Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 14
Bian merasa gerah, melonggarkan dasinya dan mengatur suhu ac agar lebih dingin. Namun usaha Bian percuma, karena yang ada tubunya terus merasa panas, dan ada sesuatu yang meminta untuk segera di keluarkan. "Ada apa denganku?" Batin Bian, lalu Bian menatap jam di pergelangan tangannya. "Zam" teriak Bian, karena menyadari jika sudah beberapa menit ini Zam tak kunjung datang.
Bian yang merasa geram, langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Bian berusaha membuka namun pintu namun tak bisa. Bian langsung menoleh ke arah Vanya dengan tatapan membunuh.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Bian dengan tajam, saat sudah berada di hadapan Vanya. Bian bahkan mencengkram kedua pipi Vanya, hingga Vanya kesulitan untuk berbicara.
"Lepas." Vanya terbata, sambil menepuk lengan Bian, namun Bian tak kunjung melepaskan tangannya.
"Katakan! Apa yang kau masukkan ke dalam minumanku?" Tanya Bian, namun Vanya menggelengkan kepalanya.
Tentu Vanya tidak tahu, minuman apa yang Bian maksud. Toh Vanya baru masuk, belum lama ini.
"Cih. Dasar wanita mura*han." Cerca Bian lalu menghempaskan wajah Vanya dengan kasar.
Bian langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam, Bian menyalakan shower membasahi sekujur tubuhnya.
Setelah beberapa saat kemudian.
"Ini saja belum cukup." Umpat Bian dengan kesal.
Bian lalu membuka bajunya yang sudah terlanjur basah, sehingga tubuh Bian kini sudah seperti seorang bayi yang baru saja lahir, polos tanpa sehelai benang pun. Bian membuka pintu kamar mandi, dan langsung menatap Vanya dengan tatapan seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.
Vanya menelan salivanya secara susah saat melihat tubuh Bian yang sudah polos. Beberapa saat kemudian Vanya menutup rapat matanya.
"Apa ini sudah saatnya?" Batin Vanya.
Entah kenapa apa yang di rasakan Bian, juga Vanya rasakan saat ini. Dan Vanya pun sadar betul, sebelum masuk ke dalam kamar ini, Rossa sang mertua memberikan minuman kepadanya yang katanya itu adalah obat untuk menghilangkan rasa gugup.
"Apa mungkin ini obat perangsang?" Gumam Vanya merutuki kebodohannya sendiri.
Ya, Vanya memang sudah setuju dengan permintaan sang ibu mertua untuk mencoba melakukan hubungan suami istri dengan Bian. Namun, Vanya tidak menyangkah jika Rossa sampai memberikan dirinya obat perangsang.
Perlahan langkah kaki Bian, terdengar jelas di telinga Vanya. Vanya yang memang sudah merasakan panas di sekujur tubuhnya, hanya bisa menutup mata. Tapi sejujurnya pikiranya saat ini menolak keras, apalagi ini adalah yang pertama bagi dirinya.
Kenapa yang pertama? Padahal selama ini Vanya di kenal sebagai kupu kupu malam?
Vanya memang di kenal dengan sebutan demikin, namun! Selama ini. Tak pernah sedikit pun Vanya tidur dengan pria hidung belang di luar sana.
Vanya, hanya menjadi alat pemancing untuk pria-pria yang haus akan belaian. Yang haus akan ingin merasakan nikmatnya dunia. Setelah sampai di sebuah kamar hotel, maka Vanya akan memberikan pria itu obat perangsang, dan wanita lain akan masuk ke dalam kamar memuaskan hasrat pria-pria hidung belang itu.
Lagi, Vanya menelan salivanya saat menyadari jika saat ini Bian sudah berdiri di hadapnnya. Perlahan Vanya membuka mata, dan benar saja tubuh polos itu sudah berdiri, dan menatap dirinya dengan tatapan liar.
"Tunggu" kata Vanya dan dengan cepat Vanya berdiri dari duduknya, ingin sekali Vanya melarikan diri namun, dengan cepat tangan kekar Bian menarik tubuhnya.
"Mau kemana kau" Ucap Bian dengan suara beratnya.
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...