Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SITUASI YANG SULIT
Semua urusan kerja Rezza telah selesai,manager dan sopir kantornyapun sudah kembali ke kota S,hari ini adalah jadwal yang Rezza rencanakan untuk pulang,namun dia masih ada satu hal yang ingin Rezza lakukan yaitu mencari Amel.
Rezza berusaha menghubungi nomer Amel tapi selalu diluar jangkauan,sejak Amel memutuskan meninggalkan Rezza dia mengganti nomer hpnya.
Kemarin malam Rezza mencoba mencari Amel dibar dimana dia pernah melihatnya namun juga tidak ada,kemudian Rezza menanyaka pada Tiya Amel pindah keUniversitas apa,dan Rezzapun mendapat info dari Tiya bahwa Amel kuliah diUniversitas A.
Rezzapun bergegas mencarinya disana,sesampainya Rezza dikampus Amel, Rezza mencoba menanyakan kepada beberapa mahasiswi yang berjalan bersama
"maaf mbak mau numpang tanya,apa mbak kenal dengan Amel dari jurusan tata busana,Dan ini fotonya?",salah seorang menjawab
"iya mas,saya kenal dia satu kosan dengan saya,hari ini dia tidak ngampus,tadi malem dia opnam dirumah sakit mas..",
Rezza kaget dan bertanya kembali "sakit apa mbak?"
"trus dia dirumah sakit mana?",
"kayaknya habis berantem dengan pacarnya mas",
"dia dirawat dirumah sakit HA mas" jawab gadis itu,
"terimakasih ya mbak" jawab Rezza sopan kemudian pamit undur diri.
Sesampainya di rumah sakit HA,Rezza menanyakan kepada perawat yang berjaga didepan tentang keberadaan Amel ,setelah mendapat informasi Rezzapun bergegas mencari Amel dikamar rawat inapnya.
Dilihatnya Amel tengah tertidur dengan muka memar dan tangannya terpasang selang infus,kakinya yang sebelah kiripun dibalut perban,Rezza melihat Amel dengan iba,dia tak menyangka bertemu Amel dengan keadaan yang mengenaskan seperti ini.
Rezzapun duduk dikursi sebelah Amel berbaring menungguinya bangun,mendengar suara kursi berdesit Amelpun membuka matanya yang bengkak sebelah.
Betapa kaget Amel melihat Rezza yang duduk disampingnya
" mas Rezza...mas ada disini?"
" mas nyariin aku?",
"ya.."jawab Rezza singkat,
"kapan mas dateng?"tanya Amel penasaran, "
tiga hari yang lalu,ada urusan bisnis"jawab Rezza datar,
Amel :"darimana mas tau aku ada disini?" tanya amel kecewa ternyata bukan dia tujuan utama Rezza kekota M,
Rezza :"dari temen kamu",suasanapun hening sesaat,
Rezza :" kenapa kamu bisa masuk rumah sakit gini Amel?",
Amel diam tak menjawab,sesaat kemudian,
"apa pedulimu mas...",
"kitakan udah putus",
Rezza :"apa kamu tau ibumu beberapa hari yang lalu juga opnam?",
"tau..bapak nyuruh aku pulang,tapi aku nggak pengin pulang" jawab Amel engan,
Rezza :"apa kamu nggak kasihan sama orang tua kamu Amel?",
Amel menghelanafas :"mereka lebih sayang sama ponakanya ibu"
Rezza :"ibumu sakit sebab terlalu merindukanmu Amel,hingga beliau harus mendapat perawatan",
Amel dengan sinis berkata :"yang mereka harapkan datang itu keponakannya ibu bukan aku,siTiya itu yang selalu diutamakan mereka",
Rezza :"bagaimanapun juga mereka orang tuamu Amel,mereka memang menyayangi Tiya,tapi bagaimanapun juga kamu tetap anak kandung mereka,mereka mengharapkan kepulanganmu",
Rezza mencoba menasehati Amel tanpa menyinggung tentang Tiya sebab Rezza tak mau Amel lebih membenci Tiya,Rezza sangat tau kenapa Amel sangat tidak menyukai Tiya, semua itu karena sedari kecil Amel cemburu dengan Tiya.
