Tidak pernah terbayangkan jika perempuan urakan sepertiku pada akhir nya bisa menikah dengan lelaki pilihan papa yang katanya tampan, baik dan kaya melintir.
Aku terinspirasi dari pernikahan adikku yang berakhir bahagia karena pilihan papa.
Awalnya semua berjalan sesuai harapan, akad nikah yang sakral, resepsi yang mewah dan perlakuan suamiku yang teramat sangat baik. Tapi itu hanya mimpi selama dua hari di hidupku.
Enrico Putra Deisanto, seorang pengusaha dalam bidang farmasi yang menikahiku saat ini. Dia membawaku pulang ke sebuah rumah megah bak istana dengan puluhan pembantu.
Disinilah kisah hitamku dimulai, aku yang mencintainya pada pandangan pertama harus rela mengubur mimpiku untuk hidup bahagia dengan nya. Akhirnya aku tahu dia menikahiku karena paksaan ibu nya yang sedang sakit parah dan bukan kemauan nya sendiri.
Penderitaanku tak berhenti di situ, dengan santainya dia membawa pulang seorang perempuan yang akan tinggal satu rumah dengan kami. Seorang perempuan yang katanya sangat dia sayangi. Kalian tidak akan bisa membayangkan bagaimana jika seorang suami membawa perempuan lain di depan istri sah nya.
ini kisah saya,
ini cerita saya,
saya pemeran utamanya,
lalu apa posisi perempuan itu?
Aku harap dia hanya pemeran pembantu atau pelengkap latar yang hanya bisa diam, aku tetaplah pemilik suamiku yang sah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
ENRICO POINT OF VIEW:
🦋🦋🦋
Pagi ini yang ku lihat pertama adalah wajah Chelsea yang sedang terpejam di sampingku. Dengan perlahan aku menggeser badanku untuk membersihkan tubuhku di kamar mandi. Tapi aku terpaku saat ku singkirkan selimut kami, ada bercak darah di sprei putih yang sedang kami tempati.
Apa dia masih virgin hingga semalam dia menangis? Jadi itu sebab nya kenapa sulit sekali untuk menyatukan tubuh kami semalam.
Dengan kasar ku usap wajahku, ada sebuah penyesalan yang menjalar di diriku. Aku benar benar bodoh telah menyakiti nya. Ku lihat memar yang ada di pipi nya, aku benar benar menyesal sudah bersikap kasar pada nya.
Wajah yang ceria itu, aku telah membuatnya menangis semalam tanpa bertanya padanya dulu kenapa dia tidak pulang selama dua hari.
Lalu dari siapa sepatu sepatu itu? Apa dia memakai uang nya sendiri? Tidak mungkin dia memakai kartuku karena tidak ada notifikasi diponselku. Aku menghembuskan napas berat sesaat.
Aku berjalan menuju kamar mandi dengan hati hati. Aku benar benar menyesal sudah melakukan semua itu pada nya. Usai mandi, masih kulihat dia yang tertidur pulas di ranjangku seperti kucing kedinginan yang sedang meringkuk di bawah selimut.
Aku keluar kamar dengan hati hati, menutup dan membuka pintu nya dengan pelan pula.
“Mau sarapan, tuan?” Tanya pembantuku.
“Aku ada janji sarapan di kantor,” kataku seraya menatap jam tanganku yang menunjukkan pukul 7 pagi, aku terlambat.
“Baik tuan,”
“Jangan bangunkan Chelsea, biarkan dia istirahat. Buatkan makanan kesukaan nya,” kataku.
“Siap tuan,” sahut pembantuku.
Otakku masih memikirkan hal hal kasar yang sudah ku lakukan pada nya. Aku benar benar menyesal. Aku memandang keluar jendela mobil seraya menikmati mendung dipagi ini.
🦋🦋🦋
Setelah sampai di depan pintu utama, aku berjalan cepat ke ruanganku. Dengan malas ku lihat data yang ada dilaptopku seraya memainkan kursor yang ada di layar.
Pikiranku masih penuh dengan bayangan Chelsea.
CEKLEK…
Suara langkah sepatu Zulfikar mengagetkanku. Dia adalah satu satu nya teman curhat yang ku punya, dan hanya dia yang tahu bagaimana rumit nya hubunganku dan Chelsea tapi dia selalu bersikap sewajar nya di depan kami berdua.
“Kenapa wajahmu, bos?” Tanya zulfikar.
“Rasa nya aku sudah berbuat kesalahan besar,” sahutku seraya memijat keningku.
“Kesalahan?”
“Aku membuat nya tidak virgin lagi,” jawabku seraya menghembuskan napas berat.
“Alina? Pacarmu itu, bos?” Tanya zulfikar terkejut.
