Alana Rainne, Gadis Cantik dan Manis yang terlahir sebagai anak bungsu, dan harus terpisah dari keluarganya.
Penolakan yang terjadi berulang kali terhadap dirinya sejak kecil, menjadikannya sosok yang tangguh dalam perjalanan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Hari-hari terus berlalu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, Marta memutuskan untuk keluar negeri untuk pengobatan Bram, bahkan dia membangun salah satu bisnisnya sekaligus di luar negeri.
"sudahlah Al jangan nangis, mama disini juga berjuang demi kesembuhan papamu, " ucap Marta melalui vidio call bersama Alana, "harusnya kamu juga ngerti dan berjuang untuk mandiri juga, lagian di rumah juga ada bik Jum, yang selalu menemani dan menjaga kamu, ini semua demi kebaikan kita semua kamu itu udah besar jangan cengeng, coba aja dulu kamu nggak tanya aneh-aneh mungkin papamu juga masih sehat, " imbuhnya lagi saat Marta tau air mata Alana yang terus menetes lalu mematikan panggilan telefon nya, yang mengakibatkan tangis Alana semakin pecah.
"yang sabar ya non, yang iklas, ada bibik di sini. " ucap bik Jum pembantu baru di rumah Marta yang selalu setia menemani Alana.
"emang kalau anak pungut itu nggak sepenting ini ya bik? " tanya Alana dengan Sesungukan. Bik Jum langsung mengelengkan kepalanya sambil mengusap rambut panjang dan punggung Alana, matanya ikut berkaca-kaca, hatinya ikut teriris melihat gadis kecil yang di kucilkan dari keluarga besarnya.
"jangan berfikir begitu non, Tuan dan nyonya sangat menyayangi non Alana, mereka juga berjuang disana non, " jelas Bik Jum mencoba menenangkan.
"seminggu lagi acara kelulusan ku bik, aku hanya ingin orang tuaku hadir, hanya itu saja, aku hanya ingin menunjukkan kalau kedua orang tua ku menyayangi ku, tetapi kenyataannya memang benar kata teman-teman ku, aku hanya anak pungut yang hanya di kasihani. " keluhnya sambil terus mengusap air matanya dengan keras.
"kan bakalan ada ibu non yang akan datang ke acara itu, " jelas Jumi, " bukankah ini jauh berharga setelah sekian lama non nggak jumpa dengan nya. " imbuhnya sambil terus menenangkan Alana. "ayo tidur dulu non sudah malam, bibik temani ya. " tawar Jumi dengan lembut, dan Alana langsung mengelengkan kepalanya.
"nggak usah bik, aku berani tidur sendiri, kan pesen Mama aku harus cepet mandiri, biar nggak ngerepotin orang lain terus, " jawab Alana dengan senyuman penuh luka, lalu beranjak pergi dan masuk ke kamarnya.
"duh Gusti janji apa yang engkau berikan kepada non Alana, sampai gadis sebelia itu sudah bergelut dengan rasa sakit yang seharusnya belum dia rasakan, " ucap Jumi kepada Tuhan nya sambil berlinang air mata, dan secepatnya dia langsung menghapus agar tidak ketahuan oleh Alana.
...*******...
Kedatangan Rosa hari ini, Rosa yang terus menunggu kepulangan Alana dari sekolah yang tak kunjung datang.
"Bik Jum, biasanya Alana pulang jam berapa? tanya Rosa dengan muka paniknya.
"Sebentar lagi Bu, kayaknya sedikit terlambat. " jawab Jumi dengan sopan.
"kenapa bocah masih SMP sudah di ijinkan bawa motor sendiri sih bik? " tanya Rosa dengan muka kecewa nya.
"sebelumnya ada sopir bu, hanya saja keuangan Nyonya Marta lagi kurang baik, semenjak Tuan sakit, " Jelas Jumi dengan jujur.
"Apa mereka nggak kawatir dengan keselamatan Alana? " protes Rosa seakan menuntut janji janji Marta dulu, yang selalu bilang akan menjaga dan melindungi anaknya sebaik-baiknya.
"Non Alana pasti baik-baik saja bu, ibu yang tenang ya. " Jawab Jumi seadanya, tidak di pungkiri dia juga mulai cemas dengan Alana yang tak kunjung menampakan dirinya.
......................
Bantu Support karya ku dengan Like, komen, dan Vote 🙏.