NovelToon NovelToon
KONTRAK CINTA TUAN CEO

KONTRAK CINTA TUAN CEO

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Romantis / Pengantin Pengganti / CEO / Tamat
Popularitas:134k
Nilai: 5
Nama Author: Nadya Ayu

Bermula ketika Zara memilih membantu menggantikan Hana, sang sahabat, yang akan bertemu dengan pria yang akan dijodohkan dengannya. Zara harus terjerat hubungan pria itu.

Melakukan kontrak cinta dengan Devano, yang merupakan salah satu CEO muda di Ibukota.

Di awal, rencana Devano berjalan sangan mulus, hingga tiba disuatu saat, sang kakek mengetahui kontrak cintanya bersama Zara.

Ketika benih cinta mulai tumbuh, keduanya harus mengakhirinya, karena keluarganya akan kembali menjodohkan Devano dengan wanita lain.

Tidak di sangka, rupanya Tuhan memiliki cerita sendiri untuk mereka. Dari perkenalannya dengan keluarga Devano, membuat Zara bisa kembali menguak kisah lama keluarganya yang cukup menyedihkan hingga menemukan kebahagiaan yang selama ini ia nantikan.

bagaimana kisah selengkapnya?

yuk ikuti terus ceritanyaa...

jangan lupa subscribe dan follow Nad ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadya Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Devano baru saja selesai meeting dengan kliennya bersama Tiara di sebuah restoran ternama di ibukota, dan kini mereka telah kembali ke kantor. 

Tiara berjalan bersisihan dengan bosnya sembari sesekali mengecek jadwal Devano melalui tab yang ia bawa. 

Para karyawan yang melihat dan berpapasan dengan Devano terlihat tersenyum kemudian menunduk kala Devano berjalan melewati mereka. 

Bisik-bisik dari mereka mulai terdengar selepas kepergian Devano, layaknya virus yang semakin lama semakin merebak saja. 

"Pak Devano sama bu Tiara serasi, ya?"

"Iya, benar. Kenapa mereka nggak jadian aja sih. Padahal mereka cocok banget loh, yang satu ganteng, yang satunya cantik," 

"Iya loh, katanya mereka sahabatan udah lama juga, 'kan, sampai bu Tiara di angkat jadi sekretaris pak bos. Jangan-jangan mereka memang ada hubungan spesial?"

Kini para ciwi-ciwi itu kembali menggibahi sang bos yang mereka kira tengah menjalin hubungan dengan sang sekretaris hanya karena mereka bersahabat dan selalu pergi bersama. 

"Hayo, kalian pada ngapain? Bukannya kerja, malah ngegibah!" Tomi mendatangi kerumunan para penggibah membuat mereka yang tengah berkumpul langsung tersentak kaget

"E-eh mas Tomi. Mau ke ruangan pak bos, ya, mas?" tanya salah satu staf lama disana

"Iya. Kalian ngapain gosipin bos kalian sendiri? Mau aku aduin ke Devano kalau karyawannya pada julid ke dia, biar kalian semua di pecat?" ancam Tomi dengan seringaian licik

"Bu-bukan begitu mas Tomi. Kami hanya penasaran aja kok. Ya sudah, kami izin balik kerja lagi ya mas. Tolong jangan bilang-bilang masalah ini ke pak bos ya, mas," pintanya memelas. 

"Ya sudah, sana balik kerja lagi!" serunya memerintah

Sesuai perintah Tomi, semua wanita yang tadi menggibahi Devano langsung lari terbirit-birit menuju ruang kerjanya hanya karena ancaman dari Tomi. 

Tomi terkekeh geli. Padahal tabiat pria itu selalu humoris, suka berfoya-foya, dan kurang tegas.

Namun, yang ia herankan, ketika berada di perusahaan sahabatnya, dirinya seolah dewa yang banyak dipuja dan disegani oleh banyak wanita. Terlebih ketika ia berbicara tegas, semua yang berhadapan dengannya langsung menciut dalam sekejab. 

