Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cahaya baru
Keesokan harinya di kantor sebelum jam kerja Dani berbincang-bincang dengan teman-temannya menunggu jam kerja di mulai.
"Dan menurut lo dari cewek-cewek di perusahaan ini siapa orang yang menurut lo bener-bener bikin lo terkesan dari pertama lo masuk perusahaan ini ada gak pandangan pertama lo disini?" Tanya Ajat.
Dani terdiam matanya menyapu ruangan mencari seseorang yang ia cari dan dia menemukannya, Dani melihat seoang wanita duduk bersama teman-temannya tertawa bercanda di ujung ruangan entah mengapa sehari tak melihat senyumnya Dani seakan rindu pada wanita itu meski ia sudah bersamanya namun semua terasa kurang.
"Mm ada" Kata Dani.
"Siapa? orangnya ada disini?" Tanya Ajat.
"Ada dia ada disini" Jawab Dani sambil menatap Ria dari kejauhan.
"Siapa?" Tanya Ajat penasaran.
Dani terdiam lalu tersenyum simpul.
"Ria".
Hanya satu kata yang ia keluarkan dari mulutnya menyebut nama seseorang yang benar-benar ada di hati dan pikirannya.
Mendengar nama yang Dani sebut tadi Ajat tersenyum dan mencari keberadaan Ria, tak membutuhkan waktu lama Ajat menemukan orang yang ia cari ia pun menatap Ria lalu menatap Dani secara bergantian.
"Hahaha lo juga kepincut Ria dan cinta pada pandangan pertama lo itu Ria? ketularan Dado ya, Dado jg pertama kali masuk sini mata dan hatinya udah kepincut sama tuh cewek wah ini bakalan ada saingan sengit tapi gak apa-apa bro, Ria single kalau lo bener suka sama dia kejar dia kita gak tau kan siapa orang yang dipilih Ria " Ajat menyemangati dan menepuk punggung Dani
"Apa lo yakin dia bakalan suka sama gua" Ucapnya ragu.
"Lo coba aja dulu gak ada salahnya kan" Ajat meyakinkan Dani.
Sudah beberapa bulan setelah Dani mengajak Ria pergi ke pasar malam mereka tidak jalan bersama lagi, setelah ia menyadari bahwa perasaannya meminta lebih kepada wanita itu, Dani ragu untuk menyatakan cintanya kepada Ria ia takut jika perasaannya tidak terbalaskan.
Dani bukan tipe laki-laki yang mudah mengutarakan perasaan dihatinya kepada wanita bahkan Dani tipe pria yang dingin tidak gampang tertarik oleh wanita.
Namun berbeda setelah ia bertemu dengan Ria dengan sekejap Dani jatuh cinta kepada Ria, baginya Ria berbeda dengan wanita yang pernah ia temui sebelum mengenal Ria.
"Sudah sana gak usah mikir terlalu lama cepat deketin nanti keburu di samber orang tuh gak usah mikir kelamaan nanti nyesel loh, siapa pun berhak deketin Ria selama dia masih sendiri".
"Jangan sampai lo nyesel dan ingat siapa pun yang dipilih Ria lo harus terima lebih baik gagal meski sudah berusaha dari pada gagal sebelum lo berusaha, sudah sampai mana lo deket sama dia?" Tanya Ajat.
Dani menceritakan semuanya dari mulai pertama mereka pulang bareng saat Ria bertengkar dengan kekasihnya sampai Ria menginap karena Ria sakit karena hujan lebat hingga terakhir mengajak Ria ke pasar malam dari situ ia mengajak Ria jalan setelahnya hanya pertemuan biasa setelah Dani menyadari bahwa ia mempunyai rasa yang lebih kepada Ria.
"widih keren lo ternyata lumayan ya gua kira lo belum bergerak gak taunya sudah lumayan jauh pergerakan lo" Ledek Ajat.
"Nih gua kasih nomernya gua dukung lo ingat jangan malu-maluin gua" Tiba-tiba Rasyid memberi kertas bertuliskan nomer telpon.
Mereka duduk bertiga Dani, Ajat dan Rasyid.