“Bukan,”
“Lalu?”
“Chelsea,”
“HAHAHA…. Itu kan memang istri sah anda bos, jadi wajar saja jika kalian melakukan hubungan suami istri. Apa benar baru melakukan sekarang? Tidur bersama sekian lama tidak melakukan apapun?” kata Zulfikar terkekeh.
“Tapi aku melakukan nya bukan karena cinta,”
“Lalu karena apa?”
“Aku tidak tahu, mungkin aku sedang kerasukan setan waktu itu,” kataku mengusap rambutku ke belakang.
“Kerasukan setan,”
“Ya, dia tidak pulang dua hari. Ku pikir dia sedang tidur dengan pria lain. Makanya aku marah nggak jelas dan melakukan hal itu pada nya, ya kamu paham kan maksudku,” kataku menatap zulfikar.
“Itu nama nya cemburu,”
“Cemburu?”
“Ya, cemburu,”
“Tidak mungkin aku cemburu pada nya,”
“Lalu kenapa anda bisa marah? Seharusnya anda biarkan saja dia tidur dengan pria lain,”
Aku menatap zulfikar lagi dengan tatapan lebih dalam.
“Cemburu bisa jadi cinta loh, jadi tidak ada yang salah dengan hubungan suami istri kalian berdua,” kata zulfikar seraya melipat keda tangan nya di dada.
“Tidak mungkin aku menyukai perempuan seperti dia,”
“Perempuan seperti dia? Aku sudah bilang berkali kali jika bu Chelsea termasuk perempuan cerdas, cantik, mudah bergaul, fashionable, ceria dan—“
“Cukup, kamu terlalu memuji nya,”
“Dan aku penggemar nya, aku suka dengan nya. Dia tipe yang ku cari,” tambah zulfikar yang membuatku melotot pada nya.
“Itulah sebabnya aku mengusulkan jika bu Chelsea bekerja di sini saja, tapi bos tidak setuju waktu itu. Dia sepertinya punya bakat terpendam,” kata Zulfikar lagi.
“Tidak mungkin kan aku suka dengan perempuan berambut pirang dan gaya berpakaian nya yang berlebihan itu,”
“Itu lah nama nya fashion, seharusnya anda bersyukur. Tidak memalukan mengajak nya kemana mana, dia tahu trend, dan karena dia cantik jadi cocok cocok aja kalo pake semua model baju,” sahut Zulfikar.
“Jadi menurutmu aku jatuh cinta pada nya?”
“Hem,”
“Yang serius, jangan bercanda,” kataku cepat.
“Kapan aku pernah becanda,” kata zulfikar seraya mengambil dokumen di mejaku dan pergi meninggalkanku begitu saja.
🦋🦋🦋
Aku semakin resah dengan apa yang ku lakukan pada Chelsea, tidak lama kemudian pintu ruanganku terbuka lagi dan muncul Alina di sana.
“Kenapa wajahmu kusut sekali, sayang?” Tanya Alina mulai menghampiriku.
“Bukan nya kamu di rumah sakit?” tanyaku.
“Ini baru pulang dan langsung ke kantormu, aku hanya ingin memberitahumu jika aku akan dipindah tugaskan di kota dingin. Aku harus berangkat siang ini,” kata Alina.
“Maaf aku tidak bisa mengantarmu,” kataku cepat masih memikirkan Chelsea.
“Ya, aku tahu jika kamu sibuk. Aku akan packing barang barangku yang ada di rumahmu, nanti akan ku hubungi jika sampai di tempat tujuan,” kata alina tersenyum padaku dan ikut meninggalkan ruangan.
Drttt….Drrrttt…Drrrt….
Suara getar ponsel membuyarkan lamunanku, aku melihat nama yang tertera di ponselku. Ibuku sedang menelpon saat ini.
“Hari ini mampir ke rumah ibu ya?” kata ibu dari ujung sana.
“Aku akan menemuimu sebentar lagi bu, tunggu aku,” kataku pada nya, aku tidak bisa menolak permintaan orang yang sangatku cintai.
🦋🦋🦋
Dengan cepat kulajukan mobilku ke kediaman ibuku. Ingin rasa nya aku menumpahkan apa yang sedang kupikirkan saat ini tapi itu tidak mungkin. Kelihatan nya ibuku sangat menyayangi Chelsea, jadi tidak mungkin aku bercerita hal buruk yang terjadi.
Dari kejauhan, ku lihat ibuku yang sedang bersantai seraya menikmati minuman nya di teras depan. Dia melambaikan tangan dan tersenyum padaku, wajah nya yang teduh membuat hatiku tentram. Aku sedikit berlari untuk menghampiri nya.
