berkisah tentang seorang gadis yang tidak sengaja mendapat bantuan dari seorang pria tentara yang akan dijodohkan oleh keluarganya, namun mereka sama sekali tidak saling mengenal. atau bahkan satu tempat protagonis wanita adalah seorang mahasiswa, hafidzah dan seorang pengajar sedangkan protagonis laki-laki adalah seorang tentara yang baru saja naik pangkat menjadi kapten pasukan khusus.
lalu bagaimana kelanjutannya tunggu kisahnya akan segera hadir di noveltoon, jangan lupa like share dan dukung author ya dukungan mu adalah semangatnya author serta tinggalkan saran/kritik di kolom komentar.😍🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @alhumaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KHPL 14
maaf ya guyss aku jarang update....
lagi banyak tugas yg lain numpuk, tetap dukung author ya vote vote... dukungan kalian semangat bagi author....
selamat membaca.....
*********************
Akhirnya setelah beberapa jam mereka sampai juga di bandara, untung nya tidak macet jadi mereka masih punya waktu 30 menit untuk istirahat sebelum melaju dengan perjalanan jauh nya.
" dek, bangun kita sudah sampai bandara ". ucap arkan sambil mengusap pundak hana pelan
" emmm sudah sampai ya mas ". dengan suara parau khas orang baru sadar dari tidur.
" iya sayang dan yang lain sudah keluar duluan, tadi mereka nunggu di tempat isitrahat ".
" kok mas gak bangunin hana dari tadi ?.".
" habis mas gak tega liat adek tidurnya nyenyak gitu ".
" Hehe iya mas hana memang sedikit lelah, tapi cuman sedikit kok ". ucap hana sambil membenarkan cadarnya.
Hana dan Arkan pun bergabung dengan yang lain nya ke tempat istirahat yang ada di dekat bandara.
" bang nanti kalau sudah sampai hubungi kami ya, dan titip anak semata wayang papah ". ucap sang mertua
" in syaa Allah nanti kami kabarin kalau sudah sampai, untuk istri kecilku tak perlu papah minta, abang pasti akan menjaganya dan selalu membahagiakan nya ". Sambil melirik hana
" papah apa an sih emang hana anak kecil pake di titip segala ". Ucap hana sambil tersipu malu
" dimata papah kamu tidak pernah besar, selalu menjadi putri kecil papah ". Ucapnya dengan Sedikit berat hati jauh dari buah hatinya, namun tenang karena ada suaminya arkan yang menyayangi dan menjaganya
" tenang aja bang, jika arkan macam-macam sama menantuku biar aku yang bertindak ". Timpal mufid meyakinkan sahabat + besan itu.
" baiklah kalau begitu aku tenang sekarang ". Sambil tertawa bahagia
Selang setengah jam, pesawat yang akan ditumpangi hana dan arkan 5 menit akan terbang.
" bang hati-hati ya ". ucap sinta.
" titip mantu bunda, jangan lupa pulang dari sana kasih kami cucu ". Dan di aamiinkan oleh semua orang, hana yang merasa berdosa karena nyatanya keluarga besar ingin segera nimang cucu
" itukan urusan Allah bun, kita sebagai hamba-Nya hanya perlu berusaha dan doa aja iyakan dek ". Sekali lagi hana tersipu dan malu pada suaminya yang sama sekali tidak marah padahal hal itu belum mereka lakukan
" iya mas ".
Akhirnya hana dan arkan berangkat juga, mereka mengambil kursi yang bersampingan, sengaja agar arkan bisa menjaga hana lebih dekat dan maklum pengantin baru. Arkan sedang berusaha mengambil kepercayaan hana terhadap dirinya.
Selain itu para orang tua kembali ke rumah nya masing-masing, dengan pergi terpisah karena memang jarak rumah mereka lumayan jauh.
" dek kamu baik-baik saja kan ?..". Melihat hana yang memejamkan mata
" iya mas, adek hanya sedikit takut ketinggian ".
" ya udah nih pegang tangan mas biar adek lebih tenang ". Dengan menyodorkan jangan kanannya
" terimakasih mas ".
" iya humaira ku". Wajah hana kembali memerah bak kepiting rebus
" mulai deh mas gombal nya ".
" ya gak apa-apa dong dek, orang sama istri sendiri ".
Hana membalasnya dngan senyuman, tak lama hana sudah terlelap dengan masih memegang tangan suaminya.