Amel adalah jenis gadis yang ingin semua orang memperhatikannya jadi dia tidak akan menyukai siapapun yang dia anggapnya sebagai saingannya.
"Amel tiga malam yang lalu aku melihatmu dibar dengan seorang pria,siapa dia?"tanya Rezza dingin,
Amelpun terbelalak mendengar pertanyaan Rezza dan sama sekali tak menyangkanya,
lalu Amel memilih diam tak menjawab pertanyaan dari Rezza sebab laki laki yang bersamanya itu yang menyebabkan Amel masuk rumah sakit saat ini.
Tak berapa lama kemudian Amel diselamatkan dengan suara handpone Rezza yang berbunyi,Rezza mengambil hpnya dari saku jaket yang ia kenakan, ternyata Tiya yang menghubungi,lalu Rezza bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar Amel,
"halo..sayang..",
Tiya :"hari ini jadi pulang mas?",
Rezza :"kayaknya belum bisa sayang masih ada sedikit urusan yang mesti aku selesaikan",
"nggak pa pa kan",
Tiya sedikit kecewa namun ia berusaha memahami pekerjaan suaminya :"owh...ya sudah...nggak pa pa kok mas..",
"kira kira kapan mas bisa pulang?",
Rezza :"secepatnya sayang",
Tiya :"ya..sudah,nanti kalau pulang langsung kerumah bude aja ya mas,njenguk beliau sekalian jemput aku",
Rezza :"iya..pasti sayang,kamu lagi ngapain?",
Tiya :"aku lagi mbuatin bubur bude mas",
"mas...dah makan?",
Rezza :"belum..bentar lagi mau makan",
Tiya :"ya sudah..aku mau ngasih obat kebude dulu ya mas",
Rezza :"iya sayang...kiss bay dulu dong...emuah..",
sambil terkikik Tiyapun membalas"emuah...hati hati disana ya mas",
Rezza :"iya..",
walaupun didalam kamar, Amel masih bisa mendengarkan percakapan Rezza dan Tiya,Amel merasa marah dan kecewa karena Rezza begitu mesra dengan istrinya,dan kenapa Rezza begitu cepat melupakannya.
Rezzapun masuk setelah Tiya mengakhiri panggilannya "kamu kenapa Amel?"tanya Rezza heran,
"baru aku tinggal tiga bulan kamu udah ngelupain aku mas.."jawab Amel berkaca kaca sambil membuang muka,
Rezzapun menghelanafas panjang "siapa suruh ninggalin aku.."
"tiga bulan yang lalu aku sudah memintamu bersabarkan Amel?, tapi apa?"
justru kamu memilih pergi dariku",
Amel :"tega..kamu mas..,kamu lupa dengan kenangan kita..,aku udah serahin diri aku kekamu mas,sebab aku yakin kamu laki laki yang bertanggung jawab",
"tapi nyatanya? kamu milih nikahin sepupu aku mas".
Rezza terdiam sesaat lalu berkata, "untuk itulah aku mencarimu Amel,aku ingin meminta maaf darimu atas apa yang pernah terjadi antara kita dulu",
Amel :"ha..ha..ha..(tertawa meremehkan) minta maaf,memang itu cukup",
"itulah laki laki,habis manis sepah dibuang"lanjut Amel,
Rezza :"aku benar benar minta maaf Amel, aku menyesali perbuatanku dulu",
Amel :"sudah terlambat mas...aku sekarang hamil anakmu..",
"a..aapa..?"Rezzapun tergagap tak menyangka,bagai petir disiang bolong Rezza mendapatkan pernyataan dari Amel.
Rezza terduduk lesu tak bersemangat dia menutup mukanya kalut,Rezza sungguh tak bisa berpikir lagi,kepalanya terasa seperti dihantam batu yang besar,lama Rezza termenung .
