PROSES REVISI KARENA BANYAK KATA YANG SALAH KETIK DAN SPASI YANG BERLEBIHAN!
Steve Fabian dan Aletta Quenby Elvina terjebak dalam pernikahan yang tak mereka inginkan. Pernikahan Steve gagal karena Clara tunangannya pergi meninggalkannya tiga hari sebelum pernikahan. Kedua orang tua Steve memilih Aletta sebagai pengantin pengganti untuk Steve.
Aletta Quenby Elvina walaupun tidak ada rasa sedikit pun terhadap Steve bagaimana pun mereka kini terikat dalam ikatan yang sakral Aletta tetap menjalankan tugasnya layak seorang istri walaupun Steve Fabian tidak seperti itu terhadapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 14
Di pagi hari Aletta tetap menghidangkan sarapan siapa tau Steve berubah pikiran setelah makan malam kemarin dan jadi ingin menyantap hidangan yang ia buat pagi ini.
Tapi itu hanya harapan Aletta, Steve tetap pergi ke kantor tanpa menyentuh hidangannya bahkan melirik ke arah meja makan saja tidak dan untungnya Aletta tidak memasak terlalu banyak seperti kemarin.
Aletta menyalami Steve seperti kemarin sebelum Steve berangkat kerja setelahnya Aletta pun memakan hidangan yang ia masak dan sebagian ia panaskan kembali untuk nanti ia bawakan untuk ibunya.
Kini Aletta tengah membersihkan rumahnya setelah sekitar jam sembilan pagi Aletta pun bersiap menuju rumah sakit untuk menjenguk ibunya tak lupa hidangan yang tadi sempat ia panaskan ia masukkan ke dalam rantang untuk di bawa bersamanya.
Aletta menggunakan taksi untuk pergi ke rumah sakit sekitar dua puluh menitan kini Aletta sudah tiba di rumah sakit Aletta berjalan menuju ruang inap ibunya.
Saat tiba di ruang inap ibunya ia tidak melihat keberadaan ibunya sontak itu membuatnya panik Aletta masuk ke dalam mencari ibunya jika berada di kamar mandi tapi nihil ibunya tidak ada.
Aletta berlari dengan air mata yang sudah menumpuk disudut matanya ia menuju meja suster menanyakan keberadaan ibunya
"Sus, ibu saya tidak ada di dalam ruangannya" ucap Aletta yang kini tangisannya sudah mengalir ia sangat ketakutan takut hal buruk terjadi pada ibunya.
"Maaf mbak, pasien atas nama siapa? Di ruangan berapa mbak?" tanya suster
"Aletta" panggil seseorang yang terlihat berlari mengejar Aletta
"Kak Rey" ucap Aletta lemah saat Reyhan mendekat kearahnya
"Ibuk.. ibuk hilang kak ibuk ngga ada di ruangannya kak" ucap Aletta sedikit limbung dan di tangkap sigap oleh Reyhan.
"Lea tenang dulu ibu ada, ibu ngga hilang lea. Kamu tenang dulu" ucap Reyhan menenangkan Aletta
"Kamu tenang dulu" sambungnya
Setelah Aletta sedikit tenang Reyhan pun membawa Aletta ke ruang ICU yang di sana terlihat Pak Rizwan dan Bu Ratih berada di sana menunggu ibunya dan bahkan Mbak Resty dan Suaminya Mas Andrew yang baru datang ke sana.
Aletta tidak dapat menahan tangisnya baru sehari ia tidak menjenguk ibunya ini yang ter jadi seharusnya ia tetap menjenguk ibunya walaupun tidak mendapat izin dari Steve seharusnya ia mementingkan ibunya terlebih dulu ketimbang Steve karena di banding Steve, ibunya jauh lebih membutuhkannya.
Aletta menangis sangat deras Bu Ratih yang melihat Aletta menangis pun berdiri mendekati Aletta dan memeluk tubuhnya yang bergetar itu Aletta menangis tersedu-sedu hingga terduduk di lantai yang membuat semua orang yang ada di sana ikut sedih melihatnya.
Aletta kini tengah duduk bersandar di kursi tunggu menatap kosong kearah ruang ICU dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir membasahi pipinya.