" terimakasih dek, sudah mau dengan mas. Kamu adalah anugerah bagi mas ". Gumam nya pelan sambil mengelus pipi hana
Tak lama arkan pun menyusul ke alam mimpi dengan terlelap, karena pastinya ia juga lelah dengan deretan acara akhir pekan liburan nya itu. Karena lekas pekan ini ia harus kembali tugas, sudah hampir 2 pekan ia ambil cuti dan pastinya rekan kerja sudah mulai kewalahan dengan tugas untuk menggantikan arkan.
********************
" dek..dek...bangun sayang kita sudah sampai ". sambil menepuk pundaknya
" emmm...sudah sampai mas ". Khas suara bangun tidur
" iya sayang, yok kita turun "..
" siapa yang mas panggil sayang ? ". Hana belum sadar betul bahwa panggilan sayang itu untuk dirinya
" sudah yok, kita turun dan cari hotel/penginapan ".
" em iya mass......".
Mereka berdua akhirnya sampai di kota suci makkah, karena mereka pergi berdua dan bukan di bulan haji. Maka tidak banyak orang yang datang, sehingga mudah untuk mencari penginapan
" dek mau nginap di dekat lingkungan ka'bah atau gimana ?...".
" di dekat ka'bah saja mas biar tiap waktu bisa nikmatin dan memandang nya dengan leluasa ".
" baik, sesuai permintaan tuan putri ".
" mas sungguh kamu adalah anugerah bagiku ". gumam hana
Akhirnya mereka sampai di lobi hotel yang dekat dengan ka'bah agar tiap saat sang istri tercinta bisa menikmatinya, tampak arkan sedang mengobrol dengan pelayan hotelnya menggunakan bahasa inggris, Ia kagum teryata suaminya jago juga bahasa inggrisnya di lihat dari percakapannya hana paham sedikit-dikit karena memang hana lebih suka bahas arab dibanding bahasa inggris.
Ketika hana masuk ke kamarnya tampak suasana ruang kamarnya rapih, bersih dan wangi, hana berlari kecil ke jendala tampak bangunan ka'bah yang kokoh sungguh membuat hana menitihkan air mata.
Arkan yang sedang meletakan koper menghampiri hana yang sedang menangis di dekat jendela.
" sayang kenapa kamu menangis ?.. Apa adek tidak senang dengan kamarnya ? ". Takutnya hana memang tidak nyaman
" tidak mas, ini air mata bahagia. Sungguh adek sangat bersyukur bisa berkunjung ke tanah suci ini sekali lagi terimakasih sayang ". Sambil mendekat dan tanpa sadar memeluk arkan
Arkan yang tampak terkejut sejenak mematung tanpa membalas pelukan istrinya beberapa detik karena tidak ada balasan dari suaminya hana hendak mundur menjauh dari arkan namun....
" dek diam sejenak boleh, mas ingin seperti ini lebih lama ".
Ia memeluk hana erat seakan takut kehilangan, sambil memandang ke arah luar jendela
Begitupun hana, iya sandarkan kepalanya pada dada bidang arkan yang sudah terlatih semasa masuk ke dunia militer.
" dek mas harap beberapa hari ini kita bisa menikmati waktu bersama, dan hubungan kita semakin baik ".
" kan masih banyak waktu mas, memangnya mas mau kemana ?...". Sambil masih bersandar dalam dada arkan.
" pekan depan mas sudah harus tugas dek ".
" kan masih bisa bertemu lekas mas tugas ".
" iya dek, cuman terkadang waktu bertemunya itu tidak teratur, kadang sebulan sekali, setengah tahun atau bertahun-tahun tidak bertemu ".
" selama itukah mas ?...". Sambil mendongak menatap ke wajah arkan
" hey dek ingat kamu menikah dengan seorang abdi negara, yang tugas penting selain keluarga ya negara kita tercinta ini ".
" iya mas, adek paham, adek akan setia menanti setiap mas ada tugas. Entah sebulan atau beberapa tahun seperti kata mas tadi ".
" emmm jadi sudah mulai jatuh cinta nih adek sama mas ". Dengan suara ledek nya
" jadi sudah bisa kasih keluarga besar cucu dong ya ".
Bukan menjawab hana malah semakin menenggelamkan wajahnya yang sudah memerah karena tersipu malu.
...****************...
Okke guys, kita cukupkan part kali ini, jangan nantikan kisah selanjutnya...see you later
Jangan lupa like subscribe dan share serta ayo ramaikan kolom komentarnya ya...🙃😅
😁