NovelToon NovelToon
ARSHEL (Arion & Sheril)

ARSHEL (Arion & Sheril)

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:455.5k
Nilai: 5
Nama Author: haniyahhputri

Entah keberuntungan atau kesialan bagi seorang Sheril dengan mudahnya jatuh ke dalam pesona seorang Arion yang ketus, galak dan cuek.

Arion si pemilik sejuta pesona, mampu memikat banyak hati orang, tapi nyatanya hati Arion lah yang paling sulit untuk dipikat.


Bagi Sheril, Arion adalah orbitnya. Dunia Sheril seakan hanya tertuju kepada Arion seorang.

Bagi Arion, Sheril adalah salah satu dari sekian banyak bintang yang mengelilinginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 - Arion Marah?

"Yan, mana lilinnya?"

"Setdah, santai keles, nih lilinnya," sahut Vian.

"Pisau kue mana? Pisau kue?"

"Itu dodol, di samping lo," Gara menepuk kepala Sheril pelan.

"Oh iya bego."

"Sini lilinnya gue pasangin," Rangga mengajukan diri dengan senang hati.

"Cepetan, ntar si Arion keburu kelar mandinya," Rayhan menjadi ikut-ikutan rempong.

"Sabar anjeng. Gue udah cantik belom?"

"Nunggu ganti presiden dulu baru lo cantik. Buluk begitu bau jomlo." Balas Vian sarkastik.

"Ssstttt, jangan berisik!" Ujar Rangga menengahi agar percekcokan Sheril dan Vian tidak berlanjut.

"Ya udah ayo cepetan masuk."

🌞🌞🌞

Arion menuruni anak tangga, kedua tangannya sibuk mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil.

Tahu saat ojek delivery akan datang, Sheril mendesak agar Arion pergi ke kamarnya dan membersihkan diri. Sheril juga mengatakan Ia dan teman-temannya tak keberatan menunggu Arion mandi terlebih dahulu. Pasti udara panas di Jakarta membuat Arion tidak nyaman.

"Hiji dua, hiji dua tilu,"

"HAPPY BIRTHDAY ARION!"

"HAPPY BIRTHDAY ARION!"

"HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY!"

"HAPPY BIRTHDAY ARION!"

Setelah nyanyian berakhir, terompet ulang tahun di tiupkan secara serempak, kecuali Sheril. Kedua tangan Sheril sedang memegang sebuah kue ulang tahun yang tadi di pesannya.

Arion menatap teman-temannya takjub. Tidak menyangka mereka akan memberi kejutan seperti ini. Mereka semua menemani di hari ulang tahunnya saja itu semua sudah lebih dari cukup bagi Arion. Lelaki itu tidak ingin merasa kesepian di hari spesialnya. Biasanya setiap tahun Ia merayakan ulang tahun bersama kakaknya.

"Close your eyes Arion and make a wish, please," perintah Sheril.

Arion memejamkan mata, menuruti perintah Sheril. Ia mengucapkan sederet harapan di umurnya yang menginjak 16 tahun. Tapi, entah kepada siapa Arion mengajukan harapan tersebut. Sudahlah, setidaknya Arion menuruti perkataan Sheril.

Setelah mengucapkan sederet harapan, Arion membuka matanya kemudian meniup lilin-lilin tersebut hingga padam. Suara tepukan tangan menyambut Arion.

Takut kuenya terjatuh, Sheril meletakkan kue tersebut di atas meja tamu Arion. Sementara triple box pizza beserta minuman lain yang mereka pesan di letakkan di lantai. Mereka semua lebih suka lesehan ketimbang duduk di atas kursi, suka tak suka, Arion harus menyesuaikan diri dengan mereka.

Sheril menyerahkan pisau kue kapada si empu yang sedang berulang tahun hari ini, setelah menerima pisau kue yang di berikan Sheril, Arion memotong kue ulang tahunnya menjadi beberapa bagian.

Arion menatap Sheril dengan tatapan aneh, memberi kode melalui matanya, seakan Ia ingin mengatakan sesuatu namun tidak bisa. Setelah berpikir cukup lama, Sheril menyampaikan apa yang Arion belum bisa sampaikan.

