NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Saat bangun tidur. Nara tiba-tiba menjadi sosok yang bukan dirinya, dan itu membuatnya merasa syok.

Apa semua ini karena ucapan sang ibu? pada waktu itu hingga dirinya berada di tubuh seseorang?

Yuk simak dalam kisah Nara, dengan judul.
Jiwa yang tertukar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. mimpi yang aneh

Setelah bertegur sapa dengan Mama Rena. Akhirnya Angga naik ke lantai dua, menuju ke kamarnya dan rasanya ingin segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk untuk beristirahat.

Selang beberapa menit kemudian. Angga pun terlelap dan tiba-tiba.

"Ini ada dimana? Kenapa semua isinya pohon?" Angga yang berada di tengah-tengah lahan yang luas namun terdapat pepohonan saja. Merasa aneh kenapa pula dirinya harus tersesat entah dimana dirinya sekarang. Yang ia tahu jika dirinya seperti berada di film-film horor. Rasanya tidak mungkin jika dirinya bermimpi sampai ke sana? Terasa konyol pikirnya.

Angga celingukan mencari seseorang siapa tahu ada di sekitarnya. Dengan begitu kan dirinya bisa bertanya mengenai keberadaanya ada dimana.

"Tuhan, di sini gue sendirian dan gak ada orang satupun yang gue lihat. Sebenernya ini ada dimana?" Angga terus berbicara sendiri seperti orang gila. Angga bingung harus berbuat apa? Di saat begini tidak ada satu pun orang yang akan dimintai bantuan.

"Tuhan, jika kamu mengembalikan aku pulang. Maka aku Naraya! Berjanji bahwa akan menjadi manusia yang lebih berguna," Terlihat Angga seperti mengatakan akan janjinya jika dirinya bisa kembali, dan berusaha menjadi sosok yang berguna. Hingga Angga merasa sesuatu yang sedang menerpanya. Benar saja terlihat sebuah angin yang begitu besar lalu.

Tiba-tiba angin besar datang.

Aaaaaaah.

Brukh.

Setelah tersapu oleh angin kencang, dan detik itu juga. Pada saat Angga membuka mata, netranya menyapu ke arah sekelilingnya. Sekarang, sekarang bukan lagi ada di lahan yang dipenuhi oleh pohon selayaknya hutan . Melainkan di bukit dengan keindahan sejuta pesona yang dilihatnya.

"Sungguh ciptaan Tuhan yang maha tinggi," ucapnya dengan mulut yang menganga karena akan rasa kagum pada tempat dirinya berada sekarang.

Klak.

Kriett.

Terdengar suara aneh. Angga langsung mencari ke arah sumber suara tersebut, tanpa punya rasa takut sedikitpun.

"Itu suara hewan atau…."

"Tolong … tolong aku," ucap seseorang tengah meminta tolong dan itu tandanya ada orang. Disekitar Angga.

"Iya, itu suara orang bukan hewan. Itu tandanya gue gak sendiri di sini," ujarnya pada diri sendiri.

Angga mendengar lagi suara orang meminta tolong dan berusaha untuk mencarinya.

Beberapa detik kemudian.

"Lo! Kok bisa ada di sini?" Angga begitu syok saat melihat siapa orang yang tidak berada jauh dari dirinya berada.

"Iya, aku juga gak tahu. Tiba-tiba udah ada di sini," Kata sosok seseorang itu. Yang tidak lain adalah Nara dan entah ini semua sengaja atau memang hanya kebetulan.

"Benar-benar alam sedang ngajak gue becanda nih. Dikira gue kaga ada kerjaan apa! Sampai-sampai Tuhan ngajak gue jalan-jalan sampai-sampai. Berada di tempat yang gak gue kenal," ucapnya berbicara sendiri. Sedangkan Nara menatap aneh ke arah wajah Angga.

"Lo, tersesat di sini, dan apa sebelumya lo lagi tidur tadi?" Angga yang baru saja ingat. Memutuskan untuk segera bertanya pada Nara, yang terlihat ngos-ngosan.

"Iya, aku tadi sempat istirahat dan baru saja beberapa detik. Tahunya udah ada di sini dan aku juga tidak tahu ini tempat apa," kata Nara menatap ke arah Angga dengan amat lekat.

"Berarti kita sama, Tuhan sedang ngajakin main petak umpet keknya." Angga yang tengah dilanda takut sama halnya dengan Nara. Mencoba menghibur diri sembari memikirkan jalan keluar, agar bisa pergi dari tempat yang indah namun sunyi. Tidak ada burung, atau hanya lebah yang hinggap di bunga tersebut.

Tepatnya kesunyian yang tertutup oleh keindahan, dan menyimpan sejuta misteri. Itulah sebutan yang cocok dari tempat ini.

"Siapapun penghuni yang ada di sini tolong … keluar dan tunjukan wujud kalian!!" teriak Angga yang tidak lagi mampu menahan diri, karena yang ia butuhkan hanya ingin pulang karena tidak mau tersesat walau sekedar di alam mimpi.

"Percuma kamu teriak-teriak. Memangnya ada yang denger," ujar Nara menatap sinis ke arah Angga.

"Hye lo itu kalau bodoh ya bodoh saja. Jangan bawa-bawa gue! Mana ada yang berhasil tanpa usaha," sungut Angga pada Nara, lalu menatap tajam ke arahnya karena merasa muak dengan pria jadi-jadian yang berada di sampingnya kini.