Rasyid hanya diam mendengarkan kedua sahabatnya berbicara dan dia berinisiatif membantu jalan pendekatan Dani agar lebih mudah untuk mendekati Ria.
"Nah besok kan weekend ajak dia jalan selagi dia gak ada yang punya nanti keburu di samber si Dado baru tahu rasa lo, jangan sampai lo kalah cepet dari dia Dan" Ucap Rasyid memperingati.
Jam pulang pun tiba waktunya para karyawan pulang, satu persatu karyawan yang ada disana meninggalkan ruangan terkecuali Ria.
Seperti biasa Ria selalu pulang terakhir dari yang lain ketika Ria yang masih sibuk dengan kerjaannya tiba-tiba seseorang menghampiri Ria.
"Hmmm kok belum pulang?" Tanya seseorang kepada Ria.
"Mmm iya sebentar lagi" Jawab Ria tanpa menoleh ke asal suara.
"Apa perlu aku bantu agar semua kerjaan kamu cepat selesai" Tawar seseorang.
Ria melirik ke asal suara ia pikir itu Dado atau Hari karena hanya mereka berdua yang selalu mengganggu Ria disaat ia sibuk dengan kerjaannya.
"Mmmm aku pikir kamu siapa gak perlu sebentar lagi kerjaan aku sudah selesai, nah sudah selesai waktunya pulang" Kata Ria sambil merapihkan file yang ada di meja kerjanya.
"Aku antar ya?" Ajak Dani.
"Tidak perlu repot-repot aku pulang sendiri saja ini aku lagi nunggu taxi online sebentar lagi sampai" Tolak Ria.
"Mana aku lihat" Kata Dani.
"Mmmm" Ria salah tingkah.
Sebenarnya Ria berbohong karena ia bingung harus menggunakan alasan apa untuk menolak ajakan Dani, Ria malu selalu merepotkan Dani.
"Mana?" Katanya.
"Mmm aku" Katanya terbata-bata.
"Kamu berbohong?" Dani mengernyitkan kedua alisnya.
"Aaaku malu selalu merepotkan kamu" Ria menundukkan kepalanya.
"Kenapa? tidak nyaman jalan bersama aku? kalau tidak begini saja kamu aku antar sebagai ongkosnya kamu traktir aku bagaimana?".
"Tapi..." Kata Ria.
"Yuk" Sebelum Ria meneruskan bicaranya tangannya sudah di genggam Dani
mereka pun pergi menuju taman dekat kantor.
"Kok kesini?" Tanya Ria bingung.
"Kita makan ice cream sepertinya enak sore-sore makan ice cream" Kata Dani.
Ria hanya diam pasrah mengikuti perintah Dani.
"Mau pesan rasa apa?" Tambah Dani.
"Biar aku saja yang pesan" Pinta Ria.
"Eiiiittssss biar aku saja, ongkos kamu diganti nanti malam saja tidak ada acara kan? aku mau ajak kamu ke sesuatu tempat" Sambil mendudukkan Ria di bangku taman.
Mereka memakan ice cream bersama.
"Kamu mau coba ini?" Tanya Dani lalu menyodorkan ice cremnya ke mulut Ria.
"Kamu mau ini?" Kata Ria
Ria juga menyodorkan kepada Dani.
Tetapi ice crem yang Ria berikan meleset menuju hidung Dani.
"Awas ya" Kata Dani.
"Haha maaf aku tidak sengaja" Ria tertawa karena hidung Dani terkena ice cream.
"Rasakan ini" Balas Dani.
Mereka tertawa bercanda setelah mereka selesai memakan ice cream Dani mengantar Ria pulang.
"Nanti aku jemput kamu ya jam tujuh malam".
Ria mengangguk tak menjawab pertanyaan Dani mereka pun pergi meninggalkan taman.
"Aku langsung pamit ya oh ya, ingat nanti malam aku jemput kamu aku pamit ya" Dani menyalakan mesin motornya.
"Hati-hati dijalan" Pesan Ria.
Dani pun pergi meninggalkan pekarangan rumah Ria, Ria menatap Dani yang sudah menjauh dari nya sampai bayangan Dani sudah tidak terlihat lagi dan ia tersenyum simpul.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..