NovelToon NovelToon
Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Kehidupan Tentara / Beda Usia / Perjodohan / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Paksu... Calla janji tobat dan bakal jadi istri yang solehot buat Paksu! Asal... jangan taroh Calla di barak militer, Calla enggak mau merangkak dilumpur!"
Demi wasiat Papa, Callanta (21 tahun) terpaksa menikah dengan pria berbaju kumal yang dikira karyawan biasa. Namun pasca-nikah, pria itu membuka jaketnya dan berubah menjadi Komandan Pasukan Khusus berusia 38 tahun yang kaku, galak, dan seumuran pamannya!
Takut dididik fisik di barak karena sifat manjanya, Calla langsung mengeluarkan mode cegil (cewek gila): merayu sang suami dengan janji jadi "Istri Solehot" (Solehah tapi Hot).
Dimulailah perang domestik yang kocak: disiplin militer vs daster mini, tangisan bombay vs bentakan bariton, hingga aksi sang Komandan yang terpaksa lari maraton tengah malam demi menjaga imannya—sementara Calla asyik ronda di pinggir lapangan sambil bawa raket nyamuk listrik!
Mampukah Komandan kaku menjinakkan istri kecilnya? Atau justru ia yang takluk di bawah kuasa raket nyamuk sang Ismut (Istri Imut)?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31

"Paksu... Ismut mau nangis bombay sebenernya, tapi itu siomay di pojokan menteri pertahanan baunya manggil-manggil nama Ismut dari tadi."

​Bisikan lirih Calla di tengah keheningan lagu instrumental biola yang mendayu-dayu seketika membuat Alaric menoleh lambat. Di atas pelaminan yang mewah, momen sungkeman baru saja selesai. Atmosfer di sekitar kursi keluarga inti masih diselimuti rasa haru yang teramat pekat.

​Paman Januar, yang bertindak sebagai wali nikah Calla, masih berdiri di dekat panggung dengan mata yang sembab dan sapu tangan yang basah. Pria paruh baya itu menatap Calla dengan pandangan yang sarat akan sejuta kenangan masa lalu.

​"Calla..." Paman Januar melangkah mendekat dengan tempo lambat, suaranya bergetar hebat saat memegang pundak mungil keponakannya. "Paman bener-bener nggak menyangka... anak kecil yang dulu sering menangis nyari ibunya di sudut kamar, sekarang sudah jadi istri seorang Komandan. Ayahmu... Ayahmu pasti tersenyum lebar di atas sana, Nak."

​"Paman Januar jangan mulai deh, nanti maskara Ismut yang seharga cicilan motor ini luntur semua," cicit Calla, mencoba terkekeh walau matanya mulai berkaca-kaca menatap sang paman.

​"Paman tahu gimana beratnya hidupmu, Calla," ujar Paman Januar, air matanya kembali meluncur deras di pipi yang mulai berkerut. Pria itu beralih menatap Alaric dengan pandangan memohon yang teramat dalam. "Mayor Alaric... saya titip Calla. Anak ini... dia tidak pernah tahu rasanya pelukan seorang ibu. Ibunya pergi saat Calla belum sempat mengingat wajahnya. Hanya ayahnya Calla, yang berjuang sendirian merangkap jadi ibu sekaligus ayah sampai akhir hayatnya tanpa pernah berniat mencari pengganti."

​Alaric mendengarkan dengan khidmat, wajah sangarnya melunak penuh rasa hormat. Ia menggenggam tangan Paman Januar dengan mantap. "Siap, Paman. Saya berjanji dengan kehormatan saya sebagai prajurit dan sebagai laki-laki, saya akan menjaga, menyayangi, dan memastikan Calla tidak akan pernah merasa sendirian lagi di dunia ini."

​"Terima kasih, Mayor... terima kasih," isak Paman Januar, bahunya berguncang hebat mengingat betapa malangnya nasib Calla yang sebatang kara setelah ayahnya wafat, namun kini takdir membawanya ke pelukan pria sekokoh Alaric.

​Bibi Calla yang berdiri di belakang Paman Januar ikut menyeka air matanya dengan tisu. "Iya, Alaric. Calla ini anak yang kuat banget. Dari kecil kalau kangen ibunya, dia cuma bisa meluk baju ayahnya sambil senyum. Nggak pernah mau bikin orang lain susah."

​Calla menggigit bibir bawahnya, menatap lurus ke depan. Di dalam hati kecilnya, sebuah ruang hampa yang teramat dingin berdenyut perih. Benar kata bibinya, dia adalah anak yatim piatu yang malang. Sebatang kara di dunia yang kejam ini. Kesedihan tentang masa kecilnya yang sepi tanpa belaian seorang ibu adalah luka terdalam yang selalu ia kunci rapat-rapat di balik tawa renyahnya. Dia bersumpah tidak akan membiarkan air mata kemalangannya menjadi tontonan kasihan bagi ribuan pasang mata di aula mewah ini.