"Kata Arion, lo semua ambil aja kuenya sendiri. Punya tangan, punya kaki, gak usah manja!" Sheril menambahkan sendiri satu kalimat terakhir.

Sebelum Arion mengambil sepotong kue hendak di berikan kepada Sheril, gadis itu sudah terlebih dahulu mencomot dan melahapnya sendiri. Arion mengurungkan niatnya.

Setelah menelan kuenya, Sheril berkata, "Gar, gue mau ngomong sama lo,"

Gara mengangguk, Ia mengambil satu gelas minuman dan mengambil tempat duduk yang agak berjauhan dengan teman-temannya yang lain. Menjaga privasi meski masih di dalam satu ruangan yang sama.

Sheril juga melakukan hal yang sama seperti Gara, Ia duduk bersila di hadapan Gara kemudian mulai menyampaikan apa saja yang Adena bicarakan saat bersama Adena di sekolah tadi.

Arion bergabung dengan teman-temannya. Dari sini, Ia melirik Sheril sekilas yang tengah serius berbincang dengan Gara.

Tidak sampai setengah tahun Ia baru mengenal Sheril. Mengenal seseorang bukan dari seberapa lama mengenalnya, tapi dari seberapa dalam mengenalnya. Arion tidak menyesal mengenal sosok Sheril, sosok yang memberikan warna lain ke dalam hidupnya.

🌞🌞🌞

Tak terasa, akhirnya ujian akhir semester telah tiba. Sebagian besar diantara mereka semangat ketika ujian akhir semester tiba. Bukan karena ujian yang akan mereka hadapi, melainkan karena libur panjang akan tiba setelah ujian akhir semester.

Ujian berjalan sangat lancar. Arion dan Sheril ujian di ruangan terpisah. Kelas ujian di urutkan secara acak dari tiga angkatan setiap jurusan. Otomatis, anak kelas X duduk bersama kakak kelas mereka.

'Bahagialah wahai kalian yang lagi kesemsem duduk dekat Arion!'

Arion dan Sheril juga sudah tidak melakukan kegiatan belajar bersama sejak dua pekan sebelum ujian diadakan. Mereka berdua belajar masing-masing, tapi Arion akan mengirimkan pesan suara atau video mengenai pembelajaran bahasa Spanyol dan bahasa Korea yang Arion ajarkan kepada Sheril beberapa bulan terakhir ini

Sebenarnya Arion tidak mengetahui bahasa Korea sama sekali. Hanya karena Sheril, entah kenapa Arion rela menelepon video kepada kakaknya setiap hari hanya untuk meminta materi tentang bagaimana cara belajar bahasa Korea.

Setelah ujian akhir semester berakhir, Arion pergi ke Korea untuk menghabiskan waktu libur akhir tahun bersama kakaknya. Sebab tidak mungkin jika Ia dan kakaknya kembali ke New York saat situasi di sana belum stabil.

Selama libur panjang, Sheril menjadi uring-uringan sendiri. Ia merindukan sosok Arion. Sheril dan Arion tidak berhubungan sama sekali meski sekadar mengirimkan pesan singkat 'hai' atau hal semacamnya.

Kerjaan Sheril sepanjang liburan pun hanya rebahan di kasur sambil menonton drama Korea kesukaannya.

Rayhan sendiri pergi ke Yogyakarta menemui sanak saudara sekaligus mengunjungi destinasi wisata terkenal di sana, jadi Sheril merasa tambah kesepian karena tak ada teman bermain di rumah. Sheril adalah anak tunggal

Bukan hanya rebahan dan menonton drama Korea, Sheril juga rajin mengetik rangkaian kata indah di laptop. Selain beberapa puisi, Sheril juga menuangkan cerita tentang dirinya dan Arion.

Kalau kerjaan Sheril hanya rebahan sambil menatap layar laptopnya, liburan akan terasa singkat bagi Sheril. Menangis bombay karena terbawa suasana drama Korea sudah menjadi rutinitasnya.

Malam tahun baru bagi Sheril juga terasa suram. Ia hanya menonton film barat berjudul P.S I Love You tentang istri yang berusaha mengikhlaskan kepergian suaminya.

Sheril sendiri juga tidak berniat keluar rumah di malam tahun baru hanya untuk menyaksikan kembang api yang mulai menghiasi gelapnya langit malam. Lagi, lagi dan lagi, Sheril telah terbawa suasana hanya karena film yang ia tonton.

