NovelToon NovelToon
You Love Me

You Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: HeniNurr

Adila Dimitri... Kesucian yang sudah terenggut, tidak mengubahnya menjadi wanita lemah. Mandiri, kuat, berani dan tidak takut dengan apapun, sudah menjadi slogan dalam hidupnya.

"Hidup ini pilihan, apapun yang membuatmu sedih, tinggalkan...!!!
Apapun yang membuatmu tersenyum, pertahankan...!!!"

Aditya Putra Wiriaatmaja... kehilangan cinta karena kondisi yang membuatnya tidak bisa bertahan.

"Aku bukannya tak mau merelakan kepergianmu, aku hanya menyesali kelemahanku memperjuangkanmu untuk tetap disisiku. Aku belajar tulus untuk mencintai meski tak harus memiliki, belajar ikhlas merelakan meski harus kehilangan...!!"

Pertemuan yang diawali dengan drama settingan yang Adila ciptakan, membuat mereka terjebak dalam kondisi yang tidak nyaman, hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali dalam kondisi yang jauh berbeda.

Akankah sifat absurd Adila mampu meluluhkan hati Aditya yang menyukai wanita sederhana dan anggun seperti mantan kekasihnya dulu???

Sequel dari ❤Cinta Yang Hilang❤...
Pantengin terus di semua partnya👌👌
Happy reading💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Wanita Malam

"Perencanaan anggaran untuk pembangunan proyek kita yang baru semuanya sudah terinci di file ini. Pak Adit bisa melihatnya terlebih dahulu." Tutur David mengakhiri penjelasannya yang panjang lebar.

Hening, tidak ada sautan, sanggahan atau komentar apapun dari Bos besar yang duduk disampingnya saat ini.

"Pak Aditya... Pak Aditya... Pak."

Aditya terperanjat," Kamu bicara apa barusan?" Tanya Aditya tergagap.

"Pak Adit kenapa, apa ada masalah?"

Aditya berdiri menjauhi David," Saya tidak apa-apa." Kemudian meraih water goblet yang ada dimejanya, menempelkannya dimulut, meminumnya hingga tandas.

"Saya akan melihat itu nanti, kamu boleh pergi." Lanjutnya lagi.

"Baik Pak.... kalau begitu saya permisi."

Setelah David keluar dari ruangannya, Aditya menduduki kursi putar tanda kebesaran dan kekuasaanya atas kepemimpinannya di perusahaan Wirrbel.

Perusahaan yang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini menunjukan kemajuan pesat hingga bisa merambah dunia industri ke berbagai negara maju di dunia, terutama Jerman, Negara kelahirannya, Negara dimana almarhumah Mamahnya berasal.

Aditya bersandar hingga kursi itu bergerak mundur. Bayangan wanita itu menari-nari terus dikepalanya. Wanita malam, bertemu dua kali berturut-turut tanpa disengaja. Wanita malam.... apa benar dia wanita malam???

Bagai bulan dan bintang, bumi dan langit penampilannya sangat jauh berbeda dengan awal pertama kali mereka bertemu. Aditya menarik dirinya kembali, duduk tegap untuk mengecek Mbanking di ponselnya. Kosong, tak ada pencairan uang senilai dua puluh juta dari cek yang dia berikan kepada wanita itu.

Aditya berpangku tangan, bukannya wanita malam menjual diri untuk mendapatkan uang??? tapi ini...

Kriiing....kriiing....kriiing

Telepon di meja membuyarkan semua lamunannya. Sambungan dari ruangan David. Aditya mengambil gagang telepon, dan menempelkannya ditelinga.

"Ya David."

"Maaf Pak, saya hanya ingin mengingatkan undangan dari mitra kita untuk acara pergelaran launcing rancangan busananya nanti malam."

"Oke, nanti kita pergi bersama."

"Maaf Pak, mungkin Bapak lupa kalau nanti malam saya ada pertemuan dengan kolega kita dari Tiongkok."

"Oh iya, maaf saya lupa."

"Apa saya perlu menyuruh seseorang untuk menemani Bapak?"

"Tidak usah, biar saya pergi sendiri saja."

"Baik kalau begitu."

