Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Andra mulai terkontaminasi
Kali ini Andromeda dibuat benar- benar menggila, kesabarannya di kurs habis oleh Tania. Semalam Tania menolak makanan apapun dengan alasan tidak mau di suapi oleh Andromeda, Tania ingin di suapi oleh Ferdi. Berada di dekat Andromeda membuat Tania kehilangan nafsu makannya. Masih jelas di ingatan Tania, Andromeda meninggalkan dirinya di malam pertama mereka sebagai pengantin.
Dokter Roy bahkan terpaksa datang kembali ke apartemen Andromeda untuk memeriksa kondisi Tania yang kembali drop. Terpaksa Dokter Roy memasangkan Tania cairan infus untuk mensuplai agar tubuhnya tidak kekurangan nutrisi. Ferdi berhalangan karena sedang ada misi di luar pulau, dia kembali mendapat misi pengawalan anak pejabat daerah yang sedang berlibur.
"Andra tidak bisakah lo membujuk istrimu untuk makan?? Jika kondisinya seperti ini, Tania akan benar-benar dirawat di rumah sakit. Tubuhnya sudah lemah, Lo ga liat tulang selangka menonjol begitu. Ah Andra, jika Lo ga sanggup mending Lo balikin aja ke keluarganya jika disini dia hanya sakit seperti ini. Tidakkah Lo kasian," cecar Dokter Roy setengah kesal.
"Kalo tugas Lo sudah selesai, Lo bisa pulang. Pembayaran nya sudah gue transfer," jawab Andromeda dengan tangan terkepal
Dia berusaha untuk menahan amarahnya atas ucapan Dokter Roy yang seakan mengatakan dirinya tidak becus sebagai seorang suami.
"Lo sakit Andra!!! Gue pulang. Besok kalo Tania sakit lagi Lo cari dokter yang lain!!" Ucap Dokter sambil berlalu meninggalkan Andromeda seorang diri.
"Ciihhhh memangnya Dokter hanya Lo doang!!" Umpat Andromeda
Setelah kepergiand Dokter Roy, Andromeda kembali kedalam kamarnya. Sekilas dia memeriksa kondisi Tania yang tengah tertidur. Suhu tubuhnya memang sudah turun tetapi kening dan wajahnya di basahi oleh keringat dingin.
"Mama... ampun mah.. ampun!!! Sakit mama!! Tolong jangan pukul Tania lagi. Tania janji akan membereskan rumah dengan benar. Ampun mah, sakit!!!!" gumam Tania.
Tidurnya gelisah, Tania mengigau. Andromeda panik dan berusaha membangunkan Tania dengan menepuk pipinya dengan pelan. Tapi Tania dalam pengaruh obat, dia tidak terbangun meski Andromeda mengguncang tubuh.
Andromeda hanya bisa memeluk tubuh Tania. Hatinya merasa sakit mengetahui istri kecilnya ternyata mengalami penyiksaan oleh ibunya. Tak lama Tania sudah kembali tenang, Andromeda pun membaringkannya kembali di ranjang agar tidurnya bisa tenang. Andra merebahkan tubuhnya di sampang Tania dan menggenggam tangannya berharap Tania tidur dengan nyaman dan tidak kembali mengingau.
Di pagi hari Andra terbangun terlebih dahulu, dia memeriksakan kondisi Tania yang sudah sedikit membaik meskipun warna pucat di bibirnya masih terlihat kentara. Bibirnya pun kering karena Tania tidak makan maupun minum sejak semalam. Terlalu fokus melihat bibir Tania membuat Andra menjadi membayangkan yang tidak -tidak. Semakin lama terhanyut dalam lamunannya, Andra adalah lelaki normal meski interaksi dengan wanita sangat dingin. Tetapi beberapa hari tinggal bersama Tania hidup Andromeda seakan menemukan warna lain. Belum pernah Andromeda kebingungan berhadapan dengan wanita, belum pernah Andra di buat stress nyaris depresi selama hidupnya.
Ah.. Andra mulai membayangkan bagaimana cara membuat bibir Tania yang kering menjadi basah, Andra mulai terkontaminasi. Meski minim pengalaman tetapi Andra jelas tau semua adegan yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria dewasa. Meski belum pernah melakukan atau mempraktekkannya secara langsung, Andra tau jelas apa itu ciuman dan hubungan suami istri. Membayangkan nya sendiri Andra menjadi gila. Dan tidak ada yang mengetahuinya jika Andra tengah membayangkan aksinya mencium bibir istriku dengan dalih membasahi bibir Tania yang kering. Gila?? Memang. Wajar?? Ahh big no, Andromeda jelas sudah tercemar.
"Eeeuuuggghhhhh"
Suara lenguhan Tania membuat Andromeda membeku seketika. Tanpa dia sadari kini jarak bibir nya dengan bibir Tania hanya tinggal kurang dari satu Senti saja. Nyaris saja Andra membuat khayalan nya menjadi kenyataan. Buru-buru Andromeda menarik kepalanya menjauh, dia tidak ingin di cap sebagai pria mesum yang mencari kesempatan dalam kesempatan. Padahal Tania adalah istri sahnya, sudah halal meskipun Andra mengajak nya melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman.
Tania berusaha membuka matanya yang terasa sangat berat, sebelah tangannya pun terasa kebas. Sapa lagi pelakunya jika bukan Andra. Semalaman dia menggenggam tangan Tania dengan erat bahkan sampai tak bisa bergerak atau bergeser sedikit pun.
"Ha-ha-haus," ucap Tania dengan lirih, tenggorokannya terasa gatal. Mungkin karena semalaman dia tidak sempat minum.
Andra membantu Tania untuk duduk dan bersandar. Diambilnya segelas air yang sudah ada di atas nakas.
"Minumlah," ucap Andra,
Tangannya bergetar hebat, Andra barusan menyembunyikan hal gila yang hendak dia lakukan. Saking takutnya Andra malah menjadi salah tingkah, air dalam gelasnya sedikit tertumpah dan membasahi bagian dada Tania.
Glek
Glek
Lah... matanya tak sengaja melihat bagian dada Tania yang sedikit terbuka karena mengenakan piyama berkancing. Apalagi tetesan air yang turun ke bagian tengah dada Tania seolah-olah mendramatisir keadaan, Andra kembali kehilangan kendali.
"Sudah An, terima kasih," ucap Tania dengan dingin.
Andra tersentak dan berhasil keluar dari lamunannya. Dengan cepat dia menaruh gelas tersebut di tempatnya. Andra kemudian bangun dan pergi meninggalkan Tania.
"Pagi ini aku mohon makanlah, aku berjanji akan selalu memperhatikan mu. Ajari aku menjadi suami yang baik. Itu juga jika kamu berkenan untuk menjadi istri yang baik pula, mau menuruti permintaan suami," ucap Andra dengan dingin.
Dia keluar untuk menyiapkan sarapan untuk Tania, sementara hanya bisa memakan bubur untuk beberapa hari kedepan karena kondisi pencernaan yang bermasalah.
Ting nong
Ting nong
Ting nong
Andra yang tengah membuat bubur untuk Tania terpaksa mematikan kompornya untuk membukakan pintu apartemen nya. Andra sedikit kesal karena ada yang bertamu di pagi hari.
Begitu sampai di depan pintu Andra langsung membuka pintunya tanpa melihatnya dari lubang pengintip yang ada di tengah pintu n
Kedua bola mata Andromeda melotot maksimal, tak menyangkut dengan tamu yang datang ke apartemen nya.
"Mampus!!!!"
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/