kisah Elma yang terpaksa harus pergi karena suaminya aldio menghamili dan akan menikahi kakak tirinya yang bernama Nani ,dia sangat terluka hingga akhirnya memilih pergi .
namun setelah 12 tahun mereka di pertemukan kembali akan tetapi lagi dan lagi kakak tirinya selalu berusaha memisahkannya . hingga akhirnya Elma memilih mengikhlaskan dan kembali membuka hati untuk pria masa lalu nya sebelum Elma menikah dengan Aldio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelia Elisnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Elma menyandarkan kepalanya dibahu Aldio , Aldio merangkul pinggang Elma . Mereka berdua menceritakan semua kejadian masa lalu yang membuat Elma melarikan diri .
Sekarang Elma dan Aldio tahu kalau semua ini karena Nani , dia membuat skenario agar Elma dan Aldio saling membenci .
" jangan pergi lagi "
Mereka berdua saling tatap , Aldio mendekatkan wajahnya pada Elma , lalu Aldio mengecup bibir Elma . Kemudian melumat lembut bibir Elma dan Elma pun membalas lumatan Aldio .
Mereka berdua bertukar Saliva saling melepaskan kerinduan yang sudah bertahun -tahun tidak bertemu , napas Aldio memburu . Tangannya sudah bergerilya meraba kedua bukit kembar Elma .
Namun Elma tersadar , dia langsung mendorong Aldio kuat membuat Aldio mendesah kecewa .
Aldio meraih tubuh Elma lalu membetulkan pakaiannya , dengan lembut Aldio mengusap bibir Elma membuat Elma tersipu malu .
Dia sangat malu sekali , apa yang barusan dia lakukan ? Ingin rasanya dia menghilang sekejap dari sana apalagi Aldio malah menatapnya lekat membuat Elma salah tingkah .
" maaf .. "
Elma hanya diam , detik berikutnya Aldio mencuri ciuman di pipi merah meronanya Elma . Elma mengulum senyum membuat Aldio semakin merapat kan pelukannya .
###
Jam pulang sekolah pun sudah berlalu , Aluna menunggu Bu Sari menjemputnya . Disebrang sana Aluna melihat bu sari lalu melambaikan tangannya , tanpa melihat kanan kiri Aluna melangkah .
Dari arah berlawanan ada mobil kijang berwarna merah melaju dengan kencang , Aluna menjerit lalu ada ibu paruh baya menarik Aluna ke pinggir dan mereka berdua terjatuh .
Mobil melaju dengan kencang karena takut di kejar , Bu Sari berteriak buru -buru menghampiri anak majikannya .
Aluna dan penolongnya di kerubungi warga .
" sial ... Kenapa harus gagal " ucap Nani memukul setir , ya Nani berusaha menabrak Aluna namun gagal membuat dia frustasi.
" Nak , kamu tidak apa-apa?"
Aluna menggeleng lalu menatap ibu paruh baya .
Deg
" kenapa mirip Aldio ?" ucap ibu paruh baya dalam hati , dia adalah mamanya Aldio .
Dengan panik Bu Sari menghampiri anak majikannya
"Ya Allah non , ada yang luka tidak ? Ayo kita ke rumah sakit " ajak bu sari
"Gak apa-apa kok Bu ,nenek gak apa-apa? "
"ti-dak nak , nenek tidak apa-apa " dengan gugup mama Lidia menjawab ,karena sungguh dia penasaran dengan anak ini kenapa mirip sekali dengan Aldio .
"Baiklah , kalau begitu kami permisi dulu ya Bu . Terimakasih sudah menolong nona saya "
"Tunggu " Bu Sari dan Aluna berbalik
" nak ,nama kamu siapa ?"
"Aluna ,nek . Kalau nenek ?"
"Kenalkan nama nenek Lidia ".
Aluna menjabat tangan mama Lidia kemudian menciumnya takzim membuat mama Lidia terharu .
" siapa nama ibu mu nak ?"
Aluna diam melirik Bu Sari pertanda dia meminta persetujuan, apakah harus di jawab atau tidaknya . Bu Sari mengangguk mengiyakan .
Aluna tersenyum lalu berkata " Elmahira ,nek ".
Deg
Mama Lidia terkejut mendengar nama Elma di sebut , dia berkaca-kaca lalu meneteskan air matanya kemudian meraba kedua pipi Aluna lembut .
Tubuh mama Lidia bergetar lalu memeluk erat tubuh Aluna .
###
Mama Lidia mengantar Aluna ke rumahnya , dia memaksa untuk ikut . Mama Lidia ingin memastikan jika Aluna adalah cucunya , dia yakin di rumah Aluna pasti ada foto Elma menantu nya .