Malam pun mulai menjelang, mobil silver sport mewahnya sudah terparkir bersama dengan puluhan mobil lainnya. Kalau saja bukan mitra terbaiknya, dipastikan Aditya tidak akan datang ke acara-acara seperti ini. Melihat peragawati dan peragawan yang berlenggak-lenggok di atas catwalk.

Aditya menyodorkan undangan berlogo khusus kepada petugas yang berjaga dipintu masuk.

"Dengan Pak Aditya?" Membungkuk hormat.

"Iya betul."

"Mari saya antar ke meja Bapak."

"Iya."

Dengan sigap penjaga itu mengantarkan Aditya ke meja yang khusus diperuntukan untuk dirinya. Meja bundar dengan dua kursi yang berada di posisi paling depan, meja tamu VVIP.

"Silahkan Pak." Penjaga itu menggeret kursi bersarung putih berpita warna gold.

"Terima kasih."

"Sama-sama.... saya permisi Pak."

"Iya silahkan."

Aditya mengedarkan pandangan, semua kursi sudah hampir terisi penuh oleh para tamu undangan dan sepertinya acara akan segera dimulai.

Pembawa acara mulai memberikan sambutannya, dan tanpa mengulur waktu lebih lama lagi, acara fashion show pun segera dimulai.

Lampu dimatikan, berganti dengan lampu terang yang hanya menyinari bagian panggung diatas sana.

Alunan musik mulai terdengar, mengiringi keluarnya satu persatu peragawati yang menampilkan busana yang dikenakannya. Berjalan kesana kemari, berlenggak lenggok memperagakan keindahan busana yang mereka kenakan, sangat menakjubkan.

Semua tamu undangan berdecak kagum, begitu juga Aditya. Pertama kali dalam seumur hidupnya melihat kemilau indahnya busana yang dibawakan oleh semua peragawati di atas catwalk dengan perawakan tubuh tinggi semampai.

Saat yag ditunggu-tunggu telah tiba, seorang peragawati muncul dengan busana indah yang menjadi andalan dalam acara fashion show kali ini.

Acara yang bertajuk Global Home Batik, peragawati itu berjalan dengan anggun. Gaun indah yang menggabungkan motif batik kuno dan batik modern yang diberi sentuhan Jepang dan Indonesia, model healneck dengan palet gradasi, menjuntai mewah menyapu lantai catwalk.

Aditya menyipitkan mata, meyakinkan penglihatan atas apa yang dilihatnya sekarang, wajah yang tidak asing itu kini ia jumpai lagi diatas sana.

Benar saja, wanita itu pun mengenalinya. Pandangan mereka bertemu tatkala peragawati itu sampai dibagian paling depan, pas sejajar dengan meja Aditya.

Sadar dengan keadaannya sekarang ini, peragawati itu pun memutar badan kembali ke tempat asal dengan deretan peragawati lain yang sudah menunggunya disana, sebagai puncak acara fashion show ini akan segera berakhir.

Lampu ruangan kembali bersinar terang. Keluarlah seorang wanita berkebaya modern. Yang merupakan desaigner ternama yang menampilkan hasil rancangan terbarunya.

"Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mitra kerja saya yang sangat luar biasa berjasa dalam mensupport perkembangan usaha ini, hingga saya bisa merambah dunia bisnis yang lebih luas yaitu dunia fashion. Maka dari itu saya akan meminta beliau sebagai Presiden Direktur Wirrbel Corporation untuk bersedia naik ke atas panggung. Mari kita sambut... Bapak Aditya Putra Wiriaatmaja."

Tepuk tangan bergemuruh. Aditya berdiri dan tersenyum dengan membungkukan badan sebagai ucapan terima kasih atas sambutan meriah yang diberikan kepadanya.

Sampai diatas panggung, Aditya menerima karangan bunga yang diberikan designer itu. Kemudian melirik wanita yang berada disebelah designer itu.

Wanita itu tersenyum canggung, matanya berlarian tak berani menatap kearahnya. Sekarang ia yakin, wanita ini adalah wanita malam yang bersamanya saat itu, yang kemarin dan tadi pagi bertemu dengannya.

