NovelToon NovelToon
Rafania Amora

Rafania Amora

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: faray_glad

Rafania Amora.
Tinggal dan hidup bersama dengan ibunya dalam kesederhanaan. Hingga 2 tahun berlalu wanita yang akrab dipanggil Nia itu kembali merasakan kehilangan. Ibunya meninggal dunia, hingga mau tak mau dia harus ikut tinggal bersama dengan sang ayah.

Setelah terjadi petemuan kecil Keluarga sang ayah dengan teman lamanya, keduanya memutuskan untuk menjodohkan anak mereka yang masih single diusianya yang sudah cukup matang.

Lika-liku kehidupan rumah tangga telah dijalani oleh mereka, hingga suatu ketika terjadi masalah yang menjadi pukulan berat baginya.

Rafania Amora pun akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Adrian Martadinata.

Setelah mengalami penderitaan yang mendalam akibat ulah mantan suaminya, takdir pun menggantikannya dengan kebahagiaan yang tiada tara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Adri menghembuskan nafasnya sedikit panjang. Baru saja dia masuk ke dalam ruangan kerjanya. Sedari tadi lelaki itu tampak tidak fokus mengikuti meeting bulanan dengan para karyawannya. Sehingga dia memutuskan menunda meetingnya agar dilakukan minggu depan.

"Sial! Kenapa rasanya aku ingin sekali pulang?" gerutu Adri.

Sekilas melirik ke arah jam yang melingkar sempurna di tangannya. Masih pukul 10 pagi. batinnya. Sekali lagi Adri menghembuskan nafasnya sedikit berat. Entahlah, dia terus saja terbayang-bayang akan kejadian semalam. Kejadian yang seakan tidak mau hilang dari pikirannya.

Wajah cantik, tubuh indah dengan kulit putih bersih. Apalagi bagian-bagian kesukaannya memiliki ukuran yang sesuai dengan seleranya. Sungguh Adri tidak bisa menghilangkan sosok wanita tersebut dari otaknya. Walaupun dia bukanlah wanita pertama yang pernah melakukan hubungan dengannya.

Adri merasa sangat bahagia, paginya terasa lebih sempurna. Dengan adanya sosok wanita cantik yang menjadi pemandangan terindah ketika dia membuka mata.

Masih teringat jelas bagaimana istrinya itu yang terlihat begitu cantik dan imut seperti bayi. Berada dalam dekapannya dengan mata yang masih terpejam, Adri masih bisa merasakan gesekan yang terjadi di antara kulit mereka. Karena mereka hanya menggunakan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya.

Adri tersenyum tipis sambil menggeleng pelan. Mencoba mengusir pikiran kotornya. Melangkah perlahan menuju kursi kebesarannya. Menyandarkan punggungnya, kemudian memejamkan matanya. Kembali mengingat setiap kejadian yang telah terjadi semalam hingga pagi tadi.

Bahkan Adri tidak segan mengulangi pergulatan panas mereka sekali lagi. Menyambut munculnya sang mentari yang terlihat masih malu-malu. Menciptakan kehangatan untuk dirasakannya sendiri.

Dengan sedikit paksaan dan adu mulut dengan istrinya, pada akhirnya kemenangan menjadi miliknya. Saat ini lelaki tampan itu terlihat tertawa kecil. Mengingat setiap kata yang dilontarkan oleh istrinya pagi tadi.

Awas kamu jika berani melakukannya lagi!

Adri aku tidak mau ... jangan memaksa!

Kamu ... benar-benar menyebalkan!

Aahh ... milikku masih terasa sakit!

Adri semakin tertawa senang. Mengingat kembali omelan istrinya ketika berada di dalam kamar mandi.

Astaga, Adri ... apa yang kamu lakukan pada leherku!?

tok tok tok

Suara ketukan pintu dari luar, membuat Adri kembali tersadar dari lamunannya. Segera ia memfokuskan diri.

"Masuk!"

Asisten dan sekertarisnya masuk ke dalam dengan berjalan beriringan. Tidak lupa keduanya membungkuk hormat ketika berada tepat didepan direktur utama.

"Ada apa? Kenapa wajah kalian terlihat tegang begitu?"

"Saya meminta sedikit waktu untuk menjelaskannya," ucap Dio sebagai asistennya

"Mana laporannya Lisa?" tanya Dio pada Lisa rekan kerjanya.

