovia dengan serius.

Nenek itu pun melihat Sovia lalu ikut melihatnya serius.

"Nama kamu siapa, Nak?" tanya Nenek itu pada Sovia. Sovia yang ditanya malah diam. Ia masih tak menyangka ada orang yang mengenalnya di kota ini.

"Nama ... namaku," ucap Sovia terhenti, ia agak takut mengatakannya. Ia juga tak tahu mau menjawabnya apa.

"Nama kamu siapa?" tanya wanita itu.

"Namaku ... namaku Sovia." Sovia segera menjawabnya.

"Eh, Sovia? Kamu bukan Mira?" Wanita itu pun mendekati Sovia untuk melihatnya lebih jelas.

"Kamu ... kamu kenal Mira?" tanya Sovia terbata-bata sambil melangkah mundur. Ia mulai takut didekati orang asing.

"Tentu, dia temanku yang sudah lama menghilang. Kau sangat mirip dengannya." jelasnya masih berjalan mendekati Sovia.

Sovia yang mendengarnya, ia pun langsung berhenti.

"Jadi kamu temanku dulu?" Sovia mulai bertanya memastikannya dan membuat Wanita itu berhenti mendekati Sovia.

"Eh, kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya wanita itu heran.

"Nama asliku adalah Mira Arelia. Hanya saja sekarang aku lebih suka dipanggil Sovia." jelas Sovia membuatnya terkejut.

"Astaga, ternyata kamu Mira." wanita itu langsung memeluk Sovia. Pelukannya bahkan begitu erat.

"Sebenarnya, kamu siapa?" Sovia melepaskan pelukannya lalu melihat wanita itu.

"Aku ... aku Sulis. Aku adik kelasmu waktu dulu, Mira."

"Astaga, ini benaran kamu?" lanjut wanita itu tak menyangka dan ternyata ia adalah Sulis teman lama sekaligus adik kelas Mira di waktu SMA. Ia terlihat tak percaya wanita bermata coklat itu adalah Mira.

"Sulis?"

"Ya, Mira."

"Aku Sulis, kamu ingat aku nggak? Sudah enam tahun berlalu. Ternyata kamu masih hidup, Mira." lanjut Sulis kembali memeluk Sovia, ia nampak senang dapat melihat temannya masih hidup.

"Tapi ... tapi aku tak mengenalmu." ucap Sovia membuat Sulis langsung melepaskan pelukannya. Tentu ia kembali terkejut dengan ucapan Sovia.

"Eh, kamu tak mengenalku?" Sulis menunjuk dirinya. Sementara Sovia cuma mengangguk saja.

"Apa dia amnesia? Jika benar, kenapa dia bisa ada di sini?" Sulis semakin heran.

"Maaf. Aku tak mengingatmu, mungkin karena aku amnesia jadi tak mengenalmu sama sekali." ucap Sovia memijit kepalanya lagi untuk mencoba mengingat ingatannya yang hilang.

"Pantas saja, ternyata kau amnesia." ucap Sulis mangut-mangut, walau begitu ia sangat senang melihatnya. Namun, tiba-tiba saja Nenek di samping mereja malah tertawa.

"Ahaha ... ternyata kamu teman istri cucuku rupanya. Apa kamu datang kemari untuk mengunjunginya?" Nenek itu menunjuk ke arah Sulis sambil melihat Sovia.

"Eh, aku juga tidak tahu, Nek." jawab Sovia terlihat bodoh.

Nenek itu dan Sulis kini saling pandang. Keduanya bingung dengan kedatangan Sovia di kota ini.

"Ahaha ... mungkin saja begitu." Sovia langsung berbicara untuk memecahkan suasana.

"Aish, apa yang terjadi padaku. Kenapa bisa kebetulan begini. Walaupun dia bilang dia adalah temanku, aku tetap harus berhati-hati." gumam Sovia merasa was-was.

Sulis yang mendengarnya, ia pun langsung merangkul lengan Sovia membuat Sovia kaget. Karena wanita itu begitu mudahnya merangkul lengannya.

"Jika begitu, kamu ikut kami pulang saja. Kamu harus ceritakan padaku apa yang telah terjadi padamu selama enam tahun ini." ucap Sulis tersenyum manis.

"Lebih baik aku ikut mereka dulu." gumam Sovia dalam hati.

"Mira, bagaiman? Kamu mau ikut kami kan?" Sulis bertanya kembali karena meliha Sovia terdiam.

"Ahaha ... baiklah." Sovia cuma bisa tertawa kecil. Walau sebenarnya ia merasa risih dipanggil Mira.

Sedangkan Nenek itu cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah Sulis yang begitu kesenangan melihat teman lamanya masih hidup.

