NovelToon NovelToon
Ipar Dan Mertua Rasa Madu

Ipar Dan Mertua Rasa Madu

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Konflik etika / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:61.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rossa memiliki suami yang selalu berpihak kepada keluarganya karena dia satu-satunya lelaki dalam keluarganya

Dirinya selalu merasa tersisihkan manakala ipar dan mertuanya selalu berusaha memonopoli suaminya dari segala sisi baik keuangan maupun perhatian,

Dia beruntung dibalik sikap mertua dan ipar bak Seorang madu untuknya, suaminya akhirnya sadar dengan semua perbuatannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Tangis Fatan pecah seketika, dulu ketika dia tidak punya apapun dan dalam keadaan kalut, istrinya juga kembali bekerja dan membantu ekonominya bahkan keluarganya tapi begitu dirinya sukses dia seakan lupa kalau ada yang bergerak untuk membantunya agar dia sukses.

Dadanya seperti dihantam palu, penyesalannya kini menggunung dan begitu menghimpit dirinya, dia sungguh menyesali segalanya.

"Aku mohon dek, jangan pernah tinggalin dan khianati aku seperti keluarga ku, aku tidak tahu akan percaya pada siapa lagi jika semuanya seperti ini".

Tubuh Fatan bergetar hebat, perasaannya sungguh campur aduk, marah, kecewa dan sangat sakit.

"Aku tidak pernah mengkhianati mu, hanya kamu yang melakukan nya, saat kau diatas, kamu lupa segalanya, kamu selalu beranggapan jika semua kesuksesan yang kamu raih berkat ibu dan keluargamu tapi kamu lupa ada aku yang mengorbankan uang tabunganku untuk membuatmu punya usaha, kamu lupa jika aku yang membantumu dari awal".

Mata Rossa berkaca-kaca, dia sangat sakit hati atas perlakuan suami dan keluarganya kepada nya, lelaki yang harusnya berada di pihaknya setelah semua yang dilakukan keluarganya pada dirinya

"Maafkan aku". Cicitnya pelan

Tak ada kata yang bisa melukiskan bagaimana perasaannya saat ini, jika ada tubuh hancur lebur karena penyesalan maka itu adalah tubuhnya.

"Tidak apa, aku sudah mulai terbiasa untuk disakiti oleh mu dan keluargamu, hanya saja aku tidak bisa menampik jika luka itu terlalu besar untuk bisa ku hapus begitu saja dalam ingatanku, setiap melihatmu, hatiku selalu teringat bagaimana kamu begitu merendahkan aku sebagai istri terutama soal nafkah".

Dia hanya bisa menangis menyesali segala perbuatannya pada sang istri, ini mungkin karma untuknya karena terlalu mendengarkan apa perkataan keluarganya tanpa mau mendengar apa yang dikatakan istrinya.

"Maafkan aku, tolong jangan pergi dan tinggalkan aku, aku akan berusaha, walau aku tidak berjanji tapi aku akan melakukannya dengan nyawaku, sungguh aku menyesal".

Fatan semakin mempererat pelukannya pada perut istrinya dan menenggelamkan wajahnya disana semakin dalam, dia sungguh takut kehilangan istrinya setelah semua yang terjadi selama ini.

"Entahlah, aku tidak bisa mengatakan apapun, kita lihat saja nanti, aku tidak mau terlalu banyak berharap lagi, itu rasanya sakit sekali".

Baju Rossa basah karena tangisan suaminya, tangisan pilu penuh penyesalan, tapi entah mengapa dirinya seakan mati rasa untuk mau sekedar menenangkan, mungkin karena dia terlalu banyak kecewa.

Sedangkan dirumah Farah terjadi pertengkaran besar antara sepasang suami istri itu, mereka saling membalas tatapan nyalang karena tidak mau mengalah.

"Dengar Farah, kalau kamu tidak bisa merubah prilaku mu yang selalu seperti ini, lebih baik kita jalan masing-masing, aku sudah lelah selalu menjadi tameng semua perbuatan mu". Pras menatap istrinya dalam penuh kekecewaan.

