NovelToon NovelToon
Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:672k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hnislstiwti.

Aku meninggalkan semua nya dan bahkan cita-cita ku pun aku lupakan, demi apa? demi bisa bersatu denganmu!

Namun, setelah aku bertahan hampir 5 tahun dengan pernikahan ini kenapa rasanya sangat hambar dan tak ada kehangatan sama sekali?

Dan ternyata aku hanya di jadikan pajangan saja di Istana nya selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sudah 3 hari berlalu dan hubungan Vano sama Cintya pun semakin renggang, pasalnya Vano jarang pulang ke Rumah karena Cintya yang selalu mencari gara-gara.

Namun, kali ini ia tak bisa mengelak kala Cintya datang ke perusahaannya dengan membawa makan siang.

Tetapi, Vano tak langsung menghadapi nya karena ia ada meeting bersama perusahaan Kanaya yang di wakilkan oleh Fani, Asistennya.

Ceklek.

Vano keluar dari ruangan meeting bersama Fani, John dan yang lainnya.

Di luar sudah terlihat wajah tak bersahabat dari Cintya dan hal itu membuat mereka menghela nafas kasar.

"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan" ucap Fani yang langsung saja pergi di antar oleh John sampai lobi perusahaan.

Setelah melihat kepergian Fani dan yang lainnya, Cintya pun mendekati Vano dengan tatapan tajam.

"Apa? Mau marah-marah karena aku meeting dengan perusahaan Kanaya?" sarkas Vano dengan tajam.

"Kamu kemana saja Mas, jarang pulang ke rumah?" tanya Cintya dengan sinis.

Heh.

Vano melenggang masuk ke dalam ruangannya, dia lalu duduk di sofa yang ada di ruangannya.

"Mas, jawab dong! Apa kamu pergi dengan wanita lain?" ucap Cintya kembali dengan ikut duduk di hadapan Vano.

Ck,

"Aku tidur di Apartemen John, banyak pekerjaan dan masalah perusahaan yang harus aku tuntas kan. Jika aku pulang maka akan nambah masalah saja dan semua itu bersumber dari mu" balas Vano berdecak kesal.

Cih,

Cintya berdecih, dia lalu memalingkan wajah nya yang berarti bahwa ia tak percaya pada Suami nya.

"Aku gak percaya sama sekali, kamu pasti-"

Brak.

"Kamu ini kenapa sih hah, makin hari makin ngelantur saja! Perusahaan belum stabil jadi wajar jika aku berjuang untuk membangkitkan nya lagi. Punya pikiran itu yang bagus ke sekali-kali, ini Suami berjuang demi masa depan malah di tuduh yang enggak-enggak" bentak Vano sambil mengebrak meja di hadapannya.

Vano lalu melangkah untuk pergi dari ruangannya, dia merasa muak dan malas dengan Cintya.

"Kamu mau kemana Mas?" tanya Cintya.

"Mau cari wanita lain, puas kamu" teriak Vano frustasi.

*

Vano melajukan mobil nya entah kemana tujuan, dia sudah mengabari John bahwa ia tak akan kembali lagi ke perusahaan karena sedang dalam mood jelek.

Namun, mobil yang ia lajukan malah berhenti tepat di depan perusahaan Kanaya.

Ia terdiam cukup lama disana dan dari dalam perusahaan keluarlah mobil milik Kanaya.

Dengan cepat Vano pun mengikuti mobil Kanaya, dia ingin sekali berbincang sebentar setelah kemarin mencoba nya selalu gagal.

"Restoran" gumam Vano.

Dia ikut keluar dan mengikuti Kanaya masuk ke dalam Restoran tersebut.

Langkah kaki nya menuju ke meja yang tak terlalu jauh dari posisi Kanaya saat ini.

Hingga netra mata nya melihat Kanaya yang melambai ke arah pintu masuk Restoran.

"Maaf aku telat sayang"

"Its okey, Mas"

Deg.

Deg.

Jantung Vano berdetak kencang kala mendengar sapaan pria tersebut pada Kanaya, apalagi Kanaya membalas nya dengan sangat manis dan pelukan hangat.

"Bukankah dia pria yang sama, apakah dia ada hubungan spesial dengan Kanaya" gumam Vano lirih.

Vano terus saja memperhatikan mereka, hingga mereka pergi dari sana pun masih Vano ikuti.

Dan tujuan kali ini mobil yang Vano ikuti berhenti di Hotel yang sangat mewah dan berkelas.

"Apa apaan ini, kenapa Kanaya mau mau saja di bawa kesini" gerutu Vano dengab memukul stir mobil.

Hampir 1 jam lama nya Vano menunggu tetapi mereka tak kunjung keluar juga, hingga Vano memutuskan untuk kembali ke Apartemen John.

...****************...

1 minggu berlalu,

Setelah hari dimana Vano mengikuti Kanaya, dia tidak pernah kembali melihat Kanaya ataupun pria tersebut.

Bahkan Vano sendiri pernah menunggu Kanaya di depan perusahaan nya , namun semua nya nihil.

Tok.

Tok.

"Masuk"

Ceklek.

Sekertaris Vano pun masuk dengan membawa sesuatu di tangannya yang entah apa.

"Tuan, ada undangan untuk anda" ucap nya seraya memberikan undangan di tangannya.

"Dari siapa?" tanya Vano.

Sekertaris tersebut menggelengkan kepala nya tanda tak tau.

Vano menerima nya dan menyuruh sang sekertaris kembali ke pekerjaannya.

