NovelToon NovelToon
Cool And Cheerful

Cool And Cheerful

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:254.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yusi Fitria

Spin-off 🍃THE MAFIA AND HIS ANGEL🍃


Kisah sepasang lawan jenis dengan karakter yang berbeda, namun di persatukan atas kehendak orangtua. Noah yang memiliki sifat dingin dengan segudang prestasi, sedangkan Sierra yang memiliki sikap ceria nan ceroboh.

Mampukah keduanya menjalani kehidupan rumah tangga yang berawal dari sebuah perjodohan?
Dan bagaimana perubahan mereka setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusi Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Poor Girl!

Ponsel yang mati, mengharuskan Alexa untuk berjalan kaki menelusuri trotoar, berharap ada taksi yang akan melintas di dekatnya. Namun seribu sayang, bukannya mendapatkan sebuah taksi, matanya justru melihat sesuatu yang membuatnya kesal.

Di sebuah gang sempit, terdapat Selena, Ashley dan Chloe yang sedang membully seorang wanita. Sementara Davina, lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan kekasihnya, Andrew.

Dari yang Alexa lihat, wanita yang di bully itu memakai seragam yang sama dengan dirinya maupun ketiga pembully tersebut. Sepertinya wanita itu bersekolah di tempat yang sama dengan mereka.

Alexa ingin meninggalkan tempat yang di pijakinya ini dan berusaha untuk mengabaikannya. Namun, tangisan pilu dari wanita yang di bully itu benar-benar menyayat hatinya.

Dia berpikir, bagaimana jika dirinya berada di posisi wanita itu? Sementara tak ada satupun orang yang akan menolongnya.

Alexa menarik nafasnya dalam, kemudian menghembuskannya secara cepat. Dengan keberanian yang ada, dia melangkahkan kakinya dan menghampiri mereka.

"Lepaskan dia!!"

Melihat ada yang datang, Selena dan kedua temannya langsung menoleh. Mereka tertawa mendengar gertakkan dari Alexa.

"Lihat! Kita kedatangan seorang pahlawan disini!" seru Selena sambil tersenyum miring.

"Kau benar. Apa yang akan dia lakukan dengan seorang diri?" tambah Ashley.

Chloe melepaskan cengkeramannya pada wanita malang tersebut.

"Haruskah aku yang menanganinya?"

Alexa mengepalkan tangannya gugup. Dirinya harus mengendalikan rasa takutnya. Dengan segenap keberaniannya, dia berusaha untuk mengancam ketiga wanita di hadapannya.

"Aku akan menelpon polisi jika kalian tidak ingin melepaskannya." Alexa sudah mengeluarkan ponselnya. Bahkan, dia sudah mencari nomor polisi dan tinggal menekannya saja agar panggilannya terhubung.

"Kau tahu, Alexa? Akan lebih baik jika kau pergi darisini, dan tidak usah ikut campur dalam urusan kami. Jangan sampai kami membuatmu bernasib sama seperti dirinya." Ucapan Selena terdengar seperti ancaman, tapi Alexa tidak akan takut.

"Aku tidak takut dengan ancamanmu itu. Pergilah, atau aku akan benar-benar menelpon polisi."

Chloe menatapnya tajam, sedetik kemudian dia membuang nafasnya kasar.

"Tidak ada pilihan. Akan lebih baik jika kita mengalah, daripada harus berurusan dengan polisi."

Satu-persatu, Selena and the geng meninggalkan tempat itu. Alexa pun dapat bernafas dengan lega, dia lalu segera menghampiri wanita malang tersebut.

"Kau baik-baik saja?"

Wanita itu mengangguk, "Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolongku."

Alexa tersenyum simpul. Tak sampai lima detik, wajahnya berubah menjadi serius.

"Ada apa sebenarnya? Mengapa mereka mengganggumu?"

"Saat di sekolah tadi, aku tidak sengaja menabrak Selena. Aku sudah meminta maaf kepadanya, tapi aku tidak menyangka bahwa dia akan mempermasalahkannya hingga membuatku seperti ini." Wanita yang diketahui bernama Sara itu, menangis sesegukan.

Seketika Alexa meresa iba. Dia pun membawa Sara kedalam pelukannya.

"Kau tenang saja, semuanya akan baik-baik saja."

"Tapi, bagaimana jika mereka akan melakukan ini lagi kepadaku?"

Sara benar. Tidak menutup kemungkinan bahwa Selena bersama teman-temannya akan mengganggu Sara lagi. Apalagi mereka akan sering bertemu, mengingat bahwa mereka belajar di sekolah yang sama.

"Kau tidak perlu khawatir. Jika memang mereka melakukan ini lagi, kau bisa berteriak meminta tolong, atau mengancam mereka dengan menelpon polisi, seperti yang kulakukan tadi."

"Terima kasih banyak..."

Alexa mengangguk. Dia kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Sara dengan senyumannya yang menenangkan.

"Ayo... Aku akan mengantarmu pulang."

Sara hanya bisa mengangguk lemah dan mengikuti langkah Alexa yang menuntunnya. Dirinya benar-benar bersyukur bahwa ada yang membantunya untuk lolos dari Selena dan teman-temannya itu. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi kepadanya.

...* * * ...

Noah terus memperhatikan Sierra yang sedang menggambar/melukis. Wanita itu berusaha untuk memperbaiki lukisannya yang terkesan buruk. Dan hingga detik ini, Sierra tidak ingin berbicara dengannya setelah pembicaraan mereka di dalam mobil tadi siang.

Kertas demi kertas berhamburan di lantai kamar mereka. Dengusan bahkan gerutuan, tak henti-hentinya keluar dari bibir wanita tersebut.

Sreekk!!