Istrinya selalu memperlakukannya seperti tidak punya harga diri, dia lelah selalu menasehati istrinya tapi istrinya tidak pernah menggubris perkataannya.

"Mas, jangan seperti ini, lagian itu memang adalah hak ku, aku kakak tertua Fatan, aku berhak menikmati harta milik adikku, memangnya salahnya dimana??".

Dia kekeh mempertahankan keyakinan yang dia pegang selama ini, milik saudara itu milik bersama.

"Terus kalau harta milik kita kamu juga mau bagi pada adik-adikmu, kamu ngomong ngaco banget". Ucapnya mengusap wajahnya dengan kasar.

"Ya tidaklah, enak saja, kita capek-capek kumpulin malah mau dibagi mereka". Sungut Farah tidak terima.

Pras menatap istrinya tidak percaya, bagaimana istrinya ini berpikir egois dan licik seperti itu, menikmati punya saudaranya tapi miliknya tak mau dibagi dengan mereka.

"Sepertinya keputusanku sudah tepat, aku mengurus semuanya, aku tidak mau hidup dengan perempuan licik dan keterlaluan seperti mu".

Pras hendak pergi dari hadapan istrinya tapi tangannya dicekal oleh istrinya.

"Mas jangan seperti itu, aku tidak mau berpisah darimu, tolong mengertilah, aku hanya ingin menikmati segala yang ada, memang apa salahnya kalau aku menikmati itu?". Farah merengek seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan.

"Tapi perbuatan kamu salah Farah, gara-gara kamu, adikmu sendiri terancam bangkrut terus bagaimana dia bisa memberikan nafkah pada anak dan istrinya, ibu dan adik kamu itu?".

Pras menggelengkan kepalanya tanda dia kebingungan menghadapi pola pikir istrinya yang tidak masuk akal menurutnya.

"Aku tidak mau tahu, mas tidak boleh mengganti uang itu, itu hakku, Fatan hanya menggertak saja, jangan pedulikan dia". Farah menghentakkan kakinya menuju kamarnya.

Dia sangat kesal pada suaminya karena tidak mau mengabulkan keinginannya untuk tidak mengganti uang itu, baginya itu semua haknya karena dia kakak Fatan.

"Tapi bagaimana jika Fatan betul-betul serius dengan niatnya untuk membawa ini ke polisi, kau akan dalam masalah Farah". Pras mengacak rambutnya kasar, dia betul-betul stres sekarang.

"Tidak akan, tenang saja Fatan hanya menggertak, dia pikir aku takut dengan ancamannya seperti itu".

Tapi dia tidak tahu jika Fatan serius dengan apa yang dia ucapkan tadi dirumah ibunya.

Dia sudah menghubungi polisi dan siap mengeksekusi sang kakak jika sampai malam hari, uang yang menjadi haknya tidak dikembalikan sang kakak

Pras mencoba tenang, dia mengumpulkan semua tabungan mereka ternyata uang itu sangat cukup karena dialah yang memegang semua keuangan rumah, andai itu istrinya maka mereka akan tidak punya simpanan.

"Aku sudah siap dengan uang gantinya, tapi jika benar kata Farah jika adiknya itu tidak akan menuntut seperti perkataannya maka akan lebih bagus".

Kini hari sudah malam, Fatan menghela nafasnya, dia melihat handphonenya sejak tadi tapi tak ada notifikasi perbankan dari handphonenya, itu artinya kakak dan kakak iparnya tidak mengembalikan uangnya malam ini.

"Seperti nya kalian berdua ini sangat meremehkan aku sampai kalian memperlakukan aku seperti ini, jadi maaf aku juga bisa bertindak sesuka hatiku". Monolognya dalam hati.

Istrinya tak banyak berubah, dia tahu istrinya butuh waktu, itu sebabnya dia tidak memaksakan segalanya agar istrinya bisa kembali seperti dulu apalagi semua ini disebabkan oleh kesalahan dirinya dan keluarga nya sendiri.

"Kalian akan menerima kejutan dariku besok pagi, lihat saja, kalian tidak akan lolos terutama kamu kak Farah".