Ketiganya pun langsung pergi meninggalkan terminal bis. Mereka nampak menaiki kendaraan biasa menuju ke rumah Sulis.

_____

Sementara di rumah Welfin. Terlihat Dean menangis karena Ibunya belum kunjung ditemukan. Gadis kecil itu terisak-isak di dalam kamarnya. Pak Sam yang di sana tidak tahu cara menenangkannya.

Raka yang baru saja pulang dari urusan perusahaannya. Ia nampak terkejut mendengar suara putrinya menangis begitu keras.

Raka segera berjalan cepat menaiki tangga. Sementara Willy, ia kini melihat para pelayan yang berdiri ketakutan. Tentu mereka takut akan amukan majikannya itu nanti.

"Ada apa ini?" tanya Willy kepada salah satu pelayan.

"Asisten Willy, itu ... itu Nyonya Muda tadi Sore pergi dari rumah dan kini belum pulang juga. Jadi Nona kecil menangis." jawab pelayan itu menunduk. Sontak Willy terkejut setelah mendengarnya. Ia pun langsung menaiki tangga menyusul atasannya itu untuk melihat Dean.

Brak!

Pintu dibuka lebar-lebar. Terlihat Raka langsung berjalan menghampiri putrinya yang menangis.

"Papi ... hiks." Isak Dean langsung memeluk Ayahnya.

"Lho, ini kenapa? Kenapa Dean bisa menangis, Pak Sam?" tanya Raka sambil menggendong Dean lalu melihat Pak Sam.

"Itu, itu ...." Pak Sam nampak ketakutan menjawabnya.

"Itu apa Pak Sam?" tanya Raka tak sabaran.

"Hiks, Papi ...." Isak Dean yang terlihat menyedihkan.

"Dean kenapa?" tanya Raka lagi.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan padaku Pak Sam!" pinta Raka dengan serius menatap Pak Sam.

"Tuan Muda, sebenarnya ... Nyonya Muda tadi Sore keluar begitu saja dan sekarang belum pulang." jelas Pak Sam menunduk.

"Jadi dia sekarang tak ada di rumah ini?" tanya Raka semakin terkejut.

"Benar, Tuan Muda. Tapi sekarang kami masih mencarinya." jawab Pak Sam jujur.

Raka pun keluar dari kamar Dean sambil menggendong gadis kecil itu. Ia pergi ke kamarnya untuk memastikannya, dan ternyata benar Sovia tak ada dikamarnya.

"Hiks ... hiks, Papi cariin Mami." rengek Dean masih terisak-isak.

"Tenang ya, nanti Papi cari." ucap Raka mengelus pungunggung Dean. Raka pun berbalik lalu menuju ke arah Pak Sam.

"Sekarang, di mana Dokter Frans?" tanya Raka sambil melihat sekelilingnya.

Pak Sam pun memberitahukan jika Dokter Frans telah pulang dan ia juga memberitahukan jika Sovia telah memukul Dokter Frans. Pak Sam tahu karena Dokter Frans sudah memberitahukannya.

Raka nampak terkejut mengetahuinya. Ia pun memberikan Dean pada Willy lalu menuruni tangga dan tak sengaja ia berpapasan dengan Andis yang baru pulang.

"Kamu dari mana saja?" tanya Raka berhenti tepat di depan Andis.

"Biasa dari luar, hehe ...." jawab Andis sambil cengengesan.

"Memangnya ada apa ini? Kok berkumpul begini?" lanjut Andis melihat Pak Sam dan Willy yang lagi menuruni tangga sambil menggendong Dean.

"Kakakmu tak ada di rumah. Jadi sekarang, kau ikut denganku mencarinya malam ini." Raka segera menarik lengan Andis. Ia tak tega melihat putrinya menangis dan juga ia sangat kuatir dengan Sovia.

Andis yang ditarik, ia cuma terdiam. Ia nampak tak mau sebenarnya ikut. Tapi karena penasaran, ia pun terpaksa menurutinya.

Keduanya pun menaiki mobil lalu mencari segera keberadaan Sovia.

Sedangkan Dean, gadis kecil itu masih saja menangis.

"Hiks ... hiks, Paman Willy. Mami akan pulang kan malam ini?" isak Dean mengusap matanya. Ia sangat takut terjadi sesuatu pada Ibunya diluar sana karena tak kunjung pulang.

"Nona kecil jangan menangis, percaya saja sama Ayah Nona." ucap Willy menenangkan Dean. Gadis kecil itu cuma bisa mengangguk. Kini Willy dan Pak Sam duduk di sofa di ruang tengah sambil menunggu Raka kembali.

_____

Bersambung ....

Maaf telat update🙏

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonim
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!