Setelah Lisa memberikan laporan keuangan perusahaan pada Dio. Lelaki itu dengan segera menjelaskan sesuatu hal yang sangat mengejutkan. Memberikan kabar jika salah seorang karyawannya telah mengkorupsi uang perusahaan.

Adri menegang di tempatnya. Menggeram kesal. Kini wajahnya memerah menahan amarah.

"Panggil Pak Anton sekarang juga!" teriaknya.

Kedua karyawan itu terlihat mengangguk kaku. Merasa sedikit takut melihat bosnya yang sedang marah.

"Baik, Pak," ucap Dio sebelum ia memutuskan untuk beranjak pergi. Lisa pun juga ikut pergi bersama dengan lelaki itu.

***

Disisi lain. Seorang wanita terlihat sedang sibuk beberes barang-barang miliknya. Menyibukkan diri di dalam kamar super mewah dan megah. Memindahkan pakaiannya dari koper besar ke dalam walk in closet.

Sesekali menggerutu kesal mengingat kejadian pagi tadi. Merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan hasratnya yang muncul akibat perlakuan suaminya.

"Nia ...."

"Nia."

Mendengar suara teriakkan seseorang dari luar membuat Nia menghentikan aktivitasnya. Kedua bola matanya menatap ke arah pintu yang kini telah diketuk oleh seseorang. Segera ia melangkah untuk membukakan pintu.

"Iya, sebentar," ucap Nia.

Ceklek

Kedua wanita berbeda usia itu saling menatap satu sama lain dengan saling melemparkan senyuman.

"Mami, ada yang bisa Nia bantu?" tanya Nia

"Ayo ikut Mami, Nia! Hari ini Mami sedang ada kumpulan dengan para sahabat Mami. Kamu harus ikut! Ganti baju kamu dengan pakaian ini!" ucap Mami Ulfa dengan menyerahkan paperbag.

"Tapi, Nia masih membereskan barang-barang Nia, Mi," tolak nia dengan sopan.

"Biarkan Mbak Tami atau Bu Siti yang melakukannya. Pokoknya kamu harus ikut! Mami tidak mau tahu, Nia," paksa Mami Ulfa.

Astaga ... bahkan untuk berjalan membuka pintu saja rasanya masih nyeri, apalagi untuk keluar jalan-jalan. batin Nia.

"Cepat ganti pakaian kamu, Mami akan tunggu dibawah! Jangan terlalu lama!" lanjutnya.

Nia masih terdiam ditempatnya. Masih menatap bingung pada Paperbag pemberian dari mertuanya.

"Kenapa mami memaksa sekali? Aku benar-benar malas jika harus bergabung dengan para orang kaya. Apalagi milikku terasa masih sakit," gerutu Nia.

Beberapa menit berlalu

Perlahan Nia menuruni anak tangga dengan menahan malu. Merutuki kelakuan ibu mertuanya yang memilihkan pakaian sexy itu. Nia jarang sekali menggunakan pakaian ataupun gaun yang sexy.

"Waaw ... kamu terlihat cantik sekali, Nia," puji Mami Ulfa yang sedang menunggu kedatangan Nia di ruang tamu.

Nia tersenyum tipis sambil menahan rasa kesalnya. Bahkan Nia sangat enggan untuk berdandan. Menampilkan wajah polosnya yang tanpa make-up, tidak membuat mami Ulfa.

Bahkan beberapa para pembantu dirumah mewah tersebut banyak yang memuji kecantikan wanita itu sejak pertama kali datang di kediaman keluarga Martadinata.

" Baiklah. Ayo kita berangkat, sayang ! " Ajak mami ulfa

Mami Ulfa segera menggandeng tangan Nia. Tidak sabar untuk segera berangkat menuju ke tempat tujuannya. Masih dengan menampilkan senyuman diwajahnya.

**

Pakuwon Trade center Surabaya

Beberapa wanita paruh baya yang terlihat masih begitu muda tampak berbincang asyik. Tidak sedikit dari mereka yang mengajak anaknya untuk ikut serta dalam acara perkumpulan tersebut.

Di sebuah restoran mewah yang berada di dalam Pakuwon city, mereka mengadakan acaranya. Dengan memakai pakaian dan barang-barang yang branded. Menunjukkan dan memamerkan kekayaan mereka.

Setelah satu jam berlalu. Nia yang kini sedang bergabung bersama dengan anak para pengusaha kaya tersebut seakan sangat enggan untuk sekedar berucap. Hanya melemparkan senyuman manis sambil menahan kebosanan yang kian menyiksa batinnya.

