Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 14
Sepulangnya dari kampus, Aneska memutuskan untuk ke kantor Alex tanpa memberitahu pada suaminya terlebih dulu. Belum juga Aneska sampai kantor pria pujaannya, ia melihat pemandangan yang membuat emosinya seketika memuncak dari dalam sebuah resto sederhana. Aneska mempercepat langkah kakinya dan menghampiri seseorang yang sangat ia kenal.
Braaak...
Gebrakan meja yang dilakukan Aneska membuat mereka terkejut, bahkan banyak pasang mata yang menatap pada perbuatannya.
“Wanita rendahan tetaplah wanita rendahan, tak akan menjadi terhormat hanya karena masuk dalam keluarga terhormat. Mereka tak akan bisa menghilangkan kebiasaan murahannya, dan tak akan pernah merasa puas padahal kebutuhannya sudah terpenuhi,” ucap Aneska dengan tatapan tajam merendahkan.
“Siapa dia, Sayang?” tanya sang pria membuat wajah si wanita merah padam.
“Di—dia....”
“Saya adalah putri dari pria yang telah ditipu olehnya. Apakah kamu gak tahu kalau wanita ular ini sudah bersuami?” Aneska menyela ucapan wanita yang tak lain adalah Sarah. Tentu saja pria itu terkejut dengan penuturan Aneska tentang Sarah.
“Kamu sudah bersuami?” pria itu berdiri menatap tajam pada Sarah, pria yang dengan pakaian rapi bak seorang pengusaha dengan wajah yang kira-kira kurang lebihnya tak beda jauh dari Sarah.
Prok... Prok... Prok...
Aneska bertepuk tangan seraya tersenyum sinis.
“Waaah, Anda memang penipu pria kelas kakap yah, Tante. Bisa-bisanya pria ini tak tahu statusmu yang sudah menikah,” ucapnya merendahkan. “Kalau begitu, Tante pasti sudah siap untuk meninggalkan Papahku kan? Aku akan memberitahunya sekarang, agar Papah bisa langsung mengurus perceraiannya dengan Tante.” Aneska melangkah pergi, tapi...
“Tunggu, aku mohon jangan katakan pada Mas Mahendra. Aku akan meninggalkan pria itu, aku janji, tapi jangan katakan pada Papahmu yah.” Sarah memegang tangan putri tirinya itu dan memohon padanya. Aneska senang melihat Sarah memohon seperti itu, tapi bukan berati ia akan mengabulkan permohonannya. Gadis cantik itu menarik tangannya yang dipegang oleh Sarah dengan kasar.
“Maaf, Tante, justru ini adalah kesempatanku untuk menyingkirkan Anda.” Aneska pergi, ia tak menghiraukan perkataan Sarah meski memohon sambil berlutut di depan banyak orang.
Aneska tersenyum, bukti sudah ia kantongi, sebelum ia menangkap basah Sarah dan selingkuhannya, ia sudah memasang alat rekam suara dan kamera. Kini ia menuju ke kediaman papahnya, rencana untuk memberi kejutan pada Alex dengan kedatangannya ia urungkan, karena hal ini lebih penting dari apa pun.
*
Plaaakkk...
Sebuah tamparan mendarat dengan begitu kerasnya di pipi seorang wanita cantik. Wanita itu memohon ampun dan belas kasihan pada sang pria. Namun, si pria sudah mengeraskan hatinya dan tak ingin mentolerir perbuatan si wanita. Disisi lain, seorang gadis cantik yang menyaksikan adegan itu tersenyum puas dengan duduk elegannya, si wanita menatap penuh kebencian pada gadis cantik itu dan mengucap sumpah akan membalas rasa sakit hatinya kelak.
“Mas, ampuni aku dan beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama.” Sarah memohon seraya memeluk kaki Mahendra dengan begitu eratnya.
“Pergi kau dari sini, aku tak sudi hidup dengan wanita tukang selingkuh.” Mahendra menghempaskan kakinya membuat Sarah tersungkur. Ia menatap tajam pada Aneska yang tersenyum melihat dirinya, tangannya mengepal, rahangnya mengeras, tatapannya penuh dengan kebencian pada anak tirinya itu.
