NovelToon NovelToon
Marry Again!

Marry Again!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:348.3k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

(Season dua dari novel Broken Marriage)
Menikah lagi bukan prioritas untuk Alana yang sudah menjanda dua kali, penderitaan yang dialami menyisakan trauma mendalam baginya yang merasa tak akan pernah bahagia dalam ikatan tersebut. Banyak pria yang datang mendekat, namun Alana mengacuhkannya.
Lalu bagaimana jika kedua mantan suaminya kembali datang menawarkan cinta dan sebuah ikatan pernikahan.
"Kali ini biarkan aku berjuang demi cintaku, dan jangan pernah tinggalkan aku." (Gabriel Askara)
"Maafkan aku, aku menyesal telah menyiakanmu di masa lalu, betapa bodohnya aku." (Bayu Adiyaksa)

"ALANA, MENIKAHLAH LAGI DENGANKU!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Baru saja keluar dari kamar mandi Alana dikejutkan dengan seseorang yang mengetuk pintu kamar hotelnya, mengira itu Daniel dia berjalan ke arah pintu lalu membukanya.

"Apa dia lupa sesuatu," ucapnya pada diri sendiri. Daniel sedang membawa Joana untuk sarapan sebelum mereka kembali pulang, sementara Alana bersiap- siap.

"Kamu?" Alana mengerutkan keningnya saat melihat Gabriel berdiri di depannya "Mau apa kesini?"

"Mau apa? yakin kamu menanyakan itu, pertanyaan yang jelas kamu tahu apa jawabannya," ucap Gabriel acuh.

"Gabriel please, beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya pada Joana."

"Gabie, Lana! Panggil aku seperti dulu kamu memanggilku!"

Alana diam, "Dan aku sudah memberi waktu bahkan sejak tujuh tahun lalu, harusnya sejak itu Joana tahu siapa ayahnya, apa aku masih harus menunggu juga."

"Tapi tidak semudah itu."

"Apa yang sulit, kamu hanya perlu mengatakan aku ayahnya, dan selesai. Dengar Lana kamu mungkin boleh menolak untuk menikah denganku, tapi kamu tidak berhak terus menjauhkan Joana dariku!" Ya, semalam Joana menolak untuk menikah lagi dengan Gabriel, dan Gabriel hanya bisa menggeram saat Alana mengutarakan alasannya menolak Gabriel. Dia terus saja ragu jika Gabriel bisa mempertahankan dan menjaga Alana juga Joana dari mamanya.

Tapi Gabriel tak bisa memaksa, dia akan melakukannya dengan perlahan dan mendekati Alana hingga dia bisa kembali mendapatkan kepercayaannya, jadi Gabriel hanya mengajukan syarat agar Joana segera mengetahui bahwa dirinya adalah ayahnya, atau jika tidak Gabriel akan menempuh jalur hukum, untuk membuktikannya sendiri, Tentu saja Gabriel tak rela jika dia terus terpisah dari putrinya, dan Joana tak tahu jika Gabriel adalah ayahnya, enak saja!

"Tetap saja aku harus memberitahunya dengan perlahan."

"Lakukan hari ini atau aku sendiri yang akan melakukannya!" Alana memejamkan matanya meredam rasa kesal dihatinya.

"Baiklah, Joana sedang sarapan di bawah, aku akan bicarakan nanti," putusnya.

"Kenapa tidak bilang jika putri kita tidak ada, tahu begitu aku tunggu di bawah .... " Alana mengerutkan keningnya mendengar ucapan Gabriel, memang siapa yang menyuruhnya datang, namun ucapan Gabriel selanjutnya membuatnya memerah karena malu " ... Kamu tahu aku harus menahan diriku saat melihatmu hanya mengenakan handuk." Alana membelalakan matanya, lalu menunduk melihat dirinya yang hanya mengenakan kimono handuk yang hanya menutupi tubuhnya hingga setengah paha, dan jangan lupakan bagian dadanya yang sedikit terbuka karena tarikan tali yang tidak sempurna. "Jangan tunjukan itu pada pria lain sayang, karena aku yakin tidak akan ada yang tidak tergoda melihat tubuh basah kamu," tunjuk Gabriel pada bagian dada Alana yang masih basah.

Alana menutup pintu dengan keras hingga Gabriel terkekeh di luar sana "Astaga, aku harus segera menjadikannya milikku lagi!" tentu saja sebelum ada yang tergoda dengan Alana dan menjadikannya miliknya, melihat penampilan Alana yang semakin matang tentu membuat wanita itu menjadi lebih anggun dan dewasa dan tentu saja dia akan menjadi incaran para duda atau pria matang lainnya.

