Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 14
"Antar aku pulang sekarang Kak! " Pinta Kania.
"Ini sudah malam, kamu menginap saja di rumahku. Besok aku antar kamu ke sekolah, soal sragam, biar nanti di ambil oleh anak buahku" Kata Rey.
"Gak mau, aku maunya pulang sekarang juga!! " Kata Kania.
"Malam ini kami tidur di rumahku, kalau tidak kita pergi ke hotel milik keluargaku" Kata Rey.
"Aku.... " Ketika Kania ingin menolaknya, Rey membungkam mulut Kania menggunakan lakban yang entah Rey dapat dari mana.
Rey mengemudi mobilnya sangat cepat. Tepat di depan hotel, Rey menarik tangan Kania memasukki hotel, dan menuju kamar pribadi Rey. Semua orang memperhatikan Kania dan Rey. Kania sangat malu, pasti semua orang menyangka jika Kania bukanlah wanita baik-baik.
Brukk.
Pintu di tutup Rey sangat keras. Ia sangat marah karena Kania tidak mau menurut dengannya. Yang Rey ingin, untuk saat ini Kania mau bersamanya, agar ia bisa dengan mudah menjaga Kania sesuai dengan wasiat Fatih. (Gak gitu juga kale).
"Sakit Kak. Bisa gak sih kak Rey itu lebih lembut memperlakukanku? " Tanya Kania kesal.
"Lebih lembut? Memangnya yang lebih lembut itu yang bagaimana? " Tanya Rey.
"Ya, jangan... Emm jangan tarik-tarik gitu, dorong-dorong itu juga jangan. " Kata Kania gugup, karena Rey mulai mendekatinya lagi.
"Kak jangan kayak gini dong" Kata Kania takut, Rey mulai menyentuh pundak Kania.
"Yang kamu mau kayak gimana?" Bisik Rey.
"Kak jangan kayak gini? Aku belom siap. Aku nggak mau kak? " Kata Kania ketakutan.
"Ekspresi kamu yang seperti ini, bisa menggoda imanku Kania" Bisik Rey yang tangannya mulai memeluk Kania. Mereka pun sampai di sudut tempat tidur, dan Kania terjatuh, sehingga Rey berada di atas tubuh Kania.
Rey mendekatkan tubuhnya ke tubuh Kania, Jantung Kania mulai berdetak kencang lagi, perasaan itu sama ketika dulu ia pernah ciuman dengan Fatih. Begitupun dengan Rey, lagi-lagi jantung Fatih berdetak dengan cepat, hingga membuatnya tidak nyaman.
"Fatih!! Jantungmu ini mengganggu aktivitasku" Batin Rey
"Kak... " Kata Kania lirih.
Rey melepaskan pelukannya, ia tertawa sangat keras,Rey hanya menggoda Kania. Kania yang merasa di permainkan, antara marah dan malu ia pun langsung menutupi dirinya dengan selimut.
"Kita tidur berjauhan. Aku ngantuk, selamat malam" Kata Kania.
"Mandi dulu anak nakal. Dari pagi kamu pakai baju itu bau tau. Jangan membuat kasurku kotor dan bau karena tubuhmu" Kata Rey menarik selimut yang menutupi tubuh Kania.
"Aku nggak mau mandi!! " Teriak Kania.
"Bau tau, bangun!! " Kata Rey menarik tangan Kania.
"Aku tu nggak bawa baju ganti, lihat kan tadi kak Rey main tarik tangan aku? Kalau gitu aku tidur di sofa aja deh" Kata Kania kesal.
"Sofaku nanti bau. Mandi buruan!! " Kata Rey.
"Nggak mau!!! " Teriak Kania.
"Dasar anak nakal, bau, kotor. Nggak pernah mandi lagi!! " Kata Rey mengangkat Kania dengan paksa.
Rey menggendong Kania dan di bawa masuk ke kamar mandi. Meletakkanya di bak mandi dan mengarahkan sower ke kepala Kania.
"Aaaa aku bisa mandi sendiri" Teriak Kania.
Baju Kania mulai basah, lekuk tubuh Kania mulai nampak jelas. Bahkan penutup gunung kembar pun nampak jelas berwarna pink. Karena sragam Kania warna putih dan jika basah nampak sekali dalamannya.
Rey pun langsung membalikkan badannya, ia memang di kelilingi wanita cantik kemana-mana. Namun ia tidak pernah sekalipun tertarik kepada wanita manapun semenjak ia sakit hati dengan kekasihnya yang dulu.
"Kamu cepat mandinya, sabun dan sampo ada di sampingmu.Aku akan menyiapkan baju gantimu. Handuk juga ada di sebelah sana" Kata Rey menutup pintu.
Setelah menelfon asistenya untuk membawakan satu stel baju dan dalaman, Rey pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Berfikir, bahkan kapan kekonyolan itu akan segera berakhir.
"Demi apa? Aku bawa wanita, eh bukan wanita.Tapi gadis cilik kedalam kamar ku. Ahhh semoga aja Imanku tidak goyah" Gumam Rey.
Jika buka wasiat itu, mungkin Rey juga tidak akan pernah peduli dengan Kania. Rey wujudkan semua itu, karena bentuk rasa sayang kepada Fatih yang selama ini telah tertunda.
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