Selama lebih dari sepuluh tahun Jia Fei mencintai Shen Yuwen. Namun Shen Yuwen tidak pernah mencintainya, dia hanya mencintai kekasihnya Xin Qian.
Hingga suatu hari mereka berdua di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.
Shen Yuwen tidak bisa menolak begitu juga Jia Fei. Perjalanan rumah tangga Jia Fei penuh dengan kepahitan. hingga suatu saat Shen Yuwen menceraikannya.
"Jia Fei, Kau harus sadar jika aku dan dirimu itu berbeda, aku bangsawan sedangkan kau rakyat jelata, aku sangat membencimu hingga ke pembuluh darahku.
Zhang Hongli mencintai Jia Fei namun dimasa lalu Jia Fei hanya mencintai Shen Yuwen.
Tiga tahun kemudian takdir mempertemukan mereka kembali.
"Ji-Er, Aku menyesal membiarkanmu menderita, juga menyesal karena aku tidak menjemputmu lebih awal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningrum arumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14-Pergi Ke Rumah keluarga Shen
............
...Jia Fei tidak langsung pulang ke rumahnya, dia pergi ke sebuah pusat perbelanjaan dan membeli beberapa barang yang mungkin akan di sukai oleh orang tua Shen Yuwen....
...Jia Fei juga berencana untuk membuat kue yang di sangat di sukai Ibu mertuanya....
...Jia Fei tiba di rumahnya ketika langit sudah menjadi sedikit gelap, menunjukan sudah sore hari. Jia Fei segera bergegas untuk mandi karena hari ini dia akan makan malam bersama keluarga Shen Yuwen. Dia sudah lama tidak mengunjungi orang tau Shen Yuwen....
...Meski Shen Yuwen tidak pernah menyukai Jia Fei namun orang tua Shen Yuwen sangat baik padanya. ketika dia melihat cincin yang melingkar di jari manisnya hatinya sedikit menghangat. Ini adalah hadiah pertama dari Shen Yuwen....
...Jia Fei mandi dengan hati yang gembira....
...........
...Sementara itu Shen Yuwen sedang berada di kantornya, kemudian Sekretarisnya Huanran memasuki ruangan nya dan menyerahkan beberapa kantong belanjaan....
..."Direktur Shen ini adalah gaun dan sepatu yang anda minta. Bisakah anda melihat, apakah anda menyukainya, "Tanya Huanran...
..."Tidak perlu, apapun yang kau beli aku percaya pada pilihan mu. "Ucap Shen Yuwen....
..."Kalau begitu saya permisi dulu jika ada yang di butuhkan silahkan panggil saya kembali. "Ucap Huanran....
...Shen Yuwen hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi....
...Kemudian Shen Yuwen kembali fokus pada pekerjaan nya, dia melihat data-data dari komputernya, Kemudian sebuah notifikasi muncul dari ponsel nya, itu adalah tagihan dari kartu kreditnya....
...Kartu yang di berikan nya kepada Xin Qian. Xin Qian sudah mengeluarkan uang sebesar hampir 50 juta Yuan....
...Ekspresi Shen Yuwen masih sama dia tampak tidak keberatan jika Xin Qian menghabiskan uangnya, namun notifikasi kedua muncul. Ini adalah notifikasi dari kartu kredit yang dia berikan kepada Jia Fei. Dia melihat angkanya benar-benar hanya beberapa ribu Yuan....
...Angka nya tidak jauh beda dengan yang selalu dia berikan kepada Jia Fei tiap bulan....
...Entah kenapa Shen Yuwen merasakan hatinya sedikit tidak enak. Bagaimanapun Jia Fei adalah istri sahnya namun, Jia Fei hanya memakai beberapa ribu Yuan saja. Kemewahan yang seharusnya Jia Fei dapatkan malah di dapatkan oleh Xin Qian....
...Berpikir kembali Shen Yuwen segera menggelengkan kepalanya, Jia Fei sudah mencelakai adiknya, dia pantas mendapatkannya, "Pikirnya....
...Shen Yuwen segera membereskan mejanya dan bersiap-siap untuk pulang. Karena hari ini dia sudah berjanji kepada Ayahnya akan membawa Jia Fei pulang ke rumah keluarga Shen. Shen Yuwen tidak mungkin membatalkannya atau dia akan menghadapi kemarahan Ayahnya Shen Houcun....
.............
...Terdengar deru sebuah mobil memasuki villa, Jia Fei yang sedang memanggang kuenya segera berjalan keluar dari dapur, dia berdiri di depan pintu sesuatu yang selalu dia lakukan ketika Shen Yuwen pulang kerumahnya....
...Shen Yuwen turun dari mobilnya, dia melihat Jia Fei berdiri di hadapannya, Shen Yuwen hanya sekilas melihatnya kemudian masuk ke dalam rumah,...
...ketika dia berjalan melewati dapur Shen Yuwen bisa mencium aroma kue yang terpanggang,...
...Jia Fei buru-buru memasuki dapur kembali, Shen Yuwen melihat Jia Fei mengambil sesuatu dari oven,...
...Shen Yuwen mengamatinya dan melihat sebuah kue yang membuatnya menelan air liur, aromanya sangat enak rasanya pasti lezat, "Gumamnya....