Berhenti sampai disana, Tomi segera melangkah menuju ke ruangan Devano dengan senyum mengembang. 

Sampai di area ruangan Devano, Tomi menyapa Tiara yang meja kerjanya terletak tidak jauh dari ruangan Devano. 

"Hai, Tia," sapa Tomi

Tiara mendongakkan kepalanya, tersenyum ke arah Tomi, "eh mas Tomi." 

"Devano ada di dalam?" Tomi bertumpu tangan pada meja kerja Tiara. 

"Ada mas, kebetulan baru saja kembali ke ruangannya," kata Tiara

Tomi mengangguk paham, "ya sudah, aku masuk dulu, ya."

Tomi segera pergi meninggalkan meja Tiara menuju ruangan Devano. Mengetuk pintu sebentar, kemudian langsung membukanya dengan pelan. 

"Wah, wah, wah… , bapak CEO yang terhormat, sepertinya sangat sibuk. Sampai kedatangan tamu pun tidak menoleh sama sekali," sindir Tomi, duduk di kursi depan meja Devano. 

Devano melirik sebentar kemudian kembali menekuri laptopnya. "Perasaan kemarin lo baru kesini deh, kenapa kesini lagi?" tanya Devano datar

Tomi mencebikkan bibirnya, "yaelah, mau maen doang. Siang-siang gini gabut gue di rumah terus. Lagian, tadi kebetulan lewat habis itu langsung mampir." 

Tomi bersedekap tangan, sembari satu kaki sebelah kanan di tekuk menumpu kaki yang sebelah kiri. 

"Tumben, dari mana?" tanya Devano. Sembari mematikan laptop, menutupnya pelan dan menatap ke arah Tomi. 

"Habis benerin mobil, kemaren di tabrak cewek cantik!" serunya semangat

Bicara soal di tabrak motor oleh seorang gadis, Devano teringat akan Zara. Bukanksh tadi pagi, Devano meminta Zara untuk menemui dirinya siang ini di kantor. Tapi sudah hampir jam makan siang selesai, ia tidak mendapati Zara datang menemui dirinya, atau setidaknya menghubungi jika tidak bisa datang. 

Raut wajah kesal terlihat jelas dari wajah Devano yang semakin lama semakin muram. 

Tomi sendiri tidak mengetahui tentang perubahan ekspresi wajah Devano. Tidak ingin mengambil pusing, Tomi beranjak dari duduknya, menuju sofa di seberang sana. Menyambar permen yang memang tersedia di atas meja dan memakannya. 

"Lo kenapa tiba-tiba murung begitu, Dev?" tanya Tomi

"Nggak, nggak ada," jawabnya singkat. 

***

Zara dengan di antar Hana, kini sudah berada di depan kantor milik Devano. Zara berniat mengajak Hana untuk masuk ke dalam, tetapi gadis itu menolak, sebab enggan bertemu dengan Devano. 

"Kamu masuklah, aku akan menunggumu di cafe seberang sana." Tunjuknya pada sebuat Cafe yang terletak di seberang kantor

"Yakin, nggak mau ikut masuk?" tanya Zara memastikan

Hana mengangguk cepat, "yakin, Ra. Ya sudah, sana masuk. Nanti kalau sudah selesai, kabari aku, oke!" 

Zara mengangguk cepat, gadis itu segera masuk, menghampiri resepsionis untuk menanyakan keberadaan Devano. 

"Tuan Devano, ada?" tanya Zara begitu tiba di depan meja resepsionis

"Ada nona. Tuan Devano ada di ruangannya,"

Zara mengangguk, setelah selesai mengutarakan alasannya menemui Devano, Zara segera berjalan menuju lift yang akan mengantarkan dirinya ke lantai dimana ruangan Devano berada. 

Suara denting lift berbunyi, menandakan Zara telah sampai di lantai ruangan Devano. Dengan langkah pasti, dirinya segera berjalan menuju ruangan Devano, tanpa melihat jika di salah satu meja yang terletak di depan ruangan Devano, ada Tiara yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. 