Liburan tahun baru kali ini sedikit tidak menyenangkan. Tanggal 2 Januari, lebih tepatnya satu hari setelah tahun baru, Ia sudah di jadwalkan masuk sekolah. Sheril dan kasur sudah menempel rapat tak bisa terpisahkan bagai amplop dan prangko, saking lamanya Sheril hanya melakukan kegiatan rebahan.

Rebahan, everyday, everytime during the holidays. Huh!

Tidak ada api semangat yang Sheril tunjukkan di hari pertamanya masuk sekolah di awal tahun. Rupanya Sheril sudah sayang kepada kasurnya, melebihi rasa sayangnya kepada Arion selama liburan.

Sheril menantikan ucapan selamat tahun baru dari Arion yang tidak mungkin Arion sampaikan. Ingin mengirim pesan duluan kepada Arion, tapi Sheril sungkan. Takut mengganggu Arion.

Baru Sheril menginjakkan kakinya di lantai koridor sekolah. Hatinya sudah di buat nyes-nyes oleh hal apa yang sedang Ia lihat saat ini.

Di sana, Arion dan Reina sedang berbincang akrab. Arion juga tampak sangat santai ketika berbincang dengan Reina.

Sheril tidak tahu. Tidak ada angin, tidak ada hujan, Sheril rasa Arion dan Reina sepertinya mulai semester baru ini menjadi lebih akrab dari sebelumnya.

Beruntung Sheril membawa sekotak cupcake yang telah ia buat dengan susah payah. Ia merasa berhutang budi jika tidak memberikan Arion sebuah masakan seperti apa yang Arion pinta waktu itu. Jadi selama sisa akhir liburan, Sheril belajar dari Internet bagaimana cara membuat cupcake.

Sheril sendiri tidak yakin jika rasa cupcake ini seenak buatan di toko-toko. Tapi ini adalah percobaan kedua kalinya membuat cupcake. Meski belum rapih menghiasi cupcakenya, tapi Sheril membuatnya dengan penuh perasaan.

Macam Spongebob kalau masak menggunakan cinta.

"Yon!" panggil Sheril dari jarak 10 meter.

Itu tidak membuahkan hasil, Arion masih asik berbincang dengan Reina.

"Arion!" Panggil Sheril lagi setibanya ia di depan Arion dan Reina.

Tadi pagi saat di parkiran sekolah, Sheril di beri informasi oleh Rangga. Lelaki itu sangat bisa diandalkan dalam hal mencari sebuah informasi, apapun itu. Rangga mengatakan jika umur Sheril dan Reina adalah sama. Yang artinya, saat SMP Sheril masuk ke dalam kelas akselerasi sehingga hanya perlu 2 tahun saja bersekolah SMP.

Sheril jadi curiga, kalau selama ini Rangga adalah seorang stalker. Informasi dari Rangga tidak pernah di ragukan lagi.

Informasi dari Rangga membuat Sheril semakin percaya diri ketika berhadapan dengan Reina. Toh umur mereka juga sama. Indonesia itu, yang muda menghormati yang tua, yang tua menghargai yang muda. Ini juga bukan Korea dimana orang menghormati hanya karena sebuah jabatan atau tingkat status yang lebih tinggi.

Sheril melipat kedua tangannya, mulai hari ini ia akan memperlakukan Reina sama rata, tidak memandang kakak kelas.

"Yon, ke kelas yuk, gue mau kasih lo sesuatu," ajak Sheril, mengabaikan Reina yang hadir diantara mereka.

"Ke kelas? Sekarang?" Tanya Arion ragu.

"Ya ilah, sekarang kelees. Besok keburu basi," Sheril menekankan kata terakhirnya.

Arion menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bingung bagaimana cara menolak Sheril karena saat ini Arion dan Reina sedang membicarakan hal serius.

Sadar Arion tengah kebingungan, Reina berkata. "Mata lo buta? Gak liat gue lagi ngobrol serius sama Arion?"

Sheril mendelikkan mata menatap Reina. Akhirnya terbongkar sudah sikap Reina yang telah Sheril nanti-nantikan.