“Puas kamu membuatku berpisah dengan suamiku,” pekik Sarah, tapi Aneska malah menyeringai.
“Tante, makanya jadi wanita jangan murahan. Diberi hidup yang terhormat, malah berulah. Jadi rasakan saja apa yang telah tante perbuat.”
“Dasar kamu-”
Ketika Sarah hendak membalas Aneska, dua orang pria bertubuh besar malah memegangnya dan menariknya.
“Lepaskan! Kalian mau apa? Aku adalah Nyonya Mahendra, apakah kalian tak takut aku akan memecat kalian?” pekik Sarah yang tak terima dibawa pergi paksa oleh orang Mahendra.
“Maafkan papah, Sayang. Karena tak mendengarkan perkataanmu dan menikahi wanita itu.” Mahendra merasa menyesal, dulu sebelum menikah Aneska sudah mengatakan kalau ia keberatan papanya menikah dengan Sarah, tapi Mahendra meyakinkan putrinya kalau Sarah adalah wanita baik yang bisa menjadi ibu sambungnya.
“It’s oke, yang penting Papah sudah mengambil keputusan yang tepat sekarang. Kalau begitu, aku pulang dulu, Pah.”
“Apakah kamu tak ingin tinggal di sini hari ini? Rumah ini terasa sepi,” tanya Mahendra penuh harap. Aneska merasa kasihan dengan papahnya.
“Baiklah, aku akan tinggal di sini selama beberapa hari, tapi bukan berarti aku akan kembali ke rumah ini. Aku sudah nyaman hidup mandiri di luar sana,” sahut Aneska beralibi, padahal ia tak mungkin mengatakan kalau ia tinggal bersama dengan Alex.
Akhirnya selama beberapa hari itu Aneska tinggal di kediaman sang papah. Tentu saja hal itu membuat Alex uring-uringan tak karuan. Pasalnya, ia baru satu malam menjalani malam pertama dengan Aneska dan masih dalam keadaan hangat-hangatnya, malah ia harus mengalah pada sahabatnya.
Di dalam ruang kerja, Alex terus saja menelepon Aneska, tapi tak kunjung mendapat jawaban. Ia sudah sangat frustrasi karena sudah dua malam ini istri kecilnya tak menemaninya tidur. Ia seperti seorang suami yang sedang ditinggal merantau istrinya keluar negeri, galau tak ada obatnya.
Di tempat lain Alex tengah uring-uringan bak anak kecil yang meminta permen pada ibunya tapi tak kunjung dituruti. Berbeda dengan Aneska yang tengah berada di kampus, ia tengah mengikuti mata kuliah paginya dan tak mengetahui kalau Alex terus saja menelepon karena ponselnya ia senyapkan. Sudah dua hari ini ia disibukkan dengan tugas kuliah dan mengurus sang papah, ia hanya mengirim pesan sesekali pada Alex.
Setelah kelas selesai, Aneska bersama dengan Rania dan Reno menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah dangdutan.
“Ren, nanti lu bawa pesenan gua sama Rania yah, kita ke tempat duduk dulu. Kasian si Ibu kalo di yang bawa segitu banyak. Lu kan cowok macho, masa biarin si Ibu bawa pesenan kita segitu banyak sih,” ucap Aneska.
“Oke, lu sama Rania duduk manis ajah, nanti biar gua yang bawa sama gua bayar.” Dengan senang hati Reno menuruti perintah gadis pujaannya.
“OMG! Om Alex telepon gua banyak banget, Beb,” pekik Aneska terkejut kala melihat panggilan yang begitu banyaknya dari suami pujaan.
“ya udin, telepon balik sana, gua takut bokap gua jadi seteres gara-gara rindu berat sama elu,” titah Rania, Aneska malah menyeringai membuat Rania memutar bola matanya, ia sudah paham dengan sahabatnya itu.
“Biar saja, biar dia rindu berat seberat-beratnya sama gua.”
Happy reading, jangan lupa like, komen dan subsnya yah
Pesona Papa Sahabatku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