NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Jerat Cinta Duren Ansa (Duda Keren Anak Satu)

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:186.8k
Nilai: 5
Nama Author: Starry Light

Eleanor Belvina gadis berusia 22 tahun yang bekerja sebagai wanita bayaran, Suatu malam ia tidak sengaja bertemu dengan Martin Hariz, seorang duda berusia 41 tahun ketika melarikan diri dari klien nya.


"Jika kau bukan pencuri atau penipu, apakah kau ini seorang wanita malam?" tanya Martin realistis, karena kebanyakan wanita seperti itulah yang ia temui di Bar.

"Om ini sembarangan, saya ini masih perawan tingting asal Om tahu" ucap gadis itu.

"Bagaimana saya tahu jika saya tidak mencobanya" sahut Martin




Ikuti kisah mereka ya🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starry Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-Gara Kesemek

Risha mendesah kesal mendapati keteledoran Papi Mami nya, bagaimana bisa mereka bercinta tanpa mengunci pintu terlebih dulu? Untung saja Risha melihat belum sampai pada adegan inti, Risha tidak bisa membayangkan jika dirinya sama benar-benar melihat acara live yang iya iya itu.

Ini bukan pertama kalinya Risha melihat adegan iya iya, sebab beberapa bulan lalu Risha menangkap basah sang kekasih melakukan kegiatan panas itu dengan salah satu temannya. Mungkin karena Risha selalu menolak ajakan sang kekasih untuk berhubungan layaknya suami-istri, makanya pacar Risha bercinta dengan temannya yang pasti tidak akan menolak hal itu.

Sebab selama Risha dan Irfan menjalin kasih, Risha hanya mengizinkan Irfan untuk mencium pipinya, beberapa kali Irfan mencuri ciuman di bibir Risha dan memicu pertengkaran keduanya, dari situ sikap Irfan berubah dan ternyata Irfan menjalin kasih dengan teman Risha yang bernama Agnes.

"Huffff," Risha membuang nafas kasar dan memijat pelipisnya, apa yang baru saja ia lihat mengingatkan akan kejadian beberapa bulan lalu yang begitu menyakitkan.

"Papi ceroboh banget, mau begituan pintunya gak di tutup." gerutu gadis 20 tahun itu.

"Sial, mata suci ku sudah dua kali di cemari dengan adegan yang tidak pantas." keluhnya.

"Gue haus." Risha melihat di dalam kamarnya tidak ada air minum, terpaksa harus turun ke dapur.

"Ckk," decak Risha ketika melewati pintu kamar Papinya, gadis itu segera berlari menuruni anak tangga. Sampai di dapur, Risha menuju kulkas untuk mengambil minum dingin, rasanya otak dan tubuh nya panas mengingat hal yang iya iya.

"Nona Risha."

Uhukkkk...uhuk....

Risha tersedak karena kaget tiba-tiba mendengar suara pelayan rumah nya.

"Ya ampun Non...." pelayan wanita itu menepuk-nepuk punggung Risha.

"Aduh, mbok Minah bikin Risha kaget saja." ucap Risha menepuk-nepuk dadanya.

"Maaf Non, lagian kenapa lampu dapurnya tidak Non Risha nyalain?" herannya.

"Gak tahu lah, Risha mau ke kamar dulu." jawab gadis itu bingung.

"Aneh sekali Non Risha." gumam mbok Minah menggelengkan kepalanya menatap punggung Risha semakin menjauh.

🌼🌼🌼

Di dalam kamar Martin dan Elea sedikit berdebat karena insiden terbukanya pintu kamar oleh Risha, entah mengapa kedua manusia itu sangat ceroboh tidak mengunci pintu dahulu sebelum melakukan aktivitas panas nya.

"Kenapa gak Om kunci sih?" kesal Elea.

"Aku mana tahu kalau pintunya belum di kunci." kilah Martin dengan posisi masih mengungkung Elea.

"Ya udah kunci dulu, kenapa masih di situ?"

