Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Dari layar transparan sistem yang melayang di hadapannya, Arhan menatap peta digital yang menandakan lokasi rumah barunya.
Matanya menyipit memperhatikan jarak yang tertera, dan ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Ternyata lokasi itu sangat dekat, hanya berjarak 50 meter dari gerbang sekolah!
Itu artinya, rumah mereka berada tepat di sebelah bangunan sekolah! Lokasinya sangat strategis, hanya perlu berjalan kaki sebentar atau naik motor sebentar saja sudah sampai.
"Ya ampun... dekat sekali ternyata. Benar-benar tak menduga, begitu dekatnya. Paling coklat air minum belum habis, kita sudah sampai rumah," gumam Arhan takjub, senyum lebar mulai terukir di wajahnya yang kini bersinar penuh percaya diri
Tanpa membuang waktu, Arhan langsung memutar setir dan membelokkan motornya memasuki sebuah gerbang besar yang terbuka otomatis menyambut mereka.
Mata Arhan dan Arka seketika membelalak lebar.
Di hadapan mereka terhampar halaman yang sangat luas dan tertata indah dengan taman yang asri.
Berdiri gagah sebuah bangunan rumah mewah berlantai dua dengan desain arsitektur modern nan elegan.
Cahaya lampu yang memancar dari setiap sudut membuatnya terlihat seperti istana kecil yang megah dan mempesona.
Hati Arhan berdebar kencang. Ia benar-benar merasa seperti bermimpi.
Mulai detik ini, ia dan putranya bukan lagi orang miskin yang tinggal di gubuk reyot, mereka adalah pemilik tempat mewah ini! Mereka menjadi orang kaya sungguhan!
"Papa... kenapa kita berhenti di sini? Kita mau main ke rumah siapa?" tanya Arka kecil dengan wajah polos dan penuh kebingungan, memandang bangunan megah itu dengan mata berbinar.
Arhan menoleh ke arah anaknya, lalu tersenyum hangat dan penuh bangga.
"Bukan rumah siapa-siapa, Nak... Ini... ini rumah kita sekarang," jawab Arhan lembut namun tegas. "
"Rumah kita? Beneran Pa? Rumah kita sebesar dan secantik ini?" tanya Arka lagi, matanya semakin bulat tak percaya. Mulut kecilnya terbuka sedikit.
"Iya sayang, ayo kita masuk dan lihat isinya," ajak Arhan sambil menggendong anaknya turun dari motor, melangkah penuh wibawa menuju pintu utama.
Sesampainya di depan pintu utama yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi dan kokoh, Arhan sempat bingung sejenak. Ia tidak memegang kunci, lalu bagaimana cara membukanya?
Namun, keajaiban sistem tidak berhenti sampai di situ.
Ting!
Tiba-tiba sebuah cahaya biru terang muncul dari atas pintu. Sinar sensor itu menyinari tubuh Arhan dan juga tubuh Arka, memindai mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan cepat dan presisi.
Sebuah suara mekanis yang lembut namun jelas terdengar di udara, bersamaan dengan munculnya tulisan biru bercahaya di hadapan mereka:
[SCANNING IDENTITY...]
[Verifikasi Berhasil!]
Nama Pemilik Rumah Pertama: Arhan Dewa Garino
Nama Pemilik Rumah Kedua: Arka Guntur Mahesa
[Selamat Datang Tuan dan Tuan Muda. Silakan masuk. Rumah ini telah resmi menjadi milik Anda sepenuhnya.]
Sreeet...
Tanpa disentuh tangan manusia, pintu besar itu terbuka perlahan dengan sendirinya secara otomatis.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...