​Tapi... di saat semua orang sedang larut dalam tangisan haru berdarah-darah...

​KRIUKKK...

​Sebuah suara demonik yang teramat nyaring tiba-tiba berasal dari balik gaun pengantin mewah Calla. Suara keroncongan perut yang sangat tidak tahu diri itu menggema cukup jelas di antara Alaric, Paman, dan Bibinya.

​"Hehehe..." Calla langsung menyengir kuda, memegangi perutnya tanpa tahu malu. "Paman, Bibi, Paksu... sedihnya kita tunda dulu boleh nggak? Ini lambung Ismut udah melakukan unjuk rasa besar-besaran. Ismut laper banget, beneran deh! Dari subuh cuma dikasih minum air putih dua teguk sama periasnya."

​Paman Januar yang tadinya masih sesenggukan seketika menghentikan tangisannya. Ia melongo, menatap keponakan ajaibnya dengan pandangan tidak percaya. "Calla... kamu ini lagi di pelaminan agung, lho. Masa mikirin makanan?"

​"Ih, Paman! Biar yatim piatu sebatang kara, urusan perut tetap nomor satu dong!" seru Calla frontal dengan volume suara yang sengaja dikecilkan. "Sedihnya nanti lagi bisa dilanjut di rumah dinas sambil meluk Paksu. Sekarang Ismut butuh asupan siomay yang bumbunya medok itu, sama salad buah yang kejunya melimpah di sebelah sana!"

​Pfft.

​Bibi Calla yang tadinya memasang wajah melankolis langsung kelepasan tertawa, menepuk dahi melihat tingkah ajaib keponakannya. "Ya ampun, Calla... Calla. Kamu bener-bener nggak berubah ya. Suasana lagi sedih begini malah hancur gara-gara siomay."

​Paman Januar akhirnya ikut terkekeh geli, menghapus air matanya dengan sisa-sisa rasa haru yang mendadak menguap entah kemana. "Ya sudah, ya sudah. Mayor Alaric, tolong itu istrinya dikasih makan dulu. Jangan sampai Ibu Komandan pingsan di pelaminan bukan karena tegang, tapi karena kelaparan."

​Alaric yang sejak tadi mengamati istrinya hanya bisa menarik napas panjang, menahan senyuman takzim di sudut bibirnya. Ia tahu betul, kecentilan dan kelaparan Calla saat ini adalah tameng terbaik yang sengaja gadis itu pasang agar tidak terlihat lemah di depan umum.

​Pria bertubuh raksasa itu bangkit berdiri dari kursi pelaminan, lalu menunduk menatap Calla yang masih duduk sambil menatap lapar ke arah barisan stall makanan. "Berdiri, Calla. Saya ambilkan makanannya."

​"Hwaaa, beneran Paksu?!" Mata kucing Calla langsung berbinar cerah 100%, mode sedihnya hilang tanpa bekas. "Paksu mau ambilin Ismut siomay? Pakai bumbu kacangnya yang banyak ya! Terus jeruk limaunya diperas dua biji! Sama salad buahnya jangan lupa, kejunya harus menggunung kayak Gunung Semeru!"

​"Iya, Ismut. Tapi kamu harus ikut saya ke meja VIP di bawah. Tidak sopan kalau makan di atas kursi pelaminan," ujar Alaric dengan suara baritonnya yang lambat, stabil, dan penuh wibawa. Pria itu mengulurkan tangannya yang terbungkus sarung tangan putih ke depan Calla.

​"Siap, laksanakan, Suami seksi!" Calla dengan sangat riang menyambut uluran tangan besar Alaric, bangkit berdiri dengan gaun mewahnya yang menjuntai anggun, lalu menggandeng erat lengan berotot suaminya.

​Saat mereka berjalan lambat menuruni tangga pelaminan menuju meja keluarga, beberapa tamu undangan dan prajurit yang berpapasan menatap mereka dengan senyum heran.

​"Komandan mau kemana itu? Acaranya kan belum selesai?" bisik Kopral Dian di barisan belakang.

​"Kaya kagak tahu bini Komandan aja lu, Dian," sahut Sertu Hendra terkekeh pelan. "Itu pasti Ibu Calla kelaparan. Lihat aja tuh matanya melotot ke arah pondok siomay."

​Di meja VIP, Alaric dengan sangat telaten menarikkan kursi untuk Calla, memastikan gaun pengantin istrinya tidak tersangkut. Setelah Calla duduk manis, Alaric berjalan lambat menuju barisan makanan, mengambil satu piring penuh siomay dan satu mangkuk salad buah sesuai pesanan spesifik istri kecilnya.

​Begitu Alaric kembali dan meletakkan makanan itu di meja, Calla langsung menyambar garpu dengan binar mata yang teramat bahagia. "Ya ampun... surga dunia banget ini! Makasih ya, Paksu Komandan paling pengertian!"

​"Makan perlahan, Calla. Cadarmu disingkap sedikit saja, jangan sampai terkena bumbu kacang," tegur Alaric lembut, duduk di sebelah Calla sambil menjaganya dari pandangan tamu-tamu lain yang berlalu lalang.