Diatas ranjang pasien Amel tersenyum samar, dia merasa puas melihat Rezza yang tak berdaya,Amel masih menunggu reaksi Rezza dan Rezzapun bertanya pada Amel dengan suara lemah,
"kenapa baru ngomong sekarang?"
" kenapa nggak dari awal kamu kasih tau aku Amel?",
"aku juga baru tau sebulan yang lalumas"
"aku nggak nyangka juga",
"sebab datang bulanku memang nggak teratu"jawab Amel berbohong,
Rezza memijit keningnya yang terasa pening :"sekarang,maunya kamu gimana?",
Amel :"ya...kamu harus tanggung jawab dong mas,masak aku harus menanggung sendiri, inikan anakmu juga"
,Rezzapun mengulangi pertanyaanya tadi :"lalu siapa laki laki yang bersamamu tiga malam yang lalu dibar itu Amel?",
"cuma temen" jawan Amel gelagepan,
"temen..apa temen..?masak cuma temenan bisa ngelakuin hal yang sejauh itu?"ucap Rezza tak percaya,
"ya...kan buat pelampiasan mas",
"aku disinikan kesepian"jawab Amel berkelit.
Rezzapun tak tau harus berkata apa lagi pada Amel karena Amel memang paling pandai mencari alasan
"istirahatlah dulu...aku mau keluar cari makan"pamit Rezza dingin,
"pokoknya kamu harus tanggung jawab mas"teriak Amel sewaktu Rezza melangkah keluar dari kamarnya,Rezza hanya berhenti sejenak lalu melangkah tanpa menoleh maupun berkata.
Setelah Rezza tak terlihat,Amel tersenyum licik, dan berbicara sendiri "rasain kamu mas",
"siapa suruh nyariin aku..kebetulan sekali, aku lagi butuh seorang laki laki untuk bertanggung jawab atas kehamilanku",
setelah si b******k itu ninggalin aku",
dengan adanya kamu sekarang aku bisa tidur nyenyak mas" Amel bergumam sendiri.
Amel tak mau kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan Rezza,iapun langsung menghubungi pak Sudiman dan menceritakan keadaanya dengan tangis penuh iba.
Amelpun berpesan pada bapaknya untuk tidak memberitahu ibunya dan Tiya mengenai keadaannya.
"bentar lagi aku kasih kamu kejutan yang lebih besar lagi mas",
"tunggu aja".
Pak sudiman buru buru berkemas,dan dia berpamitan pada istrinya yang baru pulang dari rumah sakit dua hari lalu, juga berpamitan pada ponakanya bahwa dia ada urusan mendadak.
Pak Sudiman berpesan pada Tiya untuk menjaga bu Suriyah selama dia pergi dan hanya itu saja pesannya pada Tiya.
Tiya merasa cemas dengan sikap pakdenya yang tak seperti biasanya itu,namun dia hanya bisa mendo'akan semoga urusan pakdenya dilancarkan.
Pak sudiman memesan tiket bus ekspres agar bisa cepat sampai dikota M,pikiran pak sudiman kalut setelah mendapat aduan dari putri semata wayangnya jika dia sekarang berada dirumah sakit dan sedang hamil anak Rezza.
Pak sudiman sungguh tak bisa mengerti dengan semua yang dikatakan oleh putrinya itu.
Sesampainya dikota M,
pak Sudiman langsung menuju rumah sakit dimana putrinya menginap.Setelah bertemu putrinya dan memeluknya penuh kasih sayang,
"Nduk pie to.. kok bisa kayak gini keadaanmu?"
"pamitmu dulu mau kuliah,kok sekarang jadi kayak gini to nduk...nduk..?" tanya seorang Bapak pada anak gadisnya.
