Sofia Angelista, gadis sederhana, periang dan cantik yang merupakan primadona di sekolahnya dulu, memiliki seorang sahabat kaya raya namun sering dibully karena fisiknya yang gemuk dan dijuluki "kutu buku" bernama Vernon Bramaputra.
Bagaimana jadinya bila sahabat yang sering dibully berubah menjadi tampan?
Penasaran kisah selengkapnya seperti apa? yuk simak kisahnya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP14 Persaingan Sengit
Dia mengaku aku menghamilinya terus tiba-tiba sekarang dia minta nomor aku dan bilang menyukaiku? Cih, drama apalagi yang dia buat sekarang. Tunggu lah pembalasanku. Batin Joshua sambil tersenyum jahat.
"Ini kartu namaku, berikan lah padanya" ucap Joshua sambil menyodorkan kartu nama kepada Sofia.
Sofia mengangguk dan segera menyimpan kartu nama itu di tasnya.
"Awas saja kalau ternyata kau yang menginginkan nomor kak Joshua" ujar Vernon menatap tajam Sofia.
"Wah Sofia kau apakan adikku? kenapa dia jadi cemburuan begini? tanya Joshua mencoba mengejek Vernon. Joshua dan Sofia tertawa melihat wajah Vernon yang terlihat kesal.
Tidak terasa hari sudah malam, Vernon mengantar Sofia pulang. Di tengah perjalanan, Vernon memberhentikan mobilnya di sebuah taman bermain. Sofia bingung kenapa Vernon tiba-tiba memberhentikan mobilnya di tempat itu. "Kenapa mas berhenti disini?" tanya Sofia.
"Kamu ingat nggak, di Bandung dulu kita sering ke tempat bermain seperti ini" ujar Vernon sambil menggenggam tangan Sofia.
"Iya aku ingat. Apa kau merindukannya?" tanya Sofia lagi.
Vernon mengangguk sambil mengeratkan genggamannnya.
"Bagaimana kalau libur kuliah nanti kita pergi ke Bandung? aku juga belum meminta restu secara langsung pada mama mu. ujar Vernon menatap lekat manik mata gadisnya itu.
Sofia sangat senang mendengar itu. Ia mengangguk tanda setuju dan segera memeluk Vernon. Mereka pun saling berpelukan cukup lama, sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang.
Keesokan harinya, seperti biasa Vernon selalu menjemput Sofia untuk ke kampus. Tetapi kali ini ia mengantar Sofia sampai di parkiran kampus. "Mas kenapa masuk sampai di parkiran? nanti kalau yang lain lihat gimana?" tanya Sofia kepada Vernon.
"Udah nggak apa-apa. Mereka tidak akan berani macam-macam" ujar Vernon sambil tersenyum.
"Baiklah aku pergi dulu ya" saat akan keluar dari mobil, Vernon menahan langkah Sofia.
"Ciumannya mana?" tanya Vernon sambil menunjuk pipinya.
"Ciuman apa? udah nanti dilihat orang-orang mas" jawab Sofia dengan wajah yang sudah memerah karena menahan malu.
"Ciuman seperti kemarin sayang" mendengar kata sayang membuat Sofia bergidik ngeri. Akhirnya karena tidak ingin berdebat lebih la dengan Vernon, Sofia memutuskan mencium kilat pipi Vernon dan segera berlari keluar dari mobil agar Vernon tidak menahannya lagi. Vernon tertawa kecil melihat kelakuan gadisnya yang terlihat masih malu-malu itu.
Sesuai dugaan Sofia, saat ia keluar dari mobil Vernon. Semua mahasiswa menatapnya dan mulai berbisik. Gosip apalagi nanti ini. Gumam Sofia sambil berlari kecil menuju ruang kelasnya.
Sesampainya di kelas, dilihatnya Angel dan Rey sedang mengobrol. "Hai guys" sapa Sofia.
"Hai jodoh, cantik banget sih" ucap Rey sambil menopang dagunya menatap Sofia.
"Dih jodoh katanya Fi" sahut Angel.
"Apaan sih Rey ngaco mulu" jawab Sofia sambil duduk di samping Angel. Sofia tidak ingin duduk di samping Rey karena takut Vernon melihatnya.
Saat pelajaran berlangsung, Sofia memberikan kartu nama Joshua kepada Angel. "Nih, gue udah tepatin janji ya" Sofia berbisik, agar tidak didengar dosennya.
"Yaampun makasih calon adik ipar, baik banget deh" ucap Angel kegirangan namun tetap dengan suara pelan.
Selesai pelajaran Sofia mencoba menghubungi Vernon, karena hari ini ia hanya satu mata kuliah saja sehingga bisa cepat pulang. Saat menghubungi Vernon tiba-tiba panggilannya dimatikan membuat Sofia sedikit terkejut. Tidak biasanya Vernon seperti itu, pikirnya.
Tiba-tiba muncul sms dari Vernon
Maaf sayang aku tidak bisa mengangkat telfonmu. Aku di kantor sekarang sedang rapat, Ayah kurang enak badan dan kak Joshua sedang pergi ke luar kota hari ini. Jadi aku yang harus menggantikan rapat Ayah sekarang. Maaf juga tidak bisa mengantarmu pulang. I love you.
