NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Dengan Om Ceo Tampan

Nikah Kontrak Dengan Om Ceo Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:41.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: duwi sukema

Rara Artania, seorang remaja yang masih duduk dibangku sekolah menengah ke atas. Hidup hanya berdua dengan sang ibu yang bekerja serabutan.
Rara itulah sahabatnya memanggilnya gadis tangguh yang rela bekerja keras membantu sang ibu untuk menyambung hidup mereka.

Rara rela menukar waktu remaja untuk bekerja dan bekerja demi ia bisa melanjutkan sekolah kependidikan yang tinggi, agar ia dapat merubah nasib mereka untuk masa depannya menjadi lebih baik lagi, hingga suatu saat ia bertemu om-om tanpa sengaja membuat beberapa kesalahan, hingga mereka membuat negosiasi untuk saling menguntungkan membuat nikah kontrak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Bertelanjang dada

Merasa Alex sudah ada yang membukakan pintu Rara pun malah menarik selimut tebalnya menutupi dirinya untuk segera memejamkan matanya, ia tak menyia-yiakan waktu senggangnya untuk beristirahat hingga akhirnya ia terlelap dalam mimpi indahnya.

Sedangkan Alex segera membuka pintunya dengan menjinjing jaket di tangannya.

"Sayang, kita masuk dulu ngak," ucap Nadia memeluk lengan Alex dengan begitu manja.

"Tidak usah, kita langsung dinner saja ya. Aku sudah berindukanmu," bisik Alex menggoda kekasihnya itu.

"Benarkah kau sangat merindukanku, biasa jika kamu merindukanku kamu langsung mengajakku masuk ke dalam rumah. Kita melepaskan semua rasa yang terpendam," kata Nadia sambil memainkan dagu Alex yang sedikit mengeluarkan bulu rambutnya.

"Sayang, aku tak ingin melakukan itu. Ayo kita makan malam saja, sudah lapar perut ini," bohong Alex agar segera mengajak Nadia pergi agar dia tak tahu ada wanita lain di dalam rumahnya.

Nadia pun segera mengikuti Alex menuju mobilnya, mereka memang sering mengunakan mobil Nadia agar kakek Rian tak mengetahui hubungan mereka karena kakek Rian tak merestui hubungan mereka karena Nadia seorang model majalah dewasa.

Alex dan Nadia segera menuju bar di mana teman-teman Alex berkumpul untuk melakukan pesta yang memang sering mereka lakukan dia akhir pekan untuk saling bertemu setelah satu minggu disibukkan dengan pekerjaan mereka.

"Hai bro, apa kabar?" sapa Dion dengan menepuk bahu Alex.

"Seperti yang kamu lihat, gue baik-baik saja," sahut Alex lalu menuangkan botol wine pada gelasnya.

"Sayang, aku ke toilet bentar ya," pamit Nadia.

Setelah kepergian Nadia, Dion segera angkat bicara tentang hubungan sahabatnya itu.

"Elo ngak curiga sama cewek elo," tanya Dion menautkan kedua alisnya.

"Buat apa curiga, dia selalu bicara jujur. Kita juga saling mencintai, saling terbuka," ketus Alex.

"Gue tiga hari yang lalu lihat cewek elo di hotel keluar sama cowok tapi gue ngak lihat dengan jelas wajahnya, karena gue buru-buru jadi tak bisa mengikutinya," terang Dion.

"Mungkin elo salah lihat kali, dia satu minggu ini ada di paris untuk pemotretan," bela Alex tak terima jika sang kekasih dibilang selingkuh.

"Mungkin yang di kata Dion benar Lex, gue bukan nuduh ya, sudah tiga kali gue lihat Nadia jalan sama cowok kalau ngak salah namanya Fahmi kalau dia hanya sebatas teman tak mungkin mereka kelihatan dekat dan mesra, tapi gue tak tahu pastinya. Gue cuma berharap kamu selidiki saja dulu, gue ngak mau elo terluka," jelas Kevin sambil menyesap ****** rokoknya.

Apa benar ya, tapi tak mungkinlah Nadia begitu dia selalu jujur bilang apa yang ia lakukan padaku, tetapi kemarin anehnya dia gue ajak video call tak mau pikir Alex yang semakin bingung.

Nadia yang baru saja dari toilet segera duduk kembali disamping Alex dengan menyandarkan kepalanya di bahunya tanpa malu.

Kevin, Dion, maupun Azka melihat pemandang begitu sudah biasa mereka lihat dari sang sahabat. Mereka sebenarnya membenci Nadia tapi mereka mencoba menyembuyikan semuanya dari Alex.

"Minum ngak, Nad?" tawar Kevin.

"Boleh, sedikit saja," sahut Nadia.

"Jangan minum terlalu banyak, kamu itu tidak bisa jika minum banyak-banyak," sela Alex menyahut gelas yang dipengang Nadia.

"Biarkan Lex, paling juga dikit. Mabuk ada kamu juga disampingnya," sahut Azka.

Mereka bertiga telah merecanakan sesuatu agar Nadia mabuk berat hingga semua rahasia Nadia bisa diketahui Alex secara langsung dari mulut Nadia yang berkata jujur saat tak sadarkan diri nanti.

Nadia merasa tatapan tiga sahabat Alex berbeda ia pun meletakkan gelasnya kembali.

"Maaf sepertinya aku tak bisa minum hari ini. Aku takut nanti sakit mag aku kambuh lagi," bohong Nadia.

Sialan dia sepertinya mengetahui rencanaku, umpat Kevin.