“Sudah makan?” Tanya ibu.
“Sudah,” jawabku berbohong, aku bahkan belum makan sama sekali.
“Tentu saja, istrimu kan pandai memasak. Jadi mana mungkin kamu tidak makan,” celetuk ibu.
“Kenapa ibu bisa tahu jika istriku pandai memasak?” tanyaku heran.
“Kemarin lusa dia di sini selama dua hari untuk merawatku, ayahmu ada keperluan ke luar kota,” kata ibu yang membuat jantungku terasa berhenti.
Jadi selama dua hari Chelsea di sini? Merawat ibuku? Pikiranku saat ini semakin kacau, rasa bersalah di hatiku semakin besar. Ku usap rambutku ke belakang perlahan untuk mengurangi rasa bersalahku ini.
“Padahal aku ingin dia lebih lama di sini, tapi dia bilang jika kamu tidak bisa makan selain masakan nya,” kata ibu yang membuatku sedikit terkekeh seraya menahan rasa bersalahku yang amat besar ini.
“Ya, aku kecanduan dengan masakan nya,”
“Ibu juga kecanduan untuk bersama nya. Dia memijatku, menyuapiku, memasak untukku dan membawaku jalan jalan di sekitar rumah sini. Hidupku yang awal nya membosankan jadi menyenangkan,” kata ibu memuji Chelsea.
“Apa dia tidak menyinggung namaku?” tanyaku penasaran.
“Ya, dia bilang kamu tampan karena menurun dari ibu maka nya dia jatuh cinta padamu,” kata ibu tersenyum.
“Ibu mau apa? Kenapa memanggilku ke sini?”
“Ini untuk Chelsea, sebenarnya kemarin ada 4 pasang sepatu tapi dia hanya membawa yang tiga pasang saja,” kata ibu seraya menyerahkan satu paperbag untukku.
Jadi sepatu sepatu itu dari ibuku?
Dengan cepat aku minta ijin pulang pada ibuku seraya mengambil paper bag dari nya.
“Kenapa buru buru? Ibu ingin kamu dan Chelsea tinggal di sini saja biar ibu ada temen nya jika ayahmu ada keperluan diluar,” kata ibuku.
“Ya nanti aku usahakan, bu. Enrico pamit dulu, bu,” kataku seraya mencium punggung tangan nya.
🦋🦋🦋
Aku melajukan mobilku dengan cepat menuju rumahku, aku ingin meminta maaf pada nya meskipun pada akhirnya kesalahanku memang sangat sulit untuk dimaafkan.
Keadaan macet di jalan raya siang ini membuatku semakin jengkel, bisa bisa nya macet di saat hatiku kacau. Berulang kali aku memencet klakson mobil tapi percuma, mobilku tidak bisa berjalan sama sekali. Hampir satu jam setengah aku baru bisa melewati kemacetan.
Dengan tergesa gesa ku buka pintu rumah dan berlari menuju kamarku, siapa tahu dia sedang beristirahat di sana. Dengan hati hati ku panggil nama nya tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar, ku lihat ke seluruh penjuru kamarku tapi tidak ada sahutan sama sekali.
Hanya pemandangan sprei putih dengan bercak darah itu saja yang ku lihat saat ini. Dia belum mengganti nya, sedangkan pembantuku tidak akan berani masuk kamar ini tanpa perintahku.
Dengan tergesa gesa aku berjalan ke kamar nya yang ada di sudut ruangan, aku menerobos masuk ke kamar nya tapi dia juga tidak ada.
Aku berlari kecil mencari nya ke dapur, ke kolam renang, ke semua ruangan bahkan ke ladang tapi nihil. Tiba tiba saja ada rasa sesak dihatiku, aku benar benartakut kehilangan nya.
“Mencari siapa tuan? Nona Alina?” Tanya mbak darmi.
“Bukan, Chelsea kemana mbak?” tanyaku.
“Nona Chelsea pergi sekitar satu jam yang lalu setelah nona alina pergi,”
“Aku nggak Tanya Alina, mbak,”
“Maaf, biasanya tuan lebih memperhatikan non Alina,”
“Chelsea bilang mau kemana?” tanyaku khawatir.
“Saya tidak tahu tuan, tadi hanya membawa koper kecil. Barang barang nya juga masih utuh di sini, mungkin hanya akan pergi beberapa hari saja,” kata mbak darmi yang membuatku semakin frustasi.
Jangan lupa like, comment and vote ya guys 🙏😊
semoga terhibur 🍓🍓🍓
Aku mampir yahh dengan like dan rate nya, Jangan lupa mampir dan feedback ke novel ku yahh ❤Sabda Rindu❤
Terimakasih ditunggu kehadirannya 🥰