Gabriel tak tahu saja jika selama ini banyak pria yang mengantri dan berharap bisa meminang Alana.

...

Alana baru saja datang ke meja Joana dan Daniel, tapi dia tak menemukan Gabriel disana, Alana menghela nafas lega lalu mulai memesan menu untuk sarapan.

Namun baru saja pelayan datang membawa pesanannya, Alana harus kehilangan selera makannya saat matanya bersirobok dengan mata Gabriel yang baru saja duduk di meja lain dan menatapnya tajam, seolah menunggu dia mengatakan semuanya Gabriel benar- benar tak melepas pandangannya.

Jantung Alana berdebar kencang saat Gabriel berdiri dan hendak menghampirinya. Alana mengalihkan tatapannya pada Joana yang kini sedang menikmati puding sebagai pencuci mulut "Ana boleh mama bicara sesuatu?" tanyanya dengan sedikit terburu- buru Alana bingung harus memulainya dari mana, sedangkan Gabriel terus menekannya.

"Apa Ma?" bocah itu yang sejak tadi fokus pada pudingnya kini mendongak menatap sang mama. Begitu pun Daniel yang kini meletakan ponselnya lalu mengerutkan dahi.

Alana berdehem saat Gabriel kembali duduk dan menatap Alana dengan tenang. Pria itu benar- benar tidak sabaran dan terus menekan Alana.

"Ana ingat saat Ana bertanya dimana Papa Ana, dan Mama gak bisa jawab?" Alana melihat ke arah Daniel yang semakin mengerutkan keningnya.

Alana menghela nafasnya "Sebenarnya Papa Alana itu ada, tapi karena bekerja di tempat yang jauh jadi dia tak pernah pulang." Daniel mendengus lalu bergumam 'Alasan apa itu.' meski pelan tapi Alana bisa tahu dari gerakan bibirnya.

Alana menatap tajam, memang apa? Apa dia harus mengatakan karena cinta mereka tak di restui makanya dia pergi dengan Joana yang masih di kandungannya, begitu? Pemikiran Alana tentu tidak akan sampai kesana.

Joana menatap bingung kenapa tiba- tiba mamanya bicara tentang papanya sekarang, sedangkan sejak melihat mamanya menangis Joana sudah tak ingin lagi bertanya meski dia juga penasaran pada siapa papanya? dimana dia? dan kenapa tak pernah datang.

Joana diam, dan hanya mengerjapkan matanya. "Tapi sekarang papa Ana sudah pulang ... " Mata Joana membelalak.

"Oh ya?" tanyanya dengan senyum antusias, lalu sedetik kemudian senyumnya surut "Tidak apa, Ana gak bertemu papa, asal mama jangan bersedih."

Alana meringis mendengar ucapan Joana, kursi mereka tak jauh dari kursi Gabriel jadi pasti dia bisa mendengar ucapan Joana "Tapi, papa Ana ingin bertemu?" Melihat Joana hanya diam Gabriel yang sejak tadi mendengarkan pun beranjak.

"Hai Ana," sapanya pada Joana.

Mendengar seseorang memanggilnya Joana mendongak dan tersenyum "Oh, om tampan, kamu juga menginap disini?"

Gabriel mengangguk "Ya karena Ana juga ada disini, jadi om pindah hotel, boleh om duduk disini?" Joana melihat ke arah Alana dan Daniel yang hanya diam lalu mengangguk.

"Boleh."

"Terimakasih." Gabriel mendudukan dirinya di sebelah Joana dimana dia harus berhadapan dengan Alana.

Alana masih gugup dan meremas tangannya di bawah meja, hanya saja dia tak menunjukannya di hadapan Gabriel.

"Jadi, apa Ana ingin bertemu papa?" Joana kini mengalihkan tatapan pada Alana kembali, dan Gabriel pun harap- harap cemas menunggu jawaban Joana, hingga Joana menggeleng lemah dan membuat bahu Gabriel merosot lesu.

"Kenapa Joana tidak ingin bertemu papa?" tanya Alana lagi, melihat Gabriel tidak berdaya membuatnya merasa bersalah.

"Kalau itu membuat mama bersedih Ana tidak mau." dan rasa bersalah Alana semakin besar sekarang, apalagi hanya demi menyenangkan hatinya Joana tak pernah lagi mengungkit tentang siapa ayahnya. Dan bukannya Alana menganggap perkataan Daniel tentang Joana yang ingin bertemu ayahnya itu salah, hanya saja Alana yang terus mengelak tentang kenyataan itu.