Dengan menangis tersedu sedu ,Amelpun menceritakan tentang hubungannya dengan Rezza yang terjalin sudah selama setahun hingga mereka melakukan hal hal yang tidak semestinya mereka lakukan hingga Amel hamil, tentu saja Amel berbohong pada bapaknya soal kehamilannya itu,dan mereka harus berpisah karena Rezza dijodohkan dengan Tiya.Mendengar semua kebenaran yang diungkapkan Amel,pak Sudimanpun menjadi emosi "kurang ajar tenan bocah kae,wis nggagahi anaku trus lepas tanggung jawab gitu aja,dan malah nikahi ponakanku","nasi wis jadi bubur nduk, mau tak mau dia harus mau bertanggung jawab padamu,apa lagi koe malah hamil gini"lanjut pak Sudiman, "aku minta maaf pak,semua salahku,dulu nggak mau ndengerin nasehat bapak sama ibu untuk tidak pacaran dulu"iba Amel supaya menarik simpati bapaknya.
Esuk harinya Rezza datang membesuk Amel dengan membawakanya makanan,setelah Rezza masuk diapun kaget tak menyangka jika pak Sudiman sudah duduk disisi Amel,
"lho..om kapan kesini?",
tanpa menjawab pertanyaan Rezza pak Sudimanpun berkata :"aku arep(mau) ngomong karo(sama) koe(kamu)?",
tanpa menghiraukan Rezza pak Sudiman langsung keluar dari kamar Amel,Rezzapun meletakkan makanan yang dia bawa diatas meja sambil menatap Amel tajam,kemudian keluar mengikuti langkah kaki pak Sudiman.
Sesampainya ditaman rumah sakit pak Sudiman membuka suara,
"sejak kapan koe punya hubungan dengan Amel?",
Rezza tak menyangka Amel akan menceritakan tentang hubungannya denga Amel yang telah berlalu,
"sudah setahun yang lalu om",
"setelah saya dijodohkan dengan Tiya, Amel memutuskan saya dan pergi meninggalkan saya om"jawab Rezza hati hati takut menyinggung hati pak Sudiman yang terlihat sedang marah,
"sejauh mana kaian sudah berhubungan?",
"maafkan saya om..",
sebelum menikahi Tiya saya sangat mencintai Amel om..",
"kami punya rencana untuk bertunangan",
" namun... saya harus menikahi Tiya demi ibu om",
"dan setelah Amel pergi tanpa kabar,saya mulai terbiasa dengan kehadiran Tiya om",
"dan sekarang saya sudah mulai mencintai Tiya om..",Rezza mencoba menjelaskan pada pak Sudiman dengan penuh kehati hatian.
"sekarang apa kamu tau keadaan Amel?"tanya pak Sudiman lagi,
Rezza :"baru kemarin om..",
"setelah kamu tau keadaan Amel,seharusnya kamu juga tau harus bagaimanakan?",
" nikahi Amel hari ini juga !"perintah pak Sudiman tegas.
Rezza terdiam lama tak bisa berkata ,"tapi om...saya ingin mencari kebenaranya dulu"kata Rezza memberi alasan,
"apa kamu bilang..?"
"kamu sudah menjadikan anak perempuanku kayak sekarang ini..,masih juga nyari nyari alasan",ucap pak Sudiman sudah tak bisa membendung amarah dan geramnya,
Rezza :"bukan begitu maksud saya om..om sendiri tau sekarang disisi saya ada Tiya om",
"saya butuh waktu untuk...",pak Sudiman sungguh sangat marah dengan omongan Rezza yang berbelit belit,lalu memotong kata kata Rezza dengan tamparan yang cukup keras,
"ppllaakk...",
"sudah cukup!",
"aku nggak mau dengar alasanmu lagi..."
"nikahi Amel sekarang atau kau akan kulaporkan kepolosi",
tanpa basa basi lagi dan tanpa mau mendengar alasan Rezza lagi pak Sudimanpun melangkah pergi, dan dia berhenti sejenak kemudian berkata,
"aku kasih waktu untukmu berpikir sehari ini!",
"jika tidak!",
"selain melaporkanmu kepolisi aku juga akan menceritakan semua tingkah lakumu pada Tiya!"
pak Sudimanpun melanjutkan langkahnya kembali kekamar Amel tanpa menghiraukan Rezza yang terduduk dan terlihat frustasi.