Melihat pesan yang dikirim Vernon membuat wajah Sofia kembali bersemu merah. Saat Sofia ingin membalas pesan Vernon, hp nya tiba-tiba mati. Sofia lupa hp nya tidak di cas tadi malam sehingga sekarang mati total. Aduh gimana mau pesan taksi online kalau mati gini. Mana Angel udah pulang duluan lagi. Sofia merasa cemas, ia tidak tahu mau bagaimana caranya mau pulang.
Saat Sofia sedang bingung memikirkan caranya untuk pulang, muncul mobil Rey di depan Sofia. "Kamu kenapa kelihatan bingung gitu? mau aku anterin?" tanya Rey menawarkan Sofia untuk pulang.
Sofia menganggukan kepalanya, ia juga bingung mau pulang naik apa sekarang kalau tidak ada Rey.
Di tengah perjalanan, perut Sofia tiba-tiba berbunyi. Rey yang mendengarnya tertawa kecil. "Kamu belum makan? kita makan dulu ya" ucap Rey dengan lembut.
"Eng..nggak usah nanti aku makan di rumah saja" ucap Sofia terlihat malu karena perutnya selalu berbunyi di saat yang tidak tepat.
"Nggak, pokoknya kita singgah makan dulu. Aku nggak mau antar pulang anak orang yang sedang kelaparan" tegas Rey sambil tersenyum. Sofia hanya bisa pasrah menerima ajakan Rey.
Sesampainya di restoran, Rey memesan banyak sekali makanan sampai memenuhi seluruh meja makan mereka.
"Kenapa kamu pesan makanan banyak sekali?" tanya Sofia yang terkejut melihat banyak makanan berdatangan.
"Tenang aku yang bayar. Makan lah sepuasnya". Merasa dapat jackpot traktiran gratis Sofia akhirnya mulai makan karena ia sudah kelaparan sejak tadi.
Rey terus menatap Sofia yang sedang makan. Cantik. gumam Rey tanpa sadar, membuat Sofia menghentikan makannya. "Kamu bilang apa?" tanya Sofia.
"Nggak kok. Ayo makan" ucap Rey mengajak Sofia untuk kembali makan. Sofia pun hanya mengangguk dan mereka melanjutkan makanan mereka.
Di sisi lain, Vernon tidak tenang saat rapat berlangsung. Pasalnya ia telah mengetahui Sofia yang makan bersama Rey. Tentu saja semua informasi itu diketahuinya dari orang suruhannya. Diam-diam Vernon selalu memata-matai Sofia kemana pun Sofia pergi dan dengan siapa Sofia bertemu, melalui orang suruhannya tersebut. Entah kenapa sejak mereka berpacaran, Vernon tidak ingin membiarkan pacarnya itu tanpa pengawasan dari dirinya.
Selesai rapat, Vernon segera menghubungi Sofia menanyakan keberadaan pacarnya itu. Ia mencoba berusaha tetap tenang saat menghubungi Sofia, walaupun sebenarnya ia sudah diliputi rasa cemburu saat ini.
*Assalamualaikum sayang, kamu dimana? aku baru selesai rapat ini. Maaf ya.
Waalaikumsalam mas. Iya nggak apa-apa kok. Aku sudah dirumah. Pulang dan istirahat saja mas, pasti kamu capek seharian ini*. Sofia mencoba mengerti keadaan Vernon.
"Tapi aku mau ketemu kamu sekarang. Bersiaplah, aku akan menjemputmu. Kita akan kencan hari ini" ucap Vernon. Vernon mencoba melupakan kemarahannya pada Sofia, karena ia berpikir ia juga salah membiarkan Sofia pulang sendiri.
"Baiklah. Aku bersiap dulu" jawab Sofia sangat senang. Pasalnya, ini pertama kalinya mereka akan berkencan selama menjadi sepasang kekasih.
Saat sedang asyik berdandan, tiba-tiba bel rumah Sofia berbunyi. Apa Vernon sudah sampai? tapi kenapa cepat sekali, bahkan aku belum selesai dandan. Gumam Sofia.
Saat membuka pintu Sofia terkejut karena yang datang bukanlah Vernon melainkan Rey. "Kenapa kamu kesini lagi?" Sofia terkejut melihat Rey yang muncul, karena ia merasa tidak melupakan sesuatu saat turun dari mobil Rey tadi.
Rey tiba-tiba memeluk Sofia, membuat Sofia sangat terkejut dan mencoba melepaskan pelukan Rey. Tapi tenaga Sofia tidak cukup kuat untuk melepaskan pelukan Rey yang sangat erat.
Tiba-tiba pukulan mendarat di wajah Rey membuat Rey terjatuh ke tanah. Dilihatnya Vernon yang sudah mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras.
mampir yaa
" Hessel Steven"
ternyata mama cantik Ira Wibowo dan satu lagi yang pernah jadi mamanya Steven William di sinetron apa gitu lupa....udah lama gak nonton sinetron tv Indonesia...FTV di SCTV sudah lama gak nonton padahal durasinya sebentar 2 jam selesai.