"Nia, kamu beruntung sekali karena bisa menikah dengan Adrian. Sudah tampan, dia juga sangat kaya," ucap chika yang secara tiba-tiba.

"Iya, jika Adrian sudah menikah. Aku juga mau sama adiknya," sahut Anggi.

"Eh ... Kalian sudah pernah melihat Aditya belum? Adiknya Adrian," tanya Fani pada semuanya.

Keempat wanita itu hanya menggeleng pelan. Bahkan saat ini beberapa di antara mereka menatap bingung kearah Nia.

"Nia, bagaimana bisa kamu tidak tahu Aditya? Dia kan, adiknya Adrian," ucap Fani.

"Iyah, aneh sekali sih kamu ini. Makanya jangan ngumpet di dalam kamar aja!" ucap Mita.

"Aku tahu jika Adri memiliki adik, tapi aku sama sekali belum pernah bertemu langsung dengannya," balas Nia santai.

"Ah ... yang bener, Nia? Aku gak yakin deh," ucap Chika.

"Untuk apa aku berbohong ... kalian percaya atau tidak. Itu sama sekali tidak ada untungnya buat aku. Iyah kan," jelas Nia.

Karena terlalu asyik mengobrol, hingga tidak terasa sudah hampir pukul 7 malam. 4 jam berlalu begitu cepat. Bahkan mereka semua tidak menyadari jika mama atau mami mereka telah kembali lebih dulu.

drrrrt drrrrrtt drttttt

Terasa getaran dari dalam tas sembari sebuah lagu favorit Nia mengudara. Nia sang pemilik ponsel tersentak kecil. Dengan segera dia merogoh tasnya kemudian segera meraih ponselnya.

"Hallo ..." Nia mengangkat panggilan telepon tersebut dengan perasaan kacau setelah tadi tertera nama seseorang dilayar ponselnya.

" ..... "

"Iya, aku masih di sini. Biar aku saja yang kesana."

" ...... "

"Ah ... Lebih baik ...." Nia menghentikan pembicaraannya setelah mendengar suara dari seseorang yang sedang memanggilnya.

"Nia."

Nia menoleh kesamping, Para wanita cantik yang berada disana juga ikut menoleh kearah samping. Menatap kearah seseorang yang telah berdiri dengan gagahnya sambil melebarkan senyumnya.

Tbc

1
Muji Lestari
ingin rujuk setelah di hianati istri keduanya...kasian/Grin/
Nadia
skrng minta maaf setelah tau anaknya si Lisa bukan anak adrian, coba klo itu anaknya Adrian, masih bilang begitulah sama nia??!! tiada maaf untuk laki" yg berselingkuh.
Nadia
🤣🤣🤣🤭 rezikinya si rayhan
Nadia
jgn balikan apa pun alasannya, sama seperti Adrian waktu dia selingkuh
Nadia
kenapa aku benci modelan laki" seperti Adrian, soalnya aku mengalami, cerai jalan satu" nya, aku ikut meradang 🤭😭
Nadia
apa pun alasannya aku paling benci laki" macam Adrian ini
Nita Harsuf
laki modelan adri ini menyimpan dendam. dri cara emosi nya.
Maurid Tambunan
pelakor
Maurid Tambunan
nikmati karmamu
Maurid Tambunan
tinggalkan saja suamimu nia
Maurid Tambunan
semoga nia hamil
ika
kyk gmn pun, koq msh setuju klo nia ma adri ya, soale ada khai diantara mereka
ika
rasakno koen...
salahmu dewe...
ika
nia terlalu parno
udah lah jd istri yg baek ajah
Ermi Suhasti
Semoga Nia bs melewati ujian ini ..
itin
udah ada beberapa contoh nyata...
JANGAN PERNAH PERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN PRIA YANG TAKUT AKAN MAMANYA YANG GA BISA MEMBERI SIKAP KARENA KEPATUHAN KEPADA MAMANYA.
mempertahankan hanya memperburuk kewarasanmu.

kecuali mama mertuanya segera dicabut nyawanya. akan beda ceritanya.

sekalipun saya seorg ibu 😁😅
Rosa Rosiana
hadir
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
HaleJhope94
Ya Ampun gw jdi senyum sndri😅
Syafa Aldera
masak si kak nasibnya nia akan sm dgn ibunya cerai dgn suaminya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!