Beautiful girl dan Handsome boy
dua geng yang selalu mendapatkan perhatian dari para murid SMA Nusantara.
#####
Beautiful girl adalah geng yang terdiri dari 6 gadis cantik yaitu :
( Dinda, Fanya, Maya, Aulia, Cika, jesika )
Mereka ini adalah murid baru dari SMA Nusantara, karna sebuah tantangan mereka harus berpenampilan cupu dan mereka juga harus menyembunyikan identitas mereka.
Geng ini juga geng yang memiliki anggota yang sangat jahil, mereka selalu memiliki ide cerdik di kepala cantik mereka untuk menjahili seseorang.
Bawahannya saja jahil apa lagi pemimpinnya?
#####
Handsome boy adalah geng yang terdiri dari 6 laki-laki tampan yaitu :
( Hendri, Fandi, Dafit, Dafa, Faris, Marsel )
Mereka adalah murid laki-laki SMA Nusantara yang sangat di idam-idamkan oleh para murid perempuan disana.
#####
Namun bukan hanya geng disekolah saja, kedua geng ini juga masuk ke dalam geng mafia yang sangat terkenal di dunia bawah.
Dan jangan lupakan dengan kejahilan-kejahilan yang akan mereka buat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Semua orang yang ada disana menatap Dinda dengan pandangan yang penuh tanda tanya, apa lagi melihat tingkah Dinda yang sangat aneh itu, masuk dengan mendobrak pintu, setelah masuk dia langsung duduk di sofa tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di sana, karan hal itu lah yang membuat mereka melihat Dinda dengan penuh tanya.
*Ada apa dengan Dinda? Kenapa dia terlihat begitu marah*? Batin Fanya, Aulia dan Maya.
Sepertinya akan ada drama yang akan terjadi? batin Cika dan Jesika.
*B*ukan kah itu Dinda? sepertinya akan ada bencana besar yang akan terjadi, batian Marsel.
*Ke*napa Dinda terlihat begitu marah? pasti ini ada hubungannya dengan Dafa, tapai dimana Dafa sekarang? batin Faris.
*S*iapa gadis itu? kalau dilihat dari ekspresinya, kelihatannya dia marah deh, batin Fandi.
*S*iapa gadis itu? dia terlihat sangat cantik, tapi berani sekali di masuk kesini dengan seperti itu, apa dia tidak takut pada si harimau betina (Sonya) kalau dia marah, batian Dafit.
*Si*apa gadis aneh itu? batin Hendri.
Sepertinya Dinda marah, hemm ini pasti perbuatan Dafa, emang Dafa sialan, mana anak itu sekarang? gak tau ya kalau Dinda udah marah sulitnya minta ampun buat ngehibur, batin Sonya.
Ngapain sih mereka pandangan gue kayak gitu? yaudah lah terserah mereka gue gak peduli, batin Dinda.
Mereka semua terus memandangi Dinda sampai terdengar suara keras yang diakibatkan dari pintu yang di buka dengan cara dibanting.
Pandangan mereka yang awalnya menatap Dinda sekarang sudah beralih pada seorang pria yang ada di depan pintu.
"Dafa" ucap mereka semua yang ada di ruangan itu kecuali Dinda.
(tentu saja Dinda kan masih marah dodol emang AuthorZ yang buat)
Dafa yang namanya di sebuah itu tidak mempedulikan mereka semua, dia menatap Dinda dan berjalan mendekati Dinda yang sedang duduk di sofa, setelah sampai di depan Dinda Dafa langsung berlutut dihadapan Dinda sambil memegangi tangan dinda, sedangkan Dinda tidak mau menatap Dafa, dia lebih memilih mengalihkan pandanganya untuk melihat ke arah ruangan yang di desain sangat elegan dengan warnah hitam dan putih yang mendominasi ruangan itu, sangat elegan menurut Dinda.
*T*ernyata Tante Sonya pintar juga dalam mendesain ruangan, batin Dinda.
Author : emang bener-bener nih Dinda, bukanya ngurusin kakaknya malah ngurusin desain ruangan.
"Din, maafin kakak ya, kakak gak bermaksud gitu kok," bujuk Dafa dengan lembut.
"Gak peduli," jawab Dinda dengan acuh.
"Ayo lah Din, maafin kakak, kakak janji deh bakal ngelakuin apapun," bujuk Dafa lagi sedangkan Dinda malah tidak menggubris ucapan Dafa itu.
Tuh kan, gue bilang apa, Dinda itu sulit banget buat dibujuk, tapi gue kasihan deh sama Dafa, yaudah deh gue bantu aja nih anak, batin Sonya.
"Dinda, ikut tante bentar," ajak Sonya.
"Gak mau," jawab Dinda.
"Din, sebentar aja oke?" bujuk Sonya lagi, dan itu berhasil, setelah Dinda menghembuskan nafas panjang akhirnya dia mau berdiri dan mengikutinya Sonya ke dalam kamar.
(di kantor sonya ini memang lengkap ada kamar, kamar mandi, dan ruangan ganti bahkan tempat santai, pokonya disini lengkap deh)
setelah Dinda pergi mengikuti Sonya Dafa langsung berdiri dan menatap teman-temannya dengan lesu.
"Ini sebenarnya apa sih yang terjadi?" tanya Maya.
"Iya ko Dinda biasa marah kayak gitu?" tanya Cika.
"Dia itu siap lo sih Daf?" tanya Dafit.
Mendapatkan pertanyaan dari temannya membuat Dafa jadi bingung di tambah lagi bingung, tapi setelah menghembuskan nafas panjang akhirnya Dafa menjelaskan siapa itu Dinda, dan kenapa Dinda bisa marah seperti itu.