Entah sudah keberapa kalinya Sierra merobek kertas. Sebegitu burukkah lukisannya? Noah yang merasa penasaran, memungut satu kertas itu dan melihatnya.

'Gambar apa ini?' Noah menggelengkan kepalanya melihat isi dari kertas di tangannya yang merusak penglihatan bagi setiap mata yang memandangnya.

Kini dirinya bertanya-tanya, apa yang bisa Sierra lakukan? Tidak adakah suatu pekerjaan yang bisa di lakukannya dengan baik?

Noah pun berinisiatif untuk menghampirinya. Dia berdiri di belakang wanita itu sambil melihat kegiatan yang istrinya lakukan.

"Kau harus lebih banyak latihan dan menggunakan teknik dasar."

Mendengar itu, Sierra jadi memutar bola matanya malas.

"Apa kau tidak lihat? Aku sudah sedari tadi latihan, namun tetap tidak bisa."

"Karena kau belum menggunakan tekniknya, oleh sebab itu, hasilnya jadi terkesan buruk dan tidak memuaskan."

"Aku tahu kenapa kau berbicara seperti itu. Kau ingin merendahkanku lagi? Bukankah begitu?"

"Tidak terpikirkan olehku." Noah mengacuhkan ucapan Sierra. Dia lebih memilih untuk menarik kursi di meja rias dan membawanya ke samping istrinya.

"Apa yang kau lakukan disini? Sebaiknya kau pergi, dan jangan menggangguku!" ketus Sierra. Dia lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

"Aku tidak berniat untuk mengganggumu. Justru aku disini ingin membantumu."

"Aku tidak butuh bantuanmu."

Noah tersenyum remeh, "Kau yakin?"

"Tentu saja."

Akhirnya Noah mengalah. Bukan! Bukan berarti dia akan pergi meninggalkan Sierra. Dirinya justru ingin menyelesaikan perang dingin yang terjadi di antara mereka.

"Aku tahu jika kau marah kepadaku. Ucapanku yang kasar dan tidak menyenangkan, membuatmu jadi tersinggung. Tapi percayalah, tak sedikitipun niatku untuk menyakitimu. Hanya saja... Aku tidak ingin otakmu terkontaminasi dengan apa yang kau lihat di kamar mandi, seperti yang kau ceritakan kepadaku."

"Tapi kau tidak perlu marah seperti itu kepadaku. Bahkan, kau menilai negatif diriku."

"Maafkan aku, Sierra."

"Aku tidak melihat perbuatan mereka. Aku hanya tahu saat keduanya keluar dari ruangan yang sama, itu saja."

"Aku tahu." Noah mendesah pelan, kemudian meraih tangan Sierra di atas meja.

"Dan kumohon padamu, jika kau di hadapkan dengan hal seperti itu lagi, maka segeralah untuk pergi. Kau mengerti?"

Sierra mengangguk patuh. Noah pun jadi tersenyum lalu mengelus kepalanya lembut.

"Oh iya, jika aku boleh tahu, siapa mereka?"

"Bryan dan Ashley."

Pria itu tersenyum sinis. Dirinya tidak akan heran ataupun terkejut. Bukan hal yang aneh lagi jika kedua pasangan itu berbuat mesum, entah di sekolah maupun di tempat lain. Walaupun keduanya selalu mengatakan bahwa mereka mencintai orang lain (Leon, Alexa), tapi itu tidak membuat mereka untuk meninggalkan kelakuan bejatnya.

"Ada apa, Noah?" tanya Sierra yang menyadari perubahan raut wajah suaminya.

Noah menggeleng, namun masih dengan senyumannya.

"Sini, aku akan membantumu untuk memperbaiki lukisanmu."

Senyum Sierra pun langsung mengembang. Dia buru-buru merapatkan tubuhnya dengan Noah dan mulai memperhatikan gerakan tangan suaminya yang berada di atas kertas.

"Mula-mula...."

1
Ran Aulia
Luar biasa
Martini Mama
aku masih penasaran kenapa siera berubah jadi mecca
Yushi_Fitria: budidayakan membaca dari sinopsisnya Kak.. di awal sudah di terangkan bahwa alur cerita dan tokohnya di rubah🙂
Terima kasih sudah mampir😇
total 1 replies
Martini Mama
bingung
ko jadi mecca
🥀Novie🥀
kok kaya loncat sih,,apa aku yg nggak nggeh,, kapan marvel sampe kok tiba2 udah mau pulang, dan meca siapanya Sierra.....🤔
Viiy
akhirnya perjuangan noah gk sia2
Viiy
andai aku punya tmn kek noah
Viiy
awal yang menarik
dewi⚘💕
partnya sedikit
aku baca thor
Zakiya Lathifatun Nisa
wkwkwk ngakak banget aku kak pas dipart ini😂😂😂
Neneng Ninasari
lanjut..
atmaranii
menarik
Isma Rismaya
ahahahaaa
kia.ara
kisah nauranya donk
Yushi_Fitria: Sabar kak. Saya bakalan nyelesaikan cerita MARVELL lebih dulu
total 1 replies
💞🎗Yannie🎗💞
terimakasih kak aq bru baca akhir ceritany☺☺☺
knp dh tamat lg 🤗🤗🤗🤗 padahal msh penasaran tntng kelanjutan hub Noah sm Mecca 😘😘😍😍
Lusiana_Oct13
wkwkwkwkwk ank durhaka hahahahahaha
🌼♥️Lusi
maaf Thor ..gimana caranya gabung di group?
🌼♥️Lusi
oke,Thor .
terima kasih.
asli kaget loh aku 😂
Evitha Junaedy
noah emg benr2 y😅
Evitha Junaedy
gerard bner2 keterlaluan y
Nelfiawati Jambak
poor Noah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!