Tiara yang menyadari ada seorang gadis dengan penampilan casual yang tampak segar itu pun langsung berdiri dan menegurnya.

"Nona, anda mau kemana?" tanya Tiara. 

Zara menghentikan langkahnya, "eh mbak, maaf, saya tidak tahu kalau ada orang di sana. Saya ingin menemui tuan Devano, kebetulan saya sudah janjian sama beliau," jawab Zara ramah

Tiara mengangguk paham, "nona Zara, benar?"

"Ya, itu saya!" 

Tiara segera mempersilahkan Zara untuk masuk ke ruangan Devano, sebab sebelumnya Devano telah memberi tahu jika Zara akan datang siang ini. Sehingga Tiara tidak perlu mengabari Devano kembali dan langsung meminta Zara untuk masuk ke ruangan Devano tanpa dampingan darinya. 

Dada Zara berdebar, dengan pelan ia mulai mengangkat tangannya, memegang handle pintu dan membukanya. 

Zara di buat terkejut seketika, kala melihat pemandangan di depan sana sangat merusak matanya. 

Bagaimana tidak, jika di depan sana, Zara mendapati seorang pria tengah memegangi kedua pipi Devano seolah hendak menciumnya. 

"Aakkkhhh!" jerit Zara

Kedua pria itu langsung menoleh kearahnya. Bahkan Tiara pun ikut berlari menghampiri Zara. 

"Ada apa?" tanya Tiara panik

"I-itu, mereka berdua, mau ciuman!" kata Zara yang masih syok menatap kedua pria dihadapannya 

Devano dan Tomi pun langsung melotot kearah Zara, karena gadis itu telah salah paham padanya.

"Hei, kamu salah paham!" pekik Devano

Bersambung

Hai, kembali lagi dengan Nad di sini 🤗🤗

Gimana kabar kalian? semoga sehat di manapun kalian berada ya😉

Jangan lupa like, komen, dan vote juga yah🥰🥰

Ah iya, jangan lupa di subscribe supaya bisa tahu kalau Nad upload bab baru ya😍

Salam sayang untuk kalian semua 💕💕💕

1
Eva Marlina siboro
😭😭😭
Eva Marlina siboro
awas, termakan ucapan devano🥰🥰🥰
Machsunatul Istianah
kok ngantung ya kak ceritanya 🤔
Dwi Vella
Luar biasa
Edi
lanjut dong thor
Betti Betti
lanjut thor sampai habis jangan tanggung tanggung ceritanya
AIKO
Luar biasa
Ika Risma
hallo kak ko gantung ya critanya
Widya Sari SE
Utk biaya pengobatan Adik nya..?
Widya Sari SE
Kenapa Zara ndak jual aja motornya..?
Rita Susanti
belum jelas kak ceritanya lanjut up
Lili Handayani
terima aja ra,cm kontrak kan,2 bln doang,trus dapet duitdeh
aya wijaya
lanjut dong ka,nanggung ending nya kurang,padahal jalan critanya bagus g berbelit g terlalu panjang enak bacanya.q bacanya dr awal hingga akhir cm sehari ,biasanya Lo baca novel berhari2.
amalia Othman: endingnya mana????😭😭😭..
total 1 replies
aya wijaya
lanjut Thor masa gini ending nya masih Ngantung,semangaat..
Fi Fin
zara ucapanya kasar dan kurang sopan sama Devano ..kyk ga ada didikan ortu
fu'ah hari bakti
lanjuutttt
Nuriyani Riyani
lanjut thor
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Farida Wahyuni
jadi ini udah tamat ya?
Kiki Sri Rejeki: nanggung banget deh!!!!
total 4 replies
Farida Wahyuni
emang jodoh ya. kalau udah jodoh, mau diapain juga pasti bakalan ketemu, walay jalannya berliku.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!