Keesokan harinya Farah dan Pras bangun dengan perasaan teramat gembira, mereka pikir jika Fatan hanya menggertak semata karena hingga pagi tidak ada polisi yang datang ke rumah mereka.

Mereka bahkan sarapan dengan baik, bahkan terkesan semangat.

"Benarkan apa yang kukatakan, Fatan itu hanya menggertak kita, dia tidak akan berani dan tega pada kakaknya sendiri". Sombong Farah menatap suaminya penuh jumawa.

"Kamu benar juga, aku hanya mempersiapkan saja, siapa tau fatan datang untuk mengambil ganti rugi itu" .

Percakapan keduanya terhenti karena ketukan pintu diluar, mereka berdua saling melirik karena tidak tahu siapa yang datang pagi-pagi.

Pembantu mereka segera membuka pintu yang sedang terkunci itu, dan mempersilahkan tamu itu untuk masuk kedalam rumah.

Sesampainya dihadapan keduanya, polisi yang mengenakan seragam polisi itu hanya diam menunggu, awalnya keduanya cuek, tapi begitu melihat seragam polisi, keduanya kini dilanda ketakutan.

"Selamat pagi, kami dari kepolisian membawa surat penangkapan bu Farah dan ini surat penahanannya".

"Apa?". Teriak Farah

1
Sholikhah Sholikhah
baru bergabung
sukensri hardiati
kayaknya namanya monika dan medina....kok jadi monika dan mira?
sukensri hardiati
tambah lebar masalahnya
sukensri hardiati
pras nggak boleh hukum farah....tp fatan harus hukum rossa...kasih emang aneh
sukensri hardiati
kalau operasi nggak di UGD laah...
Lee Mbaa Young
Ceraikan saja pras Istrimu itu, jd laki cinta boleh setia harus tp yo didik juga Istrimu kl kau biarkan ya makin liar.
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
perasaan dri kemarin ngomong gini mulu tpi ga sadar² 🙄
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
tau kn rasa'y gimn ga disukai sm mertua, nah itu yg dirasakn rossa jg, hrs'y sesama wanita tuh sadar diri bukn egois yg dikedepanin
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
ini sprti'y dlu pas pembagian otak, otak'y nyangkut deh, org2 udh pda mengingatkn bukn'y merenung & sadar diri, tpi ttp aja keukeuh dg pendirian'y dasarrrr ga tau diri lu😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
org bebal mana mempsn dinasehati bu
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
lah itu kmu sndiri ga mau dicampurin sm org lain, knp km sllu ikut cmpur RT adikmu, dasarrr edyann lu 😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
hellowww buuu, kau bilng apa? org lain? dia itu istri dri ankmu yg sudh melahirkn cucu²mu kau bilng org lain dasarrr gelo, jika posisi dibalik gimn bu ap yg rossa rasakn itu trjdi pda diri sendiri, jd org kok egois bgt 😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
dasarrr gelo, elu sendiri yg brmain api giliran kebakar nyalahin org, RSJ masih buka tuh😏
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
dasarr wong edyaannn, elu kn py suami knp g minta sm suamimu knp hrs ngrecokin RT adikmu😠
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
hrus'y ank'y diketekin wae bu jgn disuruh nikah biar ga ada saingan'y 😠,ank lelaki emng surga'y ditelapak kaki ibu smpai akhir hayat'y tpi klo sudh menikah ya yg diutamain istri&ank'y,untk ibu'y ya semampu'y aja
Lee Mbaa Young
pras terlalu bucin ma istri nya. Kl km laki hebat teges lah, didik Istrimu biar jd wanita baik. Kl km cm gitu gitu ae ya wasalam tipe laki takut istri.
bucin takut istri boleh tp kl istri sifat nya baik. Kl istri macam dajjal kok msih di elus ya makin Menjadi lah.
Siti Muntamah
kasian anak nya sampai ketakutan begitu tega bener dasar ponakan durhaka
Siti Muntamah
gimana nggak sakit istri dan anak disia2 in tiap hari
ChikoRamadani
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ Sangat menarik
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...

terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
falea sezi
lanjut thor si farah emank bner lampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!