"Risha sudah pergi El, biarkan saja." jawab Martin menundukkan kepalanya hendak menyapa buah kembar yang ada di depan matanya.

"No, kunci dulu nanti kalau ada yang masuk lagi gimana?" Elea menahan mulut Martin dengan tangannya.

"El...," rengek Martin seperti bocah.

"Kunci dulu pintu nya, atau tidak sama sekali." ancam Elea, yang benar saja melanjutkan adegan panas tanpa mengunci pintu, bagaimana jika nanti tiba-tiba sang mertua membuka pintunya?.

"Ya baiklah." Martin mengalah dan turun dari ranjang untuk mengunci pintu.

"Sudah sekarang bisa kita lanjutkan adegan yang tadi?" Martin menatap tak sabar.

"Om, boleh aku mengatakan sesuatu?" wanita itu malah mengancingkan piyamanya, apa maksudnya ini? geram Martin melihat itu.

"Katakan saja, kenapa harus menutup piyama mu." protes Martin membuka kembali kancing piyama Elea namun di tahan oleh sang pemilik.

"El...," Martin memohon.

"Om dengarkan aku dulu."

"Ya sudah, katakan." putus Martin.

"Aku ingin makan buah Kesemek." ucap Elea.

"Buah Kesemek? Apa itu?" Martin asing dengan nama buah itu.

"Buah Kesemek, masa Om tidak tahu sih?"

"Memang tidak tahu," sahut Martin.

"Padahal usia lebih matang, masa Kesemek saja tidak tahu." cibir Elea.

"Maksud mu aku tua, begitu?"

"Aku tidak mengatakan itu," kilah Elea.

"Kalau Om tidak mau mencarikannya, biar aku minta masa Mama saja." Elea turun dari ranjang.

"Baiklah, aku akan mencarinya. Dimana belinya?" pertanyaan aneh itu Martin lontarkan.

"Di toko bangunan biasanya banyak." kesal Elea.

"Buah apa Kesemek itu? Kenapa di jual nya di toko bangunan?" ucap Martin membuat Elea gemas ingin menabok suaminya.

"Sudahlah, Om tidur saja, biar aku yang cari."

"Eh...tidak bisa begitu, kamu di rumah saja." tegas Martin.

"Aku ingin ikut Om."

"Tidak,"

"Hiks ... hiks ...," ilmu andalan telah di keluarkan.

"Ini sudah malam Elea."

"Baiklah, tidak usah saja hiks...hiks...,"

"Ya sudah kamu ikut, tapi ganti baju dulu." Martin melihat jam digital yang ada di kamarnya sudah menunjukkan jam 22.45 dan harus keluar mencari buah Kesemek yang belum pernah ia lihat seperti apa itu bentuknya.

🌼🌼🌼

Sudah satu jam lebih Martin mengendarai mobil nya untuk mencari buah Kesemek, namun belum juga menemukan buah itu. Martin jadi ragu jika ada yang namanya buah Kesemek.

"Apakah kamu benar-benar menginginkannya malam ini juga?" lirih Martin, ia sudah di wanti-wanti oleh Asri agar menuruti semua kemauan Elea apa lagi jika itu berhubungan dengan makanan. Jika tidak, nanti anaknya akan ileran dan Martin tidak mau itu terjadi.

"Iya." jawab Elea.

"Kemana lagi kita mencarinya?"

"Mana aku tahu Om, kalau aku tahu kita tidak mungkin keliling-keliling tidak jelas seperti ini." Elea emosi, bahkan sudah hampir menangis, wanita hamil memang sangat sensitif.

"Baiklah jangan menangis, kita cari lagi." Martin mengalah, ia harus bersabar menghadapi sifat kekanak-kanakan istrinya, hal itu juga sudah di peringatan oleh Mama Asri.

Di kehamilan Elea ini, Martin banyak belajar hal-hal baru yang tidak pernah ia tahu saat kehamilan Astrid dulu. Dulu Martin benar-benar lepas tangan dan hanya sesekali saja memberikan perhatian pada istri dan calon anaknya, berbeda dengan Elea yang sangat teramat di perhatian dan di turuti semua kemauannya, kecuali menonton konser sang idola.

