NovelToon NovelToon
Sorry, I Love You.

Sorry, I Love You.

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:656.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Rubby Hania, Gadis cantik yatim piatu yang di asuh sang paman dan Bibi. Namun sayang sang Bibi begitu kejam memperlakukan nya.

Suatu malam tepat setelah sang paman di makamkan, Rubby di usir sang Bibi. Rubby bertemu seorang pria bule yang sedang melintas. Marco Tarance hampir saja menabarak nya. Marco sempat memakinya. Namun anak laki-laki Marco yang berusia 6 tahun Avalon Tarance, malah menolong dan membawa Rubby pulang.

Akhirnya Rubby menjadi pengasuh Avalon. Suatu malam Marco hampir memperkosa Rubby, dan Avlon yang memergoki sang Ayah yang hendak berbuat aib, maka ia memaksa Marco agar menikahi Rubby.

Bagaimana kisah selanjutnya Antara, Rubby, Marco dan Avalon. Sorry, I Love you.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Sebagai Adik

"Silahkan masuk Rubby! tak perlu ragu, anggaplah rumahmu sendiri," ucap Marco.

"Terimakasih Marc! oh ya Marc. Jika di hadapan Vallon dan yang lainnya, aku tetap Panggil kamu Tuan ya!" pinta Rubby setelah masuk ke dalam apartemen milik Marco.

"As you wish!"

(Seperti yang kamu inginkan) Jawab Marco datar. 'Hah! kemana kehangatan Marco yang tadi?' Rubby mengikuti Marco menuju ruang tamu.

Marco mempersilahkannya duduk. Rubby pun duduk di sofa menghadap ke arah jendela. Marco menunju ke arah kulkas dan ia mengambil minuman. Dua kaleng soft drink.

"Di luar hujan ya?" tanya Rubby

"Iya, hujan deras," Jawab Marco masih tetap terlihat dingin.

"Ya Allah." ucapan Rubby yang terdengar berdesah antara sebuah kecemasan dan rasa bingung.

"Ada apa?" tanya Marco, tidak mengerti namun ia faham Rubby menyimpan kegelisahan. Sikap Marco pun sedikit mencair.

"Tidak!" ucapnya Rubby, ia melirik Marco sinis. Marco tersenyum kecut. "Mana Rubby yang lembut?" batinnya.

"Tidak, kenapa?" tanya Marco seraya menghampiri Rubby dan duduk di hadapannya.

"Sudahlah! Marc." tukas Rubby. Marco diam, Ia kembali dingin mengamati Rubby.

"Baik, lalu...Aku harus mulai bercerita dari mana?" tanya Rubby.

"Ah! mulailah dari saat pertama kali kita bertemu," ucap Marco, tatapan tajam nya tak bergeming dari wajah Rubby. Membuat Rubby menghela nafas dalam untuk menenangkan diri dan hatinya yang tak karuan.

"Huuwwss..Tenang Rubby! anggap saja doi itu patung es!" batin Rubby hingga ia mengatupkan mulutnya menahan tawa.

"What?"

Tanya Marco. Ia menyadari Rubby sedang menahan tawa, terlihat sedikit guncangan pada tubuh Rubby yang menandakan ia sedang mengekeh.

"Nothing!"

Jawab santai Rubby dengan aksen Inggris yang terlihat bagus. "Waw kamu pintar berbahasa Inggris ternyata!" ucap Marco. karena walaupun satu kata, ucapan Rubby tidak kaku itu menandakan bahwa Rubby menguasai bahasa Inggris walaupun baku.

"Please Marc! kapan aku bercerita jika Anda tidak diam," ucap Rubby kembali, si Tuan es ini lama lama jadi es serut ,lumer dan berair dan kali ini Rubby pun tidak kaku seperti Rubby si pengasuh Vallon.

Marco tertegun.Ia menangkap sisi lain dari Rubby, dari nada bicaranya seperti perempuan yang berpendidikan, bersahaja, anggun, ada sedikit keangkuhan namun bukan sombong dan sepertinya ia sudah terbiasa bergaul dengan kalangan atas.

sebetulnya Marco ingin menggali lebih dalam tentang sisi lain Rubby, namun ia urungkan melihat dari gelagat Rubby yang sudah mulai tak nyaman dengan setiap pertanyaan yang ia lontarkan.

"Oke, silahkan mulai ceritamu!" pinta Marco datar.

Lalu Rubby mulai menceritakan ketika ia bertemu Marco di jalan, bawa Ia baru saja kehilangan pamannya dan entah kesalahan apa sehingga Bibinya mengusir Rubby dari rumah malam itu juga.