Aletta sangat takut jika harus kehilangan ibunya juga dia tidak punya siapa-siapa lagi jika ibunya juga pergi meninggalkannya
Sebuah tangan kekar menjalar di bahu kirinya Aletta dapat merasakan jika pemilik tangan kekar itu duduk di sebelahnya Aletta tidak mengetahui siapa pemilik tangan itu karena posisi Aletta yang tengah membelakanginya.
Pemilik tangan kekar itu menarik Aletta ke dalam pelukannya dan sontak saja bukan membuat Aletta meredakan tangisnya Aletta justru tambah kuat menangis dengan air mata yang lebih deras dari sebelumnya tubuhnya kembali bergetar hebat.
"Tidak apa, kamu tenang saja. Ibu bakalan baik-baik aja kok" ucap pria itu sambil mengelus pelan punggung Aletta.
Menyadari siapa pemilik tangan kekar itu Aletta pun berniat melepaskan pelukan itu "Maaf" ucap Aletta berniat menjauhi Steve
"Tidak apa tetaplah seperti ini" ucap Steve yang membuat Aletta kembali membenamkan kepalanya di dada Steve.
Aletta tidak butuh hiburan saat ini Aletta hanya butuh sebuah pelukan hangat saat ini ia tidak ingin yang lain karena setiap saat ia menghadapi masalah ibunya selalu memberinya pelukan hangat untuknya.
Setelah satu jam menunggu dokter yang menangani Nisa ibu Aletta keluar dengan tatapan bersalah dan membawa kabar buruk yang membuat tubuh Aletta limbung
"Maaf Aletta kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kami" detik itu juga tubuh Aletta limbung dan kehilangan kesadarannya.
Bukan hanya Aletta yang menangis mendengar kabar itu Bu Ratih dan Resty juga ikut menangis terlebih melihat kondisi Aletta para laki-laki yang ada di sana tidak ikut menangis tapi bisa di lihat dari raut wajahnya bahwa tercetak jelas adanya kesedihan di sana.
Aletta di rawat di rumah sakit karena pingsan di sisinya ada Steve yang di minta oleh pak Rizwan untuk menunggu nya karena Aletta butuh Steve di sisinya.
Sementara pemakaman Nisa dipersiapkan, tak lama kemudian Aletta pun bangun dari tidurnya Aletta terlihat bingung ia masih tidak bisa menerima kenyataan ini dengan baik.
"Aku mau ibu" ucap Aletta ketika melirik kearah Steve yang ada di sampingnya
"Kamu yakin akan baik-baik saja" tanya Steve dan Aletta hanya menganggukkan kepalanya.
Steve pun membantu Aletta duduk dari baringnya dan Steve meminta suster menyiapkan kursi roda untuk Aletta karena tubuh Aletta tidak dapat berdiri dengan benar pikirnya.
Steve membantu Aletta duduk di kursi roda dan membawa Aletta menuju parkiran ia juga membantu Aletta menaiki mobil Aletta hanya diam pasrah mengikuti perintah Steve.
Steve melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah keluarga Pak Rizwan karena sebelumnya jenazah Nisa di bawa ke rumah Pak Rizwan.
Aletta setia berada di samping ibunya selama acara pembacaan yasin di samping nya ada ibu mertuanya Bu Sterna dan Bu Ratih serta Mbak Resty.
Bu Sterna memeluk erat tubuh Aletta bahkan saat acara pemakaman pun Bu Sterna tetap memeluk erat tubuhnya.
"Kamu yang sabar ya nak"
ini salah ciri2 wanita munafik dan kita bisa lihat dari karya nya
*intrkasi suaminya dengan wanita lain dipandang menjijikan tapi intraksi nya dia (istri) dengan lelaki lain dibenarkan dengan berbagai alasan (menjijikan) anggap adalah, saudara lah (muak)
dan ini buktinya intraksi steve dan clara kalian laknat tapi intraksi aletta dengan reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kalian laknat tapi aletta kegatelan pada reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kaian laknat tapi reyhan yang menjijikan mencari perhatian pada istri orang kalian benarkan
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 (ini adalah pemikiran wanita munafik), reyhan kalian spesialkam, bisa kontak fisik dengan istri orang, selalu dibela, kelakuan selalu dibenarkan, bisa memprovokasi suami orang, bebas memukul suami orang dan tidak dianggap salah,
pokoknya novel ini adalah novel wanita munafik