Semoga saja Elma yang sama , dengan ragu mama Lidia meneliti setiap sudut ruangan yang ada fotonya . Ya benar ini Elma menantunya , apakah aluna anak bersama Aldio ?
Disaat mau bertanya terdengar suara mobil berhenti di depan , pertanda ada orang yang datang . Elma masuk kedalam rumah bersama Aldio .
Mereka berdua terkejut melihat mama Lidia berada disini begitupun mama Lidia .
Mama Lidia berdiri lalu menjewer telinga Aldio kesal , Aluna tertawa bahagia melihat papanya di tindas sedangkan Elma tersenyum lebar.
Kemudian mama Lidia beralih ke Elma lalu melepaskan jewerannya , dengan tersenyum ramah mama Lidia mendekati Elma .
" Sayang , gimana kabarnya ?" lalu memeluk Elma ,dan Elma menyambutnya hangat
" Alhamdulillah mah aku baik , bagaimana mama ?"
" Mama sehat. " lalu menuntun Elma untuk duduk , mama Lidia meraih tangan elma " sejak kapan kamu bertemu anak nakal ini lagi , El ?"
Aldio melotot tidak percaya jika mama nya menindas di depan Elma dan Aluna .
" udah lama ,nek . Bahkan papa sering nginap disini , upps " Aluna menutup mulutnya dengan jari kemudian mengacungkan jarinya menyerupai hurup v sambil nyengir kuda membuat Elma dan Aldio gelisah , malu dan syok .
" kamu ya ,Al . Kenapa tidak bilang-bilang sama mama , mama Jugakan kepengen nginep disini " rengek mama Lidia seperti Aluna jika menginginkan sesuatu.
Elma tersipu lalu berkata " Jangan dengar ucapannya Aluna ,mah . Dia cuma bercanda kok ".
" Ih mama bohong , terus tadi malam siapa yang pelukan di ruang tengah sambil tidur ? " polos Aluna membuat Aldio menepuk keningnya sedangkan Elma sudah sangat malu sekali dia di kuliti oleh anaknya sendiri di depan mertuanya .
Mau di taruh dimana mukanya ini , rasanya dia ingin menghilang saja .
" kalian ini , kalau mau mesraan itu di tempat tertutup jangan sampai merusak mata suci cucu mama dong "
" ya maaf mah , lagian Elma gak bakalan izinin Al buat tidur di kamarnya ".
" terus itu di ruang tengah ngapain ?".
" mungkin Elma yang pindah nyamperin Al , kan semalam cuacanya dingin . Yakan sayang ?" goda Aldio sambil menaikkan turunkan alisnya .
Elma mencubit kuat Aldio , dia kesal sekali . Enak saja dia di bilang pindah , orang dia yang menahan Elma semalaman . Awas ya nanti akan Elma balas .
Elma nyengir , dia kehabisan kata-kata. Biarlah dia tidak peduli di cap gatel juga sama mama Lidia , karena dia yakin mertuanya itu mengerti kalau dia tidak seperti itu .
" ah itu mah akal-akalan kamu aja kali ,Al . Pantesan aja kamu gak pulang ternyata nyantol disini toh ".
Mama Lidia menatap Elma " jadi , yang waktu itu kamu ucapin ke mama bohongan ya ?"
" maaf ... " cicit Elma tidak enak hati karena sudah membohongi mama mertuanya .
" sebaiknya kalian menikah lagi , karena perpisahan kalian terlalu lama . "
"maksud mama apa ? Bukannya aku gak pernah menceraikan Elma "
"Iya memang , tapi kalian sudah lama berpisah jadi tetap harus menikah ulang . Tenang cuma ijab Kabul saja kok , biasa aja kali mukanya " goda mama Lidia terhadap anaknya .
" ya udah sekarang saja ".
"Gak , aku gak mau "
"loh kenapa " tanyanya serempak membuat Elma melongo kemudian berdiri dan berlalu dari sana .
Aldio sedih , mungkin karena Elma sudah tidak mau kembali bersamanya lagi makannya Elma menolak untuk menikah lagi .
" udah ,pa . jangan sedih , masalah mama aku yang urus . pokoknya papa terima beres aja "
" serius kamu mau bantu papa ?".
"Seriuslah , tapi ada syaratnya ".
"Apa itu ?"
" papa gak boleh menyakiti mama lagi , kalau sampai itu terjadi aku akan membawa mama pergi dari kehidupan papa ". Ancam Aluna membuat Aldio mengerjapkan matanya.
membiayai ortu.
sekolah dulu yg pintar
hobynya makan
Krn Melda udah membunuh janin yg TDK berdosa.
ntar kumat lagi
biar tau rasanya