"Oh my God!" ucap Marco merasa terkejut. "Sungguh ada orang sekejam Bibi mu Rub? Bibi yang harusnya layak sebagai orang tua untuk mu dan aku percaya kata katamu, karena aku sudah melihat kekejaman Bibi mu tadi." Tukas nya lagi geram. Mata angry bird menukik tajam, nafas nya mendengus kasar.

"Bagaimanapun perlakuan nya! ia tetap saja Bibi ku Marc," ujar Rubby.

"Ok. She is your Aunty!(Baik. Dia adalah Bibimu)! lalu ceritakan yang lainnya?" tanya Marco

"Yang mana lagi?" tanya Rubby. "Saat kamu di rumah paman mu! apa yang kamu lakukan?" tanya Marco lagi.

Hemm..awalnya Rubby ragu untuk menceritakan semuanya. Namun saat ini tidak ada orang lain yang dapat menolongnya selain Marco. Bahkan Marco berucap akan melindungi nya, maka dari itu Rubby berpikir biarlah Marco tahu segalanya, tentang dirinya.

"Baik Marc! sebetulnya aku dirawat Paman dan Bibi ku sejak usiaku 11 tahun ketika Nenekku meninggal. Aku di asuh oleh Nenek sejak usia 5 tahun Karena orang tua kandungku sudah meninggal sejak aku kecil katanya kecelakaan kapal laut dan hingga kini jasad mereka belum diketemukan," tutur Rubby

"Ya ampun, hidupmu tragis sekali," ucap Marco lalu ia menghampiri Rubby dan duduk di sebelahnya. Percis di sebelahnya malah paha Marco menempel pada paha Rubby.

Deg! deg! nyeeekk rasa hati Rubby. Lalu Rubby berusaha sedikit bergerak hendak menjauh dari Marco namun Marco menarik pinggang Rubby dengan tangan kirinya.

"Jangan terlalu jauh, kita tidak sedang menaiki angkutan umum," celetuk Marco membuat Rubby tiba tiba menahan tawa dengan menutup mulutnya memakai telapak tangan nya.

"Hey what's wrong?" (Hey, ada yang salah?) tanya Marco yang menyadari Rubby sedang menertawakan celetukan nya. Marco pun mesem salah tingkah. "Minumlah!" tawar Marco kemudian setelah membuka tutup kaleng softdrink lalu menyodorkan nya pada Rubby.

Rubby pun meraih minum itu. "Terimakasih," ucap nya. Setelah berucap Bismillah, ia pun meminum nya sedikit.

"Silakan, lanjut bercerita," ucap Marco pada Rubby.

"Maaf Marc! bisakah tangan Anda di kondisikan?" tanya Rubby lembut! yang merasa tak nyaman dengan posisi Marco, saat itu tangan kirinya yang kekar melingkar di pinggang Rubby menarik tubuh nya merapat pada tubuh Marco. Sedangkan Rubby tetap duduk dengan tubuh nya yang tegak lurus dan kaku.

"Ooppss Sorry, memang aku terbiasa mendengarakan pasangan ku bercerita dengan posisi seperti ini!" ucap Marco entah ia sadar atau tidak dengan yang ia ucapkan.

Rubby menjengitkan kepala seraya melirik kearah Marco bingung. "Pasangan? maksudnya Marco apa? ah sudahlah mungkin ia mengigau efek hujan." batin Rubby.

Rubby tetap membiarkan posisi Marco seperti sebelumnya walaupun merasa risih dan tak nyaman, darahnya terasa mendidih, tubuhnya seakan melayang. Berdebatpun hanya akan membuat suasana makin tak karuan dengan ke arogansian Tuan bongkahan es kutub itu.

Di tambah lagi kini menggenggam erat kedua tangannya yang ia letakkan di pangkuan Rubby. tubuh Marco menghadap ke arahnya.

Sudah barang tentu Rubby serba salah, ia bukan wanita yang mudah di dekati apalagi dengan mudah di sentuh laki-laki. Namun mengapa dengan Tuan kutub es ini Rubby tidak berkutik.

"Jangan takut Rubby! aku akan selalu melindungimu. Dapatkah dari teman, lalu mempunyai hubungan lebih?" tanya Marco setengah berbisik.

"Maksud mu Marc?" Rubby tidak mengerti.

"Misalnya Adik! ya sebagai Adik untuk ku," ujar Marco. "Adik?" Rubby mengkerutkan dahi.

"Apa aku pantas menjadi adikmu?" tanya Rubby kembali.