*****

Adila meneguk air minumnya beberapa kali, degup jantungnya tak juga mau berhenti.

"Beb you kenapose?" Tanya Moly.

Adila menggeleng.

"You aus, dehidrasi atau kesambet jin aer?" Tanya Moly yang sedang melepaskan hiasan dikepala Adila.

"Jangan banyak tanya, cepetan gue pengen buru-buru balik."

"Serem banget sih Nek...slow dong." Cibir Moly.

Setelah selesai berbenah dan berganti pakaian, Adila segera beranjak untuk pulang, tak ingin berlama-lama meninggalkan Adira yang masih tergolek sakit.

"Dila tunggu..."

Bukannya tidak mendengar, ia sengaja menulikan telinga dari panggilan Nugie yang sekarang sedang berlari mengejarnya.

Mau apa lagi sih dia....

Nugie menarik tangan Adila agar berhenti menjauhkan diri darinya.

"Tunggu sebentar."

Adila menepis tangan Nugie," Mau apa lagi sih lu?"

"Aku tahu kamu nggak bawa mobil, jadi aku mau anterin kamu pulang."

"Nggak."

"Kamu mau naik taxi malam-malam.... bahaya Dil."

"Gue lebih bahaya kalau pulang bareng sama lu." Jawabnya ketus.

"Please Dil, aku anterin pulang ya?"

Adila mempercepat otaknya untuk segera berpikir realistis agar Nugie tidak bisa memaksanya lagi. Untungnya dari arah depan ia melihat ada seseorang yang baru saja masuk kedalam mobil seorang diri.

"Nggak bisa, gue udah ada yang jemput."

"Siapa?"

"Penting buat lo itu siapa?"

"Tentu saja, hubungan kita aja masih belum jelas, kita masih terikat."

Adila tertawa sarkas,"Itu menurut lo, tapi nggak buat gue."

Nugie bertolak pinggang," Sekarang mana jemputan kamu... mana.... kamu cuma ngarang kan?"

Adila berdecak, menggeram dalam hati karena orang yang tadi masuk kedalam mobil itu masih belum bisa bergerak karena terhalang dengan mobil lain yang hendak keluar.

"Lo nggak liat mobil disini pada berebut mau keluar?"

Nugie tersenyum, melipat tangan didada. Sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan Adila.

"Udah lah Dil, aku tahu kamu bohong. Ayo pulang sama aku." Nugie menarik tangan Adila untuk ikut bersamanya.

"Lepasin nggak... lu mau cowok gue marah?"

Nugie tertawa," Nggak mungkin kamu bisa lupain aku secepat itu."

"Terserah."

Adila berjalan menghampiri mobil si pria yang entah itu siapa yang masih mengangtri untuk keluar. Yang terpenting sekarang dia bisa aman dari cowok tidak tahu diri seperti Nugie.

"Dil kamu mau kemana?"

Nugie mengejarnya kembali, dan Adila semakin mengayunkan langkahnya lebih cepat, ingin segera sampai di mobil yang sekarang ini dia tuju.

Untungnya mobil pria itu tidak terkunci, yang dengan otomatis Adila bisa langsung masuk tanpa harus mengucapkan permisi dan berbasa basi terlebih dahulu untuk meminta pertolongan.

"Mas numpang sampai jalan raya ya, saya dikejar cowok abal-abal." Ucapnya dengan mata yang melihat Nugie yang seketika berhenti tak mengejarnya kembali. Adila tersenyum lega.

Adila bersandar, mengelus dada beberapa kali karena usaha untuk menjauh dari Nugie bisa berhasil.

Ia membetulkan posisi duduknya,sedikit menyamping pada pemilik mobil ini.

"Mas tolong... a...ku...." Kata-katanya menguap entah terbang kemana.

Mati gue.... kenapa bisa begini sih....

Untuk kesekian kalinya tatapan mereka bertemu. Adila diam tak berkutik, mulut yang biasanya banyak bicara, sekarang tercekat diantara mulut dan kerongkongan, membisu.