"Tak apa, mungkin lain kali kita bisa mengadakan pesta lagi untuk merayakan hari jadian kalian," ucap Dion.

"Benar itu sayang, gimana kalau kita mengadakannya di villa, pasti seru," ajak Alex.

Alex lupa jika dirinya telah memiliki istri kontrak di rumah ia tak memikirkan gimana resikonya jika sang kakek mengetahui semua kedok Alex.

"Boleh juga sayang," jawab Nadia.

"Oke, kapan hari jadian kalian?" tanya Azka.

"Tak lama lagi, sekitar tiga minggu lagi," jawab Alex.

****

Alex yang tiba di rumahnya tengah malam itu, segera membuka pintu rumahnya yang sengaja ia kunci dari dalam.

Ia saat menaiki tangan teringat akan Rara, ia segera membuka handle pintu yang tak terkunci melirik Rara yang terlelap ia segera menutup kembali menuju kamarnya.

Keesokan pagi Rara yang sudah bangun lebih awal segera menuju dapur membuat teh untuk dirinya. Merasa perutnya berbunyi terus menerus yang meminta jatah sarapan ia segera melihat ada apa saja di dalam lemari pendingin.

Rara segera mengambil sayur segar untuk membuat sarapan sebelum ia ke rumah sakit melihat kondisi sang ibu.

Masakan sederhananya yang telah selesai ia segera meletakkannya di atas meja makan. Rara sengaja masak sederhana yang biasa ia makan saat di rumah bersama ibunya, ia tak pernah pilih-pilih makanan selama itu sayuran segar, bisa di masak dan di nikmati ia memilih itu dari pada membuang uang untuk sekali makan saja baginya itu sama saja yang terpenting masih ada gizi di masakannya.

Alex yang merasa haus setelah bangun tidur, melihat di lemari pendinginnya semua kosong tak ada minum sama sekali ia segera berjalan ke bawah menuju dapur untuk mengambil air minum.

Sedangka Rara segera yang baru saja selesai mandi segera membangunkan Alex untuk mengajaknya sarapan ia sudah tak tahan menahan lapar.

Saat ia menaik tangan melihat Alex yang bertelajang dada yang memperlihatkan semua bentuk tubuh bagian atasnya bagaikan roti sobek, Rara hanya bisa menatap dengan kagum bentuk tubuh laki-laki dewasa yang ada di depannya itu.

"Kenapa bengong? Kamu tertarik denganku, sini kalau kamu mau," goda Alex dengan gaya mesumnya yang melihat gadis kecil itu menatapnya tanpa berkedip.

"Siapa yang tertarik sama om, lihat itu om, mata om masih ada kotorannya itu. Di situ juga di ujung bibir om, om kenapa jorok sekali, cepat cuci muka sana! Rara tunggu di meja makan, Rara sudah lapar om," kata Rara berlalu pergi meninggalkan Alex yang masih diam mematung.

Masak sich, sepertinya aku sudah cuci muka dengan bersih pikir Alex.

Syukur dech aku bisa cari alasan, kalau tidak aku bisa malu sendiri menatap om Alex begitu tadi. Kenapa juga tadi dia pakai telanjang dada segala, gue kan jadi kagum dengan bentuk tubuhnya yang begitu sempurna.

Alex segera duduk di meja makan, melihat menu sarapan yang tak biasa ia segera menautkan alisnya.

"Sarapan apa ini? Sepertinya tak ada lezat-lezatnya sama sekali," cibir Alex.

"Rasakan dulu, baru berkomentar om. Kalau tak mau makan biar saya saja yang menghabiskan ini," tegas Rara sambil mengunyah makanannya.

"Buatkan aku omelet," perintah Alex.

"Kalau mau makan omelet buat sendiri sana, atau nunggu aku selesai makan," tawar Rara.

"Kamu mau buat aku mati kelaparan ya, kamu tahu perjanjian kita," tegas Alex.

"Kalau tak mau mati kelaparan yang ada di depan om itu makanan, sudah makan itu saja kan ngak jadi mati kelaparan," ucap Rara sambil menahan tawa dengan menutupi mulutnya dengan salah satu tangannya.

"Diam!" hardik Alex.

Mendengar bentakkan Alex, ia langsung diam dan berjalan lalu duduk di samping Alex.

Bersambung....

1
yunita Dwiyanti
Buruk
lia ahdiyani
kasian Rara" di bully Alex
Aminah Badai
Luar biasa
Aminah Badai
Lumayan
seperti ekor kuda thor...hukan seperti kuda
lomboghiri merk mobil apa ya thor 😅😅😅😅
Thor...kalimat sepasang itu banyak artinya lho...sepasang sandalnkah...sepasang sepatukah ..atau sepasang banyak lagi benda...di typo lagi ya Thor...tambahin lah itu sepasang kekasih gitu...
Sri Wahyuni
lanjut donk thorr
Rita Bky
jadi terhibur
النهضة
Biasa
Oktavia
kok rara jutek ga karuan dan ga tau tugas iatri apa… jd ga suka
Oktavia
3 bulan usia aluna, tre rara hamil lagi
Yanti Yan
mantap ceritanya thor
tarry chantiq
kok cerita ini pernah aq baca ya.
Fida Bundae Fathul
Biasa
Fida Bundae Fathul
Kecewa
Fida Bundae Fathul
knp cma di dunia novel adax suami yg sngat prhatian.😥😥😥
Fida Bundae Fathul
Biasa
Wahyuni Nisa
Kecewa
Nur fadilah
berbahasa yang baik dan benar.itu kali yang dikedepankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!