"Yups Adik! Kamu tidak keberatan kan? pantas saja megapa Memang nya?" tanya Marco balik.

"Ta-pi....." Cup. belum selesai Rubby bicara, Marco sudah mengecup keningnya serta memeluk tubuhnya.

"Maaf Marc. Lepaskan aku! kita bukan

Mahram, tidak boleh seperti ini." Rubby berusaha berontak.

"Kan saat ini kamu adikku Rubby. tidak mengapa jika aku mengecup kening mu serta memelukmu, pelukan kasih sayang dari Kakak kepada Adik," ujar Marco santai.

Entahlah, hati Marco selalu bergetar seperti ada bunga-bunga dan kumbang berterbangan di dalam hatinya, saat dekat dengan Rubby, melihat Rubby, bahkan hanya mendengar suaranya pun hatinya merasa ditaburi bunga bunga indah berwarna warni.

Rubby hanya diam memejamkan mata. Ia pun menikmati pelukan Marco. Rubby tersadar saat ia rasakan bibirnya terhimpit sesuatu dan ketika ia membelalakan matanya ternyata bibir Marco sudah menempel pada bibirnya

"Jangan Marc, please! tidak ada seorang kakak terhadap adiknya melakukan ini," tukas Rubby menarik diri.

Sebentar saja Rub. Aku ingin menjadi kakak yang mengajarkan mu banyak hal." Kilah Marco yang tak mau mengakui perasaan sebenarnya.

"Maaf, Marc! Rubby mendorong tubuh Marco dengan sekuat tenaga dan Marco pasrah begitu saja ketika ia terjengkang di atas sofa.

Rubby berlari kearah jendela besar yang menyuguhkan pemandangan jalan dan gedung apartemen serta perkantoran.

Marco menghampirinya. Ia masih berusaha memeluk Rubby dari belakang.

"Maaf Rubby. aku tidak bermaksud apapun, Aku hanya ingin merasakan kehangatan dan kelembutan mu," ucap Marco. "Aku kesepian dan setiap kali dekat dengan mu aku merasa bahagia, apalagi mendapatkan perhatian darimu aku merasa tersanjung dan memiliki kehangatan dalam diriku."

"Jangan pernah, kamu berbuat macam-macam padaku ya!" ucap Rubby sedikit sesak dengan perasaan nya yang bergemuruh. jujur ia takut akan gelagat Marco yang sudah berani memeluk dan menciumnya.

"Tolong..Aku hanya ingin memelukmu seperti ini, tidak akan melakukan lebih," ucap Marco meyakinkan Rubby.

1
Princess El
bagus
Ran Aulia
👍👍
Djie Marwati Laissa
Masya Allah nikmat mana lagi yg kW dustakan..dpt suami Soleh bonus tajir melintir pless face wowww tentux hahahah
Djie Marwati Laissa
mantap Rubby 2 lelaki yg ingin melindungimu
RH 1225
menarik, + pnasaran ni dgn ceritanya
RH 1225
Aku mampir thor,
🌺awan's wife🌺
kirain Nara cewek Thor😅😅😅
Maryana Fiqa
itu darah vitamin Dady val 🤣🤣🤣
Depp Kazieh
kira, n nara cwe hihi
Depp Kazieh
kira, n nara cwe hihi
Warie Hawari
kasian emily klo papinya ruby kmbli sm kairis
Warie Hawari
q pkir nara itu cwek😂
Warie Hawari
visualnya mna thor..
Ardan Enggar
emily q gemes deh ma authorrrr
msak orang baik harus d madu
tpi gpp udah ending juga
Ardan Enggar
vallon terence ilove you
Ardan Enggar
emily tu baik to tadak sih
gemes q ma emily
pngen uwel uwel mak AUTHORRRRRRRRRR
Follow Author.IG: rosenoor_193: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kabooorr
total 1 replies
Ardan Enggar
pas part ini knPa q malu z
Ardan Enggar
dag dig dug derrrrrrr DAIA.....
Q GA HARUS nunggu up nya buat tahu kejutan krna pas q baca udah tamat
tpi tetep aja masih deg deg an
Ardan Enggar
tutur bhasa dan cara panggilan antar seseorang begitu merdu n membuat jiwa halu q meronta ronta
Ardan Enggar
ni novel bagus tpi paling masuk d hTi n kehaluan q itu cma aa"bro afnan
pa lagi yg part 1 walah 3kli baca ga bosen
ampe klo dngar bacaan Ar-Rahman q pasti inget ustad afnan
smangat bunda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!