Setelah nya, Vano membuka undangan mewah dan indah itu untuk ia baca.

Deg.

"Apa-apaan ini, kenapa harus begini"

"Aarrgghhhh"

Vano berteriak dengan meremas undangan di tangannya, dia merasa marah dan juga kesal menjadi satu.

Ceklek.

"Kenapa bro?" tanya Bram yang baru masuk bersama John.

Hah

Hah

Vano mengatur nafas nya yang memburu, lalu ia duduk dengan mata yang ia pejamkan sebentar.

John mengambil undangan yang ada di lantai, dia dan Bram saling pandang satu sama lainnya.

"Kanaya dan Axel" lirih John melirik Bram.

"Oh undangan dari Kanaya, gue juga dapet tuh dan acara nya besok" celetuk Bram dengan santai

Bram lalu duduk di kursi yang ada di hadapan Vano yang terhalang oleh meja kerja saja.

"Kenapa lu kesal dan marah? Kanaya kan bukan siapa-siapa elu bahkan elu juga gak cinta sama dia" celetuk Bram kembali.

"Harus nya elu bahagia karena Kanaya sudah bisa membuka hati nya kembali setelah elu sakiti" lanjut Bram.

Vano hanya diam, dia mengacuhkan ucapan Bram yang seakan mengejek nya.

Begitupun dengan John, dia juga hanya diam saja tak mau ikut berbicara karena percuma.

"Lihat saja gue akan rebut kembali Kanaya dari pria itu" tekad Vano dengan sangat yakin.

"Hahaha jangan ngelantur lu, kagak tau aja siapa Axel sebenarnya" ejek Bram dengan tawa yang masih terdengar.

"Gue gak peduli" ucap Vano.

Huh.

"Terserah lu saja, asal jangan sampai gila saja jika gak kesampaian"

"Lagian lu itu kenapa? Bini di rumah tuh urusin, bukan malah mau merebut calon bini oranglain" balas Bram dengan kekehan geli

Vano hanya mengedikan bahu nya saja, dia sudah tak peduli lagi dengan Cintya.

John dan Bram menggelengkan kepala nya, mereka tak habis pikir dengan jalan pikiran Vano sekarang.

Dulu aja dia nyakitin Kanaya, setelah semua ini berlalu dan ia malah menginginkan Kanaya kembali.

*

Sedangkan di Rumah, Cintya juga mendapatkan undangan pernikahan Kanaya.

Dia tersenyum puas karena tak punya saingan untuk berebut Vano kembali.

"Kau sudah tak bisa apa-apa Mas Vano" gumam Cintya tersenyum sambil menatap undangan mewah di tangannya.

Hah

"Aku lega karena Kanaya sudah akan menikah dengan pria lain, jadi Mas Vano hanya milikku saja" gumam nya kembali dengan nafas lega

Tidak tau saja kalau sang Suami sudah merencanakan sesuatu untuk membuat Kanaya kembali ke pelukannya lagi.

Namun, semua itu hanya akan sia-sia saja karena Kanaya tak akan pernah dapat Vano sentuh.

.

.

.

.

1
mama yogi
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ suka,singkat padat dan jelas ,tamat😍
Dinatha: permisi Mbak 🙏
Sudi hadir dan baca karya saya ya😊🥰
Sinopsis :
Dua mahasiswa yang terjebak dalam gaya hidup bebas terpaksa berpisah demi tuntutan realita dan kembali ke kampung halaman masing-masing. Bertahun-tahun kemudian, sebuah perjalanan bisnis mempertemukan sang pria dengan seorang anak perempuan yang mewarisi mata dan senyum manisnya.
total 1 replies
devi aryana
Luar biasa
Andriyati
pede banget mu, mNa me Kanaya sama sampah yg udah di buang,, gak guna jg
angel
Thor kog manggilnya bunda ...disesuaikan dong dgn ceritanya ...
nadira ST
lama2 ksel juga ama vano pgen gue pites dulu dselingkuhin sekarang dkejar2 mau lawan axel siap2 tidur pencoran
nadira ST
sukurin mumet kan
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗱𝗮𝗵 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁..𝗮𝗽𝗮 𝗽𝘂𝗻 𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿..😘😘
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗿𝗮𝗺 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻𝘆𝗮 ..𝗯𝗶𝗮𝗿𝗹𝗮𝗵 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗺𝘂 𝗕𝗿𝗮𝗺..🤣🤣
Yunerty Blessa
𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗔𝘅𝗲𝗹....𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝘂𝘁𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..
Yunerty Blessa
𝘀𝘆𝘂𝗸𝘂𝗿 𝗹𝗮𝗵 𝗩𝗮𝗻𝗼 𝗸𝗮𝘂 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗿 𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗸𝗮𝗿𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶....
Yunerty Blessa
𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮.. 𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗹𝗮𝗵 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝘂𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝘂.
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗻𝗲𝗸𝗮𝗱 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶..𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝘂..
Yunerty Blessa
𝗻𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗮𝗻𝗼..
Yunerty Blessa
𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻² 𝗺𝘂 𝗩𝗮𝗻𝗼....𝘁𝗮𝗸 𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗸𝗮𝘂 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶..
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗼𝗯𝘀𝗲𝘀𝗶....𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 "𝗴𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻"𝗺𝘂
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗵𝗻𝗶𝗮𝗵 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗵𝗮𝗺𝗶𝗹..
Yunerty Blessa
𝗸𝗲𝗻𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗺 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..𝗱𝗶𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶 𝗺𝘂..
𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘁𝗮𝗸 𝗻𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵..𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿² 𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘁𝘂..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!