"Maafkan mama ... " Alana menghela nafasnya lalu kembali bicara "Mama tidak bermaksud membohongi Ana kalau- "

"Harusnya papa yang minta maaf." ucapan Alana terhenti kala Gabriel bicara, tatapan keduanya saling beradu, hingga Gabriel tersenyum seolah dia tengah menenangkan Alana, lagi pula itu memang bukan keinginan Alana untuk menyembunyikan Joana darinya, dan ini bukan waktunya untuk mencari siapa yang salah. "Papa sangat sibuk hingga tak bisa meluangkan waktu untuk Ana, Joana ... putri papa." tatapan Gabriel dan Joana beradu, hingga Gabriel berjongkok di depan Joana

"Maafkan Papa, Joana," ucapnya sembari menggenggam tangan mungil Joana, tenggorokannya terasa tercekat dan sakit luar biasa.

Wajah gadis itu melongo bodoh hingga Alana mengangguk "Ya, papa. om yang kamu panggil om tampan ini papa Ana." kata Alana dengan setetes air mata yang keluar begitu saja.

"Maafkan papa karena tak tahu ada kamu di dunia ini." mendadak suasana berubah haru saat ini, namun saat di teliti lagi, tak ada pengunjung lain selain mereka saat ini, dan Junot yang berdiri tak jauh dari sana. Ya, lagi, dia harus mengamankan keadaan agar tidak terjadi keributan.

"Jadi om tampan papa Ana?" Gabriel mengangguk mantap "Boleh Ana peluk papa?" tanyanya lagi.

"Harusnya Papa yang bicara begitu, boleh papa peluk Ana?" Joana mengangguk lalu menghambur memeluk tubuh pria besar di depannya, sedangkan Gabriel merasakan hatinya menghangat, sekarang dia mengerti perasaan apa yang hadir di hatinya saat pertama kali bertemu Joana, ternyata itu adalah perasaan seorang ayah pada putrinya, tangan besarnya mengelus rambut panjang Joana dengan lembut seolah takut memberikan goresan karena tangan besarnya.

"Akhirnya Ana punya papa." Alana menunduk tersenyum saat Joana berseru dengan bahagia, rasa lega melingkupi hatinya saat ini, ternyata semua sangat mudah dan tak seperti ketakutannya selama ini.

Saat mendongak mata Alana kembali beradu dengan manik mata Gabriel, pria itu masih berjongkok dan memeluk Joana, untuk beberapa saat mata mereka saling bertemu seolah menyelami perasaan masing- masing hingga Alana memilih mengalihkan tatapannya lebih dulu.

1
Norma Koelima
ngebut ya mas... 🤣🤣🤣... akhirnya... lega...
ayu cantik
suka
Rynda Atmeilya
tau g Thor,,, AQ baca ceritamu ini kadang sambil tahan napas 😮‍💨
Sri Susilowati
hadir thor
Siti Maulidah
ceritanya selalu menarik /Good//Good//Heart//Heart/
🏫⃟Sᵐᵖ 🅢ᵃᵏᶦᵗ 🅜ᵉₗᵢₕᵃᵗ 🅟ᵉʳᵍᶦ
aku lagi halangan, tapi baca novel author bagian tamat.aku jadi mewek.aku enggak ada poin, baca novel melalui iklan jadi enggak bisa kasih kopi, cuma bisa kasih like, kalau komentar agak susah karena hp rusak.
nenah adja: subhanallah, terimakasih banyak sudah membaca, sehat selalu😍
total 1 replies
Muji Raffa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Norma Koelima: 🤣🤣🤣🤣 cenat cenut ya
total 1 replies
Endang Sulistia
keren
Angga Gati
bagus ceritanya
semangat berkarya😍😍
Studesyy
ini bacanya dimana Thor
Studesyy: oh ic...Aku lanjut kesana
total 2 replies
TATI PUTRISOLO
randi siapa ya thor
Rosidahnamaku
best Thor tulisan mu
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah emang kaga lu icip apa bang, kalo habis masak di icip dulu bang wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk nenek sihir menemukan lawan sepadan 😎😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"joana menolak menikah lagi dengan gabriel" ya jelas nolak joana kan anaknya wkwk typo nya ngakak juga ini 😭🤣
memei
sudah baca AQ kak
Triana Oktafiani
Walaupun sempat kecewa di cerita pertama yg menggantung, akhirnya bisa di selesaikan dng efik di cerita selanjutnya 👍
Melani Sunardi
Luar biasa
Melani Sunardi
mama mu itu loh yang terlalu
Eka Uderayana
cerita nya bagus 👍
setangkai bunga mawar untuk author 🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!