Karena tidak menemukan buah Kesemek di pedangan buah eceran, akhirnya Martin sampai ke pasar induk Kramat Jati hanya untuk mencari buah tersebut. Bahkan tanggal dan hari sudah berganti namun kedua anak manusia itu belum tidur, jangankan tidur, keduanya masih jauh dari kasur dan malah menjelajah malam mengitari kota Jakarta untuk mencari buah Kesemek.

"Tunggu sebentar, aku akan bertanya pada orang-orang itu." ucap Martin keluar dari mobil menghampiri pada pedagang yang masih terjaga.

"El...," panggil Martin.

"Kok cepet Om? Kesemek nya mana?" Elea memindai kedua tangan Martin.

"Belum dapat, kata orang-orang itu sebentar lagi pemasok sayur dan buah dari Jawa datang, mungkin ada buah Kesemek itu. Kamu mau menunggu atau pulang? Tapi masih belum tentu ada." jelas Martin.

Ting...Ting....Ting....

Banyak notifikasi masuk kedalam ponsel Elea, entah apa itu. Namun setelah membaca nya senyuman terbit di bibir istri Martin Hariz itu.

"Kita pulang saja Om, Aku sudah membelinya melalui e-commerce, besok pagi sudah di antar." dengan entengnya Elea mengatakan itu.

"Kenapa tidak dari tadi?" kesal Martin, dirinya sudah berjam-jam mengelilingi kota Jakarta, dan dengan mudahnya Elea bilang sudah pesan di e-commerce? Jika tahu begitu, tidak usah tamasya dadakan tengah malam di jalanan Ibu Kota, dan lebih baik bercinta hal yang sudah seminggu ini tidak ia lakukan.

Tiba-tiba Martin merasa pening memikirkan gagal bercinta dan usahanya mengitari Jakarta berujung sia-sia.

"Aku kan tidak tahu jika di e-commerce ada, lagian tadi cuma iseng cari, gak tahunya ada." Elea membela diri.

🌼

🌼

🌼

🌼

🌼

TBC 🌺

1
Ray
😅😅😅😅😅😅
Pearly Verna Masambe Inaray
great👍👍
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Ibelmizzel
hamil lg
Ibelmizzel
😭😭😭😭😭😭😭😭
Ibelmizzel
🔥🔥🔥🔥🔥😭😭😭😭😭😭😭
Ibelmizzel
nenek kakek kepo😁😁😁
Ibelmizzel
mampir
MomRea
awas di grebek massa
MomRea
maraton di sini Thor... suka sama karyamu 😊
Ihda Rozi
ini beneran udh tamat
Starry💫: Iya Kk, sudah tamat...karena author akan fokus ke novel baru.
total 1 replies
Nita Beni Bening
ga terasa udh tamatt
Starry💫: terimakasih sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Putry Anasthasya Kinasih
kirain masih berlanjut ternyata udah tamat. .akasih thor atas karayax.
Starry💫: terimakasih juga karena kk sudah membaca karya author 🙏🙏
total 1 replies
Laily Sitorus
iyaaaa....tamat😭😭😭
Starry💫: ikuti karya selanjutnya ya Kk 🤗
terimakasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Nita Beni Bening
top cer amat pak Martin 😊😊
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
nahh ini kalau dengar sesuatu dr orang lain yg gak tau apa² dan gak menanyakan lsg sama org yg lbh tau yaitu martin 🙄
Ihda Rozi
lanjut
Laily Sitorus
bagus x
Laily Sitorus
lanjutkn makin seru...lama x baru rilisnya jadi penasaran😭
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
lalu waktu nikah kemaren bintinya siapa itu klo alea gak tau asal usulnya
Starry💫: Hai Kk, terima sudah mampir 🙏🙏🙏
waktu akad nikah Elea di binti kan ke Ayah Nabi Muhammad ya., yaitu binti Abdullah, karena tidak diketahui nama kandung nya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!