...Jia Fei melihat Shen Yuwen berdiri di belakangnya dan tatapan nya tertuju pada kue yang baru dia panggang. Jia Fei tersenyum hangat kemudian menyodorkan sebuah kue kecil kehadapan Shen Yuwen....
...Ini adalah kue kesukaan mu, aku tidak menambahkan kacang almond di dalamnya karena aku tau jika kamu alergi kacang....
...Kue yang baru aku panggang adalah kue kesukaan Ibu mu. Aku harap ibumu akan suka....
...Karena Ayah mu tidak terlalu suka makanan manis jadi aku hanya membuatkan kue kering sebagai pelengkap minum kopi....
...Oh, dan aku juga tidak lupa membuatkan teh dengan campuran bunga chamomile dan Osmathus di dalamnya, ini bagus untuk kesehatan kakek. "Ucap Jia Fei dengan nada pelan namun jelas....
...Shen Yuwen sedikit tertegun Jia Fei sangat peduli padanya juga pada keluarganya, sayang sekali jika saja dia bukan orang yang mencelakai Tianzhi mungkin saja Shen Yuwen akan memperlakukannya dengan baik. "Pikirnya....
...Shen Yuwen hanya mengangguk kemudian berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya, Shen Yuwen sedikit termenung Jia Fei adalah contoh istri yang baik, dia juga cantik, namun tidak ada gunanya karena dia mencelakai Tianzhi. Menghela nafas Shen Yuwen menyingkirkan Jia Fei dari pikirannya....
...Shen Yuwen kemudian mandi dan bersiap-siap waktu sudah menunjukan pukul 19:00, Shen Yuwen memakai kemeja berwarna hitam terlihat pas di tubuhnya memancarkan aura elegan di sekitarnya. Warna hitam sangat kontrak dengan kulitnya yang putihnya namun membuatnya justru terlihat semakin menawan....
...Shen Yuwen keluar dari kamarnya kemudian dia membawa dua buah kantung belanjaan yang belum sempat doa berikan untuk Jia Fei....
...Merenung sejenak kemudian dia mengetuk pintu kamar Jia Fei. Jia Fei segera membukanya....
...Shen Yuwen melihat Jia Fei kemudian tatapan nya beralih ke arah pakaian yang berserakan di tempat tidurnya, sepertinya Jia Fei sedang memilah pakaian nya....
...Shen Yuwen kemudian menyerahkan kantung belanjaan yang dia bawa dan berkata, "Pakai ini....
..."Aku tunggu di bawah dalam 15 menit....
...Jia Fei menerima nya dan segera berganti pakaian, Jia Fei melihat sebuah gaun pendek berwarna biru laut dengan tali tipis ditaburi permata dikedua sisi talinya. Sangat cantik Pikirnya....
...Jia Fei membuka bungkusan kedua sebuah sepatu dengan hak setinggi 7cm dengan warna bening yang hampir transparan. Jia Fei sangat senang ini adalah kali pertama Shen Yuwen membelikannya pakaian. Hatinya seakan terbang ke udara....
...Jia Fei segera memakainya kemudian merias dirinya di depan cermin. Makeup nya tidak tebal namun membuatnya terlihat seperti teratai putih yang indah. Dan rambutnya dibuat sedikit bergelombang....
...Setelah dirasa cukup Jia Fei segera turun lantai bawah....
...Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga, Shen Yuwen mengalihkan pandangannya ke arah Jia Fei. Dia melihat Jia Fei menuruni anak tangga menuju ke arahnya. Shen Yuwen hanya bisa menahan nafas,...
...Jia Fei melangkah ke arahnya dengan elegan, Setiap langkah yang dia ambil menandakan bahwa dia adalah Nyonya Yang bermartabat....
...Tatapannya lurus punggung nya tegak dan gaunnya sama sekali tidak bergerak, dia melangkah dengan anggun....
...Meskipun Jia Fei bukan dari kalangan bangsawan namun aura yang di pancarkan cukup membuat orang berpikir bahwa dia adalah Nona dari keluarga kaya raya....
...Jia Fei sangat cantik, wajahnya hanya sebesar ukuran tangan, hidungnya mancung, bibirnya kecil dan tipis. Jia Fei memang tidak terlalu tinggi dia hanya sebatas bahu Shen Yuwen. Namun kecantikan Jia Fei mampu membuat orang lain ingin terus menatap ke arahnya....
...Sadar dari keterkejutannya Shen Yuwen melihat Jia Fei sudah berdiri di hadapannya. Shen Yuwen mengalihkan pandangannya dan segera berkata, "Ayo kita pergi aku sudah lapar....
...Jia Fei segera mengangguk dan membawa semua makanan yang sudah dia buat....
...Shen Yuwen menengok ke belakang dan melihat Jia Fei yang sedikit kesusahan membawa semua makanannya. Shen Yuwen segera mengambil alih dan memasukannya kedalam mobil. Jia Fei segera masuk dan duduk di bagian depan bersama Shen Yuwen. Mereka mengendara dalam keadaan hening....
sapa jua yg mau mungut x lg ...
pastiii seruuu tuuh