Mobil yang ditumpanginya ternyata milik pengusaha muda yang tadi naik ke atas panggung. Pria yang selalu ada disetiap doa yang ia panjatkan kepada Tuhan, agar Tuhan tidak pernah mempertemukan lagi denganya. Tapi ternyata.... pria bernama Aditya ini sekarang ada dihadapannya, dekat, dan hanya berjarak beberapa senti saja.

"Sebenarnya kamu siapa?"

Kaki Adila bergetar, pertanyaan pria itu jauh lebih sulit dari soal ujiannya kemarin.

Tidak mendapatkan jawaban apapun, Aditya mulai memegang kendali setir, menancapkan gas mengemudikan mobil keluar dari halaman parkir menuju jalanan kota.

"Stop, aku turun didepan sana."

Aditya menepikan mobilnya.

"Terima kasih." Ucap Adila tanpa melihat Aditya sedikitpun.

Baru saja Adila akan memegang handle pintu, Aditya menarik tangannya.

"Kamu belum jawab pertayaan saya."

Seketika jantung Adila kembali bergemuruh.

"Aku.... Aku...."

"Kamu wanita malam itu kan?"

Pertanyaan Aditya berhasil menohok hati terdalamnya, membuat Adila berani menatapnya balik.

"Aku bukan wanita malam."

Kemudian kembali melempar pandangannya,"Terima kasih tumpangannya."

Adila bergegas turun meninggalkan Aditya dengan segudang pertanyaan yang belum sempat dia tanyakan.

1
Solehatun Rayhan
bagus ceritanya aku kasih bintang 🌟 5
Solehatun Rayhan
Thor boleh ga aku ngakak 😄😄😄😄😄
Solehatun Rayhan
Angelina Jolie 🤣🤣🤣🤣🤣 astaghfirullah sorry molen ups 🤣🤣
Solehatun Rayhan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
ya Allah aku ngakak Thor 🤣🤣🤣🤣🤣
Solehatun Rayhan
assalamualaikum Thor ternyata othor ada juga di NT selain di paizo aku lg bc karya mu (cinta yg hilang,you love me, pilih aku Aruna) apalagi si Adila Adira dasar somplak🤣🤣🤣
Arin
sykurlh klo si kembar ngga suka sm stu orng yg sama...☺️
Arin
dasar kucing garong...bilng cinta tpi msih celup sana sni
Sumzumi
bagus
Julius Pius
Salah satu karya favorit dan bakal direkomendasi buat semua pembaca2 lainnya..
Julius Pius
Aduh.. benar2 sebuah jalan cerita yg menarik.. kayak bukan di dunia halu aja ya.. bg aq tu ini salah satu novel yg bakal aq rekomendasi dan jadiin favorit deh.. Nah ini aq sudah kasi like,vote dan beberapa kuntum bunga ya.. salam buat othornya deh.. Akan ku baca ulang karya othor ini kerana ianya cukup seru bg aq..
HeniNurr (IG_heninurr88): Uh ternyta dri negeri sebrang, oke Ka Nidar happy reading... slm bwt upin ipin yupzzz😅😘😘
total 3 replies
Deistya Nur
keren, sukses sllu ka buat novel terbarunya 👍
Yayoek Rahayu
boleh tuh kalo dibuat kisahnya mas Cool...dingin dingin sedep...mak nyesss😃😃😃 piss kak hennn
Umi Salsabilla
segitu amat ngidamx ,,, ngakak aku bacax 😅😅😅
Umi Salsabilla
segitu lugux Adira ,,, sampai senyum2 sendiribacax thort
Umi Salsabilla
cembokar bilang Bosss 😀
Kasmawati S. Smaroni
OMG hello adira,
Kasmawati S. Smaroni
wanita seperti adila dan adira emang pantas di lecehkan,masalahmya ayahnya sendiri gak tau kehidupan anak kandungmya.terus si kembar gak ada satupun yg punya sikap dan sifat yg tegas yg bisa menaikkan derajatnya.
Kasmawati S. Smaroni
masa dari dulu di jajah dan dzolimi ma tirinya tapi kok adila mau terima.aja di gituin.gak ngelawan gitu padahal adila kan bisa hidupi diri sendiri
Kasmawati S. Smaroni
gak suka sm dila,gaknpunya sikap yg tegas mala kesannya terlalu murahan gitu,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!