"Mata lo buta gak liat gue lagi berdiri di depan Arion? Perlu gue anterin ke dokter?" Balas Sheril sarkastik.

Reina melototkan matanya. "Kurang ajar ya lo sama kakak kelas!" Amarah Reina mulai terpancing.

Sheril berdecih sinis, begitu kencang. "Cish! Emangnya gue gak tau kalau umur kita sama?"

"Setidaknya hormati dan hargai kakak kelas lo!"

"Hormat? Lo udah jadi tiang bendera sekarang? Apa tuh tadi, hargai? Lo mau gue hargai berapa?" Sheril tersenyum picik.

Murka, Reina berdiri dari tempat duduknya kemudian ia mendorong Sheril. Beruntung Sheril siap dengan serangan tiba-tiba, jadi tak ada ceritanya ia jatuh di hadapan kakak kelas.

Sheril jadi ikut-ikutan kesal. Ia mendorong Reina balik menggunakan tangan kirinya, tidak kencang sebenarnya, tapi Reina langsung terjatuh selepas Sheril mendorongnya.

Sontak Arion langsung berjongkok, membantu Reina berdiri. Sheril berdecih sinis melihat tingkah Reina yang semakin menyebalkan di matanya.

Setelah Arion membantu Reina berdiri, lelaki itu menatap Sheril tajam.

"What the hell are you doing?" Tanyanya dengan tatapan tidak percaya.

Sheril menganga, melihat tingkah laku kedua manusia di hadapannya saat ini.

"Estoy decepcionado de ti," ujar Arion menggunakan bahasa Spanyol, lalu mengajak Reina pergi dari hadapan Sheril.

Sheril mengerjapkan mata, otaknya berusaha menerjemahkan apa kata Arion. Sheril tahu, Arion berbicara menggunakan bahasa Spanyol yang artinya kalimat itu hanya tertuju untuknya dan Arion tidak ingin orang lain tahu selain dirinya dan Sheril..

Sheril menjadi panik sendiri setelah otaknya menerjemahkan apa kata Arion barusan.

Aku kecewa denganmu.

Tunggu dulu, jadi... Arion marah kepada Sheril?

1
Iceu Ktp
novel mu bagus aku suka cerita nya semangat untuk berkarya
Niyan Wahyuni
😭😭😭
Pipit Sopiah
dari season pertama sekarang season kedua serasa sheril ngejar-ngejar Arion 🤦‍♀️
Pipit Sopiah
di season 2 lanjut lagi,,, tp tolak dong sheril jangan berharap terus. ubah sikap dan tingkah lakumu.
Pipit Sopiah
maaf Thor setiap bab aku ga kasih komen habisnya aku nangis terus bacanya
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
hadir di ceritamu thor
haniyahhputri
Arion is such a lovely because he exists in Author's real life. Rayhan also exists in Author's real life.
Meidy Mangalengkang
visualnya dong
abel
kak season 3 kapan up?
udh nunggu lama bgt 😭
mrs.wang
ceritanya bagus, detil bgt, tiap bab nya gak ada yg aq skip, pernah nyoba skip biar langsung ke bab yg sheril sm arion lg mani2nya, eh malah gak nyambung, akhirnya baca lagi yg diskip td, overall ceritanya bgs bgt, cm part uwu sheril arionnya dikit bgt, dan endingnya kayak kurang greget gtu, krn yakin deh banyak yg pengen arion sm sheril resmi pacaran trs nikah. kli seandainya di season 3 sheril gak sm arion, atau arion dibuat meninggal fix aq gak lanjut baca cerita ini, krn aq pengen arion sheril segera happy ending, dan buat rayhan kasi cewek baru
mrs.wang
arion tinggal lamar sheril lalu nikah, gampang toh?
mrs.wang
sheril hrs sm arion, kasi cewek baru buat raihan
mrs.wang
gak rela klo sherli gak sama arion, sherli hrs sm ariob
mrs.wang
🥰🥰🥰🥰🥰
mrs.wang
love bgt sm cerita ini
mrs.wang
bagus bagus bagus ceritanya🥰
mrs.wang
bagussssss bgtttt ceritanya😭😭😭
mrs.wang
huhuhu manis bgt ceritanya🥰
Ayuu Puspiitaa
kapan nih season 3 dah lama banget nunggunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!