"Jadi dia itu adek Lo?" tanya Dafit.
"Iya," jawab Difa.
"Jadi Dinda marah karan lo marah ke dia dan Lo juga teriak ke dia?" tanya Jesika.
"Iya iya iya iya, makanya itu gue tadi minta maaf ke dia markonah," ucap Dafa dan Jesika dan yang lainnya jadi tertawa.
"Terus sekarang gimana? gimana caranya supaya Dinda gak marah lagi?" tanya Dafa ke teman-temannya.
"Gak tau," jawab mereka semua kecuali Hendri.
"Ayo lah, apa kalian gak bisa bantu gue sedikit aja? dan lo Hen, kenapa lo gak ikut jawab tadi?" tanya Dafa yang mulai frustasi.
"Maksud lo, gue juga harus ikut ngomong 'gak tau' sama kayak mereka?" ucap Hendri dengan dingin dan acuh.
"Ya ilah, lo kan pinter, bisa kan bantu gue buat mikir gimana caranya bujuk adek gue supaya dia mau maafin gue?" ucap Dafa.
"Males," jawab Hendri acuh.
"Masak lo tega lihat temen lo ini yang lagi pusing" ucap Dafa sambil memperlihatkan muka memelas.
"Gak perduli," jawab Hendri.
"Jahat bener lo jadi temen," ucap Dafa.
"Eneng lo temen gue" ucap Hendri yang membuat Dafa manyun dan itu sukses membuat semua teman-temannya tertawa terbahak-bahak.
"Udah lah Daf, lagian tadi tante Sonya ngajak Dinda pasti pengen nenangin Dinda supaya gak marah lagi, l" ucap Faris.
"Lo yakin?" tanya Dafa.
"Yaudah Daf kita lihat aja nanti," ucap Marsel.
"Oke," jawab Dafa yang sedikit ragu dengan itu.
Disini Dafa yang binggung tentang gimana caranya buat ngebujuk Dinda supaya gak marah lagi, sedangkan di kamar Dinda dan Sonya sedang membahas mengenai sebuah masalah yang terjadi di sekolah ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ada apa sih Tan? kenapa Dinda di ajak di sini?" tanya Dinda sambil duduk di tepi kasur.
"Emmm ini mengenai sekolah ini sih," ucap Sonya yang duduk di sebelah Dinda.
"Ya udah lah tan, tinggal ngomong aja" ucap Dinda.
"Tapi lo mau kan buat bantuin gue?" ucap Sonya.
"Iya tanta, Dinda pasti bantu tante sebisa Dinda, " jawab Dinda.
"Oke," ucap Sonya, "jadi begini, sesuai permintaan lo waktu itu, SMA ini menyediakan beasiswa buat murid-murid yang membutuhkan" ucap Sonya lagi.
"Terus apa masalahya?" tanya Dinda.
"Masalahnya....." ucap Sonya yang di gantung.
"Apa tante?" tanya Dinda yang mulai tidak sabar.
"Ada geng yang nama ya 3S?" ucap Sonya.
"Ha 3S? maksud Tante apa?" tanya Dinda yang merasa binggung.
"Itu geng yang sering bully anak-anak beasiswa," ucap Sonya.
"Lah terus kenapa?" ucap Dinda yang makin binggung.
"It..." ucap Sonya yang dipotong Dinda.
"Sebelum Tante nggomong, aku peringati sama Tante, sebaiknya Tante jelasin maksud dari ucapan Tante itu, jangan buat gue jadi pusing banget sama ucap Dinda.
"Baiklah, jadi gini, anak-anak yang mendapat beasiswa selalu di bully sama geng 3S ini" jelas Sonya.
"Lalu apa masalahya?" tanya Dinda yang sudah mulai mengerti.
lagian gomong aja gak jelas, padahal kan tinggal bilang A B C D E F G H I Z, eh kenapa langsung Z ya, au ah jadi pusing gini gue, ucap Dinda dalam hati.
"Oke jadi gini, mereka sering banget bully, tapi mereka begitu pintar dengan menghadap semua bukti yang ada dan mereka juga mengatakan dukungan dari keluarga mereka, dan gue juga curiga kalau keluarga mereka melakukan korupsi" jelas Sonya.
"Korupsi? bagai mana bisa?" tanya Dinda.
"Semua keuangan diberikan oleh keluarga Leo dan keluarga Syaputra, dan dikelola oleh orang tua mereka," jelas Sonya.
"Oh jadi gitu, sekarang gue ngerti" ucap Dinda,
"Oh iya, geng 3S itu siapa aja anggotanya?" tanya Dinda.
"Mereka itu Sinta, Salsa, dan pemimpin mereka Sasa" jawab Sonya.
"Oke, Tante tenang aja, semuanya baka Dinda urus" ucap Dinda dengan senyuman miring.
"tentu saja Leona sudah datang semua bakal beres" ucap Sonya ikut tersenyum miring.
(Tante dan kepon emang cocok)
"Emm, selama ada Leona semuanya akan selesai" ucap Dinda, "sudah selesai kan? ayo keluar" ajak Dinda.
"baik lah ayo kita keluar" ucap Sonya.
#####
Author : ya ilak, Tante sama kepona emang sama. 😒
Dinda : kanapa lo thur, iri ya? 😜
Sonya : udah pasti iri itu mah. 🤣
Author : terserah gak perduli. 😠
Dinda : gak peduli tapi ko marah. 🤣
Author : au ah, pusing gue. 😒