​"Nyam... emhh, enak banget!" Calla mengunyah siomaynya dengan pipi yang menggembung lucu seperti tupai. Gadis itu melirik Alaric dari balik bulu mata lentiknya. "Paksu nggak malu punya istri sebatang kara yang kerjaannya cuma bisa malu-maluin di depan jenderal dan malah maruk makanan begini?"

​Alaric terdiam sejenak. Tangan besarnya bergerak lambat, mengusap setitik bumbu kacang di sudut bibir Calla dengan ibu jarinya yang terbungkus kain putih. Tatapan mata elangnya meredup, memancarkan rasa sayang dan perlindungan yang teramat mutlak untuk wanita di depannya.

​"Saya tidak pernah peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain, Callanta," bisik Alaric dengan suara bariton yang teramat dalam, stabil, dan berat. "Bagi saya, kamu adalah berkah terbesar. Mau kamu sebatang kara, mau kamu maruk makanan, statusmu hari ini adalah istri sah saya. Dan tugas saya adalah memastikan perutmu kenyang, dan hatimu tidak pernah terluka lagi."

​Calla menghentikan kunyahannya. Kalimat lambat namun mematikan dari Alaric seketika menusuk tepat di ulu hatinya, membuat rasa hangat yang teramat asing namun menenangkan menjalar ke seluruh tubuhnya. Gadis sebatang kara itu tersenyum sangat tulus, matanya berkaca-kaca bukan karena sedih, melainkan karena sadar... dia telah menemukan rumahnya yang sesungguhnya.

​"Paksu..." cicit Calla manja, menaruh garpunya sebentar lalu menyandarkan kepalanya di bahu tegap berbalut seragam PDU Alaric. "Ismut beneran sayang banget sama Paksu. Habis makan siomay ini, Ismut janji bakal lanjutin bucinnya sampai malam pertama kita di rumah dinas nanti, hehehe."

​Alaric hanya bisa menghela napas pasrah, menahan senyuman gelinya mendengar perubahan suasana hati istrinya yang secepat kilat. "Tuntaskan dulu siomaymu, Ibu Alaric."

1
Popy Ana
sama2 tentara rupanya.. iya kan kalau di Korea wajib militer kan yaa 😁
selamat Michelle dan minchul dapat restu dari pak letkol 👏👏
Ariska Kamisa: iyah dikorea wajib 🤭
total 3 replies
Popy Ana
micell jodoh mu tanjir melintir dong yaa.. opa opa Korea 😂😍
Ariska Kamisa: iyah Alhamdulillah yaa🤭🤣
total 1 replies
Popy Ana
varo,vero.. welcome to the world...
semoga menjadi anak anak yg Soleh gagah berani , setia dan tanggung jawab. kayak pa Al,🥰🥰
Popy Ana: 😍😍semungut Thor nulis nya yaaa 🥰🥰
total 2 replies
Popy Ana
Alhamdulillah, selamat cala dan letkol Alaric atas kelahiran baby twins..
selamat menjadi orang tua baru..
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak atas dukungan 🙏🙏🙏
total 1 replies
Popy Ana
baby twins otw.. pak letkol akan jadi bapak 🤭🥰
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Popy Ana
calla kamu dah bisa buat kue bolu yaa 🤭 gak bantet kan yaaa..
Ariska Kamisa: iya dong 🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Popy Ana
beruntung banget kamu Calla punya suami kayak letkol Alaric 🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
calla mode calem+ manjalita 🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
ya ampun pak letkol dasteran.. gak kebayang gimana bentuk nya Alaric Vance 🤭😂😂
Ariska Kamisa: cucok kak.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Popy Ana
yg mau lahiran 1 orang, heboh nya satu pangkalan 🤣🤣😂 emang beda kalau primadona..
Ariska Kamisa: heboh ya kak..🤭🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kebayang lucunya kaya apa lagi..🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: stay read terus ya kak makasih🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh calla udh mau lahiran aja nih... ga sabar nunggu kericuhan si kembar dan papa kaku nya🤣
Ariska Kamisa: iyah kak biar ga boring alurnya aku percepat
total 1 replies
umie chaby_ba
skakmat lu ad ad..
umie chaby_ba
dih... resek lu ... 🤭🤣🤣
Thewie
tahan kan ulat bulu🤣 malu sendiri kan🤣🤣
Ariska Kamisa: tenang kan.. orang sirik mah ga ada temennya🤭
total 1 replies
Thewie
mundur kau ulat keket masa lalu🤭🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Thewie
penasarannnnn deehh.. gimana si ulat bulu ya.. Thor i lope u pul 🤣🤣🤣
Thewie
astaga ulat bulu salah cari lawan
Ariska Kamisa: dikira calla wanita biasa kak🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
jangan takut cal klo lo ga lakuin
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
English Lesson
Lucu, menghibur☺️
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!