Nara diam, Nara tidak menjawab ocehan Angga. Membiarkan melakukan apa yang ingi dilakukannya.

Namun, pada saat Angga menyerah untuk meminta bantuan. Sebuah cahaya dari ujung sana. Terlihat semakin dekat dan lebih dekat lagi, entah itu sebuah cahaya apa? Keduanya pun hanya saling pandang.

"Itu cahaya apa, ya?" tanya Nara berulang dan Angga tidak menanggapinya sama sekali, karena netra nya masih terfokus pada lingkaran cahaya yang semakin besar itu.

"Jadilah orang yang bermanfaat."

Slepp.

Hu … hu … hu.

"Mimpi apa lagi ini?" Angga terbangun dengan keringat yang bercucuran.

"Apa maksud ucapan sosok dari balik cahaya itu? 'Jadilah sosok yang bermanfaat' sungguh gue masih bingung," gumam Angga karena dirinya tidak tahu apa maksud dari ucapan tersebut.

Angga yang merasa haus akhirnya memilih untuk bangun, dan segera turun.

Terlihat dari bawah, orang tuanya tengah duduk sembari bercanda ria. Tidak lupa stoples cemilan sebagai teman mereka. Melihat itu hati Angga perih karena selama ini dirinya tidak pernah merasakan sentuhan, kasih sayang oleh Ayahnya. Entah ke mana Ayahnya pergi dan yang pasti sosok itu masih hidup kata Emak nya.

Angga sedikit mengacukan akan pandangan tersebut. Namun, Ayah Prabu memanggilnya.

"Angga!" panggil sang Ayah.

"Iya, Yah." Lantas Angga berhenti setelah mendengar panggilan tersebut.

"Di kulkas tumben gak ada kue, biasanya juga kamu rajin buat?" kata Pak Prabu yang menanyakan kenapa di rumah ini tidak ada lagi kue, yang selalu Angga buat.

"Mampus gue," gumam Angga.

"Ngga, kamu kenapa?" tanya Ayahnya lagi.

"Ti-tidak ada apa-apa kok Yah, nanti deh Angga buatkan." Angga terpaksa berbohong dan entah bagaimana caranya agar di rumah ini ada kue.

"Tentu dong, Ayah kangen sama dessert buatan kamu." Ucapan Ayah Prabu membuat Angga semakin pusing. Belum terpecahkan soal mimpinya tadi, sekarang orang tuanya meminta kue buatannya.

"Jangankan buat kue, orang masak saja gak bisa." Angga merutuki kebodohannya yang tidak bisa memasak ataupun membuat kue.

Namun, disamping itu ada hal yang ingin ia kerjaan dan dirinya juga akan menemui Jali nanti.

"Ya sudah, Angga mau ke dapur dulu ambil minum." Angga lantas berpamitan dengan orang tuanya, dan langsung berjalan ke arah dapur karena tenggorokannya semakin kering.

………

Di tempat lain, Nara yang terbangun dengan keringat bercucuran.

"Berasa nyata, ih ngeri amat ya. Untung aku masih nafas," ujar Nara dengan sesekali menghirup udara dan menghembuskannya perlahan.

1
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penutup Angga dan Nara, happy ending ya... 🤗🤗🤗
Shizi🦁🦁: makasih mom, udah ikutin nara sampai end😍😍 iya happy ending
total 1 replies
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
mom mimu
Angga, Nara aku mampir lagi, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: semangat juga buat mom🥰
total 1 replies
Lee
Ikutan sedih, mnding jepitnya sini buat q aja angga mubazir loh dbuang..
Shizi🦁🦁: iya, padahl aku juga mau lho
total 1 replies
Lee
ingat aku orang kaya,..😂😅
Lee
Penasaran isi rekening Nara skrang brpa...😅
Shizi🦁🦁: jangan kakak, aku pun penasaran🤣
total 1 replies
Lee
selamat y nara angga akhirnya rga kalian udh kembali lg...

mampir lg y kak.
maaf lma
Lee
Ada hikmahnya jg Angga ketuker sma Nara, jdi Angga asli pnya tmen bru Jali sma Dany yg solid..
Shizi🦁🦁: iya, dari yang gak punya jadi.punya
total 1 replies
վմղíα | HV💕
iklan meluncur
Shizi🦁🦁: makasih say🥰
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kasihan mama Rena dikira Rangga
Shizi🦁🦁: iya, mana semua beda pula
total 1 replies
mom mimu
yoo semangat yoo... 💪🏻💪🏻💪🏻 setangkai 🌹 meluncur...
Shizi🦁🦁: makasih mom, yuk semangat juga buat mom😇
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi...
Shizi🦁🦁: makasih mom
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😘😘😘
total 1 replies
mom mimu
nyicil lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: siap mom🥰🥰
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih ya mom🥰
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi kak,semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
Lee
Angga ngomentari diri sndiri..😂
Shizi🦁🦁: wkwkwk. iya yah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee
Nara asli mrsa brsalah, angga asli merasa mnikmati hdup..tpi mau gmana lg jiwa mreka kn trtukar..
Shizi🦁🦁: itu dia masalahnya, menikmati peran yang kebalik😁
total 1 replies
Lee
Emg bner, prnah punya tmen kya Angga gini trus dia crita emg smua brawal dri mamanya yg dmen anak cwek, serius ka kisah nyata ini tpi orgnya asyik bgt jdi kngen 😢
Shizi🦁🦁: iya, aku pun ada juga temen seperti itu. rata2 emaknya yang menyalahi aturan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!